Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 November 2015

Nilai-Nilai Kehidupan pada Cerpen - Cerpen tidak hanya diciptakan untuk hiburan atau bacaan semata. Akan tetapi jika kita mendalaminya sebuah cerpen pasti mengandung sebuah nilai-nilai kehidupan yang bisa kita ambil hikmahnya. Cerpen disususn berdasarkan unsur pembentuk yang berupa tema, tokoh, karakter tokoh, alur, latar, serta pesan/amanat. Selain unsur intrinsik tersebut cerpen juga memuat

Senin, 09 November 2015


Contoh Cerpen Singkat Berdasarkan Peristiwa yang Pernah Dialami - Menulis cerpen merupakan salah satu materi Bahasa Indonesia SMP kelas IX. Menyambung materi tentang Menulis Cerpen Berdasarkan Peristiwa yang Pernah Dialami, kali ini saya akan menyajikan contoh cerpen karya siswa berdasarkan peristiwa yang pernah dialami.









SUARA MISTERIUS

Karya : Fakhirotul Fakhriyah



Minggu, 18 Oktober 2015

Menulis Cerpen Berdasarkan Peristiwa yang Pernah Dialami - Semua manusia punya cerita yang dialami selama hidupnya. Setiap hari kita mengalami berbagai pengalaman yang mewarnai hidup kita. Bermacam kejadian itu bisa kita abadikan menjadi sebuah tulisan yang bermanfaat. Salah satu cara untuk mengabadikan cerita yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dengan menulisnya menjadi sebuah

Sabtu, 10 Oktober 2015


CONTOH CERPEN REMAJA "MISTERIUS CINTA"



MISTERIUS CINTA


Sore itu awal perkenalan Nisa dengan seseorang yang tak pernah dia duga. Kala itu sosok misterius itu datang dalam dunianya ketika Nisa ingin membuka dunia baru untuk memulai langkahnya dalam menggapai mimpi.

Seseorang itu tak pernah dia kenal sebelumnya. Tiba-tiba dia datang dengan membawa sejuta teka-teki yang penuh tanda Tanya.

Rabu, 07 Oktober 2015


Unsur Intrinsik Cerpen - Cerpen terbangun dari perpaduan unsur intrinsik dan ekstrinsik. Kedua unsur ini memiliki peran yang sama penting terhadap kualitas ini dari sebuah cerpen. Unsur ekstrinsik mempengaruhi isi sebuah cerpen dari luar cerpen, sedangkan unsur intrinsik memperngaruhi isi cerpen dari dalam cerpen itu sendiri. Kali ini kita akan membahas tentang Unsur Intrinsik Cerpen dan

Contoh Cerpen Remaja "Cerita untuk Sang Prajurit



CERITA
UNTUK SANG PRAJURIT

Oleh Mike Azminatul Khayatika










Hati yang gundah terasa menggelayuti jiwa
yang rapuh. Duduk menyendiri dikelilingi oleh kekalutan yang amat mendalam.
Terlintas di benak akan hadirnya seseorang dalam lamunanku. Terbesit di benak
akan masa yang penuh gejolak, antara batin dan kenyataan.


Senin, 05 Oktober 2015


Contoh Cerpen Remaja



KETIKA SOSOK ITU DATANG

Oleh Mike Azminatul Khayatika



Suasana malam yang sunyi dan dingin. Bintang-bintang bertaburan, bulan tampak berseri memancarkan sinarnya. Menggoda setiap mata memandang. Sedikit luka telah sirna oleh situasi alam yang menenangkan jiwa.

Langkah demi langkah kian pasti melangkah maju sampai di halaman depan rumah. Sekejap bayangan itu telah

Minggu, 04 Oktober 2015

CONTOH NOVEL REMAJA


MIMPI ANAK KAKI GUNUNG

Karya : Mike Azminatul Khayatika, S.Pd



Angin
lembah bersiul merdu, berlari menuju dataran tinggi. Mengetuk setiap pintu rumah agar dapat merasakan kesejukan udara
pegunungan yang sangat sejuk untuk dirasakan. Udara pagi yang masih perawan,
belum terjamak oleh polusi udara kendaraan yang mengkontaminasi udara.


