Tampilkan postingan dengan label syar'iyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syar'iyah. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Oktober 2012

Hukum Berpakaian Hitam Ketika Melayat,Hukum Berbusana Hitam Ketika Melayat,Hukum Berpakaian Hitam Waktu Melayat,Hukum Berpakaian Hitam Waktu ada Orang Meninggal

Tidak semua tradisi sejalan dengan tuntunan syariah. Hal ini bisa karena keberadaan tradisi yang mendahului syari�ah dan belum ada usaha pelurusan terhadapnya, seperti tradisi tumbal dan sesajen. Atau bisa juga tradisi tidak sejalan dengan syariah karena kehadirannya sebagai entitas baru hasil dari keterpengaruhan berbagai kebudayaan seperti halnya kebiasaan berbaju hitam ketika berta�ziyah.

Kebanyakan masyarakat kota selalu menggunakan berbusana hitam ketika melayat sanak saudara yang terkena musibah. Hal ini mereka lakukan dengan tujuan menunjukkan rasa belasungkawa. Warna hitam dalam konteks kematian bermakna kesusahan. Hanya saja disayangkan pemahaman ini seolah berubah menjadi sebuah aturan tak tertulis bahwa barang siapa berta�ziyah harus memakai busana serba hitam. Padahal yang demikian ini kurang sesuai dengan tuntunan syariah.

Dalam syariah wacana mengenai belasungkawa bagi keluarga yang ditinggal mati disebut dengan istilah hidad. yaitu batasan-batasan tertentu yang harus dipatuhi oleh mereka yang ditinggal mati sebagai tanda berduka. Diantaranya adalah tatacara berbusana bagi mereka yang ditinggalkan baik keluarga atupun kerabat dekat yang berta'ziyah.

Mengenai busana warna hitam yang sering dipakai oleh seseorang ketika melayat sebenarnya telah diatur dalam Islam. Menggunakan warna hitam untuk menunjukkan mebelasungkawa hanya boleh dilakukan oleh suami atau istri yang ditinggal mati.
Sedangkan untuk orang lain, meskipun keluarga hukumnya makruh tahrim, bahkan sebagian ulama mengatakan haram. Dengan alasan dikhawatirkan penggunaan baju hitam itu menunjukkan seseorang tidak ridha dengan kematiannya yang sama juga maknanya dengan tidak menerima keputusan Allah swt. Atau bisa jadi warna hitam malah menunjukkan kemewahan tersendiri, sehingga memakai gaun hitam tidak untuk berbela sungkawa namun untuk berhias diri (mungkin karena mahalnya gaun hitam, atau hitam telah menjadi trend tersendiri).

Dengan demikian, sebenarnya hukum memakai gaun hitam ketika berta�ziyah dikembalikan kepada niat pemakainya. Sejauh tidak diniatkan untuk menunjukkan kemewahan atau ketidak-ridhaan taqdir Tuhan, maka hukumnya boleh-boleh saja.

Dan begitu juga sebliknya, yang terpenting adalah tidak menganggap bahwa pakaian hitam sebuah kewajiban orang berta�ziyah. Dan boleh saja menggunakan baju berwarna selain hitam untuk ta�ziyah selama niatnya benar. Begitu keterangan dari al-Mausu�ah alfiqhiyyah juz 21:

