Tampilkan postingan dengan label bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Desember 2015

Pengertian, Syarat-Syarat, dan Contoh Paragraf | Sebelumnya kita sudah belajar mengenai paragraf induktif dan dekduktif. Sebetulnya, pembahasan tersebut lebih tepat berada setelah pembahasan mengenai pengertian, syarat-syarat, dan contoh paragraf. Namun, saya rasa hal itu tidak terlalu menjadi persoalan karena keduanya bisa dipelajari secara terpisah.

Penjelasan pmengenai paragraf ini masih diambil dari buku �Cerdas Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi�, karangan E. Zaenal Arifin dan S. Amran Tasai (Akapress, 2010).

Pengertian Paragraf
Paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan ataupun topik. Kalimat-kalimat dalam paragraf memperlihatkan kesatuan pikiran atau mempunyai keterkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut. Sebuah paragraf mungkin terdiri atas dua buah kalimat, mungkin juga lebih dari dua buah kalimat. Bahkan, sering kita temukan bahwa suatu paragraf berisi lebih dari lima buah kalimat. Walaupun paragraf itu mengandung beberapa kalimat, tidak satu pun dari kalimat-kalimat itu memperkatakan soal lain. Seluruhnya memperbincangkan satu masalah atau sekurang-kurangnya bertalian erat dengan masalah itu.

Baca Juga: Pengertian dan Contoh Paragraf Persuasi

Syarat-Syarat Paragraf
Paragraf yang baik harus memiliki dua ketentuan, yaitu kesatuan paragraf dan kepaduan paragraf.

Kesatuan Paragraf
Dalam sebuah paragraf terdapat hanya satu pokok pikiran. Oleh sebab itu, kalimat-kalimat yang membentuk paragraf perlu ditata secara cermat agar tidak ada satu pun kalimat yang menyimpang dari ide pokok paragraf itu. Kalau ada kalimat yang menyimpang dari pokok pikiran paragraf itu, paragraf menjadi tidak berpautan, tidak utuh. Kalimat yang menyimpang itu harus dikeluarkan dari paragraf.

Kepadua Paragraf
Kepaduan paragraf dapat terlihat melalui penyusunan secara logis dan melalui ungkapan-ungkapan (kata-kata) pengait antarkalimat. Urutan yang logis akan terlihat dalam susunan kalimat-kalimat dalam paragraf itu.

Agar paragraf menjadi padu digunakan pengait paragraf, yaitu berupa ungkapan penghubung transisi, kata ganti, kata kunci (pengulangan kata yang dipentingkan).

Contoh Paragraf
Berikut ini adalah contoh paragraf:

Sampah selamanya selalu memusingkan. Berkali-kali masalahnya diseminarkan dan berkali-kali pula jalan pemecahannya dirancang. Namun, keterbatasan-keterbatasan yang kita miliki tetap menjadikan sampah sebagai masalah yang pelik. Pada waktu seminar-seminar itu berlangsung, penimbunan sampah itu terus terjadi. Hal ini mengundang keprihatinan kita karena masalah sampah banyak sedikitnya mempunyai kaitan dengan pencemaran air dan banjir. Selama pengumpulan, pangangkutan, pembuangan akhir, dan pengolahan sampah itu belum dapat dilaksanakan dengan baik, selama itu pula sampah menjadi masalah.

Nah, demikianlah penjelasan mengenai pengertian, syarat-syarat dan contoh paragraf. Mudah-mudahan pembahasan ini membantu Anda memahami topik tersebut. Artikel lainnya yang berkaitan dengan paragraf bisa Anda baca di blog ini.
Pengertian dan Contoh Ungkapan Idiomatik / Ada mungkin pernah mendengar istilah tersebut, namun kurang paham mengenai bentuk aslinya. Maka, dalam penjelasan kali ini saya sertakan pula contohnya. Penjelasan ini saya ambil dari buku "Cerdas Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi", karangan E. Zaenal Arifin dan S. Amran Tasai (Akapress, 2010).

Pengertian Ungkapan Idiomatik
Ungkapan idiomatik adalah konstruksi yang khas pada suatu bahasa yang salah satu unsurnya tidak dapat dihilangkan atau diganti. Ungkapan idiomatik adalah kata-kata yang mempunyai sifat idiom yang tidak terkena kaidah ekonomi bahasa.

Ungkapan yang bersifat idiomatik terdiri atas dua atau tiga kata yang dapat memperkuat diksi di dalam tulisan.


Contoh Pemakaian Ungkapan Idiomatik

Beberapa contoh pemakaian ungkapan idiomatik adalah sebagai berikut:

Menteri dalam negeri bertemu Presiden SBY. (salah)
Menteri dalam negeri bertemu dengan Presiden SBY. (benar)

Jadi, yang benar adalah bertemu dengan.

Di samping itu, ada beberapa kata yang berbentuk seperti itu, yaitu

Sehubungan dengan
Berhubungan dengan
Sesuai dengan 
Bertepatan dengan
Sejalan dengan

Ungkapan idiomatik lain yang perlu diperhatikan ialah
SALAH
BENAR
Terdiri
Terdiri atas/dari
Terjadi atas
Terjadi dari
Disebabkan karena
Disebabkan oleh
Membicarakan tentang
Berbicara tentang
Tergantung kepada
Bergantung pada
Baik…ataupun
Baik…maupun
Antara…dengan
Antara…dan
Tidak…melainkan
Tidak…tetapi
Menemui kesalah
Menemukan kesalahan
Menjalankan hukuman
Menjalani hukuman

Dikianlah penjelasan mengenai pengertian dan contoh ungkapan idiomatik.

Refferensi : http://jaddung.blogspot.co.id/2015/12/pengertian-dan-contoh-ungkapan-idiomatik.html

Rabu, 18 November 2015

Penggunaan Tanda Titik dan Contohnya | Sebagai pelajar, apalagi mahasiswa, sudah selayaknya mengenal ihwal tanda baca. Pelajaran EYD ini dinilai penting, sebab mereka pasti akan dihadapkan dengan tugas menulis seperti makalah, penelitian, karya sastra, dan lain sebagainya. Dalam tulisan tersebut pastilah akan menggunakan tanda baca. Kesalahan yang paling sederhana dan seringkali terjadi pada tulisan-tulisan seseorang terdapat pada penggunaan tanda titik. Mereka kerap kali salah meletakkan tanda titik dengan tanda koma. Nah, pada tulisan kali ini, kita akan belajar tentang pemakaian tanda titik. Penjelasan ini, penulis dapatkan dalam buku Pedoman Umum EYD terbitan Diva Press.
Kapan tanda titik itu dipakai?

1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Misalnya: Perempuan itu merindukan ibunya.
Catatan: tanda titik tidak dipakai pada akhir kalimat yang akhirnya sudah bertanda titik.
Misalnya: guru itu menghimbau muridnya untuk membaca novel seperti Laskar Pelangi, 5 CM, dlsb.

2. Tanda titik digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu. Misalnya: jam 11.30.20 (pukul 11 lewat 30 menit 20 detik).

3. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatan yang menunjukkan jumlah. Misalnya: mahasiswa Unira, Pamekasan, mencapai 1.000 orang.
Catatan:
a. tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. Misalnya: pada tahun 1991 perempuan itu lahir ke dunia.
b. Tanda titik tidak dipakai di belakang nama dan alamat penerima surat, nama dan alamat pengirim surat, dan di belakang tanggal surat.
Misalnya:     Yth. Sdr. Arif Rahman
Jalan Diponegoro 81
Jakarta
12 November 2015

4. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
Misalnya: I. PEMBUKAAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah

5. Tanda titik digunakan dalam daftar pustaka di antara nama penulis, judul tulisan, yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit.
Misalnya: Hirata, Andrea. Laskar Pelangi. Yogyakarta: Bentang Pustaka

Nah, itulah sekilas penjelasan mengenai Penggunaan Tanda Titik dalam sebuah tulisan. Semoga artikel di atas bisa membantu Anda dalam mempelajari hal-hal yang menyangkut tata bahasa Indonesia. Pantau terus blog ini untuk mendapatkan artikel-artikel terbaru tentang bahasa dan kesusastraan Indonesia.