Aroma

Sabtu, 03 Oktober 2015

CONTOH CERPEN REMAJA



LOLLYPOP

Karya : Mike Azminatul Khayatika




Hidup tak semanis permen lollypop, tak seenak cupcake. Banyak anak muda bilang katanya cokelat itu enak dan manis. Anak-anak muda banyak yang menyukai cokelat, tapi hidup itu tidak seenak rasa cokelat. Banyak anak-anak muda yang salah mengartikan makna hidup. Kita tak pernah tahu seperti apa kehidupan kita nanti.

Aku

Rabu, 30 September 2015


KISAH SEORANG TUKANG CUKUR





Sang surya mulai
menyapa dunia, hilir mudik aktivitas hidup meramaikan dunia. Suasana pagi yang
penuh kedamaian mulai tiba. Segala hal baru mulai dilakukan oleh semua orang guna memenuhi kebutuhan
hidup. Suara bising kendaraan saut menyaut. Di sudut kota terdengar hiruk-pikuk
suara penjual dan pembeli di pasar krepyak. Terlihat suasana yang memusingkan
bagi yang

Selasa, 10 Maret 2015

Seniorku Pacarku
by : Sri Wahyuni




          Like, like, like, like�
Gue like semua yang ada di beranda gue. Hingga gue lihat pertemanan, ada satu cowok ganteng cenderung jelek yang nge-add facebook gue. Terus gue confirm dech�.
Setelah gue lihat-lihat, nampaknya kayak senior Pramuka gue tuh. Lalu, gue buka deh profil facebook-nya.
Dannn�
Ternyataaaa� BENAR!!! Dia tuh senior gue.
O iya� kenalin nama gue Vera Kusuma Atmaja. Gue sekolah di SMA TUNAS BANGSA, Jawa Barat. Sekarang gue duduk di bangku kelas XII Jurusan Bahasa. Kali ini gue akan bercerita tentang sebuah kisah di bangku kelas XI gue dulu. Yang nggak akan pernah gue lupain setiap urutan kejadiannya seumur hidup gue.
Gue tuh punya senior PRAMUKA yang umurnya terpaut dua tahun dari umur gue. Kalo dibilang dia lebih tua dari gue siihh�. Emang tua yah. Tapi ya nggak tua-tua amat tuh. Bo dy-nya tuh tinggi, putih dan bisa dibilang body-nya tuh atletis juga (insyaallah� hehehe. Soalnya, gue lihat dari foto-fotonya di facebook waktu dia habis berenang di sungai sama temannya). Kayak atlet lomba balap karung tuh yang biasanya ada di waktu perayaan 17-an di rumah gue.
Katanya sih, tuh orang lumayan pinter. Namanya Surya Widyodiningrat. Wahahaa� kayak nama orang keraton aja yah.                        Tapi itulah nama pemberian dari nyokap-bokap dia.
Langsung ajah lanjut ceritanya.
CEKIDOOOOOTTTTT�.
Setelah beberapa hari berteman di dunia maya. Saat itu tepatnya tanggal 24 Januari 2013, si Surya ng-inbox fb gue. Yah� yang isinya basa-basi lah� namanya juga cowok. Hehehe�.   
      Ini dia isi pesan fb yang dia inbox-in ke gue.
�Gimana kabar PRAMUKA SMATUBA de?�
Dengan rasa hormat yang tinggi terhadap senior, gue jawab aja tuh pesan fb.
�Alhamdulillah, baik ka��
Dan seterusnya sampai beberapa lama udah nggak ada inbox-nya yang masuk lagi pada hari itu.