??? ?????? ?? ?????? ???? ??????? ??? ??? ???? ??????? ???? ?????? ??? ?????? ?? ??????... ???? ??????? ??? ?????? ?? ?????? ??? ??? ????? ???? ???????? ?? ????? ???? ??? ?? ???? ?????? ??? ??? ???? ????? ?????? ?? ??? ?????? ???? ?????? ???? ???????? ?? ???????? ??? ??? ?????? ???? ?????? ?? ?????? ?? ??? ???? ???? ?????? ?? ???????? ??? ???? ?? "??????" ????? ??????? ?????? ?? ??????. ??? ?????? ?? ??????? : ???? ??????? ??? ?? ????? ????? ???? ??? ????? ?? ???? ?? ?? ??????? ?????? ??? ??? ?? ????? ????? ???? ????? ????? ???? ???? ????? ?? ???? ??? ??? ????? ??? ?? ???????? ?????? ?????? ??????? ????? ?????? ?????? ?? ?????? ?????? ?????? ???? ?? ???? ????? ??? ????? ??????? ??? ??????? ??????
Ulama bersepakat untuk memperbolehkan istri yang ditinggal mati memakai busana hitam dalam kontkeks ihdad (batasan bagi istri yang ditinggal mati suami)� ulama madzhab Hanafi melarang pakaian hitam selain suami/istri yang ditinggal mati. Begitu juga ulama madzhab Maliki yang memperbolehkan busana hitam bagi istri kecuali jika hitam itu dianggap mewah bagi masyarakat setempat. Adapun Imam qulyubi seorang ulama madzhab Syafi�I mengharamkan busana hitam (bagi istri yang ditinggal mati suami) apabila warna hitam dianggap mewah. Menurut Imam Nawawi seperti yang dinukil dari Imam Mawardi dalam kitab �Al-Hawi� tentang pendapat mengenai pakaian hitam dalam kontek ihdad berkata: berbusana hitam ketika ta�ziyah apabila ditujukan sebagai tanda belasungkawa bagi peta�ziyah tidak diperbolehkan apabila terbersit niat penentangan atas taqir Tuhan Yang Maha Kuasa. Hal itu merupakan sesuatu yang buruk dan dibenci, seperti yang termaktub dalam sebuah hadits Nabi. Dan memakain hitam bagi seorang laki-laki dalam ta�ziyah hukumnya makruh.
Redaktur: Ulil Hadrawy
Sekian "Hukum Berpakian Hitam Ketika Melayat" Semoga Bermanfaat.
Hukum Manipulasi Kelulusan Siswa
Hukum Nama Baru Setelah Haji
Pengertian Ulama' Memahami Ulama'
Sudahkah Anda Menghormati Yang Tidak Puasa?
Kumpulan Hadits Mengenai Bulan Puasa Ramadlan
Hukum Nikah Mut'ah/Kawin Kontrak Bagian Ke2
Hukum Zakat Pengertian Sabilillah Dalam Ayat Zakat
NIKAH MUT'AH (KAWIN KONTRAK)
Ilmu Hadits Diroyah
Hadits Riwayah
hukumnya memakai email gratis yahoo
hukum menerangkan allah dan agama allah
Macam Macam Hadits
Definisi Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
hukum menyambung rambut
AL HADITS
AL-QUR'AN
waqaf dan ibtida'
Kolektivitas hukum Islam
Pengertian kolektivitas
hukum membaca dan menulis al-qur'an dengan bahasa ajam saja
SYARAT SYARAT MENUNTUT ILMU
BAGAIMANA HUKUMNYA MEMBACA ALQUR�AN DENGAN BAHASA AJAM SAJA?
Hukum TKI Ilegal dan Hukum Gajinya
Pengertian/Definisi Paradigma
Hukum Berpakaian Hitam Ketika Melayat

Hukum Manipulasi Kelulusan Anak Didik,Hukum Manipulasi Kelulusan Siswa,Hukum Islam Mengenai Manipulasi Siswa dan hal hal lainnya yang masih berhubungan dengan Hukum Manipulasi Kelulusan Anak Didik,Hukum Manipulasi Kelulusan Siswa,Hukum Islam Mengenai Manipulasi Siswa.
Pengelola lembaga pendidikan diharamkan melakukan praktek manipulasi dalam rangka membantu kelulusan anak didik pada waktu Ujian Nasional (UN). Selain melanggar undang-undang negara, praktek demikian sangat bertentangan dengan nilai-nilai dan ajaran agama.

Demikian keputusan Bahsul Masail yang diselenggarakan pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) kecamatan Jekulo kabupaten Kudus, bertempat di Masjid Al-Ittihad Desa Terban Jln Raya Kudus Pati, Sabtu (13/10) malam. Acara yang dihadiri sejumlah kiai NU tingkat MWC Jekulo ini membahas tiga permasalahan yang dilontarkan warga NU setempat.

Dalam diskripsi masalah UN disebutkan, penetapan standar kelulusan siswa sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan telah menimbulkan polemik baru termasuk kekhawatiran pihak sekolah terhadap anak didiknya yang tidak lulus. Akibat dari kekhawatiran tersebut beberapa cara dilakukan pihak pengelola madrasah atau sekolah melalui guru membantu memberikan kunci jawaban atau berupaya membutakan mata pengawas ujian lewat pesangon atau servis yang spesial.