Jumat, 30 Oktober 2015

Pengertian Paragraf, Ciri, Fungsi, & Jenis-Jenisnya|Secara Umum, Pengertian Paragraf adalah karangan yang terdiri dari sejumlah kalimat dengan pikiran utama sebagai pengendaliannya dan pikiran penjelas sebagai pendukungnya. atau paragraf dapat juga diartikan sebagai seperangkat kalimat yang terdiri atas satu kalimat pokok dan beberapa kalimat penjelas. Kalimat Pokok atau kalimat utama yaitu kalimat yang berisi masalah atau kesimpulan sebuah paragraf. Sedangkan kalimat penjelas adalah kalimat yang berisi penjelas masalah pada kalimat utama.

Ciri-Ciri Paragraf

  • Bertakuk/letaknya agak dalaman, ke dalam lima ketukan spasi untuk jenis karangan yang biasa. 
  • paragraf memakai pikiran utama yang dinyatakan dalam kalimat topik 
  • Kalimat topik dan selebihnya merupakan kalimat pengembang sebagai fungsi penjelas, menguraikan ataupun menerangkan pikiran utama yang terdapat dalam kalimat topik. 
  • Paragraf memakai pikiran penjelas yang dinyatakan dalam kalimat penjelas.  

Syarat-Syarat Paragraf 

Untuk menjadi suatu paragraf yang baik, maka diperlukan beberapa persyaratan yang harus dilengkapi yaitu sebagai berikut... 
1. Mengandung satu pikiran utama atau topik 
2. Pikiran utama didukung oleh pikiran penjelasan, baik dengan penjelasan, uraian maupun contoh-contoh  
3. Koherensi antar kalimat dalam satu paragraf dan antar paragraf dalam satu karangan yang lebih dari satu paragraf. Antar kalimat dan antar paragraf terjalin hubungan saling mendukung
4. Unity atau karangan yang memiliki satu kesatuan yang padu 
5. Harmonis semantis, gramatis, dan normatif  

    Fungsi Paragraf 

    • Mengekspresikan gagasan dalam bentuk tulisan dengan memberikan suatu bentuk pikiran dan perasaan dengan serangkaian kalimat yang tersusun secara logis dalam suatu kesatuan. 
    • Menandai peralihan gagasan baru bagi karangan yang terdiri beberapa paragraf, ganti paragraf berarti ganti pikiran juga. 
    • Memudahkan dalam pengorganisasiaan gagasan bagi yang menulis dan memberikan kemudahan pemahana bagi pembacanya 
    • Memudahkan dalam pengembangan topik karnagan ke dalam satuan unit pikiran yang lebih kecil. 
    • Memudahkan dalam pengendalian variabel, terutama karangan yang terdiri dari beberapa variabel. 

    Jenis-Jenis Paragraf

    Paragraf terdiri atas beberapa macam paragraf yang dikategorikan berdasarkan letak kalimat pokok dan berdasarkan isinya. Macam-macam paragraf tersebut yaitu sebagai berikut...

    1. Jenis-Jenis Paragraf dan Contohnya Berdasarkan Letak Kalimat Pokok Paragraf 
    a. Paragraf Deduktif adalah suatu paragraf yang terdiri dari kalimat ide pokoknya terletak di awal paragraf. Contohnya membaca merupakan faktor utama dalam menguasai ilmu pengetahuan. Seseorang yang ingin menguasai ilmu hukum, cukup hanya dengan membaca buku-buku hukum. Ingin memiliki pengetahuan tentang kesehatan, cukup dengan membaca buku-buku kesehatan. Seperti halnya dengan ilmu pengetahuan yang lainnya, cukup dengan membaca buku-buku yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
    b. Paragraf Induktif adalah suatu paragraf yang kalimat ide pokoknya terletak diakhir paragraf. Contohnya seseorang ingin menguasai ilmu hukum, cukup dengan membaca buku-buku hukum,. Ingin mendapatkan pengetahuan kesehatan cukup dengan membaca buku-buku kesehatan. Seperti halnya dengan pengetahuan yang lain. Jadi membaca merupakan faktor utama untuk menguasai ilmu pengetahuan.
    c. Paragraf Campuran yaitu  " paragraf yang kalimat ide pokoknya terletak diawal paragraf dan ditegaskan kembali diakhir paragraf ". Contoh: Membaca merupakan faktor utama untuk menguasai ilmu pengetahuan. Seseorang yang ingin menguasai ilmu hukum, cukup membaca buku-buku hukum. Ingin memiliki pengetahuan tentang kesehatan, cukup membaca buku-buku kesehatan. Begitu juga ilmu-ilmu pengetahuan yang lain cukup dengan cara membaca buku-buku yang berhubungan erat dengan ilmu tersebut. Sekali lagi membaca merupakan faktor utama untuk menguasai ilmu pengetahuan.
    d. Paragraf Narasi yaitu " paragraf yang tidak memiliki kalimat ide pokok. Artinya semua kalimat dianggap penting, tidak ada kalimat yang dijelaskan ". Semua kalimat berkedudukan sama antara kalimat yang satu dengan kalimat lainnya. Contoh: Seseorang yang ingin menguasai ilmu hukum, cukup membaca buku-buku hukum. Ingin memiliki pengetahuan tentang kesehatan, cukup membaca buku-buku kesehatan. Begitu juga ilmu-ilmu pengetahuan yang lain cukup dengan cara membaca buku-buku yang berhubungan erat dengan ilmu tersebut.

    2. Jenis- jenis paragraf dan contohnya ditinjau dari isinya dibedakan menjadi beberapa bagian:

    a. Paragraf Eksposisi yaitu " paragraf yang isinya memaparkan suatu masalah atau peristiwa ". Contoh: Kegiatan dalam memeriahkan HUT RI ke 69 tanggal 17 Agustus 2014 di desa Simpang Pematang. Semua warga desa Simpang Pematang turut memeriahkan acara HUT RI ke 69 dengan mengikuti beragam perlombaan yang disediakan oleh panitia, perlombaan tersebut antara lain : panjat pinang, balap karung, makan kerupuk, memasukkan paku kedalam botol, tarik tambang dan lain sebagainya.
    b. Paragraf Deskripsi  yaitu " paragraf yang isinya menggambarkan suatu keadaan atau peristiwa dengan kata-kata sehingga para pembaca seolah-olah merasakan, melihat, mendengar dan mengalami langsung keadaan atau peristiwa tersebut ". Contoh: Malam bulan purnama yang meriah. Cahaya bulan purnama yang sangat terang. Keadaan malam bagaikan siang, yang terang bukan saja di tempat-tempat yang lapang, bawah pepohonan pun tampak terang. Anak-anak terlihat senang sekali, ada yang main kejar-kejaran, main sumput-sumputan, dan juga ada yang main pencak silat. Anak-anak remajapun tidak mau ketinggalan, mereka banyak menikmati sinar bulan purnama dengan duduk-duduk santai dibawah pohon. Sebagian lagi jalan-jalan berkeliling kampung.
    c. Paragraf Argumentasi yaitu " paragraf yang isinya meyakinkan pembaca sehingga pembaca menerima gagasan penulis ". Contoh: Membaca merupakan faktor utama untuk menguasai ilmu pengetahuan. Seorang dokter pasti selalu membaca buku-buku medis, sebab tanpa membaca buku medis ia akan banyak mengalami kesulitan ketika akan mendeteksi penyakit pasien. Seorang pelajar, tanpa mau membaca buku pelajaran secara rutin, pasti akan banyak mengalami kesulitan ketika menjawab pertanyaan dari guru. Banyak lagi contoh-contoh membaca yang selalu dilakukan oleh seseorang.
    d. Paragraf Persuasi yaitu " paragraf yang isinya membujuk atau mempengaruhi pembaca agar mau mengikuti pendapat atau gagasan penulis ". Jenis paragraf ini hampir sama dengan paragraf argumentasi bahwadiawal paragraf penulis menyajikan pendapat dahulu kemudian disajikan pernyataan yang berupa alasan . Perbedaannya yaitu pada paragraf argumentasi alasan yang digunakan berupa fakta, sedangkan pada paragraf persuasi alasannya berupa kalimat himbauan, ajakan atau harapan penulis. Contoh: Membaca merupakan faktor utama untuk menguasai ilmu pengetahuan. Sebab seseorang yang tidak mau membaca buku pasti tidak banyak memiliki pengetahuan. Pengetahuan itu banyak bersumber dari buku. Anak yang pintar misalnya, dia pasti menjadi kutu buku. Tiada hari tanpa membaca baginya. siapa saja yang kurang membaca pasti ia sangat terbatas pengetahuannya. Oleh karena itu biasakanlah membaca buku-buku ilmu pengetahuan, bila ingin memiliki ilmu pengetahuan.
    e. Paragraf Narasi yaitu " paragraf yang isinya menceritakan masalah atau suatu peristiwa , sehingga pembaca dapat terhibur atau terharu terhadap masalah atau peristiwa yang terjadi ". Contoh: Beberapa minggu yang lalu kami telah melakukan perjalanan ke Lampung. Rombongan kami terdiri dari 5 mobil pribadi. Kendaraan kami melaju dengan cepat secara beriringan. Perjalanan sangat menyenangkan, tak seorangpun yang tidak gembira. Semua sangat bahagia melihat pemanandangan walau hanya didalam mobil ketika suasana dan gemerlapnya lampu-lampu yang menghiasi kota Bandar Lampung. 