Hari-hari selanjutnya tanggal 11 Februari 2013, dia ng-inbox gue lagi tuh yang intinya tuh orang minta nomor HP gue yang satunya lagi�.
Wahahaha�.
�Dasar cowok! kalo udah minta nomor HP pasti ada maunya nih�, kata gue dalam hati.
Tapi nggak buru-buru gue kasih tuh nomor HP gue yang kedua.
          Hingga lanjut tanggal 12 Februari 2013, dia nyolek gue di FB. Busyeettt dahh� spontan gue pun langsung inbox dia dan tanya kenapa kok nyolek-nyolek FB gue. Mungkin itu adalah hal biasa yang sering dilakukan remaja yang over update di FB kali ya?
         Kayak gue ini. Hehehe�.
          Pertanyaan-pertanyaan serta ucapan-ucapan yang nggak penting pun terus diluncurkan pada gue pada hari itu dan juga pada hari-hari setelahnya. Mulai dari ucapan selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam, hingga disiplin makan pun tak lupa ia ingatkan. Tak terkecuali hal yang wajib pun seperti shalat lima waktu pake diingetin segala.
�Ya ampuuunn� perhatian banget sih nie senior gue�, kata gue dalam hati.
          Hingga pada suatu malam saat hujan turun dengan derasnya yang disertai angin ribut dan suara petir terdengar menyambar-nyambar. Dia mengirim SMS atau pesan singkat ke nomor HP gue yang dulu udah pernah gue kasih ke dia.
�Assalamu�alaikum�, begitu lah bunyi SMS darinya.
�Wa�alaikumussalam wr.wb. Maaf, ini siapa ya?�, balas gue ke nomor HP senior gue itu, yang saat itu gue belum tahu kalo itu nomor HP-nya. Tak lama kemudian dia membalas SMS dengan balasan yang singkat, padat dan jelas.
�Surya Widyodiningrat�
Itu lah SMS kedua dan terakhir darinya yang gue terima saat hujan deras turun malam itu.
�Menangis aku kenang saat diriku kau tinggalkan�. Hanya sakit yang aku kenang saat hatiku smakin dalam�. Tak tahu harus dimana kutemukan jawabnyaaa�.�. Bunyi nada dering HP gue kalo ada telepon masuk. Yang waktu itu adalah lagu milik Davinci Band yang judulnya Rindu Merana, yang saat itu juga jadi harian musik favorit gue yang setiap hari gue putar.
          Kebetulan saat itu gue baru saja putus dari cowok reseh yang udah nyakitin gue terus-menerus. Gue pun mengangkat HP gue yang sedari tadi berisik melulu. Namun, suara orang di seberang telepon tak terdengar sama sekali, akibat hujan di luar rumah yang turun semakin deras.
�Hallo� Assalamu�alaikum? Ini siapa ya?�, jawab gue berulang kali. Namun, tetap tak terdengar suara orang di seberang sana. Setelah itu, gue tahu kalo yang menelpon itu ka Surya, senior gue. Lalu, gue mati kan telepon dari ka Surya si senior gue itu. Gue kecewa. Dalam hati gue bertanya,
�Kenapa dia telepon gue waktu hujan deras sih??!! Malam-malam lagi teleponnya. Coba aja kalo siang hari, lagi nggak hujan kan gue bisa ngobrol banyak sama dia!�, gue cemberut.

          Gue kirim SMS ke dia,
�Maaf kak sur. Tadi suara kakak nggak kedengaran kak. Soalnya di rumah lagi hujan deras�.
�Tet tot tet tot tot tot tot tot�. �, bunyi HP gue pertanda ada SMS yang masuk. Gue lihat HP gue, ternyata ada balasan SMS dari kak Surya.
�Oh iyah, gak apa-apa de. Mungkin lain kali aja ya kakak telepon adee-nya.

Tadi suara ade juga gak kedengaran dari sini�.
          Waktu terus berjalan. Hari berganti hari. Siang dan malam silih berganti. Jarum jam pun bergerak berputar tak kunjung berhenti.
          Pada suatu malam, tepatnya pukul 20:03 WIB HP gue berbunyi,
�Tet tot tet tot tot tot tot tot�. �, yang menandakan adanya SMS yang masuk ke nomor HP gue. Gak gue sangka SMS itu datang dari senior PRAMUKA gue sendiri si kak Surya, Pradana periode dua tahun sebelum gue menjabat jadi sie. Giat di Dewan Ambalan (DA). Yang isinya,
�Met malem adee� dee� Adee mau nggak jadi pacarnya kaka??�.
Spontan aja gue langsung kaget, gue nggak mengira bakalan kayak gini ceritanya. Si kakak nembak gue???. Ya,  walaupun sebelum itu gue udah ada rasa sama dia.
�Malem juga ka�
Hmmm� apa nggak salah kirim tuh ka?? Pasti kakak salah kirim pesan kan?�, balas gue.
�Nggak kok dee� kaka nggak salah kirim. Kakak beneran ngirim SMS ke ade�, balasnya lagi.
          Malam itu perasaan gue nggak karuan, gue nggak tenang. Antara percaya dan tidak, kak Surya suka sama gue. Dia nembak gue? Ya ampuunn�. Berkecamuklah pikiran dikepala gue. Merasa tak nyaman, gue pun langsung tidur.
�Cit cit cit��, terdengar kicauan burung yang hinggap di pepohonan. Sinar matahari pagi menerobos masuk dari celah-celah dinding. Gue lihat sekeliling gue dan tak ada yang berubah sama sekali sejak gue tertidur tadi malam. Perlahan gue mulai bangun dari tempat tidur, berdiri da berjalan mendekati jendela serta membukanya perlahan agar si bungsu Nani yang masih terlelap dalam tidurnya tak terbangun. Gue tatap pemandangan di luar jendela kamar, gue hirup udara yang berasal dari pepohonan. �Hmmm� segar.. sejuk sekali udara pagi ini�, kata gue dalam hati seraya melemaskan otot-otot yang kaku karena tidur.
Matahari sudah mulai tinggi, gue harus segera berangkat ke sekolah guna menuntut ilmu. Sepulang sekolah, gue langsung mengirim pesan kepada kak surya.
�Maaf kak, semalam udah tidur. Aku ngga mau kaka ngungkapin perasaan kakak lewat HP. Kata orang, kalo cowok ngungkapin perasaannya lewat HP atau secara tidak langsung tuh tandanya si cowok nggak gentle!. Udah dulu ya kak. Selamat siang.  
     
