Tampilkan postingan dengan label Riyadhus Shalihin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Riyadhus Shalihin. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Januari 2013

1. Dari Abu Dzarr Jundub bin Junadah ra., ia bertanya kepada Rasulullah SAW : �Amal apakah yang paling utama ?� Beliau menjawab : �Iman kepada Allah dan berjuang di jalan-Nya.� Saya bertanya : �Memerdekakan budak yang bagaimana yang paling utama ?� Beliau menjawab : �Memerdekakan budak ketika sangat disayang oleh tuannya dan yang paling mahal harganya .� Saya bertanya : �Seandainya saya tidak mampu berbuat yang sedemikian, lalu bagaimana ?� Beliau menjawab : �Kamu membantu orang yang bekerja atau kamu menyibukkan diri agar hidupmu tidak sia-sia.� Saya bertanya lagi : �Wahai Rasulullah, bagaimana jika saya tidak mampu melakukan sebagian pekerjaan itu ?� Beliau menjawab : � Janganlah kamu berbuat kejahatan kepada sesama manusia, karena sesungguhnya yang demikian itu termasuk sedekah untuk dirimu .� (HR.Bukhari dan Muslim)

2. Dari Abu Dzarr ra., ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : �Setiap pagi, pada ruas tulang kalian terdapat sedekah, setiap ucapan tasbih (SUBHANALLAH) adalah sedekah, setiap ucapan tahmid (ALHAMDULILLAH) adalah sedekah, setiap ucapan tahlil (LAA ILAHA ILLALLAH) adalah sedekah, setiap ucapan takbir ( ALLAHU AKBAR) adalah sedekah, memerintah kebaikan adalah sedekah, mencegah perkara mungkar (yang dibenci) adalah sedekah, dan dua raka�at yang dikerjakan seseorang dalam salat Dhuha telah mencakup semuanya .� (HR.Muslim) 3. Dari Abu Dzarr ra., ia berkata : Nabi SAW bersabda : �Diperlihatkan kepadaku amal-amal perbuatan umatku, yang baik maupun yang jelek. Aku mendapatkan dalam kelompok amal perbuatan yang baik, di antaranya menghilangkan gangguan dari jalan, dan aku mendapatkan dalam kelompok amal perbuatan yang jelek, di antaranya, ingus yang dibiarkan di masjid tanpa ditutupi atau dibuang .� (HR.Muslim)

4. Dari Abu Dzarr ra., ia berkata: �Orang-orang protes kepada Rasulullah SAW: �Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Tetapi mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.� Nabi bersabda: �Bukankah Tuhan telah menjadikan sesuatu bagimu untuk sedekah? Sesungguhnya tiap-tiap tasbih, tahmid, adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan, melarang berbuat kemungkaran, dan bersetubuh (dengan istrinya) adalah sedekah.� Mereka bertanya: �Wahai Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami mendapatkan pahala sedangkan ia mengikuti syahwatnya?� Rasulullah bersabda: �Bukankah seseorang yang menyalurkan syahwatnya pada yang haram ia berdosa? Maka demikian pula apabila ia menempatkan syahwatnya itu pada yang halal, ia akan mendapat pahala.� (HR. Muslim)

5. Dari Abu Dzarr ra., ia berkata: �Nabi SAW bersabda: �Janganlah sekali-kali engkau meremehkan suatu kebaikan, walaupun hanya menemui saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ramah.�� (HR. Muslim)

6. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: �Rasulullah SAW bersabda: �Setiap ruas tulang manusia sebaiknya disedekahi (oleh pemiliknya) setiap hari terbitnya matahari (sebagai pernyataan syukur kepada Allah untuk keselamatan tulangtulangnya). Dan macam sedekah itu banyak sekali, di antaranya berlaku adil di antara dua orang (yang sedang bertengkar), membantu teman ketika hendak menaiki tunggangannya atau memuatkan barang temannya ke punggungnya, ucapan yang baik, setiap langkah untuk melakukan shalat, dan menyingkirkan sesuatu yang membahayakan orang di jalan, adalah sedekah.�� (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Dari �Aisyah ra., ia berkata: �Rasulullah SAW bersabda: �Sesungguhnya setiap anak cucu Adam diciptakan sebanyak 360 ruas tulang. Maka siapa saja mengagungkan Allah (membaca takbir), memuji Allah membaca hamdalah (alhamdulillah), membaca tahlil (laa ilaaha illallaah), membaca tasbih (subhanallah), membaca istighfar (astaghfirullah), menyingkirkan batu dari jalanan, menyingkirkan duri atau tulang dari jalan umum, memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran, hingga genap tiga ratus enam puluh kali, berarti pada sore hari ia telah menjauhkan dirinya dari neraka.�� (HR Muslim)

8. Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW beliau bersabda: �Siapa saja yang pergi ke masjid di pagi hari maupun sore hari, Allah menyediakan hidangan surga baginya sepanjang pagi maupun sore.� (HR Bukhari dan Muslim)

9. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: �Rasulullah SAW bersabda: �Wahai kaum muslimah, janganlah sekali-kali seorang tetangga itu merasa terhina untuk memberi sedekah kepada tetangganya, walaupun hanya berupa kikil kambing.�� (HR. Bukhari dan Muslim)

10. Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda: �Iman itu mempunyai tujuh puluh atau enam puluh lebih cabang, yang paling utama adalah ucapan: �LAA ILAAHA ILLALLAAH� (Tidak ada Tuhan selain Allah), dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Sedangkan malu adalah cabang dari iman.� (HR. Bukhari dan Muslim)

11. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: �Kali tertentu ada seorang laki-laki yang berjalan. Di tengah perjalannya ia kehausan, ia menemukan sebuah sumur maka iapun turun ke dalamnya dan meminumnya. Kemudian ia keluar, tiba-tiba ada seekor anjing yang menjilat-jilat tanah karena kehausan, lantas orang itu berkata: �Anjing ini benar-benar kehausan sebagaimana diriku.� Kemudian ia turun lagi dan mengisi sepatunya dengan air sampai penuh, kemudian ia menggigit sepatunya dan naik ke atas lalu ia memberinya minum. Allah memuji perbuatan orang itu karena menolong anjing dan Allah mengampuni dosanya.� Para sahabat bertanya: �Wahai Rasulullah, apakah menolong binatang juga memperolah pahala?� Beliau menjawab: �Menolong setiap makhluk yang mempunyai limpa itu mendapatkan pahala.� (HR Bukhari dan Muslim) Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan : "Allah memuji perbuatan orang itu dan memberi ampunan kepadanya serta memasukkannya ke dalam surga." Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang lain disebutkan : "Kali tertentu ada seekor anjing yang berputar-putar di sekeliling sumur, ia hampir mati karena kehausan, ada seorang penjahat dari Bani Israil yang melihat anjing itu. Melihat yang demikian, ia melepaskan sepatunya dan mengambil air untuk diminurnkan pada anjing itu. Karena perbuatannya itu, diampunilah dosa-dosa penjahat itu."

12. Dari Abu Hurairah ra., Nabi SAW bersabda: "Kulihat ada seseorang yang bersenang-senang di dalam surga disebabkan ia memotong dahan yang berada di tengan jalan karena mengganggu kaum muslimin yang lewat. (HR. Bukhari) Dalam riwayat lain : "Ada seseorang yang berjalan dan ia terganggu sebuah dahan yang menghalanginya, kemudian ia berkata: �Demi Allah saya akan menyingkirkan dahan ini dari jalan, agar tidak mengganggu kaum muslimin yang lewat.� Karena perbuatannya itu, ia dimasukkan surga." Dalam riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan: "Ada seseorang yang berjalan dan menemukan dahan yang berduri di jalan, kemudian ia menyingkirkannya, maka Allah memuji orang itu dan mengampuni dosa-dosanya."

13. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: �Rasulullah SAW bersabda: �Siapa saja yang berwudhu dengan sempurna, kemudian menunaikan salat Jumat dan mendengarkan serta memperhatikan khutbah, maka diampunilah dosa-dosa yang dikerjakannya antara hari itu sampai hari Jumat berikutnya, ditambah tiga hari berikutnya. Dan siapa saja yang mempermainkan batu sewaktu ada khutbah maka sia-sialah Jumatnya.�� (HR. Muslim)

14. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: �Rasulullah.SAW bersabda: �Jika orang muslim atau mukmin itu berwudhu, maka ketika ia membasuh mukanya, keluarlah setiap dosa yang dilakukan oleh kedua matanya, karena melihat sesuatu yang diharamkan. Hilangnya bersama-sama dengan air itu atau bersama-sama dengan tetesan air terakhir. Jika ia membasuh kakinya, maka keluarlah dosa yang diperbuat oleh kedua kakinya, karena dipergunakan berjalan pada jalan yang tidak benar, bersama-sama dengan air atau bersama-sama dengan tetesan air terakhir, sehingga ia bersih dari dosa.�� (HR. Muslim)

15. Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW, bersabda : "Salat lima waktu, antara salat Jumat yang satu ke salat Jumat berikutnya, dan puasa pada bulan Ramadhan ke puasa Ramadhan berikutnya, menjadi penebus atas dosa-dosa yang dilakukan, selama dosa-dosa besar dijauhinya." (HR. Muslim)

16. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah SAW bertanya: "Maukah kalian kutunjukkan sesuatu yang dapat menghapus dosa-dosa dan dapat mengangkat derajat (di surga)?� Para sahabat menjawab: "Tentu saja, Ya Rasulullah." "Yaitu menyempurnakan wudhu pada waktu-waktu yang tidak disukai, memperbanyak langkah ke masjid dan menunggu salat setelah selesai salat. Itulah yang harus kalian utamakan." (HR. Muslim)

17. Dari Abu Musa Al-Asy'ari ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Siapa saja yang selalu menjaga salat Subuh dan salat Ashar niscaya ia masuk surga." (HR. Rukhari dan Muslim) 18. Dari Abu Musa Al-Asy'ari ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seseorang menderita sakit atau sedang bepergian, maka dicatatlah pahala baginya amal perbuatan yang biasa dikerjakannya pada waktu tidak bepergian dan pada waktu sehat." (HR. Bukhari)

19. Dari Jabir ra., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: �Setiap perbuatan baik adalah sedekah.� (HR. Bukhari)

20. Dari Jabir ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Seorang muslim yang menanam tanaman, kemudian ia makan dari hasil tanaman itu termasuk sedekah baginya, juga bila hasil tanaman itu dicuri atau diambil orang, maka ia termasuk sedekah baginya." (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan: "Seorang muslim yang menanam tanaman atau menabur benih kemudian hasil tanamannya itu dimakan oleh manusia, binatang, maupun sesuatu yang lain, maka semua itu merupakan sedekah baginya sampai hari kiamat."

21. Dari Jabir ra., ia berkata: �Orang-orang Bani Salimah ingin berpindah rumah dekat dengan masjid, kemudian kabar itu terdengar Rasulullah SAW maka beliau bersabda kepada mereka: "Aku mendengar bahwa kalian ingin pindah tempat yang dekat dengan masjid." Mereka menjawab: "Benar wahai Rasulullah, kami ingin pindah dekat dengan masjid." Beliau bersabda: "Wahai Bani Salimah tetaplah kamu di rumahmu yang sekarang, karena bekas langkahmu akan dicatat." (HR. Muslim) Dalam riwayat lain dikatakan : "Setiap langkah itu mengangkat satu derajat."

22. Dari Abul Mundzir Ubay bin Ka'ab ra., ia berkata: "Ada seseorang yang sepanjang pengetahuan saya, tidak ada seorang pun yang lebih jauh tempatnya dari masjid dan ia tidak pernah tertinggal salat di masjid. Ada seseorang yang menyarankan: "Seandainya kamu membeli keledai yang dapat kamu naiki pada waktu gelap dan pada waktu panas, niscaya kamu tidak begitu lelah." la menjawab: "Saya tidak suka bila rumah saya dekat dengan masjid. Sesungguhnya saya menginginkan agar perjalanan saya, baik sewaktu pergi ke masjid maupun pulang ke rumah, itu selalu dicatat." Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Allah telah mengumpulkan semua catatan itu bagi kamu." (HR. Muslim) Dalam riwayat lain dikatakan: "Bagimu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan."