    Baca Juga: 

    Pengertian Pantun, Ciri Pantun, & Macam-Macam Pantun
    Pengertian Puisi, Ciri, Jenis-Jenis, Unsur & Struktur Puisi
    Pengertian, Ciri-Ciri, dan Fungsi Sastra
    Pengertian Paragraf Persuasif dan Contohnya
    Pengertian Argumentasi dan Paragraf Argumentasi
    Pengertian Paragraf Eksposisi dan Penjelasannya
    Pengertian Paragraf Deskripsi dan Ciri-Cirinya
    Pengertian Paragraf Induktif dan Deduktif
    Demikianlah infomasi mengenai Pengertian Paragraf, Ciri, Fungsi, & Jenis-Jenisnya. Semoga teman-teman dapat menerima dan bermanfaat bagi semua baik itu pengertian paragraf, ciri-ciri paragraf, fungsi paragraf, jenis-jenis paragraf, dan syarat-syarat paragraf. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.

    Selasa, 06 Oktober 2015

    Pengertian Puisi, Ciri, Jenis-Jenis, Unsur & Struktur Puisi|Secara Umum, Pengertian Puisi adalah bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh makna. Puisi mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan kekuatan bahasa dengan struktur fisik dan struktur batinnya. Puisi mengutamakan bunyi, bentuk dan juga makna yang ingin disampaikan yang mana makna sebagai bukti puisi baik jika terdapat makna yang mendalam dengan memadatkan segala unsur bahasa. Puisi merupakan seni tertulis menggunakan bahasa sebagai kualitas estetiknya (keindahan). Puisi dibedakan menjadi dua yaitu puisi lama dan juga puisi baru.

    Pengertian Puisi Menurut Para Ahli
    • Herman Waluyo: Pengertian puisi menurut herman waluyo adalah karya sastra tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia.
    • Sumardi: Pengertian puisi menurut sumardi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif).
    • Thomas Carlye: Pengertian puisi menurut thomas carley adalah ungkapan pikiran yang bersifat musikal. 
    • James Reevas: Pengertian puisi menurut James Reevas bahwa arti puisi adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh daya pikat.
    • Pradopo: Pengertian puisi adalah rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, diubah dalam wujud yang paling berkesan.
    • Herbert Spencer: Pengertian puisi adalah bentuk pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan keindahan. 
    Unsur-Unsur Puisi 
    Unsur-unsur puisi terdiri dari struktur fisik dan struktur batin puisi antara lain sebagai berikut... 
    Struktur Fisik Puisi
    • Perwajahan Puisi (Tipografi), adalah bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal tersebut menentukan pemaknaan terhadap puisi.
    • Diksi ialah pemilihat kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-katanya dapat mengungkapkan banyak, hal maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.
    • Imaji, yaitu kata atau susunan kata yang mengungkapkan pengalaman indrawi, misalnya penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji terbagi atas tiga yakni imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan merasakan apa yang dialami penyair.
    • Kata Konkret, adalah kata yang memungkinkan memunculkan imaji karena dapat ditangkap indera yang mana kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Seperti kata konkret "salju" dimana melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll, sedangkan kata kongkret "rawa-rawa" melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan dll.
    • Gaya Bahasa, adalah penggunaan bahasa dengan menghidupkan atau meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu dengan bahasa figuratif yang menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya makna. Gaya bahasa disebut dengan majas. Macam-macam majas yaitu metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks
    • Rima/Irama ialah persamaan bunyi puisi dibaik awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup yakni: Onomatope (tiruan terhadap bunyi seperti /ng/ yang memberikan efek magis puisi staudji C. B); Bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi (kata), dan sebagainya; Pengulangan kata/ungkapan ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Rima sangat menonjol dalam pembacaan puisi. 
    Struktur Batin Puisi 
    • Tema/Makna (sense); media pusi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka pusi harus memiliki makna ditipa kata, baris, bait, dan makna keseluruhan.
    • Rasa (Feeling) yaitu sikap penyair mengenai pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya akan latar belakang sosial dan psikologi penyair, seperti latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketetapan dalam menyikapi suatu masalah tidak tergantung dari kemampuan penyair memili kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, namun juga dari wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan keperibadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.
    • Nada (tone)  adalah sikap penyair terdapat pembacanya. Nada berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema baik dengan nada yang menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca dalam pemecahan masalah, menyerahkan masalah kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.
    • Amanat/tujuan maksud (intention) adalah pesan yang akan disampaikan penyair kepada pembaca yang terdapat dalam puisi tersebut. 

    Puisi Lama dan Puisi Baru 

    1. Puisi Lama 

    Pengertian puisi lama adalah puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan yaitu sebagai berikut.. 
    • Jumlah kata dalam 1 baris 
    • Jumlah baris dalam 1 bait 
    • Persajakan (rima) 
    • Banyak suku kata di tiap baris
    • Irama
    Ciri-Ciri Puisi Lama
    • Tak diketahui nama pengarangnya. 
    • Penyampaian dari mulut ke mulut, sehingga merupakan sastra lisan. 
    • Sangat terikat akan aturan-aturan misalnya mengenai jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.  
    Jenis-Jenis Puisi Lama 
    a. Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap mempunyai kekuatan gaip. 
    Contoh Mantra : mantra untuk mengobati orang dari pengaruh makhluk halus
    Sihir lontar pinang lontar
    terletak diujung bumi
    Setan buta jembalang buta
    Aku sapa tidak berbunyi
    b. Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, yang setiap bait terdiri dari 4 baris, dan di tipa baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, sedangkan untuk 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri atas pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.
    Contoh Pantun 
    sungguh elok emas permata
    lagi elok intan baiduri
    sungguh elok budi bahasa
    jika dihias akhlaq terpuji 
    c. Seloka adalah pantun yang berkait
    Contoh Seloka 
    Sudah bertemu kasih sayang
    Duduk terkurung malam siang
    Hingga setapak tiada renggang
    Tulang sendi habis terguncang
    d. Talibun adalah pantun genap yang disetiap barusnya terdiri dari 6, 8 ataupun 10 baris
    Contoh Talibun
    Anak orang di padang tarap
    Pergi berjalan ke kebun bunga
    hendak ke pekan hari tiah senja
    Di sana sirih kami kerekap
    meskipun daunnya berupa
    namun rasanya berlain juga
    e. Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris yang bersajak a-a-a-a dengan berisi nasihat atau cerita.
    Contoh Syair  
    Berfikirlah secara sehat
    Berucap tentang taubat dan solawat
    Berkarya dalam hidup dan manfaat
    Berprasangka yang baik dan tepat
    f. Karmina adalah pantun kilat misalnya pantun tetapi pendek.
    Contoh Karmina 
    buah ranun kulitnya luka
    bibir tersenyum banyak yang suka
    g. Gurindam adalah puisi yang mana dari tiap bait terdiri 2 baris, bersajak a-a-a-a dan berisi nasihat.
    Contoh Gurindam. 
    Barang siapa tiada memegang agama (a)
    Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama (a)
    Barang siapa mengenal yang empat (b)
    Maka ia itulah orang yang ma'arifat (b)
    Gendang gendut tali kecapi (c)
    Kenyang perut senang hati (c)

    2. Puisi Baru

    Pengertian Puisi Baru adalah puisi yang tidak terikat lagi oleh aturan yang mana bentuknya lebih bebas ddari pada puisi lama dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