          Tak sampai satu menit kuterima balasan SMS dari kak surya.
�Ok. Besok sabtu kakak pengen ketemu adee di SWIM Cafe ya dee. Kakak pengen ngobrol langsung ma adee.�, kuterima ajakannya itu. Singkat cerita, hari sabtu kami datang ke SWIM Cafe dan duduk bersama. Di sana, kak surya mencurahkan isi hatinya ke gue. Jantung gue berdebar sangat kencang, tulang gue seakan rontok, lemas tubuh ini saat itu. Dengan suara yang tenang dan senyum termanis yang gue punya, gue respon penyataannya.
�Aku butuh beberapa hari untuk berpikir kak�.
Senyum manisnya pun mengembang, tanda jikalau ia tak marah pada gue.
          Beberapa hari kemudian, pada hari jumat dimana hari jumat pada tanggal 22 Februari 2013 adalah  hari khusus untuk ekstakulikuler PRAMUKA di sekolah gue. Yang wajib diikuti oleh semua siswa kelas X tanpa pengecualian. Gue yang waktu itu menduduki kelas XI dan memilih mengikuti Organisasi PRAMUKA di sekolah dan diberi amanat menjadi sie. Giat PRAMUKA pun turut berangkat ekstrakurikuler tersebut. Saat bel tanda istirahat berbunyi, gue putuskan untuk menjawab pertanyaan kak Surya lima hari yang lalu tentang apakah gue mau jadi ceweknya. Dan gue jawab, �Ya�.
Kak Surya tidak paham apa maksud dari SMS gue itu. Kemudian dia bertanya, � �Ya� maksudnya apa dee? �
�mmm� ya maksudnya �Ya�. Kalo gak tahu ya udah berarti aku gak jadi �Ya� �, begitu kata gue.
�hehee� makasih ya dee�        �, kak Surya paham maksud dari jawaban SMS gue. Hari-hari terus berlalu, hubungan kami semakin hangat. Kami menjalani hari-hari dengan penuh canda tawa.
To be continue....

Sabtu, 17 Mei 2014

Seputar Pengertian~ Cerpen merupakan karangan fiktif yang berisi sebagian kehidupan seseorang atau kehidupan yang diceritakan secara ringkas yang berfokus pada suatu tokoh. Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen dapat  dikatakan juga suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang.

Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan paralel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur, dengan contoh-contoh dalam cerita-cerita

Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel. Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, mencakup jangka waktu yang singkat. Dalam bentuk-bentuk fiksi yang lebih panjang, ceritanya cenderung memuat unsur-unsur inti tertentu dari struktur dramatis: eksposisi (pengantar setting, situasi dan tokoh utamanya); komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik); aksi yang meningkat, krisis (saat yang menentukan bagi si tokoh utama dan komitmen mereka terhadap suatu langkah); klimaks (titik minat tertinggi dalam pengertian konflik dan titik cerita yang mengandung aksi terbanyak atau terpenting); penyelesaian (bagian cerita di mana konflik dipecahkan); dan moralnya.