"Dengan mengacu dalil-dalil hukum fiqh, para mubahis (kiai) menyatakan praktek semacam itu haram karena masih bersifat kekhawatiran tidak lulus," terang Ketua Lembaga Bahsul Masail (LBM) MWC NU Jekulo H. Jupriyanto kepada Pengurus NU, Ahad (14/10).

Namun, jelas H. Jupri, praktek tersebut diperbolehkan apabila sudah ada kepastian bila tanpa melakukan manipulasi tidak akan diterima atau tidak lulus. "Jadi, kalau masih ada cara yang benar, membantu siswa atau praktek nyogok semacam itu, menurut hukum asal tetap haram," tandas dia.

Pada materi lainnya, para mubahis juga membahas hukum makanan yang tersimpan dalam wadah seperti magic-com terdapat tiga isi makanan. Dalam tempat yang paling bawah terdapat nasi,kemudian atasnya daging babi dan paling atas telur bacem.

"Keputusannya, makanan selain babi tetap sah dan suci untuk dimakan dengan catatan daging babi tidak menetes pada tempat makanan lainnya," ujar H. Jupri yang memimpin pembahasan tersebut.

Sementara, ketika membahas pasangan suami-istri yang sudah menjalin hubungan nikah selama 4 tahun namun si istri baru mengetahui bahwa suaminya mengindap penyakit HIV. Karena takut tertular maka istri selalu menolak jika diajak hubungan suami istri.

"Bahsul Masail memutuskan si istri boleh menolak berhubungan Intim dan si istri juga diperbolehkan minta talak dan atau melanjutkan. Namun kalau melanjutkan si Istri harus melayani hubungan intim," jelasnya lagi seraya memberikan dalil-dalil ma'khad-nya.

Bahsul masail MWCNU Jekulo ini merupakan kegiatan rutin tiap 3 bulan sekali bergiliran tempatnya di ranting-ranting NU setempat. Pada malam itu, ratusan warga NU menghadiri acara yang berlangsung hingga tengah malam.
Sumber: NU Online

Hukum Manipulasi Kelulusan Siswa
Hukum Nama Baru Setelah Haji
Pengertian Ulama' Memahami Ulama'
Sudahkah Anda Menghormati Yang Tidak Puasa?
Kumpulan Hadits Mengenai Bulan Puasa Ramadlan
Hukum Nikah Mut'ah/Kawin Kontrak Bagian Ke2
Hukum Zakat Pengertian Sabilillah Dalam Ayat Zakat
NIKAH MUT'AH (KAWIN KONTRAK)
Ilmu Hadits Diroyah
Hadits Riwayah
shahabat
tabi'in dan tabi'it tabi'in
salah kaprah dalam bahasa arab bagian 2
islam adalah agama kasih sayang
Imperialisme
MUHAMMAD
ISLAM
hukumnya memakai email gratis yahoo
partisipasi
hukum menerangkan allah dan agama allah
Macam Macam Hadits
cara membaca alqadru
sistem
elemen
Definisi Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
hukum menyambung rambut
AL HADITS
Definisi al-qur'an bagian 2
definisi al-qur'an
apa itu definisi
AL-QUR'AN
AL-ILMU DAN AL-MA'RIFAH
anda blogger muslim
waqaf dan ibtida'
Email Gratis Terbaik
Email Gratis Mughits
waqaf binnaql
pacaran yang islami
salah kaprah dalam bahasa arab
Kolektivitas hukum Islam
Pengertian kolektivitas
buang air besar di tempat berteduh termasuk dosa b...
download biografi imam syafi'i
pembahasan dhan,wahm dan syak
Morfologi dan Sintaksis
Pragmatika,Semantik
Linguistik
tips untuk 
MUQADDIMAH (ushulut tafsir)
adat dan urf
'amal (ushul)
tips untuk kuat hafalan
hukum membaca dan menulis al-qur'an dengan bahasa ajam saja
SYARAT SYARAT MENUNTUT ILMU
BAGAIMANA HUKUMNYA MEMBACA ALQUR�AN DENGAN BAHASA AJAM SAJA?
cara waqaf pada kalimat yang sebelum huruf terakhirnya bersukun
para qari' yang bagus cara membacanya
Hukum TKI Ilegal dan Hukum Gajinya
Pengertian/Definisi Paradigma

