Tampilkan postingan dengan label Vape. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vape. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 April 2017

Penelitian Tentang Vape (rokok elektrik) -Vaporizer atau vape adalah alat sederhana yang dapat menyalurkan nikotin melalui sistem kerja baterai ke dalam tubuh manusia. Nikotin dalam berbagai macam dosis dihisap oleh pengguna melalui tabung. Kebanyakan vaporizer terdiri dari beberapa konten: sebuah baterai litium yang dapat diisi ulang, sebuah atomizer (yang memanaskan cairan sehingga tercipta uap), dan sebuah tabung (Salmon, 2009).

Saat ini, menggunakan vaporizer merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan sebagai pengganti rokok, karena vape tidak mengandung tar dan karbonmonoksida yang terkandung di rokok tembakau, tetapi tetap mengandung senyawa nikotin yang dapat diturunkan dosisnya hingga dosis 0 miligram (Garner, 2014).

Meskipun jumlah bahan kimia yang ditemukan di rokok elektrik lebih sedikit dibanding rokok tembakau, chromium dan nikel ditemukan 4 kali lipat lebih banyak dalam beberapa jenis liquid vaporizer dibanding rokok tembakau (Saffari & Daher, 2014). Liquid vaporizer dan voltase pada baterai memiliki komponen yang berbahaya dan akan semakin berbahaya pada device yang memiliki high-voltage (Kosmider, 2014).

Beberapa studi telah dilakukan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan vaporizer dan rokok tradisional. Didapatkan hasil bahwa pengguna vaporizer mengatakan bahwa vaporizer membantu mereka untuk berhenti atau mengurangi kebiasaan merokok mereka (Brown, 2014).
Dalam penelitiannya Indra et., al. (2015) yang berjudul Gambaran Psikologis Perokok Tembakau Yang Beralih Menggunakan Rokok Elektrik (Vaporizer)Empat dari lima responden menunjukkan persepsi bahwa vaporizer aman, nyaman, dan lebih sehat yang kemudian diterjemahkan oleh peneliti dalam kategori persepsi positif. Robbins (2002) mengemukakan bahwa persepsi positif merupakan penilaian individu terhadap suatu objek atau informasi dengan pandangan yang positif atau sesuai dengan yang diharapkan dari objek yang dipersepsikan atau dari aturan yang ada. Penyebab munculnya persepsi positif seseorang karena adanya kepuasan individu terhadap objek yang menjadi sumber persepsinya, adanya pengetahuan individu, serta adanya pengalaman individu terhadap objek yang dipersepsikan.

Hasil penelitian Indra et., al. (2015) didukung oleh penelitian Pearson (2011) yang berjudul “E-cigarette awareness, use, and harm perceptions in US adults” yang menyebutkan bahwa rata-rata orang kulit putih, perokok tembakau, anak-anak muda, dan tamatan sekolah menengah atas atau diploma memiliki persepsi bahwa vaporizer lebih aman dibanding rokok tembakau.

Selain itu Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Choi (2012) yang berjudul “Characteristics associated with awareness, perceptions, and use of electronic nicotine delivery systems among young US midwestern adults” menyatakan bahwa 44.5% setuju bahwa vaporizer dapat membantu orang berhenti merokok tembakau, 42.8% setuju jika vaporizer lebih sedikit mengandung racun dibanding rokok tembakau, dan 26.3% setuju vaporizer lebih sedikit membuat kecanduan dibanding rokok tembakau.

Penelitian yang dilakukan Dawkins (2013) yang berjudul “Vaping profiles and preferences: An online survey of electronic cigarette users” yang mengatakan vaporizer secara umum sangat menyenangkan digunakan. Penelitian yang dilakukan McQueen (2011) juga menyebutkan bahwa respondennya mengatakan manfaat dari vaporizer bagi mereka lebih membuat mereka senang dengan bau dan biayanya ditambah lagi pernapasan mereka semakin membaik dibanding saat merokok tembakau.

Sumber: 
Brown, J. (2014). Real-world effectiveness of e-cigarettes when used to aid smoking cessation: a cross-sectional population study. Addiction, 109, 1532
Choi. (2012). Characteristics associated with awareness, perceptions, and use of electronic nicotine delivery systems among young US midwestern adults. American Journal of Public Health
Dawkins. (2013). Vaping profiles and preferences: an online survey of electronic cigarette users. Addiction, 1115-1125
Garner, C. (2014). A brief description of history, operation and regulation. E- Cigarette Task Force.
Indra M. F., Hasneli N. Y. dan Utami S. 2015. Gambaran Psikologis Perokok Tembakau Yang Beralih Menggunakan Rokok Elektrik (Vaporizer). Program Studi Ilmu Keperawatan. Universitas Riau.
Kosmider, L. (2014). Carbonyl compounds in electronic cigarette vapors-effects of nicotine solvent and battery output voltage. Oxford Journals.
Pearson. (2011). E-cigarette awareness, use, and harm perception in US adults. American Journal of Public Health
Robbins. (2002). Prinsip-prinsip perilaku organisasi. Jakarta: Erlangga
Saffari, A., & Daher, N. (2014). Particulate metals and organic compounds from electronic and tobacco-containing cigarettes: Comparison of emission rates and secondhand exposure.Environmental Science: Processes & Impacts, 2259-2267.
Salmon, M. (2009). The facts about electronic cigarettes. Electronic Cigarette Association, 4

Rabu, 19 April 2017

Wismec rx 2/3 merupakan inovasi dari wismec 200 dan 200s. Sekilas bentuknya masih sama dengan wismec 200 dan 200s. Cuma yang membedakannya lebih tinggi dari yang sebelumnya dan tombol button up dan button downnya bentuknya berbeda. Kalau soal chip nya kayaknya masih menggunakan chip yang sama. Jadi langsng saja kita bahas kelebihan dan Kekurangan wismec rx2/3. 