Baca Juga Pengertian Dan Unsur Novel

Unsur Cerpen

1. Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya itu sendiri. Unsur�unsur intrinsik cerpen mencakup:

a. Tema. Tema merupakan pokok pembicaraan yang mendasari cerita . Tema bersifat menjiwai keseluruhan cerita dan mempunyai generalisasi yang umum, oleh karena itu, untuk menemukan tema sebuah karya fiksi harus disimpulkan dari seluruh cerita, tak hanya bagian-bagian tertentu dari cerita. Tema sebagai salah satu unsur karya fiksi sangat berkaitan erat dengan unsur-unsur yang lainnya.

b. Latar. Latar merupakan keterangan yang menyebutkan waktu, ruang dan suasana terjadinya peristiwa pada sebuah karya sastra berikut adalah Jenis-jenis latar :
  1. Latar waktu,  Keterangan tentang kapan peristiwa itu terjadi . Misal, pagi,siang, sore, malam.
  2. Latar tempat,  Keterangan tempat peristiwa itu terjadi. Misal di rumah, di sekolah.
  3. Latar suasana,  Latar suasana menggambarkan peristiwa yang terjadi. Misal, gembira, sedih romantis.
c. Sudut pandang, Dilihat dari sudut pandang cerpen Posisi pengarang pada sebuah cerita . Terdiri :
  1. Sudut pandang orang pertama, Menggunakan kata ganti �aku� sebagai pelaku utamanya.
  2. Sudut pandang orang ke dua, Menggunakan kata ganti �kamu� sebagai pelaku utamanya.
  3. Sudut pandang orang ke tiga, Menggunakan kata ganti �ia, dia, mereka� sebagai pelaku utamanya.
  4. Sudut pandang campuran, Menggunakan kata ganti �aku� dan �kamu� sebagai pelaku utamanya.
d. Amanat, adalah Pesan yang ingin disampaikan pengarang melalui karyanya kepada pembaca / pendengar. Pesan bisa berupa harapan, nasehat, kritik dan sebagainya.

e. Alur.  Alur disebut juga plot, yaitu rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan sebab akibat sehingga menjadi satu kesatuan yang padu bulat dan utuh. Alur dibagi menjadi 3 yaitu:
  1. Alur maju adalah rangkaian peristiwa yang urutannya sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak ke depan terus.
  2. Alur mundur adalah rangkaian peristiwa yang susunannya tidak sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak mundur (flashback).
  3. Alur campuran adalah campuran antara alur maju dan alur mundur.
Alur meliputi beberapa tahap:
  1. Pengantar: bagian cerita berupa lukisan , waktu, tempat atau kejadian yang merupakan awal cerita.
  2. Penampilan masalah: bagian yang menceritakan masalah yang dihadapi pelaku cerita.
  3. Puncak ketegangan / klimaks : masalah dalam cerita sudah sangat gawat, konflik telah memuncak.
  4. Ketegangan menurun / antiklimaks : masalah telah berangsur�angsur dapat diatasi dan kekhawatiran mulai hilang.
  5. Penyelesaian / resolusi : masalah telah dapat diatasi atau diselesaikan.
  6. Perwatakan
f. Tokoh. tokoh adalah orang orang yang diceritakan dalam cerita dan banyak mengambil peran dalam cerita. tokoh dibag menjadi 3, yaitu:
  1. Tokoh Prontagonis : tokoh utama pada cerita
  2. Tokoh Antagonis : tokoh penentang atau lawan dari tokoh utama
  3. Tokoh Tritagonis : penengah dari tokoh utama dan tokoh lawan
Menggambarkan watak atau karakter seseorang tokoh yang dapat dilihat dari tiga segi yaitu melalui:
  1. Dialog tokoh
  2. Penjelasan tokoh
  3. Penggambaran fisik tokoh

2. Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. Unsur ekstrinsik meliputi:
  1. Nilai-nilai dalam cerita (agama, budaya, politik, ekonomi)
  2. Latar belakang kehidupan pengarang
  3. Situasi sosial ketika cerita itu diciptakan
Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Cerita_pendek

Minggu, 08 April 2012


Telah lama saya membaca buku ini, tetapi pada hari kemarin (Sabtu, 24 Maret 2012) saya baru bisa menyelesaikannya. Begitulah, seperti yang sering saya katakan, saya bukanlah pembaca yang taat. Ia hanya sebagai perintang waktu di masa senggang. Sebuah kebiasaan buruk yang terus saya pelihara hingga kini. Meski saya selalu merutuk untuk itu.