    Ciri-Ciri Puisi Baru
    • Memiliki bentuk yang rapi, simetris
    • Persajakan akhir yang teratur
    • Menggunakan pola sajak pantun dan syair walaupun dengan pola yang lain
    • Umumnya puisi empat seuntai
    • Di setiap baris atasnya sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
    • Di tiap gatranya terdiri dari dua kata (pada umumnya) : 4-5 suku kata
    Jenis-Jenis Puisi Baru - Puisi baru dikatogerikan menjadi dua macam yaitu sebagai berikut..
    Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya 
    a. Balada adalah puisi yang berisi kisah atau cerita. Puisi jenis ini terdiri atas tiga (3) bait, yang setiap delapan (8) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Lalu skema berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren pada bait-bait berikutnya. Contohnya pada puisi karya Sapardi Damono berjudul "Balada Matinya Seorang Pemberontak".
    b. Himne adalah puisi pujaan kepada Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Ciri-ciri himne adalah lagu pujian yang menghormati seorang dewa, tuhan, pahlawan, tanah air, almamater (pemandu di Dunia Sastra). Semakin berkembangnya zaman, arti himne berubah yang mana pengertian himne sekarang adalah sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap yang dihormati seperti guru, pahlawan, dewa, tuhan yang bernapaskan ketuhanan.
    c. Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih. Arti romansa berarti keindahan perasaan; persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesra (perancis "Romantique).
    d. Ode adalah puisi yang berisi sanjungan untuk orang yang telah berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum.
    e. Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan atau ajaran hidup. Epigram berarti unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan.
    f. Elegi adalah puisi yang berisi rata tangis atau kesedihan yang berisi sajak atau lagu dengan mengungkapkan rasa duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terutama karena kematian/kepergian seseorang.
    g. Satire adalah puisi yang berisi sindira/kritik. Istilah berisi bahasa latin Sature yang berarti sindiran; kejaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puasa hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim, dsb).
    Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya 
    a. Distikon adalah puisi yang mana di tiap baitnya terdiri dari dua baris (puisi dua seuntai).
    b. Terzina adalah puisi yang mana di tiap baitnya terdiri dari tiga baris (puisi tiga seuntai).
    c. Kuatrain adalah puisi yang di tiap baitnya terdiri dari empat baris (puisi empat seuntai). 
    d. Kuint adalah puisi yang di tiap baitnya terdiri dari lima baris (puisi lima seuntai).
    e. Sektet adalah puisi yang di tiap baitnya terdiri dari enam baris (puisi enam seuntai).
    f. Septime adalah puisi yang di tiap baitnya terdiri dari tujuh baris (tujuh seuntai).
    g. Oktaf adalah puisi yang di tiap baitnya terdiri dari delapan baris (double kutrain atau puisi delapan seuntai).
    h. Soneta adalah puisi yang terdiri dari empat belas baris yang terbagi dalam dua, dimana dua bait pertama masing-masing empat baris dan pada dua bait kedua masing-masing tiga baris. Kata soneta berasal dari bahasa Italia yaitu Sonneto. Kata sono berarti suara. Jadi soneta adalah puisi yang bersuara. Puisi soneta diperkenalkan oleh Muhammad Yamin dan Roestam Effendi yang diambil dari negeri Belanda, sehingga mengapa kedua nama tersebut sebagai"Pelopor/Bapak Soneta Indonesia". Bentuk soneta Indonesia tak lagi patuh pada syarat-syarat soneta yang ada di italia atau Inggris namun soneta Indonesia memiliki kebebasan baik dalam segi isi maupun rimanya. Yang menjadi pegangan adalah jumlah barinya (empat belas baris).

    Baca Juga: 

    Pengertian Pantun, Ciri Pantun, & Macam-Macam Pantun
    Pengertian Biografi, Ciri-Ciri Biografi, & Struktur Biografi
    Pengertian Kurikulum, Fungsi, dan Komponennya 
    Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri, Struktur dan Contoh Teks Eksposisi 
    Pengertian, Tujuan, dan Ciri-Ciri Ankedot Serta Contohnya 
    Pengertian Majas dan Macam-Macam Majas Serta Contohnya 
    Pengertian Puisi dan Jenis-Jenis Puisi 
    Pengertian Puisi dan Contohnya 
     
    Demikianlah informasi mengenai Pengertian Puisi, Ciri, Jenis-Jenis, Unsur & Struktur Puisi. Semoga teman-teman dapat menerima dan bermanfaat bagi kita semua baik itu pengertian puisi, ciri-ciri puisi, jenis-jenis puisi, unsur-unsur puisi dan struktur puisi. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

    Referensi: Pengertian Puisi, Ciri, Jenis-Jenis, Unsur & Struktur Puisi
    • Wikipedia. org

    Senin, 05 Oktober 2015

    Pengertian Pantun, Ciri, Macam-Macam Pantun|Secara Umum, Pengertian Pantun adalah bentuk puisi lama yang terdiri dari empat larik, berima silang (a-b-a-b), irama yang indah, dan memiliki makna yang penting. Pantun merupakan puisi lama melayu Indonesia yang berasal dari bahasa jawa kuno yaitu "tuntun", yang berarti mengatur atau menyusun. Pada awalnya, pantun merupakan karya sastra Indonesia lama dengan pengungkapan secara lisan, tetapi semakin berkembangnya pantun kini telah diungkapkan secara tertulis.

    Pantun merupakan karya yang dapat menghibur sekaligus dan menegur. Pantun merupakan ungkapan perasaan dan pikiran, karena ungkapan tersebut disusun dengan kata-kata hingga sedemikian rupa sehingga sangat menarik untuk didengar atau dibaca. Pantun menunjukkan bahwa Indonesia memiliki ciri khas tersendiri dalam mendidik dan menyampaikan hal-hal yang bermanfaat.

    Ciri-Ciri Pantun 

    Ciri-ciri utama pantun adalah sebagai berikut..
    • Pantun mempunyai bait, setiap bait pantun disusun oleh baris-baris. Satu bait terdiri dari 4 baris. 
    • Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata. 
    • Setiap baris terdiri dari 4-6 kata
    • Setia bait pantun terdiri dari sampiran dan isi. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, baris ketiga dan keempat merupakan isi. (Walaupun sampiran tidak berhubungan langsung dengan isi, namun lebih baik apabila kata-kata pada sampiran merupakan cermin dari isi yang hendak disampaikan). 
    • Pantun bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a- (tidak boleh a-a-b-b atau sajak lain). 
    Menurut Abdul Rani (2006:23) mengatakan bahwa ciri-ciri pantun sebagai berikut...  
    • Terdiri dari empat baris 
    • Tiap baris terdiri dari 9-10 kata 
    • Dua baris pertama disebut sampiran sedangkan dua baris berikutnya berisi apa maksud si pemantun yang mana di bagian ini disebut isi pantun. 

    Syarat-Syarat pantun 

    Adapun syarat-syarat pantun antara lain sebagai berikut...
    • Satu bait pantun terdiri dari 4 baris 
    • Baris ke -1 dan ke-2 adalah sampiran dan baris ke-3 dan ke-4 adalah isi pantun 
    • Satu baris pantun terdiri dari 8-12 suku kata 
    • Pantun bersajak a-b-a-b 

      Macam-Macam Pantun

      Macam-macam pantun diketogorikan dalam 2 macam antara lain sebagai berikut...
      1. Macam-Macam Pantun Berdasarkan Siklus Kehidupan (Usia) 
      • Pantun Anak-Anak adalah pantun yang memiliki kaitan dengan masa kanak-kanak yang mana pantun ini menggambarkan makna suka cita maupun duka cita.
      • Pantun Orang Muda adalah pantun mengenai kehidupan masa muda yang berisi atau berkmakna perkenalan, hubungan asmara dan rumah tangga, perasaan (kasih sayang, iba, iri, dll), dan nasib.
      • Pantun Orang Tua adalah pantun mengenai orang tua mengenai ada budaya, agama, nasihat dll.
      2. Macam-Macam Pantun Berdasarkan Isinya 
      • Pantun Jenaka adalah pantun yang berisi hal-hal lucu dan menarik
      • Pantun Nasihat adalah pantun yang berisi nasihat dengan tujuan mendidik, dan memberikan nasihat moral, budi perkerti, dll.
      • Pantun Teka-Teki adalah pantun yang berisikan teka teki dan pendengar atau pembaca diberi kesempatan untuk teka-teki pantun tersebut. 
      • Pantun Kiasan adalah pantun yang berisi kiasan biasa untuk menyampaikan suatu hal secara tersirat. 

