Tampilkan postingan dengan label fakta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fakta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Januari 2018

Jaman dahulu kala, seorang anak SD yang lugu meminjam rautan/ ongotan kepada seorang gadis cantik nan rupawan yang duduk disebelah tenggara dari tempat duduknya. Setelah beberapa percakapan dan rayuan, gadis tersebut akhirnya memperbolehkan seorang temannya meminjam barang pribadi miliknya. Diserahkannya rautan tersebut kepada seorang anak yang lugu tadi. Belum sempat mengucapkan terima kasih, gadis itu seraya berucap "kalo udah selesai jangan ditiup rautannya" anak yang lugu tadi menghentikan kinerja otaknya seraya berpikir keras dan hal tersebut masih terjadihingga hari ini. Yap. . . anak tersebut adalah kalian yang masih belum paham apa yang sedang terjadi.Penjelasan IlmiahJadi kalau kita meniup serutan ada kemungkinan serutan itu bisa tumpul, karena air liur atau uap air yang keluar dari dalam mulut kita bisa menyebabkan peristiwa oksidasi pada logam yang ada di serutan yang akan menyebabkan logam itu mulai berkarat sehingga jadi tumpul.Sekarang udah paham kan ???Belum??? kok Belum sih??Quote:KaratKarat merupakan hasil korosi, yaitu oksidasi suatu logam. Besi yang mengalami korosi membentuk karat dengan rumus Fe2O3.xH2O. Korosi atau proses pengaratanmerupakan proses elektro kimia. Pada proses pengaratan, besi (Fe) bertindak sebagai pereduksi dan oksigen (O2) yang terlarut dalam air bertindak sebagai pengoksidasi. (Wikipedia)nah manusia kan menghirup 02, dan mengeluarkan CO2. kalo kita meniup sesuatu, yang keluar adalah C02 dan SEDIKIT air ludah (H2O), air ludah ini lah yang menjadi akar dari masalah anak SD ini,sisanya adalah proses oksidasi dimana oksigen melanjutkan peran dari air ludah tersebut (bak Tag Team ala smackdown)"Terus kenapa kalau kita tiup benda tajam lainnya tidak menyebabkan tumpul pada benda tersebut, misalnya Pisau ??"Nah... pertanyaan yang bagus...jadi gini, kalau pisau / benda tajam lainnya mengunakan bahan logam yang berbeda dan mungkin logam yang di gunakan pada serutan adalah bahan logam yang mudah teroksidasi. sedangkan bahan logam yang digunakan pada pisau dan benda tajam yang lainnya tidak mudah teroksidasi.karna biasanya Pisau dan benda tajam lainyamenggunakan Baja/stainless. karena itulah alat-alat produksi dalam industri makanan dan farmasi tidak boleh menggunakan menggunakan logam yang mudah berkarat. Hal ini disebabkan karat yang terbentuk mudah larut dalam makanan, obat-obatan, atau senyawa kimia yang diproduksi. Oleh sebab itu, untuk kepentingan industri biasanya menggunakan peralatan stainless yang antikarat.Sekarang bayangin kalo rautan/ongotan terbuat dari baja/stainless, bujung buset kagak bisa kebeli ama kantong bocah SD udah ngertikan ???

Selasa, 03 Maret 2015

Saat membaca koran atau majalah, kita akan bertemu dengan berbagai fakta sekaligus opini yang saling kait mengait. Fakta tersebut terkadang dikukuhkan oleh sebuah opini dari narasumber atau malah sebaliknya. Terkadang pula fakta justru membuat opini narasumber menjadi mentah.

Begitulah fakta dan opini berdialektika. Opini bisa dibentuk sesuai kehendak yang menyampaikannya. Ia bisa menjadi bola liar manakala menyangkut isu-isu sensitif. Lalu, bagaimana sebenarnya membendakan antara fakta dan opini dalam sebuah tulisan?
Cara Membedakan Fakta dan Opini dalam Tulisan
Gambar diambil dari: http://log.viva.co.id/
Berikut ini akan dijelaskan pengertian dari masing-masing keduanya.

Pengertian Fakta dan Opini dalam Tulisan
A. Fakta
Fakta adalah suatu informasi yang bersifat nyata atau benar-benar terjadi. Fakta disertai dengan bukti-bukti yang mendukung kebenarannya. Karena itu, fakta lebih sering sulit dibantah oleh opini seseorang.

Contoh kalimat fakta:
  1. Di Sumenep, Jawa Timur, terdapat pantai yang banyak tumbuh pohon cemara udang.
  2. Pamekasan termasuk salah satu kabupaten yang ada di pulau Madura.
  3. Madura merupakan salah satu daerah penghasil garam di Indonesia.
  4. Kecelakaan yang terjadi di jalur Suramadu disebabkan oleh rem blong truk fuso.
B. Opini
Opini adalah pendapat seseorang atau kelompok. Biasanya disertai dengan alasan-alasan yang membuktikan kebenarannya.

Contoh Kalimat Opini:
  1.  Makanan yang berlemak banyak tidak boleh dimakan anak kecil.
  2.  Jika kita mandi setiap hari, badan terasa segar dan tidak lengket.
  3. Saat menonton telvisi kita tidak boleh memakai kacamata.
  4. Tidur telentang lebih enak ketimbang tidur miring.
Cara Membedakan Fakta dan Opini
Cara sederhana dalam menemukan fakta dan opini dalam sebuah tulisan adalah dengan melihat ciri-ciri eksplisit kalimat tersebut. Jika pernyataannya dapat ditelusuri kebenarannya, karena dapat dilihat, didengar, atau diraba, kalimat tersebut termasuk fakta. Sementara, jika hanya pernyataan yang tak dapat diindera dan sulit dibuktikan kebenarannya, kalimat tersebut termasuk opini.

Demikian penjelasan mengenai Cara Membedakan Fakta dan Opini dalam Tulisan sekaligus dengan contoh keduanya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Jika ada saran dan kritik, silahkan kirim via kontak di laman ini. Pantau terus artikel-artikel mengenai tata bahasa Indonesia di laman ini. Salam sukses dari Blogger Jaddung.