23. Dari Abu Muhammad Abdullah bin 'Amr bin 'Ash ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Ada empat puluh perbuatan, dan yang paling utama adalah mendermakan seekor kambing untuk diperas susunya. Dan siapa saja yang mengerjakan salah satu di antara empat puluh itu hanya mengharapkan pahala dan melaksanakan apa yang pernah dijanjikannya, niscaya Allah akan memasukkan surga karena amalnya.� (HR. Bukhari)

24. Dari 'Adiy bin Hatim ra., ia berkata: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Takutlah kamu sekalian terhadap api neraka walaupun hanya bersedekah dengan separuh biji kurma." (HR. Bukhari dan Muslim) Dalam riwayat lain disebutkan, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: "Salah seorang di antara kalian nanti akan berbicara langsung dengan Tuhannya, padahal antara dia dengan Tuhannya tidak ada penerjemah, kemudian ia melihat ke kanan tiada terlihat kecuali amal yang pernah dilakukannya, kemudian ia melihat ke kiri tiada terlihat kecuali api tepat di depan mukanya, maka takutlah kalian terhadap api itu walaupun hanya bersedekah dengaan separuh biji kurma. Siapa saja yang tidak mampu, maka cukup dengan kata-kata yang baik."

25. Dari Anas ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah ridha terhadap seseorang, yang apabila makan makanan, ia memuji kepada-Nya." (HR. Bukhari)

26. Dari Abu Musa ra. dari Nabi SAW beliau bersabda: "Setiap orang Islam itu wajib bersedekah." Salah seorang sahabat bertanya: "Bagaimana jika ia tidak mempunyai apa-apa ?" Beliau menjawab: "Hendaklah ia berbuat dengan kedua tangannya, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan bagi dirinya dan dapat pula untuk di sedekahkan!" Ia bertanya: "Bagaimana seandainya ia tidak mampu untuk berbuat seperti itu?" Beliau menjawab: "Hendaklah ia membantu orang yang sangat membutuhkan bantuannya!" Ia bertanya Iagi: "Bagaimana seandainya ia tidak mampu memberi bantuan?� Beliau menjawab: "Hendaknya ia menyuruh orang untuk berbuat baik!" Ia bertanya lagi: "Bagaimana seandainya ia juga tidak

Selasa, 04 Januari 2011

1. Dari Aghar Al Muzanniy ra., bahwasanya Rasulullah saw.Bersabda:"Bahwasanya kadang-kadang timbul perasaan yangkurang baik dalam hatiku, dan sesungguhnya aku membacaistigfar (mohon ampun) kepada Allah seratus kalisehari."(HR.Muslim)

2. Dari Abu hurairah ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullahsaw. Bersabda: "DemiAllah, sesungguhnya aku mohon ampundan bertobat kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali dalamsehari."(HR. Bukhari)

3. Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata: Rasulullah saw.Bersabda: "DemiZat yang menguasai diriku, seandainyakalian tidak berbuat dosa(dan tidak beristigfar dan bertobat),niscaya Allah Ta'ala pergi membawa kalian dan datang dengan kaum lain yang berbuat dosa, lalu meminta ampun kepada Allah Ta'ala, Allah pun mengampuni Mereka."(HR.Muslim)

4. Dari Ibnu Umar ra. Ia berkata:"Kami menghitung Rasulullah saw. Membaca:RABBIGH FIRLII WATUB'ALAIYYA INNAKA ANTA TTAWWABUR RAHIM (Ya tuhan,ampunilah saya dan terimalah tobat saya. Sesungguhnya Engkau Zat penerima tobat lagi Maha Penyayang) seratus kali dalam satu majlis(satu kali duduk)."(HR.Abu Dawud dan Turmudzi)