        Baca Juga:

        Pengertian Puisi dan Jenis-Jenis Puisi
        Pengertian Hikayat dan Unsur-Unsur Hikayat
        Pengertian Pantun dan Bentuk-Bentuk Pantun
        Pengertian Masalah: Apa itu Masalah
        Pengertian Fakta dan Pengertian Opini Serta Contohnya

        Demikianlah informasi mengenai Pengertian Pantun, Ciri Pantun, & Macam-Macam Pantun. Semoga teman-teman dapat menerima dan bermanfaat bagi kita semua baik itu pengertian pantun, ciri-ciri pantun, dan macam-macam pantun. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

        Referensi: Pengertian Pantun, Ciri Pantun, & Macam-Macam Pantun
        • Trianto, Agus. 2007. Pembahasan Tuntas Bahasa Indonesia. Penerbit : Erlangga.
        • Waridah, Ernawati. 2012. Pedoman Umum EYD. Jakarta : Cmedia.
        • Tim Guru Indonesia. 2011. Target Menguasai Pelajaran SD Kelas 4. Jakarta : Cmedia. 

        Rabu, 16 September 2015

        Pengertian dan Contoh Sinonim | Materi belajar kita hari ini adalah tentang pengertian dan contoh sinonim. Istilah ini mungkin tidak asing lagi bagi kita karena di sekolah tingkat dasar sudah ada pelajaran tersebut. Namun, tak ada salahnya kita coba mengingat-ingat kembali pelajaran tersebut, siapa tahu ada yang lupa.

        Nah, materi ini saya ambil dari buku "Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi"Karangan E. Zaenal Arifin dan S. Amran Tasai (Akapress, 2010). Bila Anda ingin belajar lebih mendalam tentang tata bahasa, Anda bisa membeli buku tersebut.

        Pengertian Sinonim
        Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa sinonim adalah dua kata atau lebih yang pada asasnya mempunyai makna yang sama, tetapi bentuknya berlainan. Kesinoniman kata tidaklah mutlak, hanya ada kesamaan atau kemiripan.

        Sinonim ini dipergunakan untuk mengalih-alihkan pemakaian kata pada tempat tertentu sehingga kalimat itu tidak membosankan. Dalam pemakaiannya bentuk-bentuk kata yang bersinonim akan menghidupkan bahasa seseorang dan mengkonkretkan bahasa seseorang sehingga kejelasan komunikasi (lewat bahasa itu) akan terwujud. Dalam hal ini pemakai bahasa dapat memilih bentuk kata mana yang paling tepat untuk dipergunakannya, sesuai dengan kebutuhan dan situasi yang dihadapinya.


        Contoh Sinonim

        Kita ambil contoh cerdas dan cerdik. Kedua kata itu bersinonim, tetapi kedua kata tersebut tidak persis sama benar.

        Kata-kata lain yang bersinonim ialah
        Agung, besar, raya
        Mati, mangkat, wafat, meninggal
        Cahaya, sinar
        Ilmu, pengetahuan
        Penelitian, penyelidikan
        dan lain-lain.

        Kesinoniman kata masih berhubungan dengan masalah makna denotatif dan konotatif suatu kata.

        Demikian.

        Refferensi : jaddung.blogspot.com/2015/09/pengertian-dan-contoh-sinonim.html

        Senin, 14 September 2015

        Pengertian dan Contoh Paragraf Persuasi | Sebelumnya, kita telah belajar mengenai paragraf deskripsi, paragraf narasi, paragraf eksposisi, dan paragraf argumentasi. Nah, kali ini saya akan membahas mengenai paragraf persuasi. Apa dan bagaimana paragraf persuasi itu, kita akan coba jelaskan agak panjang pada artikel ini. Nanti akan disertakan pula contohnya.

        Penjelasan mengenai paragraf persuasi ini didasarkan pada buku Gorys Keraf yang berjudul "Argumentasi dan Narasi"(Gramedia, 2007). Buku tersebut sangat saya rekomendasikan buat Anda yang ingin tahu lebih mendalam mengenai paragraf argumentasi dan paragraf narasi, lebih-lebih paragraf persuasi.

        Pengertian Paragraf Persuasi

        Menurut Keraf, persuasi adalah suatu seni verbal yang bertujuan untuk meyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki pembicara pada waktu ini atau pada waktu yang akan datang. Karena tujuan terakhir adalah agar pembaca atau pendengar melakukan sesuatu, maka persuasi dapat dimasukkan pula dalam cara-cara untuk mengambil keputusan. Mereka yang mendapat persuasi harus mendapat keyakinan, bahwa keputusan yang diambilnya merupakan keputusan yang benar dan bijaksana dan dilakukan tanpa paksaan.

        Persuasi tidak mengambil bentuk paksaan atau kekerasan terhadap orang yang menerima persuasi. Oleh sebab itu, ia memerlukan juga upaya-upaya tertentu untuk merangsang orang mengambil keputusan sesuai dengan keinginannya. Upaya yang biasa digunakan adalah menyodorkan bukti-bukti, walaupun tidak setegas seperti yang dilakukan dalam argumentasi. Bentuk-bentuk persuasi yang dikenal umum adalah: propaganda yang dilakukan oleh golongan-golongan atau badan-badan tertentu, iklan-iklan dalam surat kabar, majalah, atau media massa lainnya, selebaran-selebaran, kampanye lisan, dan sebagainya. Semua bentuk persuasi tersebut biasanya menggunakan pendekatan emotif, yaitu berusaha untuk membangkitkan dan merangsang emosi, misalnya rasa kebencian bila menyangkut ideologi, atau rasa heroisme untuk melawan atau menyokong suatu kelompok, dan sebagainya.


        Untuk meyakinkan seseorang mengenai apa yang dipersuasikan, pembicara atau penulis harus menimbulkan kepercayaan pada hadirin atau pembaca. Kepercayaan merupakan unsur utama dalam persuasi. Walaupun kepercayaan merupakan landasan utama persuasi, tindakan persuasi itu sendiri tidak harus diarahkan kepada jangkauan yang lebih jauh, yaitu agar yang diajak bicara melakukan sesuatu.

        Seorang kawan yang ingin meminjam catatan perkuliahan kita, berusaha meyakinkan kita agar dapat meminjamkan catatan itu, dan berjanji dengan sungguh-sungguh akan mengembalikannya dalam satu atau dua hari lagi. Walaupun kita mengetahui bahwa kawan itu tidak dapat dipercaya, tetapi berkat persuasi yang dilakukan akhirnya kita memberikan juga apa yang dimintanya. Ketika ditangkap polisi karena melakukan pelanggaran lalu-lintas, polisi mengenakan tilang pada kita; namun kita berusaha meyakinkan polisi bahwa pelanggaran itu tidak sengaja dilakukan, karena kita belum pernah lewat di tempat itu. Polisi akhirnya percaya akan keterangan kita dan tidak jadi mengenakan tilang. Kita dibebaskan karena usaha persuasif yang telah kita lakukan.

        Contoh Paragraf Persuasi

        Berikut ini adalah contoh paragraf persuasi.

        Contoh 1
        Pilihlah calon bupati dan wakil bupati nomer 2. Pasangan ini sudah punya pengalaman dalam pemerintahan karena mereka petahana. Pengalamannya selama lima tahun memimpin Kabupaten Kambing Gembira merupakan modal penting untuk melanjutkan kiprahnya di pemerintahan. Anda tidak perlu ragu kapasitasnya. Hasil dari kerja kerasnya sudah banyak yang dinikmati warga. Pemerintahan selanjuatnya tentu akan melanjutkan dan mengembangkan keberhasilan-keberhasilan yang sudah didapat sebelumnya.

        Contoh 2
        Bila ada waktu luang, datanglah ke perpustakaan kami. Ada banyak koleksi bahan pustaka yang bisa Anda baca. Temanya pun beragam. Buku-bukut tersebut akan membuat wawasan pengetahuan Anda menjadi luas. Jadi, jangan buang waktu Anda hanya untuk bersantai-santai. Letakkan ponsel Anda, ambil buku dan baca. Itu kegiatan yang lebih bermanfaat.
        Demikian sekilas penjelasan mengenai pengertian dan contoh paragraf persuasi. Semoga ulasan ini membantu Anda memahami apa dan bagaimana paragraf persuasi tersebut.

