Tampilkan postingan dengan label tips menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips menulis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Mei 2016

Inilah Tiga Modal Dasar dalam Menulis | Anda ingin menjadi penulis? Ya, sebagian orang mungkin punya impian menjadi penulis (writer). Untuk mencapai keinginan itu, tentudiperlukan adanya usaha dan kegigihan dari seseorang dalam menggapainya. Begitu pun dengan menulis. Sebenarnya, untuk menjadi penulis seseorang tidak butuh bakat. Bisa menulis juga bukan karena faktor genetik. Orangtua yang berprofesi sebagai penulis belum tentu bisa diturunkan kepada anaknya. Menulis adalah sebuah keterampilan. Siapa pun berpotensi untuk menjadi penulis. Menulisdapat dilatih secara terus menerus agar seseorang bisa melakukannya.

Belajarmenulis sebetulnya tidak jauh berbeda dengan belajar mengendarai sepeda. Awalnya memang terlihat sulit, tertatih-tatih, bahkan kerap terjatuh, tetapi pada akhirnyajuga bisa ketika sering dilatih dan dicoba. Kuncinya adalah ketekunan, kesabaran, dan latihan yang dilakukan secara kontinyu. Untuk menjadi penulis, seseorang haruslah punya modalatau semacam bekal awal agar benar-benar menjadi penulis. Apa saja modal dasar tersebut?


Baca Juga: Pengertian, Syarat-Syarat, dan Contoh Paragraf

Kemauan
Kemauan adalah modal utama seseorang untuk mencapai keinginanya. Dalam menulis, seseorang juga harus punya keinginan terlebih dahulu untuk menulis. Bagaimana bisa menulis kalau memang tidak punya kemauan menjadi penulis? Jelas saja, kemauan ini adalah modal yang palin utama dimiliki. Bahkan bukan hanya kemauan saja, melainkan ambisi. Ketika sudah memiliki ambisi, maka semangat seseorang akan berkobar dalam berproses mengejar impiannya menjadi penulis. Di saat itulah, seseorang akan rajin menulis, membaca, ikut pelatihan kepenulisan, atau sekadar berkumpul dengan orang-orang yang punya minat sama.

Motivasi Menulis
Motivasi menulis erat kaitannya dengan kemauan. Orang yang punya motivasi menulis dengan sendirinya akan muncul kemauan untuk bisa menulis dalam dirinya. Motivasi menulis ini bermacam-macam. Misalnya, seseorang menulis karena ingin populer atau ingin dikenal banyak orang, menulis karena ingin mendapatkan penghasilan, atau menulis hanya sekadar menyalurkan hobi. Yang terbaik adalah menulis sebab ingin berbagi wawasan, ilmu, pengetahuan, atau pengalaman kepada orang lain (pembaca). Yang jelas, jika Anda menjadi penulis, Anda turut mewarnai media massa cetak dengan tulisan-tulisan Anda, turut aktif dalam dunia jurnalistik atau menjadi wartawan. Artinya, Anda tidak hanya menjadi pembaca pasif media massa.

Kemampuan
Setelah ada kemauan dan motivasi menulis, kemampuan juga menjadi elemen penting dalam menulis. Kemauan tanpa ada kemampuan tidak akan menghasilkan tulisan. Demikian pula, kemampuan yang tidak diikuti dengan kemauan juga tidak akan menghasilkan karya. Oleh sebab itu, kemampuan juga harus dimiliki seseorang yang ingin jadi penulis. Kemampuan bisa dimiliki tidak hanya sebab bakat, melainkan juga latihan yang keras dan terus menerus. Lalu, kemampuan apa saja yang harus dimiliki seorang penulis? Tentu saja, pertama, seorang penulis harus mampu mengamati fenomena (peka terhadap lingkungan sekitar). Dengan begitu, ia akan selalu mendapatkan ide untuk menulis. Kedua, seorang penulis juga niscaya punya kemampuan berbahasa tulis. Ia harus lihai merangkai kalimat dan paragraf. Kemampuan ini diperlukan tersebab bahasa lisan tidak sama dengan bahasa tulisan. Misalnya, dalam bahasa lisan bisa dimaafkan ketika ada kata-kata yang kurang, namun tidak demikian dalam bahasa tulisan. Dalam bahasa tulis, kelengkapan struktur kalimat sangat disyaratkan (subjek, predikat, objek, dan seterusnya) untuk memberi pemahaman kepada pembaca. Di sinilah perlunya seorang penulis belajar Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dengan tekun. Hal itu dimaksudkan agar pembaca bisa memahami apa yang disampaikan penulis.