Jumat, 12 Oktober 2012

Sumber Ilmu Hukum Nama Baru Setelah Haji
Diantara tradisi yang berlaku di masyarakat kita dalam ibadah haji adalah nama baru yang �didapat� dari tanah suci. Nama baru ini tentunya sangat islami dan berbau Arab. Misalkan Abdul Rasyid atau Rasyidah sebagai nama pengganti Sugiarmo atau Supangati. Sebenarnya perubahan nama ini tidak harus dilakukan setelah menjalankan ibadah haji, bisa kapan saja waktunya. Akan tetapi sebagaian masyarakat lebih senang menjadikan ibadah haji sebagai momentum perubahan nama. Dengan harapan meningkatkan semangat peribadatan.
Dalam pandangan fqih perubahan nama itu adakalanya wajib, sunnah dan atau mubah. Perubahan nama bisa menjadi wajib apabila namanya yang selama ini digunakan terlarang (haram), seperti Abdusysyaithan (hamba setan) atau Abdul Ka�bah. Dan hukumnya sunnah, apabila namanya yang sudah ada itu makruh (dibenci), seperti nama Himar, Monyong, dan Pencor. Dan adakalanya hukumnya mubah apabila namanya itu tidak haram, juga tidak makruh semisal Sani, Midi dan lain sebagainya. Sebagaimana diterangkan dalam Tanwir al-Qulub
???????? ?????????? ???????????? ?????????????? ????????????? ?????????? ???????????? ???????????????.
Mengubah nama-nama yang haram itu hukumnya wajib, dan nama-nama yang makruh hukumnya sunah.
Demikian juga disebutkan dalam Hasyiyah al-Bajuri

????????? ???? ????????? ??????? ???????? ????????? ?????????? ?????? ???????????? ??????????????? ??????????? ??????????? ???????????? ????????????? ????? ???? ?????: ?????????? ???????????? ????????????? ????????? ??????? ??? ??????????? ???????? ???? ??????????? ?????????? ?????????????? ???????? ??????????? ???? ?????? ????????? ???? ?????? ??????? ???????? ?????????? ???????? ?????????? ????? ??????????? ????????? ???? ????????? ??????????? ?????? ????????? ??????????????? ???? ?????????? ?????????? .


Dan disunahkan memperbagus nama sesuai dengan Hadis: �Kamu sekalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak kalian, maka perbaguskanlah nama-nama kalian�. Dimakruhkan nama-nama yang berarti jelek, seperti himar (keledai) dan setiap nama yang diprasangka buruk (tathayyur) penafian atau penetapannya .. Haram menamai dengan Abdul Ka�bah, Abdul Hasan atau Abdu Ali (Hamba Ka�bah, Hamba Hasan atau Hamba Ali). Menurut pendapat yang lebib benar wajib mengubah nama yang haram, karena berarti menghilangkan kemungkaran, walaupun al-Rahmani ragu-ragu apakah mengubah nama demikian, wajib atau sunah.
Sumber: Ahkamul Fuqaha, Keputusan Muktamar ke-8 di Jakarta 12 Muharram

Hukum Nama Baru Setelah Haji
Pengertian Ulama' Memahami Ulama'
Sudahkah Anda Menghormati Yang Tidak Puasa?
Kumpulan Hadits Mengenai Bulan Puasa Ramadlan
Hukum Nikah Mut'ah/Kawin Kontrak Bagian Ke2
Hukum Zakat Pengertian Sabilillah Dalam Ayat Zakat
NIKAH MUT'AH (KAWIN KONTRAK)
Ilmu Hadits Diroyah
Hadits Riwayah
shahabat
tabi'in dan tabi'it tabi'in
salah kaprah dalam bahasa arab bagian 2
islam adalah agama kasih sayang
Imperialisme
MUHAMMAD
ISLAM
hukumnya memakai email gratis yahoo
partisipasi
hukum menerangkan allah dan agama allah
Macam Macam Hadits
cara membaca alqadru
sistem
elemen
Definisi Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
hukum menyambung rambut
AL HADITS
Definisi al-qur'an bagian 2
definisi al-qur'an
apa itu definisi
AL-QUR'AN
AL-ILMU DAN AL-MA'RIFAH
anda blogger muslim
waqaf dan ibtida'
Email Gratis Terbaik
Email Gratis Mughits
waqaf binnaql
pacaran yang islami
salah kaprah dalam bahasa arab
Kolektivitas hukum Islam
Pengertian kolektivitas
buang air besar di tempat berteduh termasuk dosa b...
download biografi imam syafi'i
pembahasan dhan,wahm dan syak
Morfologi dan Sintaksis
Pragmatika,Semantik
Linguistik
tips untuk 
MUQADDIMAH (ushulut tafsir)
adat dan urf
'amal (ushul)
tips untuk kuat hafalan
hukum membaca dan menulis al-qur'an dengan bahasa ajam saja
SYARAT SYARAT MENUNTUT ILMU
BAGAIMANA HUKUMNYA MEMBACA ALQUR�AN DENGAN BAHASA AJAM SAJA?
cara waqaf pada kalimat yang sebelum huruf terakhirnya bersukun
para qari' yang bagus cara membacanya
Hukum TKI Ilegal dan Hukum Gajinya