        Refferensi : http://jaddung.blogspot.com/2015/09/pengertian-dan-contoh-paragraf-persuasi.html

        Sabtu, 12 September 2015

        Pengertian Diskusi, Unsur & Macam-Macam Diskusi|Secara Umum, Pengertian Diskusi adalah salah satu bentuk kegiatan wicara dengan pertukaran pikiran, gagasan, yang terdiri dari dua orang atau lebih secara lisan untuk mencari kesepakatan atau kesepahaman gagasan atau pendapat. Berdiskusi dapat memperluas pengetahuan dan banyak pengalaman-pengalaman.  

        Diskusi dengan melibatkan beberapa orang disebut diskusi kelompok dimana dalam diskusi tersebut dibutuhkan seorang pemimpin yang disebut dengan ketua diskusi. Tugas dari ketua diskusi adalah untuk membuka dan menutup diskusi, membangkitkan minat para anggota untuk menyampaikan gagasan, menengahi anggota yang berdebat, serta mengemukakan kesimpulan dari hasil diskusi.

        Unsur-Unsur Diskusi

        • Materi 
        • Manusia, sebagai pelaksana. Terdiri dari moderator, notulis, peserta dan pemakalah/penyaji 
        • Perlengkapan

        Macam - Macam Diskusi

        Adapun macam-macam diskusi adalah sebagai berikut...
        • Seminar: Pengertian seminar adalah diskusi yang digunakan untuk mencari kesepakatan atau kesamaan langkah atau pandangan dalam menghadapi suatu persoalan yang sifatnya formal, sehingga para pemrasaran menyiakan kertas kerja atau makalah untuk disajikan. Para peserta diskusi dapat diberi kesempatan dalam menanggapi ataupun menganggah makalah tersebut. Pada akhirnya diskusi moderator dapat menyampaikan hasil dari pemikirannya.
        • Sarasehan/Simposium: Pengertian Sarasehan/simposium adalah diskusi yang diselenggarakan untuk membahas mengenai prasaran-prasaran tentang suatu pokok persoalan atau masalah.
        • Diskusi Panel: Pengertian diskusi panel adalah diskusi yang digunakan untuk memperluas wawasan terhadap suatu masalah yang sedang hangat dengan melibatkan beberapa ahli disiplin ilmu atau profesi untuk bertindak sebagai penulis atau pembicara. Moderator dapat bertanya langsung kepada panelis untuk menggali pandangan/pendapat. Peserta diskusi diberi kesempatan untuk bertanya atau menanggapi atau menyanggah pendapat dari panelis yang pada akhirnya diskusi moderator dapat menyajikan pokok-pokok pikiran hasil diskusi.
        • Konferensi: Pengertian konferensi adalah pertemuan untuk berunding atau bertukar pendapat terhadap suatu masalah yang sedang dihadapi bersama. 
        • Lokakarya: Pengertian lokakarya adalah diskusi atau pertemuan para ahli atau pakar dalam membahas suatu masalah yang berada di bidangnya

          Selasa, 08 September 2015

          Pengertian Biografi, Ciri-Ciri Biografi, & Struktur Biografi|Secara Umum, Pengertian Biografi adalah sebuah tulisan yang membahas mengenai kehidupan seseorang. Secara sederhana, Pengertian Biografi adalah sebuah kisah riwayat hidup seseorang. Biografi juga dapat diartikan sebagai suatu kisah atau keterangan perjalanan kehidupan seseorang bersumber dari kisah nyata. Istilah Biografi berasal dari bahasa Yunani dari kata bios dan graphien. Arti kata bios adalah hidup dan graphien berarti tulis. Biografi dapat terdiri dari beberapa baris atau lebih daru satu buku.

          Biografi terdiri dari biografi singkat dan biografi panjang, dimana biografi singkat hanya berisi fakta-fakta kehidupan seseorang dan peran yang penting. Sedangkan biografi panjang terdiri dari informasi penting yang dikisahkan dengan lebih detail dan ditulis dengan gaya bercerita yang baik.

          Dari biografi dapat ditemukan kejadian-kejadian hidup seseorang atau misteri hidup seseorang dengan penjelasan berupa tindakan atau perilaku dalam hidupnya. Biografi dapat menceritakan kehidupan tokoh penting/terkenal dan tidak terkenal, namun biasanya Biografi bercerita tentang tokoh-tokoh sejarah baik yang hidup maupun yang telah tiada. Sekarang ini biografi banyak ditulis secara kronologis. 

          Biografi sendiri memerlukan bahan atau sumber pendukung baik itu berupa benda seperti buku harian, surat-surat, kliping koran, dll sebagai bahan pendukung utama. Sedangkan bahan pendukung biasa adalah buku referensi, yang menjelaskan peranan seseorang dalam biografi.

          Ciri-Ciri Biografi 

          Adapun ciri-ciri biografi antara lain sebagai berikut.. 
          1. Biografi terdiri dari struktur: orientasi, peristiwa atau masalah, serta reorientasi 
          2. Berisi informasi fakta dan disajikan dalam bentuk narasi atau cerita
          3. Faktualnya (fakta) menurut peristiwa hidup seseorang yang dinarasikan dalam tokoh biografi. 
          4. Komponen penting dalam teks biografi adalah... 
          • Judul 
          • Menarik dan mengesankan dari kehidupan tokoh yang diceritakan
          • Mengagumkan dan mengharukan dari kehidupan tokoh yang diceritakan 
          • Dapat dicontoh dan diteladani dari kehidupan tokoh

          Struktur Biografi

           Struktur biografi adalah sebagai berikut... 
          1. Orientasi: Orientasi merupakan bagian yang menjelaskan pengenalan tokoh yang berisi gambaran awal tokoh yang diceritakan dalam biografi tersebut.
          2. Peristiwa dan Masalah: Bagian peristiwa atau kejadian yang berisi sebuah peristiwa atau kejadian pernah dialami, termasuk didalamnya berisi tentang masalah yang pernah dihadapinya dalam tujuan serta cita-citanya. Hal-hal yang menarik, mengagumkan, mengesankan, dan mengharukan pernah dialami tokoh diuraikan dalam bagian ini.
          3. Reorientasi: Reorientasi adalah bagian penutup yang berisi pandangan penulis terhadap tokoh yang bersifat opsional artinya dapat ada atau tidak.

          Baca Juga:

          Pengertian Biografi, Ciri-Ciri Biografi, & Struktur Biografi\

          Demikianlah informasi mengenai Pengertian Biografi, Ciri-Ciri Biografi, & Struktur Biografi. Semoga teman-teman dapat menerima dan bermanfaat bagi kita semua baik itu pengertian biografi, ciri-ciri biografi, struktur biografi. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.

          Jumat, 28 Agustus 2015

          Pengertian dan Contoh Paragraf Narasi | Sebelumnya, kita sudah belajar tentang paragraf deskripsi, paragraf eksposisi, dan paragraf argumentasi. Kali ini kita saya akan coba menurunkan artikel mengenai pengertian dan contoh paragraf narasi.

          Bentuk-bentuk tulisan semacam itu dijelaskan di sini hanya secara singkat saja. Bila Anda berkeinginan memperoleh penjelasan yang rinci, ada baiknya membaca buku-buku khusus tentang tata bahasa Indonesia. Penjelasan dalam artikel ini juga dikutip dari buku-buku.

          Pengertian Paragraf Narasi

          Dalam buku �Cerdas Berbahasa Indonesia� karya Engkos Kosasih (Penerbit Erlangga, 2008) disebutkan, bahwa narasi secara sederhana diartikan sebagai paragraf yang bebrisi cerita atau kejadian. Lebih jelasnya lagi, paragraf narasi adalah paragraf yang menjelaskan/menguraikan suatu peristiwa atau kejadian berdasarkan urutan waktu.

          Dalam buku �Argumentasi dan Narasi� (Gramedia, 2007), Gorys Keraf memberikan definisi bahwa paragraf narasi adalah suatu bentuk wacana yang sasaran utamanya adalah tindak-tanduk yang dijalin dan dirangkaikan menjadi sebuah peristiwa yang terjadi dalam suatu kesatuan waktu. Atau dapat juga dirumuskan dengan cara lain: narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada pembaca suatu peristiwa yang telah terjadi. Narasi berusaha menjawab pertanyaan �Apa yang telah terjadi?�.