Demikianlah pemaparan tentang tiga modal dasar yang harus dimiliki seseorang yang punya impian menjadi penulis. Semoga uraian di atas dapat membantu kebingungan Anda yang ingin menjadi penulis namun tidak tahu apa bekal awal yang harus dimiliki calon penulis. Akhirnya, semoga bermanfaat!
Pengertian dan Contoh Artikel | Artikel termasuk salah satu tulisan ilmiah atau non-fiksi yang berisi views (pandangan) seseorang. Kita sering kali sulit membedakan antara tulisan artikel dan opini. Keduanya memang hampir sama. Artikel dan opini sama-sama pendapat seseorang mengenai suatu masalah yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Bedanya hanya terletak pada referensi yang diselipkan dalam tulisan. Dalam opini, penulis cukup menuangkan pemikiran dan perenungannya sendiri tanpa ada kelengkapan data dan referensi. Sementara dalam tulisan artikel, penulis melengkapi gagasannya dengan data, fakta, pendapat tokoh, dan referensi lain yang dapat mendukung keakuratan tulisannya.

Oleh sebab itu, sebelum menulis artikel, penulis dituntut memiliki wawasan yang luas mengenai tema yang akan dibahas dengan cara membaca banyak literatur seperti buku, majalah, koran, jurnal, tabloid, dan sebagainya. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menyampaikan gagasan dan fakta guna meyakinkan, mendidik, menawarkan pemecahan suatu masalah, atau menghibur. Karena bertujuan untuk meyakinkan, maka pendapat yang disampaikan dalam artikel haruslah disertai data yang diyakini kebenarannya.


Baca Juga: Pengertian dan Contoh Tajuk Rencana

Jika Anda bertanya bagaimana cara penlisan artikel, maka sama saja Anda bertanya bagaimana cara mengendarai sepeda. Artinya, tidak ada trik khusus bagaimana cara menulis artikel. Seperti layaknya mengendarai sepeda, seseorang hanya butuh latihan yang terus menerus, ketekunan, dan kesabaran dalam berproses agar bisa meraihnya. Meski demikian, ada beberapa tahapan yang bisa dilakukan seseorang yang ingin menulis artikel, yaitu: menemukan ide, mencari referensi yang terkait dengan ide tersebut, membuat outline untuk mengorganisasikan hasil pemikiran dan referensi sehingga bisa sistematis, free writing (menulis bebas), dan yang terakhir; menyunting naskah (editing) setelah tulisan selesai dibuat.

Contoh artikel:

Potret Kehidupan Umat Beragama

Agama, menurut Dr. M.A. Jabbar Beg (1984), mempengaruhi dan membentuk pandangan dunia (world view) seseorang. Agama menciptakan perasaan tanggung jawab terhadap Tuhannya dengan menyadarkannya bahwa ia merupakan bagian dari alam semesta.

Agama, lanjut Beg, bisa mempengaruhi sikap moral seseorang. Ia bisa mencegahnya berbuat jahat dan tercela; membuatnya mampu berbuat baik, baik pada dirinya sendiri maupun pada orang lain.

