Tampilkan postingan dengan label Seputar Bhs Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Bhs Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Maret 2017

Seputar Pengertian Antonim Serta Contoh dan Jenisnya. Apa itu Antonim. Berikut adalah penjelasan tentang pengertian/ definisi antonim serta Contoh dan jenis antonim berdasarkan sifatnya.

Definisi Antonim

Pengertian Antonim adalah suatu kata yang berlawanan makna dengan kata lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata.

Menurut Saeed Pengertian Antonim adalah kata-kata yang maknanya beroposisi Dengan kata lain, antonim merupakan kata-kata yang maknanya berlawanan.

Seputar Pengertian Antonim Serta Contoh dan Jenisnya

Contoh Kata Antonim

  1. Besar berantonim dengan kecil
  2. Mudah berantonim dengan sukar
  3. Bagus berantonim dengan buruk
  4. Besar berantonim dengan kecil
  5. Membeli berantonim dengan menjual
  6. Lebar berantonim dengan sempit
  7. Tinggi berantonim dengan rendah
Hubungan antonim berlaku timbal-balik. Artinya, kita dapat mengatakan bahwa mudah adalah antonim dari sukar, ataupun sebaliknya, sukar adalah antonim dari mudah.

Bila pasangan antonim bermakna kuantitas tertentu, khususnya ukuran, biasanya ada kutub yang positif seperti tinggi, lebar, dan besar serta kutub yang negatif seperti rendah, sempit, dan kecil. Bila hubungan antonim ditiadakan demi suatu pengungkapan yang lebih umum, misalnya kuantitas saja maka hubungan keantoniman di netralisasi kan, seperti dalam tuturan berikut : uang sebesar (bukan sekecil) seratus Rupiah; dinding setinggi (bukan serendah) satu meter; gang selebar (bukan sesempit) hanya satu meter saja.

Jenis Antonim Berdasarkan Sifatnya

  1. Antonim mutlak, yaitu antonim yang mengemukakan pertentangan makna kata-kata secara mutlak. Misalnya, antonim kata gerak dengan diam. Sesuatu yang (ber)gerak tentu tidak dalam keadaan diam; dan sesuatu yang diam tentu tidak dalam keadaan bergerak. Kedua proses ini tidak dapat berlangsung bersamaan, tetapi secara bergantian.
  2. Antonim kutub, yaitu antonim yang mengemukakan pertentangan makna kata-kata tidak secara mutlak, tetapi secara gradasi. Artinya, terdapat tingkat- tingkat makna pada kata-kata yang bertentangan tersebut. Contohnya antonim kata kaya dan kata miskin. Orang yang tidak kaya belum tentu merasa miskin, dan begitu juga orang yang tidak miskin belum tentu merasa kaya.
  3. Antonim hubungan, yaitu antonim yang mengemukakan makna kata-kata yang bersifat saling melengkapi atau bersifat relasional. Artinya, kehadiran kata yang satu karena ada kata yang lain yang menjadi oposisinya. Misalnya, kata menjual berantonim dengan kata membeli. Kata menjual dan membeli walaupun maknanya berlawanan, tetapi proses kejadiannya berlaku serempak. Proses menjual dan membeli terjadi pada waktu yang bersamaan, sehingga bisa dikatakan tak akan ada proses menjual jika tidak ada proses membeli.
  4. Antonim hierarkial, yaitu antonim yang mengemukakan makna kata-kata berupa deret jenjang atau tingkatan. Oleh karena itu, kata-kata yang beroposisi hierarkial adalah kata-kata berupa nama satuan ukuran, nama satuan hitungan dan penanggalan, nama jenjang kepangkatan dan sebagainya. Umpamanya kata meter berantonim hierarkial dengan kata kilometer karena berada dalam deretan nama satuan yang meyatakan ukuran panjang.

Selasa, 07 Maret 2017

Seputar Pengertian Sinonim. Apa yang dimasud dengan sinonim..? berikut adalah penjelasan seputar pengertian / definisi Sinonim, Kelompok Sinonim, serta Penyebab terjadinya perbedaan terhadap sinonim.

Seputar Pengertian Sinonim

Definisi Sinonim

Pengertian Sinonim adalah merupakan suatu kata yang mempunyai bentuk berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinomin dapat juga disebut sebagai persamaan kata atau padanan kata.

Menurut Saeed pengertian sinonim adalah merupakan kata-kata fonologis berbeda yang memiliki makna yang sama atau sangat mirip. Misalnya, kata bunga, kembang dan puspa secara fonologis berbeda, tetapi memiliki makna yang sama, yaitu sama-sama menyatakan bunga.

Untuk mendefinisikan sinonim, ada tiga batasan yang dapat dikemukakan
  1. Kata-kata dengan acuan ekstralinguistik yang sama, misalnya kata mati dan mampus;
  2. Kata-kata yang mengandung makna yang sama, misalnya kata memberitahukan dan kata menyampaikan; dan
  3. Kata-kata yang dapat disubstitusi dalam konteks yang sama, misalnya �Kami berusaha agar pembangunan berjalan terus� dan �Kami berupaya agar pembangunan berjalan terus�. Kata berusaha bersinonim dengan kata berupaya.