Sumber Ilmu Hukum TKI Ilegal dan Hukum Gajinya
Sebuah hadits Rasulullah menerangkan betapa sebuah usaha yang sangat payah dan hina jauh lebih utama dari pada meminta-minta.
???? ????? ?????????? ?????? ??????? ?????? ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ????????? ??????? ???????? ?????? ???????? ?????????? ???????? ???????????? ????? ???????? ?????? ???? ???? ???? ???????? ??????? ???????????? ????????? ???? ????????. (???? ???? ?????? ???????)


Bila diangan-angan hadits di atas sangat memihak kaum buruh yang dengan gigih berusaha mencari nafkah demi menutupi kebutuhan keluarga. Walaupun terkadang pekerjaan itu ternilai hina dan mengandung bahaya. Demikian telah wajar terjadi di Negara kita.
Sulitnya ekonomi dan rendahnya upah tenaga kerja di dalam negeri telah mendorong banyak orang untuk bekerja di luar negeri sebagai TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dengan berbagai cara.
Di antara mereka menempuh cara-cara illegal, misalnya dengan dokumen-dokumen palsu atau dengan menggunakan visa kunjungan. Fakta ini telah menyisakan permasalahan yang menyangkut hukum Islam mengenai statusnya sebagai TKI illegal atau tidak resmi dan gaji yang diperolehnya.
Bagaimanakah hukum TKI illegal dan gajinya tersebut?
Hukum bekerja sebagai TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dengan menempuh cara-cara illegal atau tidak resmi adalah tetap sah dan gajinya tetap halal.
Tetapi penggunaan cara-cara illegal atau tidak resmi yang terlarang menurut agama tetap haram. Hal ini diqiyaskan dengan larangan jual beli ketika adzan Jum�at dikumandangkan bagi orang yang berkewajiban shalat jum�at.
Dengan kata lain jual beli yang dilakukan adalah tetap sah, tetapi hukumnya menjadi haram karena melanggar larangan.
Begitu yang termaktub dalam Al-Majmu� Syarhul Muhaddzab

??? ??????? ?? �????� ???????? ??? ????? ????? ....... ?? ??? ????? ?? ?????? ?? ??? ????? ....... ??? ??? ??? ????? ??? ?????? ????? ?????? ?? ?????? ??? ????? ??? ?????????? ??????? ???? ???? ?? ??? ????? ?? ??????? ??? ???? ?????


Demikian pula dalam Khasyiyah Bujairami

???? ???? ?? ???? ????? ??? ???? ?? ???? ?? ?????? ??? ????? ?????? ??? ???? ?????? ???? ???? ?? ??????.


Sumber: Keputusan Rakernas Lembaga Bahtsul Masail di Cibubur 2007 Redaktur: Ulil Hadrawy