Jika kita sepakat dengan pandangan di atas, kita melihat bagaimana pentingnya agama bagi kehidupan seseorang dan kehidupan di dunia ini pada umumnya. Kita juga bisa mengukur diri, apakah agama yang kita anut telah berperan atau diperankan dalam diri kita sebagaimana dikatakan Beg di atas? Lalu, bagaimana �potret� keberagamaan umat dewasa ini? Apakah perilaku mereka telah mencerminkan bahwa mereka umat beragama?
Pengertian dan Contoh Tajuk Rencana : Tajuk rencana dikenal sebagai "induk karangan" sebuah media massa. Tajuk rencana ini merupakan tulisan khusus yang ditulis oleh pemimpin redaksi atau orang yang punya wewenang dalam menangani media tersebut mengenai peristiwa yang sedang aktual diperbincangkan dalam masyarakat. Dalam tulisannya, penulis tajuk rencana mengemukakan pendapatnya secara subjektif. Ia mengutarakan visi dan sikap media yang dikelolanya terhadap suatu hal yang dibahas.

Dalam tajuk rencana, isinya murni merupakan pendapat penulisnya dalam menyikapi suatu masalah. Sebuah media yang dikelola atau diterbitkan oleh organisasi A, misalnya, maka tajuk rencana yang ditulis haruslah menyuarakan pendapat atau aspirasi dari organisasi A tadi. Oleh sebab itulah, tajuk rencana ini dikatakan sebagai "jati diri" atau identitas sebuah media massa.

Baca Juga: Pengertian dan Nilai-Nilai Berita

Kata yang sepadan dengan tajuk rencana adalah editorial. Dalam majalah, editorial pada umumnya ditulis oleh pemimpin redaksi yang isinya memuat tentang masalah yang diangkat dalam majalah tersebut. Tentunya, isinya merepresentasikan sikap majalah tersebut terhadap masalah yang dibahas tadi.

Adapun fungsi dari tajuk rencana adalah:

Menjelaskan berita, menjabarkan berita yang sedang aktual tentunya  dengan interpretasi dan sudut pandang subjektif media atau penulisnya.

Meramalkan masa depan, yaitu memprediksi apa yang akan terjadi di masa mendatang akibat peristiwa yang terjadi.

Menunjukkan sikap atas suatu masalah, yakni memberikan penilaian atau argumentasi terhadap suatu masalah yang terjadi.

Mengisi latar belakang, artinya mengaitkan suatu berita dengan realitas sosial lainnya atau informasi tambahan.


Baca Juga: Cara Mudah Menulis Berita Feature

Contoh tajuk rencana yang diambil dari harian Kompas edisi 08 April 2016:

Dokumen Panama dan Amnesti Pajak

Merebaknya skandal Dokumen Panama memunculkan pula desakan berbagai pihak untuk menyegerakan pembahasan Undang-Undang Amnesti Pajak. Terkait urgensi mempercepat pembahasan RUU Amnesti Pajak, sesungguhnya ada atau tidak Dokumen Panama, seharusnya jadi kebutuhan kita. Bukan hanya karena tuntutan untuk menutup bolong penerimaan pajak saat ini, melainkan juga kepentingan reformasi pajak lebih luas.

Kendati demikian, kepanikan pemerintah bisa dipahami. Dari target penerimaan pajak Rp. 1.369 triliun tahun 2016, hingga Maret baru terealisasi 14,3 persen. Melesetnya target pajak bukan hanya akan mengancam jalannya mesin birokrasi dan pembiayaan program prioritas pemerintah, khususnya infrastruktur, tetapi juga mengancam target pertumbuhan 2016. Sasaran pertumbuhan 5 persen bisa tak tercapai.

