Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Mei 2012


Manusia Dan Harapan
Pengertian harapan
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, bearti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkunagn hidup, dan kemampuan masing-masing. Misalnya, Budi yang mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunya harapan untuk membeli mobil. Sorang yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti pribahasa �Si pungguk merindukan bulan�
Berhasil atau tidaknya harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan.
Berbagai Kepercayaan Dan Usaha Meningkatkannya
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas:
1.Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa . Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
2.Kepercayaan kepada orang lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya terhadap kata hatinya,perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu percaya karena ucapannya.Misalnya orang yang berjanji sesuatu harus dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.
3.Kepercayaan kepada pemerintah
Berdasarkan pendanagn teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir.Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati. Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung diakruniai kewibawaan oelh Tuhan, sebab langsung dipilih oelh Tuhan pula (kerajaan)
Pangdangan demokratis mengaatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat,( kewibawaan pun milik rakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak bearti. Orang mempunyai arti hanya dalam masyarakat, negara.Hanya negara sebagai keutuhan(totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu disebut negara totaliter, satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara, manusia perorangan tidak mepunyai hak, ia hanya mempunyai kewajiban(negara didaktor)
Jelaslah bagi kita , baik teori atau pandangan teokratis ataupun demokratis negara atau pemerintah itu benar, karena Tuahn adalah sumber kebenaran. Karena itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara percara kepada negara/pemerintah.
4.Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu samat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oelh Tuhan. Kepercayaan bearti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali peghubung yang mengalirkan daya kekuataannya. Oelh karena itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan konsekoensinya tiap-tiap uamt beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.
Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya .
Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi, dan lingkungan. Usaha itu diantara lain:
1.Meningkatkan ketaqwaan kita dnegan jalan meningkatkan ibadah
2.Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
3.Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan sebagainya
4.Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
5.Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya. 

Kamis, 24 Mei 2012


Manusia Dan Tanggung Jawab
Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagaiperwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Macam-Macam Tanggung Jawab
1.Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menurut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
2.Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluaraga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami-istri.ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan.
3.Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidupm tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahkluk sosial
4.Tanggung jawab kepada Bangsa/Negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara.Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semuanya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus betanggung jawab kepada negara.
5.Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang di tuangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama.

Jumat, 27 April 2012


Manusia dan Pandangan hidup
Pengertian Pandangan Hidup
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup, Pandangan hidup ini bersifat kodarti. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui  kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai penganan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang di sebut pandagan hidup.
Pandagan hidup berdasarkan asalnya ada 3:
1.Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hiudp yang mutlak kebenarannya.
2.Pandangan hidup yang berupa ideologi yang di sesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
3.pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik
1.Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini menganal apa itu pandangan hidup.
2.Mengerti
Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti di sini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri.
3.Menghayati
Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri.