Kelebihan Wismec rx2/3 :
  1. Bisa sesuka hati mau menggunakan 2 baterai atau 3 baterai.
  2. Di bandingkan dengan mod yang menggunakan 1 baterai, wismec 2/3 ini lebih unggul kalau di buat berpergian karena mempunyai 3 baterai. Jadi lebih awet. Bisa digunakan 2-3 hari. Kalau yang 1 baterai cuma sehari doang. 
  3. Fitur yang diberikan sudah lengkap seperti temperatur sensing maupun terdapat fitur preheat. 
  4. Performa juga sudah lumayan, delay nya gak parah-parah amat. 
  5. Terdapat 4 fan hole, jadi anda tidak perlu khawatir terjadinya over heat. 
  6. Pin konektornya menggunakan gold plate. Jadi pembakarannya sempurna. 
  7. Layarny lebar bila di banding dengan wismec rx 200. 
  8. Dengan harga yang bisa dikatan murah dibandingkan dengan mod chip DNA. Wismec rx 2/3 ini bisa di upgrade sampai 250 watt. Jadi mendukung untuk main dengan ohm yang rendah. 
  9. Bisa buat nglempar maling kalau ada keadaan darurat. 

Kekurangan Wismec rx2/3 :

  1. Cat nya gampang lecet maupun ngelupas
  2. Penutup baterainya ribet, gak kaya pendahulunya yang pakai magnet dan apabila anda menggunakan 2 baterai, untuk memasang penutup baterainya ini anda perlu lebih teliti, karena agak susah. Jadi posisinya harus benar-benar pas. 
  3. Banyak keluhan tentang terjadinya check bateray akibat dari putusnya kabel di dalam mod. 
  4. Kalau menggunakan 3 baterai lumayan berat. 
  5. Pin konektornya gampang lemah. Jadi jangan sering gonta ganti atomizer.
  6. Demikian artkel tentang kelebihan dan kekurangan wismec rx2/3. Semoga dapat menjadi pertimbangan dalam membeli mod terbaru anda. Apabila anda ingin menambahkan, silahkan tuliskan pada kolom komentar di bawah ini.

Selasa, 18 April 2017

Perbedaan istick pico clone dan authentic 

1. Firmware

Untuk yang versi authentic tentu firmwarenya bisa di upgrade/ update dan mendapatkan suport. Sedangkan untuk yang clone firmwarenya tidak bisa di upgrade. Kalau itu mod istick pico yang clone bisa di upgrade berarti itu si tukang clone orang genius dan perusahaan eleaf nya kecolongan. Tetapi kemngkinan tidak mungkin. Sudah tahu kan cara upgradenya? Kalau belum tahu kapan-kapan saya buatkan tutorialnya.

2. Authentication Code
Dalam paket pembelian istick pico ini pastinya terdapat box buat wadah mod dan peralatan yang lainnya. Nah dalam box tersebut terdapat stiker yang bisa di gosok (security code) Setelah muncul itu kode kemudian masukkan ke situsnya eleaf di bawah ini.

Check istick pico clone atau oten Nanti kalau kode anda salah atau istick pico anda clone akan muncul tulisan atau pemberitahuan “The security code you are searching does not exist!
Please enter the correct security code, not serial number!”

3. Bahan Pembuatan

Bahan yang digunakan dalam pembuatan mod ini untuk yang clone dan authentic kata teman-teman grup itu berbeda. Saya kurang tahu bahan apa yang digunakan, tetapi bahan yang digunakan ini akan mempengaruhi panas yang timbul akibat pemakian. Jadi kalau yang clone ituu cepat panas sedangkan yang authentic tetap stabil (Dengan penggunaan yang sama ya). Kalau di pakai chain vaping ya bakalan cepat panas.

4. Finishing Dan Quality Control
Untuk yang clone finishing/ detail kurang rapi. Kadang cat nya mudah ngelupas, permukaanya kasar. Ukurannya kadang juga tidak simetris. Di pasang atomizer kadang gak rapat dengan modnya. Tombol firingnya gak enak, ketika di pencet keras/ kadang gak kembali ke posisi semula. Berbeda dengan yang authentic, pastinya lebih bagus. Hal ini di penngauhi oleh quality control dari perusahaan tersebut. Kalau yang clone pastinya quality controlnya tidak ketat. Jadi hasilnya pun Cuma asal-asalan. Ada yang bagus mirip dengan aslinya ada juga yang banyak cacatnya.

5. Performa
Kalau soal performa bisa dikatakann 11-12, tergantung dari keburuntungan anda. Kenapa kok gitu? Ya iyalah, walaupun mod clone tetap saja si tukang clone juga ingin membuat mod ini persis seperti aslinya agar laris manis di pasaran. Kembali lagi soal quality control di atas, karena quality control dari produk clone ini tidak seketat yang authentic jadi ada juga produk yang cacat tetap masuk pasaran. Jadi ya itu tadi, 11-12.

Terimakasih.