Dalam situasi saat ini, manuver menutup defisit APBN lewat utang tak leluasa ditempuh mengingat amanat konstitusi yang membatasi defisit APBN maksimum 3 persen dari PDB. Ekspansi utang luar negeri juga dihadapkan pada risiko kian membengkaknya beban cicilan/bunga dan risiko kurs. Sementara terus menggenjot penerbitan SUN akan menyedot sumber pembiayaan swasta di dalam negeri, akibat kebutuhan pemerintah yang sangat besar untuk menutup defisit.

Di sini urgensi amnesti pajak sebagai terobosan mengemuka. Lewat insentif amnesti pajak, pemerintah berharap bisa menarik Rp. 60 triliun-Rp. 100 triliun penerimaan pajak, dengan cara menarik dana WNI yanag selama ini lolos pajak dan ditempatkan di luar negeri. Setelah tertunda karena keberatan sebagian fraksi DPR yang mengaitkan kelanjutan pembahasan UU itu dengan revisi UU KPK, kita berharap pembahasan RUU Amnesti Pajak bisa segera dimulai dalam waktu dekat. 

Selain misi menutup defisit penerimaan pajak, momuntem bocornya Dokumen Panama dan amnesti pajak tentunya menjadi ujian keseriusan pemerintah dalam membenahi sistem perpajakan dan menindak wajib pajak nakal. Di sini pentingnya amnesti pajak tetap berpijak pada prinsip transparansi, keadilan, dan penegakan hokum agar jangan sampai hanya menjadi semacam karpet merah bagi pelaku tindak pidana seperti koruptor yang selama ini menyembunyikan dananya dari jangkauan aparat di negeri ini.

Cara Mudah Menulis Berita Jenis Feature | Tentu kalian pernah mendengar istilah tulisan feature kan? Apa yang kalian tahu tentang tulisan jenis ini? Mungkin di antara kalian ada yang menjawab, feature itu tulisan yang deskriptif dan naratif. Nah, jawaban itu benar. Feature adalah salah satu jenis berita yang ditulis dengan cara naratif dan deskriptif sehingga seolah-olah pembaca sedang membaca cerita tentang peristiwa atau kejadian yang dilaporkan. 
Sejatinya, tidak ada kesepakatan dari para ahli jurnalistik mengenai definisi feature. Masing-masing mereka memberikan definisi tersendiri tentang feature. Yang jelas, feature adalah sebuah tulisan jurnalistik yang tidak mesti mengikuti rumus 5w + 1 H sebagaimana lazimnya sebuah berita. Tetapi, ia mengedepankan jawaban dari why dan how dari sebuah peristiwa. 

Baca Juga: Pengertian dan Nilai-Nilai Berita

Dari sekian banyak pengertian mengenai feature, kita dapat mengenali karakteristik feature, diantaranya: 
  • Mengandung segi human interest. Dalam hal ini, feature memberikan penekanan pada fakta-fakta yang dianggap dapat menggugah emosi dan perasaan pembaca seperti menghibur, memunculkan rasa empati dan keharuan. 
  • Mengandung unsur sastra. Satu hal yang sangat penting dalam penulisan feature adalah ia mengandung unsur sastra. Sebagaimana dikatakan sebelumnya, gaya penulisan feature tidak jauh beda dengan penulisan fiksi seperti cerpen atau novel. Pada dasarnya, penulis feature adalah mereka yang bercerita. Karena itulah, feature ini disebut dengan berita yang sifatnya ringan dan menghibur. 
Seorang penulis feature harus memiliki ketajaman dalam melihat dan merenungi sebuah peristiwa. Ia juga harus mampu menonjolkan hal yang meskipun sudah umum namun belum terungkap sepenuhnya. Hal-hal kecil yang dianggap sepele dan kurang penting dalam sebuah berita, dapat diangkat dalam sebuah feature yang kemudian menjadi laporan yang unik dan menarik.
Feature mengandung informasi yang �lebih� ketimbang jenis berita yang lain. Nilai lebih itu tersebab feature dapat menyajikan hal-hal yang mungkin diabaikan oleh news tadi. Di samping itu, feature tidak akan pernah basi (tidak aktual) seperti berita pada umumnya.