4.Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akherat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu.
5.Mengabdi
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakinni sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain dengan mengabdi maka kita akan merasakan kepada orang lain.
Manusia dan Keadilan
Pengertian Keadilan.
Keadlian menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua Ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila keuda orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan , maka masing-masing orang akan menerimabagian yang tidak sama., sedangkan pelanggaran terhadap proporsi tersebut berarti ketidak adilan.
Keadialn oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
Lain lagi pendapat Socrates yang memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan pada pemerintah, sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat.
Kong Hu Cu berpendapat lain : Keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
Berdasarkan kesadaran etis, kita diminta untuk tidak hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban. Jika kita hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban, maka sikap dan tindakan kita akan mengarah pada pemerasan dan memperbudak  orang lain. Sebaliknya pula jika kita hanya menjalankan kewajiban dan lupa menuntut hak , maka kita akan mudah diperbudak atau diperas orang lain.
Sebagai contoh, seorang karyawan yang hanya menuntut hak kenaikan upah tanpa meningkatkan hasil kerjanya tentu cenderung disebut memeras. Sebaliknya pula, seorang majikan yang terus menerus menggunakan tenaga orang lain tanpa memperhatikan kenaikan upah dan kesejahteraannya, maka perbuatan itu menjurus kepada sifat memperbudak orang atau pegawainya. Oleh karena itu, untuk memperoleh keadilan, misalnya, kita menuntut kenaikan upah, sudah tentu kita harus berusaha meningkatkan prestasi kerja kita. Apabila kita menjadi majikan, kita harus memikirkan keseimbangan kerja mereka dengan upah yang diterima
Keadilan Sosial
Berbicara tenntang keadilan. Anada tentu ingat akan dasar negara kita ialah Pancasila. Sila kelima Pancasila berbunyi : �keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.� Dalam dokumen lahirnya Pancasila diusulkan oelh Bung Karno adanya prinsip kesejahteraan sebagai salah satu dasar negara. Selanjutnya prinsip itu dijelaskan sebagai prinsip � tidak ada kemiskinan di dalam Indonesia Merdeka�.Dari usul dan penjelasan itu nampak adanya pembauran pengertian kesejahteraan dan keadilan.
Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni:
1.Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasna kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2.Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3.Sikap suka memberi pertolonggan kepada orang yang memerlukan
4.Sikap suka bekerja keras
5.Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaar untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama
Berbagai macam keadilan
1.Keadilan Legal atau Keadilan Moral
2.Keadilan Distributif
3.Keadilan Komutatif

Jumat, 13 April 2012


Manusia dan Penderitaan
Pergertian penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan .penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin
Kekalutan mental
Perderitaan dalam ilmu psikologi dikenal sebagi kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapai persoalan yang harus diatasi shingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Gejala-gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah:
a.Nampak pada jasmani yangs ering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
b.Nampak pada kejiwaannya  dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahapp-tanam gangguan kejiwaan adalah:
a.Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya
b.usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dirinya salah: pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan bila menghadapi persoalan. Justru lekas memecahkan problemnya, shingga tidak menekan perasaanya.jadi bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan.
c.kekalutan merupakan titik patah( mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan
sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut:
a.Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
b.Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi
c.Cara pematangan batinn yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial
proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorong ke arah
a.Positif: trauma(luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usahan agar tetap survive dalam hidup
b.Negatif: trauma yang dialami diperlarutkan atau diperturukan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.
Bentuk-bentuk frustasi:
1.Agresi
2.Regresi
3.Fiksasi
4.Proyeksi
5.Indentifikasi
6.Narsisme
7.Autisme 

Manusia Dan Keindahan
Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya  bagus,permai,cantik,elok,molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sidat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah,tatanan,peraqbot rumah tangga, suara, warna, dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sanagat luas, seluas keanekaragaman manusia  dan sesuai pula dnegan perkembangan peradaban teknologi, sosial dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan , bahwa keindahan merupakan  bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapanpun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya  tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran bearti tidak indah. Karena itu tiruan lukisan monalisa tidak indah, karena tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang di ungkapkan.
Keindahan juga bersifat universal. Artinya tidak terikat olehh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
Keindahan memiliki perbedaan dalam beberapa arti yaitu:
*Keindahan dalam arti yang luas
*Keindahan dalam arti estetis murni
*Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang di dalamanya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah.orang Yunani dulu berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal perngertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya �symmetria� untuk keindahan berdasarkan penglihatan( Misalnya pada karya pahat dan arsitektur) dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendenganran(musik). Jadi Pengertian Keindahan yang seluas-luasnya meliputi:
-Keindahan Seni
-Keindahan Alam
-Keindahan Intelektual
Keindahan dalam estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.
Beberapa alasan manusia(seniman) menciptakan keindahan.
-Tata nilai yang telah usang
-Kemerosotan Zaman
-Penderitaan manusia
-Keagungan Tuhan