Saya pernah membaca �Perahu Kertas� karya Dewi Lestari. Dan saya jatuh cinta untuk pertama kalinya. Karya itu bergaya teenlit tetapi tidak jatuh kepada kecengengan dalam berbahasa. Maksud saya, Dee--panggilan perempuan itu�punya banyak cara mengikat pembacanya. Salah satunya dengan keluasan wawasan yang dia punya. Meski gaya berbahasanya terkesan sederhana, namun dia berhasil meramu dengan pengetahuan yang luas itu. Alhasil, cerita-cerita yang dia sampaikan selalu bergizi.

Sebenarnya, �Madre� adalah buku ketiga karya Dee yang saya baca setelah �Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh� dan �Perahu Kertas�. Tetapi, saya menganggap buku ini adalah yang kedua, karena membaca �Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh� saya tidak mengerti apa-apa. Maklum, bila bersentuhan dengan ilmu-ilmu eksak, kepala saya pusing tujuh turunan. Itu hal buruk lainnya yang tanpa sengaja terus saya pelihara.

�Madre� bukanlah buku yang tebal. Ia hanya menghabiskan 160 halaman. Tapi, setipis apapun sebuah buku, bila tidak dibaca, ia akan tetap sebuah misteri. Dan saya menyimpan misteri itu hingga beberapa hari. Padahal, bila mau taat, saya bisa menghabiskannya hanya dalam satu-dua hari. Pengalaman itu pernah saya lakukan ketika membaca buku �Sebelas Patriot� karya Andrea Hirata. Saya membacanya sehari semalam.

Saya membaca buku itu di rumah. Entah, saya sering kali menghabiskan lebih banyak buku di rumah ketimbang di pondok. Di sana saya bisa berlama-lama dengan buku. Saya tidak tahu apa penyebabnya. Barangkali karena di sana tidak ada gangguan yang bisa memengaruhi kerja saya dalam membaca. Maka, biasanya pada liburan pondok, saya selalu menyempatkan diri membawa buku-buku tertentu.

Lain dengan �Perahu Kertas� yang berupa novel, �Madre� adalah sekumpulan kisah semacam novelet dan puisi. Tema yang diangkat di dalamnya juga beragam, meski sebagian besar memiliki benang merah yang sama, yaitu cinta. Tema-tema tentang cinta bisa dilihat dalam tulisan yang berjudul �Madre�, �Have Your Ever�, �Menunggu Layang-Layang�, �Semangkuk Acar untuk Cinta dan Tuhan�, �Guruji�.

�Madre� berkisah tentang seorang lelaki yang tinggal di Bali tiba-tiba terdampar di Jakarta. Ia berada di sana untuk sesuatu yang tidak masuk akal, mewarisi sebuah pabrik pembuat roti bernama Tan De Bakker. Pemiliknya, Tan Sin Gie, baru meninggal dan ia mewariskan pabrik roti itu kepada Tansen Roy Wuisan, nama lelaki itu. Mereka tak saling kenal. Sehingga bagi lelaki itu kejadian ini adalah misteri.

Misteri kian menyelubungi ketika ia bersama Pak Hadi, teman Pak Tan sekaligus keluarga besar Tan De Bekker, menyusuri pabrik roti berumur ratusan tahun. Pak Hadi mengenalkan Madre. Dalam bayangan Tan, Madre adalah seseorang, namun itu jelas salah karena benda tersebut adalah adonan biang pembuat roti yang terbuat dari perkawinan antara air, tepung, dan fungi bernama Saccharomyses exiguus.

Dan dari sinilah cerita Madre terus berkembang. Lambat laun misteri mulai terkuak satu per satu. Madre adalah biang yang membuat roti memiliki cita rasa berbeda dari produk pabrik lainnya. Ia adalah ruh sekaligus ciri khas yang dimiliki Tan De Bakker. Selain itu, Madre tenyata bukan hanya sebuah adonan biang, tetapi telah menjadi semacam keluarga yang menjaga kehidupan keluarga besar pekerja pabrik itu. Kini, para pekerja itu sudah jompo-jompo tetapi memiliki semangat baru karena adanya orang muda yang kini digadang-gadang menjadi ujung tombak perubahan di tubuh Tan De Bakker. Meski Tansen terus menolak karena soal keterampilan masak-memasaknya hanya mentok di mi instan. Bagaimana mungkin orang yang bahkan tak tahu sama sekali tentang roti bisa memimpin sebuah pabrik roti?