Baca Juga: Jenis-jenis dan Struktur Berita
Beberapa orang sangat suka dengan berita jenis ini. Alasannya, feature dapat menyajikan berita dengan gaya tulisan yang santai dan ringan namun tetap informatif. Beda, misalnya, dengan berita investigative news, indepth news, atau jenis berita lain yang terkesan berat dan harus mengerutkan kening ketika sedang membacanya.
Lalu bagaimana cara menulis feature yang baik? Pertama kali tentu kita harus menulis judul. Setelah itu kita masuk pada teras atau lead yang berisi hal terpenting yang menjadi sudut pandang dimulainya sebuah tulisan. Dalam menulis lead ini kita harus mampu menarik perhatian pembaca agar mereka memiliki rasa penasaran untuk melanjutkan bacaannya. Banyak jenis lead yang bisa kita gunakan dalam menulis feature. Diantaranya; 
  • Teras bercerita yang biasa digunakan oleh cerpenis atau novelis 
  • Teras pertanyaan 
  • Teras kutipan (ayat al-Quran, hadits, ucapan orang terkenal, dll.) 
  • Teras ringkasan
  • Teras sapaan 
  • Teras deskriptif

Selanjutnya Bridge (jembatan antara lead dan body) dan yang terakhir adalah penutup (ending) yang umumnya mengacu kepada lead. Di bagian penutup ini kita bisa menyimpulkan apa yang sudah ditulis sebelumnya dengan memberikan kesan mengharukan di hati pembaca atau dengan mengajukan pertanyaan tanpa jawaban. Membiarkan pembaca mengira-ngira sendiri jawabannya.   
Demikian cara menulis berita feature. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan!

Sabtu, 21 Desember 2013

Mendapat internet gratisan yang lumayan cepat itu sesuatu banget. Saya mencoba memanfaatkannya untuk membuat sebuah postingan baru yang idenya sudah ngendon di batok kepala sejak beberapa hari lalu. Apa itu?

Tidak ada yang baru sebenarnya. Kalau Anda suka hal-hal baru sebaiknya tinggalkan saja laptop atau tablet Anda, saya akan segera mengambilnya. Eh, maksud saya, Anda lebih baik menggunakan waktu berharga Anda untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. Oke? Baik banget saya kan?

Sebagai orang yang suka berbuat baik dan rajin gosok gigi, saya hanya akan meneruskan saja sebuah tips menulis yang pernah disampaikan oleh Raditya Dika. Dalam sebuah acara pelatihan menulis ia bilang bahwa menulis hal-hal lucu harus berbeda dari orang lain. �Yang lebih lucu dari loe itu banyak. Yang lebih cerdas juga banyak. Nah, loe nggak butuk memikirkan itu. Yang loe butuhkan adalah membuat hal-hal baru. Karena itu gue membuat judul yang unik dalam buku-buku gue�

Hal itu disampaikan oleh Radit setelah ia ditanya, kenapa ia selalu meletakkan nama-nama binatang di tiap bukunya yang terbit, semisal �Kambing Jantan� atau �Manusia Setengah Salmon�. Memang, hampir semua buku-bukunya selalu memakai judul dengan menggunakan nama-nama binatang.

Apa yang dikatan Radit pun sebenarnya bukanlah hal baru. Dalam dunia sastra sudah lama diajarkan bahwa tiap sastrawan dituntut untuk menciptakan karakter tersendiri dalam karya-karyanya. Kalau ia hanya mengikuti karakter penulis-penulis sebelumnya, ia akan tenggelam dalam popularitas mereka. Jadi, yang terpenting adalah orisinaltas, meski bagi sebagian orang itu adalah hal yang utopis.

*ditulis saat ishoma #4thPlatM, 21 Desember 2013  
**sumber foto: http://sarasiri.com