Jumat, 30 Maret 2012


Manusia dan Cinta Kasih

*Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa hangat suka (kepada)atau (rasa) sayang (Kepada),ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya.Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu  cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Adapun pengaruh yang ditimbulakn oleh cinta menengah ini akan nampak jelas hasilnya. Jika bukan sisebabkan perasaan kasih sayang yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati, sepasang suami istri, tentu tidak akan terbentuk suatu keluarga, tak akan ada keunturunan, tak akan terwujud asuhan, bimbingan, dan pendidikan terhadap anak.Cinta tingkat terendah adalah cinta yang plaing keji, hina dan merusak rasa kemanusiaan.Karena itu adalah cinta rendahan. Bentuknya beraneka ragam misalnya:
1.Cinta kepada Thagut. Thagut adalah syetan, atau sesuatu yang di sembah selain Tuhan.Dalam surat Al Baqarah, Allah berfirman :
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka menciantai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.
2.Cinta bersadarkan hawa nafsu                          
3.Cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada orang tua, anak, istri, perniagaan dan tempat tinggal.
*Cinta Menurut Ajaran Agama
Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan agama. Tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendambakan tegaknya cinta dalam kehidupan ini. Di satu pihak, cinta didengunngkan lewat lagu dan organisasi perdamaian dunia, tetapi pihak lain dalam praktek kehidupan cinta sebagai dasar kehidupan jauh dari kenyataan. Atas dasar ini , agama memberikan ajaran cinta kepada manusia.

-Cinta diri
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri.
-Cinta kepada sesama manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya.
-Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual.
-Cinta kebapakan
Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-anaknya, maka para ahli ilmu jiwa modeern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya kepada anak-anaknya, karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebangaan, dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia.
-Cinta kepada Rasul
Cinta kepada rasul, yang diutus Alaah sebagai ramah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya. Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai Rasulullah yang telah menanggung derita dakwah Islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga Islam tersebar di seluruh penjuru dunia , dan membawa kemanusiaan dari kekelaman kesesatan menuju cahaya petunjuk.
*Kasih Sayang
Kasih sayang biasanya dalam hubugan keluarga atau terhadap pasangan hidupnya
Dalam kekeluargaan ada beberapa  macam kasih sayang yang dapat mempengaruhi anaknya yaitu:
-      Orangtua bersifat aktif, si anak bersifat pasif
-      Orangtua bersifat pasif,si anak bersifat aktif
-      Orangtua bersifat pasif,si anak bersifat pasif
-      Orangtua bersifat aktif,si anak bersifat aktif
 *Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab.
Kemesraan ialah hubungan ayang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.
*Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

Senin, 26 Maret 2012

Manusia Dan Kebudayaan.

Manusia dan kebudayaan merupakaqn dua hal yang sangat erat terkait satu sama lain. Pertama-tama apa itu manusia ?.
*Manusia
Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang unik, dan dapat di pandang dari banyak segi.
Dalam ilmu eksakta menusia memiliki banyak arti.
1.Ilmu kimia
Manusia di pangdang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia.
2.Ilmu fisika
Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi.
3.Biologi
Manusia merupakan mahluk boilogis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia.
4.Ilmu ekonomi
Manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering di sebut homo economicus.
5.Sosiologi
Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapet berdiri sendiri.
6.Politik
Manusia adalah mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan.
7.Filsafat
Manusia adalah mahluk berbudaya, sering di sebut homo-humanus.


B. Hakekat manusia
1.Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
2.Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainya.
3.Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
4.Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat kerena kemampuan bekerja dan berkarya.