          Baca Juga: Pengertian dan Contoh Paragraf Deduktif dan Induktif

          Narasi ada dua macam, yaitu narasi ekspositoris dan narasi sugestif. Narasi ekspositoris adalah narasi yang hanya bertujuan untuk memberi informasi kepada para pembaca, agar pengetahuannya bertambah luas. Sementara narasi sugestif adalah narasi yang disusun dan disajikan sekian macam, sehingga mampu menimbulkan daya khayal yang semakin bertambah.

          Narasi ekspositoris terkadang bersifat khusus dan kadang bersifat generalisasi. Narasi ekspositoris generalisasi adalah narasi yang menyampaikan suatu proses yang umum,  yang dapat dilakukan siapa saja, dan dapat pula dilakukan secara berulang-ulang. Narasi ekspositoris yang bersifat khusus adalah narasi yang berusaha menceritakan suatu peristiwa yang khas, yang hanya terjadi satu kali.

          Pola Pengembangan Narasi

          Paragraf narasi dapat dikembangkan dengan berbagai pola, antara lain dengan urutan waktu dan urutan tempat. Urutan waktu disebut pula urutan kronologis. Dalam pola ini, kejadian-kejadian yang diceritakan disampaikan dengan urutan waktu, misalnya dari pagi hingga pagi lagi, dari zaman dulu sampai zaman sekarang, dari permulaan hingga selesai, dan sebagainya.

          Urutan ruang dalam istilah lain disebut pola spasial. Dalam pola ini, kejadian-kejadian dalam paragraf mengikuti bagian-bagian dari suatu tempat. Misalnya dari barat ke timur, dari pinggir ke tengah, dari dalam ke luar, dan sebagainya.

          Contoh Paragraf Narasi

          Inilah contoh paragraf narasi:
          Pagi-pagi sekali, saat aku mau berangkat sekolah, tiba-tiba nenek mengeluh sakit perut. Ia memegang perutnya sambil meringis-ringis. Isi perutnya bergolak, kata nenek. Ia tampak tidak tahan menahan rasa sakit itu.

          Beberapa saat saya tertegun, bingung mau berbuat apa. Tas yang sudah saya cangklong, saya lempar ke tempat tidur. Nenek segera saya bawa ke Puskesmas yang tak jauh dari rumah. Dengan hati-hati, saya bonceng ia dengan sepeda butut saya.

          Sesampai di Puskesmas, saya langsung bergegas menuju tempat perawatan. Seorang dokter menanyai gejala apa yang terjadi pada perut nenek sambil memeriksa dengan alat-alat kesehatannya. Saya menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, sesekali ditimpali nenek yang tetap meringis kesakitan.

          Beberapa menit berlalu, nenek tampak lebih segar. Sakitnya sudah mendingan. Dokter memberinya obat dan menyuntiknya. Ia juga bilang bahwa sakit nenek tidak terlalu parah. Itu hanya efek dari terlalu banyak mengonsumsi cabe. Benar adanya, nenek tadi malam menghabiskan rujak mangga yang saya bikin.

          Selesai menerima obat dan membayarnya, saya lalu bergegas menuju rumah. Jam di tangan sudah menunjukkan pukul 07:20 WIB. Duh, saya sudah terlambat datang ke sekolah. Tapi, saya bersyukur karena tidak terjadi hal-hal yang mengkhawatirkan pada diri nenek.

          Nah, itulah sekelumit penjelasan mengenai pengertian dan contoh paragraf narasi. Mudah-mudahan membantu Anda yang sedang belajar mengenai tema dimaksud. Untuk mengetahu artikel-artikel lainnya terkait bahasa Indonesia, silahkan pantau terus blog ini.

          Kamis, 27 Agustus 2015

          Pengertian dan Contoh Paragraf Argumentasi | Sebelumnya kita sudah belajar tentang paragraf eksposisi dan paragraf deskripsi. Kali ini kita coba belajar tentang pengertian dan contoh paragraf argumentasi. Pembahasan mengenai bentuk-bentuk tulisan insya Allah akan terus dilakukan di blog ini. Mudah-mudahan saja bisa bermanfaat untuk Anda yang membutuhkannya.

          Masih seperti sumber referensi pada tulisan sebelumnya, kali ini pun akan diambil tanpa pengubahan dari karya Gorys Keraf. Namun, tulisan kali ini diambil dari buku yang berbeda dengan judul �Argumentasi dan Narasi� (Gramedia, 2007).

          Pengertian Paragraf Argumentasi

          Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara. Melalui argumentasi penulis berusaha merangkaikan fakta-fakta sedemikian rupa, sehingga ia mampu menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu hal tertentu itu benar atau tidak. Argumentasi merupakan dasar yang paling fundamental dalam ilmu pengetahuan. Dan dalam dunia ilmu pengetahuan, argumentasi itu tidak lain daripada usaha untuk mengajukan bukti-bukti atau menentukan kemungkinan-kemungkinan untuk menyatakan sikap atau pendapat mengenai suatu hal.

          Dasar sebuah tulisan yang bersifat argumentatif  adalah berpikir kritis dan logis. Untuk itu ia harus bertolak dari fakta-fakta atau eviden-eviden yang ada. Fakta-fakta dan evidensi itu itu dapat dijalin dalam metode-metode sebagaimana dipergunakan juga oleh eksposisi. Tetapi dalam argumentasi terdapat motivasi yang lebih kuat. Eksposisi hanya memerlukan kejelasan, sebab itu fakta-fakta dipakai seperlunya. Namun argumentasi di samping memerlukan kejelasan, memerlukan juga keyakinan dengan perantara fakta-fakta itu. Sebab itu, penulis harus meneliti apakah semua fakta yang akan dipergunakan itu benar, dan harus diteliti pula bagaimana relevnsi kualitasnya dengan maksudnya. Dengan fakta yang benar, ia dapat merangkaikan suatu penuturan yang logis menuju kepada suatu kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Seorang yang kurang hati-hati dan tidak cermat menganalisa data-data tersebut, dapat menggagalkan seluruh usaha pembuktiannya.

          Baca Juga: Pengertian dan Contoh Paragraf Deduktif dan Induktif

          Contoh Paragraf Argumentatif

          Berikut ini adalah contoh paragraf argumentasi yang diambil dari harian Kompas dan terdapat di buku Keraf halaman 95.

          Redaksi Yth.,

          Kami sebagai pembaca setia Kompas, akhir-akhir ini merasa sangat heran atas kejadian aneh yang terjadi di tanah air kita ini, yaitu tindakan dari sementara pejabat-pejabat kita, dalam menyelesaikan perkara-perkaranya.

          Akhir-akhir ini ada beberapa perkara yang begitu saja diselesaikan di luar pengadilan, misalnya manipulasi BE dan perkara Bimas Coopa yang sudah banyak disorot oleh Pers kita. Makan keheranan kami bertambah setelah membaca berita di harian Kompas edisi tanggal 26 Maret 1970 yang berjudul �Minta Ampun atau Dituntut�. Dalam berita itu ditulis bahwa para jamaah haji yang datang dari Priok dengan kapal Gembella telah dianggap bersalah melanggar Kepres No. 22 dan Inpres no.6/1969. Selain itu mereka juga dipersalahkan telah menyalah-gunakan paspor biasa mereka untuk naik haji.

          Dala hal ini jelas mereka bersalah. Maka kami juga mengajukan sebuah pertanyaan kepada yang bersangkutan mengapa justru disambut dengan formulir permintaan ampun dan menandatanginya. Sedang yang tidak, akan diproses secara verbal. Bahkan juga disebutkan agar mereka yang telah bersalah itu mendapat kesempatan untuk bertanya kesalahannya.

          Apakah tindakan itu betul menurut hukum? Kami berani bertaruh bahwa semuanya akan minta ampun dan menyadari kesalahannya. Terang tidak ada satu manusia normal pun yang mau dihukum, kan lebih enak minta ampun dan diampuni.

          Maka dengan ini kami menyatakan kekuatiran kami jika hal semacam ini berlangsung berlarut-larut, bakal akan ada formulir permintaan ampun bagi para koruptor, pembunuh, copet, dan sebagainya.

          Sebagai akhir tulisan kami, kami serukan agar para pemimpin negara bersikap korect [sic!] dan sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas-tugas, demi kemajuan negara kita yang keadaan tertib hukumnya telah sempat diobrak-abrik pada jaman Orla.