Pengertian Ulama' Memahami Ulama'
Sudahkah Anda Menghormati Yang Tidak Puasa?
Kumpulan Hadits Mengenai Bulan Puasa Ramadlan
Hukum Nikah Mut'ah/Kawin Kontrak Bagian Ke2
Hukum Zakat Pengertian Sabilillah Dalam Ayat Zakat
NIKAH MUT'AH (KAWIN KONTRAK)
Ilmu Hadits Diroyah
Hadits Riwayah
shahabat
tabi'in dan tabi'it tabi'in
salah kaprah dalam bahasa arab bagian 2
islam adalah agama kasih sayang
Imperialisme
MUHAMMAD
ISLAM
hukumnya memakai email gratis yahoo
partisipasi
hukum menerangkan allah dan agama allah
Macam Macam Hadits
cara membaca alqadru
sistem
elemen
Definisi Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
hukum menyambung rambut
AL HADITS
Definisi al-qur'an bagian 2
definisi al-qur'an
apa itu definisi
AL-QUR'AN
AL-ILMU DAN AL-MA'RIFAH
anda blogger muslim
waqaf dan ibtida'
Email Gratis Terbaik
Email Gratis Mughits
waqaf binnaql
pacaran yang islami
salah kaprah dalam bahasa arab
Kolektivitas hukum Islam
Pengertian kolektivitas
buang air besar di tempat berteduh termasuk dosa b...
download biografi imam syafi'i
pembahasan dhan,wahm dan syak
Morfologi dan Sintaksis
Pragmatika,Semantik
Linguistik
tips untuk 
MUQADDIMAH (ushulut tafsir)
adat dan urf
'amal (ushul)
tips untuk kuat hafalan
hukum membaca dan menulis al-qur'an dengan bahasa ajam saja
SYARAT SYARAT MENUNTUT ILMU
BAGAIMANA HUKUMNYA MEMBACA ALQUR�AN DENGAN BAHASA AJAM SAJA?
cara waqaf pada kalimat yang sebelum huruf terakhirnya bersukun
para qari' yang bagus cara membacanya
Hukum TKI Ilegal dan Hukum Gajinya

Kamis, 19 Juli 2012

Hukum Zakat Pengertian Sabilillah Dalam Ayat Zakat Siapa yang dimaksud fisabilillah dalam ayat zakat Hukum Zakat Pengertian Sabilillah Dalam Ayat Zakat#
Hukum Zakat Pengertian Sabilillah Dalam Ayat Zakat
Masih dalam pembahasan fiqh,dan ini bersumber dari buku yang dikarang oleh KH. Muhyiddin Abdusshomad.
Pertanyaan:
Termasuk Al-Ashnafal-Tsamaniyah (delapan golongan yang berhak menerima zakat) yang disebutkan dalam alqur'an adalah golongan fi-sabilillah.
Apakah yang dimaksud fi sabilillah dalam ayat itu?
Sebab ada yang berpendapat bahwa sabilillah itu mencangkup kepada semua bentuk kebaikan,seperti membangun masjid,madrasah dan lainnya.
Jawab:
Ayat yang menjelaskan tentang delapan golongan yang berhak menerima zakat,terdapat pada Alqur'an Surat At Taubah ayat 60

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ 

وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاِبْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Ini Adalah delapan golongan yang berhak diberi harta zakat.
Sedangkan yang dimaksud fi sabilillah dalam ayat diatas adalah orang orang yang berjihad (berperang) membela agama allah SWT.
Dalam Tafsir al jalalain disebutkan:
وفي سبيل الله اي القائمين بالجهاد ممن لا فيء لهم ولو اغنياء
tafsir jalalain 420
(fi sabilillah) artinya adalah orang orang yang melaksanakan jihad (peperangan membela agama allah SWT) yang tidak mendapatkan harta fai' sekalipun mereka kaya.
Jadi,fi sabilillah hanya tertentu pada orang2 yg melakukan peperangan membela agama allah SWT.
Oleh karena itu harta zakat tidak dapat diberikan untuk pembangunan masjid,madrasah dan semacamnya.
Penggalangan dana untuk tujuan tersebut jangan sampai mengambil harta zakat,tetapi bisa dengan cara yang lain,seperti infaq dan shadaqah.
Bukankah dalam harta itu ada selain zakat (inna fi al-mal haqq siwa al-zakah)? DR. Muhammad bakr Isma'il dalam kitabnya al-fiqh al-wadlih mengatakan:
والقول الاول الاصح وهو ما عليه اكثر الفقهاء اخ
Pendapat pertama (sabilillah diartikan dengan orang orang yang berjihad(berperang) di jalan allah SWT) adalah yang paling benar.
Dan itulah pendapat mayoritas ulama'.
Pembangunan Masjid,madrasah,pemakaman dan lainnya bisa didanai dengan shadaqah sunnah,tidak dari harta zakat.
Sebab pembagian zakat itu hanya tertentu pada delapan golongan yang telah disebutkan dalam ayat alqur'an.
(al fiqh al-wadlih,juz 1 hal 508-509)
Kesimpulannya,sabilillah dalam ayat itu tidak dapat diartikan dengan segala jalan kebaikan,sebab yang dimaksud hanyalah orang orang yang berperang di jalan allah SWT.
Mudah Mudahan Bermanfaat,Terima kasih Sudah berkunjung.