C. Budaya
Budaya memiliki berbagai macam definisi yang telah dipikirkan oleh sarjana-sarjana bidang sosial budayal dari seluruh dunia.
Dua antropolog terkemuka yaitu Melville J.Herkovits dan Bronislaw Maliinowski mengemukakan bahwa  Cultural Determinism bearti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang di miliki masyarakat tersebut. Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, karena kebudayaan yang turun menurun dari generasi ke generasi hidup terus.Walaupun orang-orang menjadi anggotamasyarakat senantiasa silih berganti disebabkan kematian dan kelahiran.Pengertian kebudayaan meliputi bidang yang luasnya seolah-olah tidak ada batasnya. Dengan demikian sukar sekali untuk mendapatkan pembatasan pengertian atau definisi yang tegas dan terinci yang mencangkup segala sesuatu yang seharusnya termasuk dalam pengertian tersebut.Dalam perngertian shari-hari istilah kebudayaan sering diartikan sama dengan kesenian, terutama seni suara dan seni tari.
Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal.Dalam bahasa latin, kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai �segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi(pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya:, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lungkungannya�.Budaya dapat pula diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari, mangcu pada pola-pola perilaku yang ditularkan secara sosial, yang merupakan kekhususan kelompok sosial tertentu(Keesing,jilid I, 1989; hal 68).
Kebudayaan dengan demikian mencakup segala aspek kehidupan manusia, baik yang sifatnya material, seperti peralatan-peralatan kerja dan teknologi, maupun yang non-material, seperti nilai kehidupan dan seni-seni tertentu.
Seorang antropolog yaitu E.B.Taylor (1871) mendefinisikan kebudayaan yaitu Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral,hukum, adata istiadat dan kemampuan kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

D. Unsur-unsur kebudayaan
1.Unsur Religi
Merupakan produk manusia sebagai hommo religius. Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang maha besar. Karena itu manusia takut, sehingga menyembahnya dan lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama.
2.Unsur organisasi kemasyarakatan
Merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah, namun memiliki akal, maka di susunlah organisasi kemasyarakatan dimana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
3.Unsur pengetahuan
Merupakan produk manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan dapat di peroleh dari pemikiran sendiri, di samping itu dapat juga dari orang lain. Kemampuan manusiamengingat-ingat apa yang telah diketahui kemudian menyampaikannya kepada orang lain melalui bahasa, menyebabkan pengetahuan menyebar luas. Lebih-lebih bila pengetahuan itu dibukukan, maka penyebarannya dapat di lakukan dari satu generasi ke generasi bberikutnya.
4.Unsur mata pancaharian Hidup dan sistem-sistem ekonomi
Merupakan produk manusia sebagai homoecominicus menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umun terus meningkat.
5. Unsur Teknologi dan Peralatan
Merupakan produk dari manusia sebagai homo faber. Bersumber dari pemikirannya yang cerdas dan dibantu dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu dengan erat, manusia dapat membuat dan mempergunakan alat.Dengan alat-alat ciptaannya itulah manusia dapat lebih mampu mencukupi kebutuhannya daripada binatang.
6.Unsur Bahasa
Merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens. Bahasa manusia pada mulanya diwujudkan dalam bantuk tanda (kode) yang kemudian disempurnakan dalama bentuk bahasa lisan, dan akhirnya menjadi bentuk bahasa tulisan.
7.Unsur Kesenian
Merupakan hasil dari manusia sebgaia homo aesteticus. Setelah manusia dapat mencukupi kebutuhan fisiknya, maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya untuk dipuaskan. Manusia bukan lagi semata-mata memenuhi kebutuhan isi perut saja, mereka juga perlu pandangan mata yang indah, suara yang merdu, yang semuanya dapat dipenuhi melalui kesenian.
E. Ikatan Manusia dan Kebudayaan
Secara sederhana hubungan anatara manusia dan kebudayaan adalah: manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia.
Dari sisi lain hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antar manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terikat satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu:
1.Eksternalisasi , yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dnegan membangun dunianya. Melalui eksternalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatana manusia.
2.Obyektivitas, yaitu proses dimana  masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranta sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.
3.Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali kemasyarakatanya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang di bentuk oleh masyarakat.
Apabila manusia melupakan bahwa masyarakat adalah ciptaan manusia dia kaan menjadi terasing atau tealinasi (Berger, dalam terjemahan M.Sastrapratedja. 1991;hal:xv)
Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oeleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama yang lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya harus menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebih cermat.