          (Kompas, 10 April 1970)

          Nah, itulah sekelumit penjelasan mengenai pengertian dan contoh paragraf argumentasi. Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih rinci, Anda bisa membaca buku Keraf di atas. Mudah-mudahan ulasan singkat ini bisa membantu Anda memahami paragraf argumentasi sekaligus dengan contohnya. Salam.

          Minggu, 21 Juni 2015

          Pengertian dan Contoh Kata Umum dan Khusus // Kita mungkin pernah mendengar istilah kata umum dan kata khusus di dalam kelas-kelas bahasa Indonesia. Pelajaran tentang tema tersebut sebenarnya sudah banyak disampaikan oleh para guru di sekolah-sekolah. Namun, tak ada salahnya kita belajar kembali di sini. Artikel berikut ini masih tetap saya ambil dari buku "Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi" karangan E. Zaenal Arifin dan S. Amran Tasai, dicetak oleh Akapress, Jakarta, tahun 2010.


          Pengertian Kata Umum dan Khusus


          Kata ikan memiliki acuan yang lebih luas daripada mujair atau tawes. Ikan tidak hanya mujair atau tidak hanya tawes, tetapi ikan terdiri atas beberapa macam, seperti gurame, lele, sepat, tuna baronang, nila, ikan koki, dan ikan mas. Sebaliknya, tawes pasti tergolong jenis ikan; demikian juga gurame, lele, sepat, tuna, dan baronang pasti merupakan jenis ikan. Dalam hal ini, kata yang acuannya lebih luas disebut kata umum, seperti ikan, sedangkan kata yang acuannya lebih khusus disebut kata khusus, seperti gurame, lele, tawes, dan ikan mas.

          Baca Juga: Pengertian dan Contoh Kalimat Efektif
                           Cara Menulis Resensi Buku

          Kata umum disebut superordinat, kata khusus disebut hiponim.

          Contoh kata bermakna umum yang lain adalah bunga.  Kata bunga memiliki acuan yang lebih luas daripada mawar. Bunga bukan hanya mawar, melainkan juga ros, melati, dahlia, anggrek, dan cempaka. Sebaliknya, melati pasti sejenis bunga; anggrek juga tergolong bunga, dahlia juga merupakan sejenis bunga. Kata bunga yang memiliki acuan yang lebih luas disebut kata umum, sedangkan kata dahlia, cempaka, melati, atau ros memiliki acuan yang lebih khusus dan disebut kata khusus.

          Baca Juga: Contoh Daftar Riwayat Hidup
                           Contoh Surat Lamaran Kerja

          Pasangan kata umum dan kata khusus harus dibedakan dalam pengacuan yang generik dan spesifik.

          Sapi, kerbau, kuda, dan keledai adalah hewan-hewan yang termasuk segolongan, yaitu golongan hewan mamalia. Dengan demikian, kata hewan mamalia bersifat umum (generik), sedangkan sapi, kerbau, kuda, dan keledai adalah kata khusus (spesifik).

          Nah, itulah sekilas penjelasan mengenai pengertian dan contoh kata umum dan kata khusus. Walau singkat, mudah-mudahan artikel ini bisa membantu Anda yang sedang belajar tata bahasa Indonesia. Salam.

          Refferensi : http://jaddung.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-dan-contoh-kalimat-efektif.html

          Sabtu, 20 Juni 2015

          Pengertian dan Contoh Makna Denotatif dan Konotatif | Dalam bahasa Indonesia, kita sering mendengar pelajaran mengenai makna konotatif dan denotatif. Bagi Anda yang belum paham apa itu makna denotatif dan konotatif bisa membaca artikel berikut ini yang saya ambil dari buku �Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi� karangan E. Zaenal Arifin dan S. Amran Tasai (Akapress, 2010).

          Pengertian dan Contoh Makna Denotatif dan Konotatif

          Pengertian Makna Denotatif dan Konotatif

          Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit. Makna wajar ini adalah makna yang sesuai dengan apa adanya. Denotatif adalah suatu pengertian yang dikandung sebuah kata secara objektif. Sering juga makna denotatif disebut makna konseptual. Kata makan, misalanya, bermakna memasukkan sesuatu ke dalam mulut, dikunyah, dan ditelan. Makna makan seperti itu adalah makna denotatif.

          Makna konotatif adalah makna asosiatif, makna yang timbul dari sikap sosial, sikap pribadi, dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. Kata makan dalam makna konotatif untung atau pukul.

          Makna konotatif berbeda dari zaman ke zaman. Ia tidak tetap. Kata kamar kecil mengacu kepada kamar yang kecil (denotatif), tetapi kamar kecil berarti juga jamban (konotatif). Dalam hal ini, kita kadang-kadang lupa apakah suatu makna kata itu denotatif atau konotatif.

          Kata rumah monyet mengadung makna konotatif. Akan tetapi, makna konotatif itu tidak dapat diganti dengan kata lain sebab nama lain untuk kata itu tidak ada yang tepat. Begitu juga dengan istilah rumah asap.

          Baca Juga: Cara Membedakan Fakta dan Opini dalam Tulisan
                           Pengertian dan Contoh Kalimat Efektif Lengkap

          Makna-makna konotatif sifatnya lebih profesional dan operasional daripada makna denotatif. Makna denotatif adalah makna yang umum. Dengan kata lain, makna konotatif adalah makna yang dikaitkan dengan suatu kondisi dan situasi tertentu.

          Contoh:

          Rumah  =  gedung, wisma, graha
          Penonton  =  pemirsa, pemerhati
          Dibuat  = dirakit, dibuat

          Makna konotatif dan denotatif berhubungan erat dengan kebutuhan pemakai bahasa. Makna denotatif ialah arti harfiah suatu kata tanpa ada satu makna yang menyertainya, seangkan makna konotatif adalah makna kata yang mempunyai tautan pikiran, perasaan, dan lain-lain yang menimbulkan nilai rasa tertentu. Dengan kata lain, makna denotatif adalah makna yang bersifat umum, sedangkan makna konotatif lebih bersifat pribadi dan khusus.

          Kalimat di bawah ini menunjukkan hal itu.
          Dia adalah wanita cantik (denotatif)
          Dia adalah wanita manis (konotatif)

          Kata cantik lebih umum daripada kata manis. Kata cantik akan memberikan gambaran umum tentang seorang wanita. Akan tetapi, dalam kata manis terkandung suatu maksud yang lebih bersifat memukau perasaan kita.

          Nilai kata-kata itu dapat bersifat baik dan dapat pula bersifat jelek. Kata-kata yang berkonotasi jelek dapat kita sebutkan seperti kata tolol (lebih jelek daripada bodoh), mampus (lebih jelek daripada mati), gubuk (lebih jelek daripada rumah). Di pihak lain, kata-kata itu dapat pula mengandung arti kiasan yang terjadi dari makna denotatif referen lain. Makna yang dikenakan kepada kata itu dengan sendirinya akan ganda sehingga kontekslah yang lebih berperan dalam hal ini.

          Perhatikan kalimat di bawah ini.
          Sejak dua tahun yang lalu ia membanting tulang untuk memperoleh kepercayaan masyarakat.

          Kata membanting tulang (makna denotatif adalah membanting sebuah tulang) mengandung makna �bekerja keras� yang merupakan sebuah kata kiasan. Kata membanting tulang dapat kita masukkan ke dalam golongan kata yang bermakna konotatif.

          Baca Juga: Cara Menggunakan Kata "Masing-Masing" dan "Tiap-tiap"
                           Contoh Paragraf Deskripsi

          Kata-kata yang dipakai secara kiasan pada suatu kesempatan penyampaian seperti ini disebut idiom atau ungkapan. Semua bentuk idiom atau ungkapan tergolong dalam kata yang bermakna konotatif. Kata-kata idiom atau ungkapan adalah sebagai berikut:

          Keras kepala, panjang tangan, sakit hati

          Nah, itulah penjelasan mengenaik pengertian dan contoh makna denotatif dan konotatif. Semoga penjelasan di atas bisa membantu Anda memahami apa yang dimaksud. Bila terdapat kekeliruan atau pertanyaan, bisa menuliskannya di kolom komentar di bawah postingan ini. Dan jika ingin membaca secara banyak hal mengenai tata bahasa, bisa membeli buku di atas. Salam.