Kelompok Sinonim

  1. Sinonim absolut. adalah relasi makna antara dua kata atau lebih yang sama dalam semua konteks. Dalam sebuah bahasa, kata-kata yang bersinonim absolut biasanya sangat jarang ditemukan.
  2. Sinonim proposisional adalah relasi makna antara dua kata atau lebih yang dapat bersubstitusi dalam sejumlah ekspresi tanpa menimbulkan perbedaan makna. Dalam sinonim proposisional, perbedaan terjadi pada aspek tingkat makna ekspresif, stilistik dan medan pembicaraan. Misalnya isteri dan bini, saya dan aku, buat dan bikin.
  3. Sinonim dekat adalah relasi makna antara dua kata atau lebih yang sebagian makna yang dimilikinya sama, misalnya cantik dan ayu, besar dan luar biasa, buta dan rabun.

Penyebab terjadinya perbedaan pada sinonim

  1. Perbedaan karena dialek atau kebiasaan setempat, misalnya dalam dialek Jakarta terdapat bentuk gue, kita dalam dialek Manado, dan saya dalam bahasa Indonesia. Kata aku dan saya juga merupakan dua kata yang bersinonim tetapi kata aku hanya dapat digunakan untuk teman sebaya dan tidak dapat digunakan kepada orang yang lebih tua atau yang status sosialnya lebih tinggi.
  2. Perbedaan pada pemakaian, misalnya kata mati dan meninggal. Kata mati digunakan untuk manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan seperti tampak dalam kalimat kambing saya mati kemarin. Kata meninggal biasanya hanya digunakan untuk manusia, misalnya dalam kalimat guru itu meninggal tadi malam.
  3. Perbedaan pada nilai kata, misalnya kata memohon nilainya lebih halus daripada kata meminta; kata bersantap lebih baik daripada kata makan.
  4. Perbedaan berdasarkan kolokial tidaknya kata, misalnya kata ana dan kata saya.
  5. Perbedaan karena hiponim, misalnya kata sapi merupakan hiponim kata binatang.

Jumat, 24 Februari 2017

Pengertian Relasi Makna Serta Jenis Dan Hubungannya. Dalam sebuah bahasa tidak menutup kemungkinan adanya beberapa leksem yang mengacu pada satu obyek atau makna. Hal tersebut dikarenakan adanya relasi makna. Berikut adalah penjelasan seputar pengertian Relasi Makna, Jenis-Jenis Relasi Makna dan Hubungan Relasi Makna.

Pengertian Relasi Makna Serta Jenis Dan Hubungannya

Definisi Relasi Makna

Pengertian Relasi Makna adalah merupakan hubungan atau pertalian antara bentuk bahasa dan barang (hal) yang telah disepakati bersama oleh para pemakai bahasa sehingga dapat saling dimengerti.

Jenis-Jenis Relasi Makna

Beberapa ahli bahasa mengemukakan tentang jenis-jenis relasi makna. Relasi makna terbagi atas tujuh jenis, yang antara lain adalah:
  1. Kesamaan makna (sinonim),
  2. Kebalikan makna (antonim),
  3. Kegandaan makna dalam kata (polisemi),
  4. Ketercakupan makna (hiponim dan hipernim),
  5. Kelainan makna (homonim, homofon, dan homograf),
  6. Kelebihan makna (redudansi), dan
  7. Kegandaan makna dalam frase atau kalimat 

Hubungan Relasi Makna

Hubungan kesesuaian dibagi atas empat hubungan yang lebih kecil sebagai berikut.
  1. Hubungan kesamaan (identity). Hubungan ini biasa disebut kesinoniman, yakni hubungan makna antar unsur leksikal yang bertalian dengan pemilikan ciri makna bersama di antara anggota kehiponiman, misalnya perempuan dengan ibu.
  2. Hubungan peliputan (inklusi). Hubungan ini menunjukkan makna suatu leksem masuk ke dalam makna leksem yang lebih luas, misalnya unggas dengan burung.
  3. Hubungan tumpang tindih (overlap). Hubungan ini terjadi karena adanya pemilikan hiperonim bersama, misalnya sapi berhiponim dengan hewan dan ternak.
  4. Hubungan penolakan (disjunction). Hubungan ini ditandai oleh penolakan anggota yang satu terhadap yang lain, misalnya hubungan pepaya dengan pisang.

Hubungan pertentangan (oppositeness) yang terbagi atas:
  1. Inkompatibilitas adalah relasi makna antara dua kata atau lebih yang tidak mempunyai persamaan makna, tetapi memiliki hiperonim yang sama. Contoh: tikus, kucing, anjing, kuda, dan gajah memiliki relasi inkompatibilitas, tetapi kata-kata tersebut memiliki hiperonim yang sama, yaitu binatang. Inkompatibilitas ini dapat diuji dengan menggunakan kerangka uji �jika sesuatu adalah X, sesuatu itu bukan Y�. Jadi, jika sesuatu itu adalah kucing, itu bukan anjing. Inkompatibilitas adalah relasi makna yang mengekpresikan prinsip disjungsi.
  2. Pertentangan makna (oposisi). Pertentangan makna adalah relasi makna dua kata yang bertolak belakang, misalnya panjang dengan pendek dan besar dengan kecil.