Tampilkan postingan dengan label Scurity/Alarm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Scurity/Alarm. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 September 2014

Rangkaian di bawah ini dapat diaplikasikan sebagai pengaman rumah yang mampu mendeteksi keberadaan seseorang. Rangkaian dilengkapi dengan sensor PIR yang berfungsi sebagai pendeteksi gerakan kemudian sinyal frekuensi tersebut dikuatkan oleh IC LM324 (0,3 - 5 Hz). Output dari penguatan tersebut dihubungkan ke alarm kecil atau bisa juga ditambah relay driver jika ingin output yang lebih besar.

alarm anti maling

Selasa, 11 Juni 2013

Sebuah sirene elektronik ini terbuat dari komponen-komponen sederhana. Saklar push-botton berfungsi untuk membuat suara. Ketika ditekan, nada akan tinggi dan ketika dilepas nada akan rendah.

Dengan nada yang dihasilkan seperti ini mirip dengan sirene mobil polisi di Amerika. Pada keadaan awal, kapasitor 10uF dalam keadaan kosong dan kedua transistor tidak aktif. Ketika pushbotton ditekan, kapasitor 10uF akan terisi muatan melalui resistor 22K. Tegangan ini dialirkan pada kaki basis transistor BC108D yang akan aktif secara perlahan. ketika pushbotton dilepas, kapasitor akan melakukan pengosongan melalui resistor 100K dan 47K dan transistor secara perlahan akan mati. Perubahan tegangan ini mengubah frekuensi sirene.

Berikut ini adalah kinerja osilator:
Ketika transistor BC108B aktif, tegangan kolektor mengalir ke emitor sehingga transistor 2N3702 akan aktif. Ini terjadi dengan sangat cepat (kurang dari 1uS). Kapasitor 22nF akan mengisi muatan secepat mungkin. sebagaimana kapasitor ini terhubung antara kolektor 2N3702 dan basis dari BC108B, transistor segera mencapai tegangan suplai hampir penuh. Arus pengisian kapasitor kemudian banyak berkurang dan oleh karena itu tegangan emitor kolektor 2N3072 meningkat; tegangan kolektor akan turun. perubahan tegangan ini melewati kapasitor 22nF ke basis transistor BC108B menyebabkannya keluar dari titik jenuh. sebagaimana kejadian ini tegangan kolektor akan naik dan menonaktifkan transistor 2N3072 lagi. Ini terus berlangsung hingga transistor off. Kapasitor 22nF kemudian melakukan pengosongan melalui resistor 100K, 22K, saklar pushbotton, baterai 9V, speaker dan resistor 56 ohm. Pengosongan muatan memakan waktu sekitar 5-6 milisekon. Segera setelah kapasitor kosong, transistor BC108B akan aktif kembali dan siklus berulang lagi. Perbedaan tegangan pada kolektor BC108B (yang disebabkan oleh pengisian muatan kapasitor 10uF) mengakibatkan nada sirene berubah. Sebagaimana kapasitor 10uF terisi muatan, suara sirene akan tinggi dan ketika kapasitor melakukan pelepasan muatan, suara sirene akan kecil. Loudspeaker 64ohm bisa digunakan dengan cara menghubungkan speaker 8ohm dan resistor 56ohm secara seri. Nilai-nilai komponen dapat diubah untuk menghasilkan efek suara yang berbeda.

Dalam rangkaian ini drain arus yang mengalir sangat tinggi, sehingga dibutuhkan catu daya yang sesuai. Durasi naik-turunnya nada sirene ditentukan oleh kapasitor 10uF dan resistor 22K. Nilai-nilai ini dapat divariasikan untuk menghasilkan efek suara yang berbeda.

Minggu, 07 April 2013



Rangkaian ini merupakan detektor proses pengisian air pada sebuah penampung. Jika penampung sudah terisi air sesuai dengan level yang diinginkan, maka buzzer akan aktif dan memberikan sinyal berupa suara. Rangkaiannya dapat dilihat di bawah ini.



Detektor level air dibuat dari dua lempeng bahan konduktor, bisa juga kita buat dari tembaga PCB. Sehingga jika kedua lempeng tersebut tersentuh air, maka menyebabkan konduksi pada sensor tersebut. Dengan demikian tegangan 6 Volt dari baterai akan mengalir ke transistor penguat sinyal Q1. Transistor penguat akan memberikan trigger pada transistor Q2 yang merupakan switch elektronis untuk mengaktifkan buzzer.

Ketika transistor Q2 mendapatkan trigger pada kaki bias, arus pada colector mengalir ke emitor. Sehingga buzzer akan mendapatkan ground pada kaki negatifnya (kabel hitam). Dengan demikian buzzer akan aktif dan mengeluarkan sinyal suara.

Source: anykits.com 

Sabtu, 09 Maret 2013

Alarm pengaman jendela yang saya buat merupakan buah dari rasa kesal saya terhadap maling yang tempo hari menyatroni kontrakan. Setelah kejadian itu, terbesit di otak untuk membuat suatu pengaman yang setidaknya dapat memberikan sinyal jika terjadi hal-hal serupa di kemudian hari (buat antisipasi guys...).


Prinsip dasarnya adalah saya menginginkan ada sinyal berupa suara jika jendela rumah terbuka sedikit saja. Sehingga harapannya adalah maling yang tadinya hendak masuk ke rumah menjadi panik dan kabur setelah alarm berbunyi... hehe...
Limit Switch Siemens 3SE3120-0E
Kebetulan saya memiliki limit switch (Siemens 3SE3120-0E) serta mini buzzer bekas yang nganggur, saya manfaatkan kedua komponen tersebut sebagai alat pemberi sinyal berupa suara jika jendela rumah terbuka.
Limit switch merupakan jenis saklar yang dilengkapi dengan katup yang berfungsi menggantikan tombol. Prinsip kerja limit switch sama seperti saklar Push ON yaitu hanya akan menghubung pada saat katupnya ditekan pada batas penekanan tertentu yang telah ditentukan dan akan memutus saat katup tidak ditekan. Limit switch termasuk dalam kategori sensor mekanis yaitu sensor yang akan memberikan perubahan elektrik saat terjadi perubahan mekanik pada sensor tersebut. Penerapan dari limit switch adalah sebagai sensor posisi suatu benda (objek) yang bergerak.
 
Prinsip kerja limit switch diaktifkan dengan penekanan pada tombolnya pada batas/daerah yang telah ditentukan sebelumnya sehingga terjadi pemutusan atau penghubungan rangkaian dari rangkaian tersebut. Limit switch memiliki 2 kontak yaitu NO (Normally Open) dan kontak NC (Normally Close) dimana salah satu kontak akan aktif jika tombolnya tertekan.
(source : elektronika dasar)

Gambar dibawah diasumsikan switch utama dalam keadaan aktif/ON dan katup limit switch dalam keadaan tertekan (jendela tertutup), sehingga kaki NC limit switch menjadi terbuka. Dengan demikian sumber tegangan 6 VDC tidak dapat mengalir ke buzzer. Namun apabila katup limit switch dalam keadaan normal atau tidak tertekan (jendela terbuka), maka tegangan sumber 6 VDC terhubung ke buzzer. Sehingga buzzer akan aktif dan memberikan sinyal suara.
Skema Alarm Pengaman Jendela

Videonya dapat dilihat dibawah.