Untung ada Pak Hadi yang selalu membesarkan hati pemuda ini. Ia sangat telaten membimbing Tansen dalam mengenal lebih juah pabrik Tan De Bakker. Juga cara membuat roti kebanggaan pabrik ini. Tansen ternyata mewarisi kepiawaian Lhaksmi, nenek Tansen, yang rupanya adalah kekasih Tan. Mereka bedua dipisahkan oleh jenis ras yang berbeda, Laksmi keturunan India dan Tan Cina. Tetapi keduanya tetap memiliki hubungan yang erat hingga menjelang ajal.

Kisah tentang Madre terus menjauh dan mempertemukan Tansen dengan Mei, seorang perempuan pekerja keras yang juga mengembangkan bisnis roti. Dia bertemu Tansen berkat membaca tulisan-tulisannya di blog. Selain jalan-jalan, Tansen juga memiliki kegemaran menulis di blog. Mei langsung tertarik ketika Tansen memposting tulisan tentang Madre. Perkenalan keduanya membawa perubahan baru Tan De Bakker. Pabrik yang sudah tiarap sekian tahun ini mulai hidup kembali setelah Tansen mendapat order dari Mei. Pada akhirnya, bukan hanya order, tetapi pabrik tersebut telah menjadi bagian penting perusahaan Mei.

Dalam kisah ini juga terselip kisah-kisah cinta antara Tansen dengan Mei. Seseorang yang sebelumnya hanya kenal melalui ruang maya.

Sisi menarik tak hanya dikisahkan dalam �Madre�, tetapi Dee masih punya amunisi lain yang cukup ampuh membawa pembacanya pada semesta imajinasi. Ia juga berkisah tentang emosi seorang ibu ketika mengandung anaknya. Betapa mereka hanya dipisahkan kulit selapis saja. Dee meramu bahasa cukup lembut di sini, seakan ia seorang yang tengah menunggu anaknya lahir. Barangkali memang ia tulis dalam keadaan hamil, mengingat di bagian akhir tulisannya ada keterangan �untuk sahabat yang kukandung, Atisha�. Dee memberi judul kisah ini �Rimba Amniotik�

�Have Your Ever� adalah kisah yang sangat sulit saya cerna. Entah apa yang ingin disampaikan oleh Dee dalam cerita ini. Ketidakmengertian jelas bukan salah dia, tapi saya sendiri yang memang jongkok soal pengetahuan bahasa Inggris. Di dalamnya memang bertebaran dialog-dialog berbahasa Inggris.

�Semangkok Acar untuk Cinta dan Tuhan� berisi tentang kebencian Dee tentang pertanyaan, Apa itu tuhan? Apa itu cinta? Jawaban itu ia ilustrasikan dengan menguliti bawang hingga tak ada yang bisa dikuliti. Mata mengurai air mata karena kupasan bawang tersebut. Dan Dee sampai pada kesimpulan, Tuhan dan Cinta bukan penjelasan dan tujuan, tetapi perjalanan dan pengalaman.

�Guruji� berkisah tentang seorang perempuan yang mencintai lelaki pengikut yoga hingga lupa kepadanya. Dia merasa kehilangan belahan hatinya. Dee meramu emosi yang begitu pahit dalam adegan ini. Bagaimana si perempuan berusaha mengikuti pelatihan yoga hanya untuk bertemu si lelaki yang kini telah berjuluk Guruji.

�Menunggu Layang-layang� berisi kisah tentang pergulatan cinta seorang lelaki yang tidak sadar bahwa kehidupannya sangat mekanis. Dia tak pernah jatuh cinta, tetapi terus disuguhi cerita-cerita percintaan temannya yang mudah gonta-ganti pacar. Keduanya diombangambingkan oleh persepsi masing-masing dan pada akhirnya memiliki kesimpulan yang sama: si lelaki kesepian dan menunggu, sementara si perempuan kesepian dan mencari. Mereka kemudian dipersatukan oleh rasa yang sama, cinta.

madura, 25 maret 2012