Sumber : http://mughits-sumberilmu.blogspot.co.id/2012/07/hukum-zakat-pengertian-sabilillah-dalam.html

Minggu, 17 Juni 2012

Hukum Nikah Mut'ah,Hukum Kawin Kontrak,Nikah Mut'ah atau Kawin Kontrak Bagaimana Hukumnya
NIKAH MUT'AH (KAWIN KONTRAK) Bagaimana hukumnya?
soal:
Ada kecendrungan dari sebagian kalangan untuk mencari solusi menyalurkan nafsu sekseualnya dengan cara nikah mut'ah.
Pernikahan ini Dilakukan karena dianggap sebagai salah salah satu model pernikahan yang disahkan dalam agama islam.
bagaimana sesungguhnya?
Jawab:
Allah SWT menciptakan manusia dilengkapi nafsu seksual.
Dengan adanya dorongan seksual tersebut kemudian manusia bisa memiliki keturunan untuk melangsungkan generasi manusia.
Itu adalah fitrah yang dimiliki manusia,bahkan oleh seluruh makhluk hidup.
Namun dorongan nafsu seksual itu tidak boleh disalurkan sebebas bebasnya,karena akan banyak bahaya yang akan mengiringinya.
Timbulnya berbagai macam penyakit kelamin,bahkan salah satu penyebab HIV karena penyaluran nafsu seksual yang tidak terkontrol.
Juga akan merugikan perempuan karena memang perempuanlah yang banyak menanggung akibatnya,terutama ketika terjadi kehamilan.
Akibat selanjutnya adalah kaburnya atau bahkan hilangnya jalur nasab seseorang,padahal hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia.
Setiap orang pasti menginginkan adanya kejelasan status dalam masyarakat.
siapa bapaknya,ibunya,saaudaranya,kakeknya,nenek dan seterusnya.
Begitu pula nafsu seksual tersebut tidak boleh dikekang atau dibunuh.
Itu sangat bertentangan dengan fitrah manusia yang hidup berpasang pasangan,dengan nafsu seksual sebagai salah satu hiasaannya.
Dan juga dapat menyebabkan hilangnya keturunan manusia.
Sebagai jalan tengah maka Islam membuat aturan pernikahan.
Dengan menikah seseoarang bisa menyalurkan kebutuhan seksualnya secara bersih,benar dan bertanggung jawab.
Pernikahan meniscayakan adanya hak dan kewajiban.
Begitu pula anak yang dilahirkan memiliki status yang jelas dan mendapat kasih sayang yang penuh dari kedua orang tuanya.
Di dalam islam,tujuan pernikahan bukan hanya untuk menyalurkan nafsu seksual semata,lebih dari itu yakni untuk membentuk keluarga sakinah mawaddah wa rahmah,sehingga ketenangan akan terwujud.Firman allah SWT:

?????? ???????? ???? ?????? ?????? ???? ???????????? ?????????? ???????????? ????????? ???????? ?????????? ????????? ?????????? ????? ??? ?????? ??????? ???????? ??????????????

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS.Al-Rum,21)

Keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah akan terwujud apabila suami dan istri tetap bersatu dalam suatu perkawinan tidak terpisahkan oleh ruang dan waktu dan juga tidak dihancurkan oleh badai perceraian.
Begitu pula harus ada kerja sama dan saling pengertian dari kedua belah pihak untuk saling mengisi dan berbagi.
Dari sinilah kita bisa melihat nikah mut'ah yang diistilahkan oleh AL-KHUMAINI dengan nikah al-munqathi' (terputus):
?????? ??????? ???? ?? ?????? ???? ??????? ?? ??? ????? ??? ??? ????? ??? ????? ????? ????? ??? ?? ??? ?? ???? ???? ????? ????? ??? ??????? ????? ?????
Nikah munqati' (terputus) disebut juga nikah mut'ah,hukumnya sama seperti nikah da'im (seterusnya tanpa batas waktu) yang membutuhkan akad ijab dan qabul yang diucapkan (zubdah al-ahkan,126)
Sudah tentu di dalamnya tidak terdapat tanggung jawab kerena setelah samapai masa waktunya,pernikahan akan berakhir tanpa ada konsekuensi apapun bagi laki laki,sementara perempuan harus menjalani iddah.
Tujuan pernikahan untuk membentuk rumah tangga sakinah mawaddah wa rahmah tidak akan terpenuhi,dan justru menyengsarakan kaum perempuan dan anak yang lahir dari hasil pernikahan tersebut.
Dengan alasan inilah sangat wajar jika islam melalui sabda nabi Muhammad SAW melarang nikah mut'ah dalam agama islam.
Dalam sebuah Hadits:
?? ????? ?? ???? ?? ??? ????? ??? ???? ?? ???? ?? ?????? ?? ???? ??? ???? ??? ??? ???? ???? ?? ????? ??? ???? ???? ???? ??? ?? ?????? ??? ???? ????? ??????? ??? ????
"Dari Hasan bin Muhammad bin Ali RA dan saudaranya Abdullah bin Muhammad dari ayahnya,Sesungguhnya Ali bin Abi Thalib RA berkata kepada ibn Abbas Bahwa RASULULLAH SAW melarang nikah mut'ah pada peperangan dan memakan daging keledai jinak pada peperangan khaibar" (shahih al-Bukhari,3894)
Inilah hadits yang dijadikan dasar oleh ulama' untuk melarang nikah mut'ah.
Dari sini pula dapat kita ketahui bahwa pelarangan nikah mut'ah itu bukan hanya dari hadits yang disampaikan sayyidina Umar RA saja,tetapi juga Hadits yang disampaikan sayyidina Ali RA.
Memang pada awal Islam,Nabi Muhammad SAW pernah membolehkan nikah mut'ah,namun kemudian kebolehan itu dinasakh hingga tetaplah keharaman itu sampai sekarang.
Imam nawawi menjelaskan:
??? ??????? ??? ?? ???? ?????? ??? ????? ??? ??????? ?? ??? ????????? ??????? ???????? ??? ??? ??? ?????? ??????? ??? ?????? ??? ????? ??? ???????? ?? ???????? ??????? ????????? ??????? ?? ???? ??? ????? ??? ?????? ??? ????? ??? ???? ??????? ????? ????? ??? ???????? ?? ???? ?????? ?????? ??? ????? ??? ????? ??? ???????? ?? ???? ?????? ??? ??? ? ????? ??? ????? ??? ???? ?????? ??? ????? ??? ???? ??? ???? ????? ???
"Al Mazari mengatakan bahwa,pada awal islam nikah mut'ah memang diperbolehkan,Namun kemudian perkenan itu dihapus dengan beberapa Hadits Shahih.
Dan ulama' telah ijma' atas keharamannya.
Dan kami telah menjelaskan bahwa kebolehan itu telah dinasakh sehingga tidak ada alasan lagi untuk membolehkannya.
Orang yang membolehkan itu menghubungkan pendapatnya dengan firman allah SWT"maka istri istri yang telah kamu nikmati(campuri) di antara mereka,berikanlah kepada mereka maharnya"(annisa'24) 
Dan dalam qiroah Ibn Mas'ud "maka istri istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka sampai waktu tertentu" Namun Qiroah Ibnu Mas'ud ini termasuk syadz,tidak bisa dijadikan pedoman,(yang menyamai) kedudukan Al Qur'an atau hadits serta tidak boleh diamalkan.
Insya allah ini akan saya sambung
Hukum Nikah Mut'ah,Hukum Kawin Kontrak,Nikah Mut'ah atau Kawin Kontrak Bagaimana Hukumnya
Bagi yang suka pada artikel ini boleh mengcopy tapi dengan sarat mencantumkan sumbernya denga meletakkan Kode sebagai berikut:
<a href="http://mughits-sumberilmu.blogspot.com/2012/06/nikah-mutah-kawin-kontrak.html" target="_blank">NIKAH MUT'AH (KAWIN KONTRAK)</a>

NIKAH MUT'AH (KAWIN KONTRAK)
Sumber buku KYAI MUHYIDDIN ABDUSSHOMAD