5. Dari Ibnu Abbas ra .,ia berkata :Rasulullah saw. Bersabda:"Barangsiapa yang membiasakan membawa istigfar, maka Allah akan melapangkan segala kesempitannya,
memudahkan segala kesulitannya dan memberi rezeki yang tanpa diduga-duga
.(HR. Abu Dawud)

6. Dari Ibnu Mas'ud ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang membaca:ASTAGFIRULLAAH ALLADZI LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUMU WA ATUUBU ILAHI (Saya mohon ampun kepada Allah Zat yang tidak ada Tuhan kecuali Dia yang Maha Hidup, lagi terusmenerus mengurus makhluk-Nya dan saya bertobat kepada- Nya), maka diampunilah dosa-dosanya walaupun ia telah meninggalkan perang."

Dari Saddad bin Aus ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda:"Pokok istighfar ialah bila seorang hamba mengucap:ALLAAHUMMA ANTA RABBII LAA ILAAHA ILLAA ANTA KHALAQTANII WA-ANA �ABDUKA WA-ANA �AHDIKA WAWA�DIKA MASTATHA�TUM �AUUDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHANA�TU ABUU-U LAKA BINI�MATIKA �ALAIYYA ABUU-U BIDZAMBII FAGHFIRLII FAINNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILAA ANTA(Ya Allah, Engkau Tuhanku, tiada Tuhan selain engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi atas perjanjian pada apa yang aku perbuat. Aku mengakui-Mu dengan nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui dosaku. Karena itu ampunilah aku, sebab tiada yang dapat mengampuni dosadosa selain Engkau).
Barangsiapa mengucap kalimat-kalimat ini di waktu siang dengan penuh keyakinan (ikhlas dan membenarkan). Lalu ia mati pada hari itu sebelum datang waktu sore, maka ia termasuk ahli surga. Dan barangsiapa mengucapkan pada malam hari, sedangkan ia yakin dengan ucapan itu, lalu mati sebelum datang subuh, maka ia termasuk ahli surga."(HR. Bukhari)

8. Dari Tsauban ra., ia berkata: "Adalah Rasullulah SAW, apabila telah selesai dari salatnya, beliau beristigfar kepada Allah SWT tiga kali dan mengucap: ALLAAHUMMA ANTAS SALAAMU WAMINKASSALAAMU TABAARAKTA YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAMI (Ya Allah, Engkau adalah Zat yang maha sejahtera dan dari Engkaulah segala kesejahteraan. Engkaulah yang senantiasa memberi berkah wahai Zat Yang Maha Agung lagi Maha Mulia)."Ditanyakan kepada Al-Auza'I dimana ia adalah salah seorang perawi hadis: "Bagaimanakah istigfar ini?"Jawabannya: ASTAGFIRULLAH ASTAGFIRULLAH (saya mohon ampun kepada Allah, saya mohon ampun kepada Allah)."(HR. Muslim)


9. Dari "Aisyah ra., ia berkata: Adalah Rasulullah SAW, sebelum meninggal dunia, beliau senantiasa membaca SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI ASTAGFIRULLAAHA WA
ATUUBU ILAIH
(Maha Suci Allah dengan memuji kepada-Nya saya mohon ampun dan bertobat kepada-Nya)."(HR. Bukhari dan Muslim)

10. Dari Anas ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: Wahai anak Adam, selama kamu berdoa dan mengharap kepadaku niscaya aku
ampuni dosa yang kamu lakukan dan Aku tidak memperdulikan berapa banyaknya. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu bagaikan awan di langit, kemudian kamu minta ampun kepada-Ku niscaya Aku mengampunimu, dan Aku tidak memperdulikan kamu datang ke hadapan-Ku
dengan membawa dosa se isi bumi, kemudian bertemu dengan Aku tanpa menyekutukan sesuatu apapun dengan-Ku, niscaya Aku akan mengampuni dosa yang se-isi bumi itu."(HR. Turmudzi)

11. Dari Umar ra., bahwasannya Nabi SAW, bersabda: "Hai kaum wanita! Bersedekahlah dan perbanyaklah istigfar, karena sesungguhnya aku melihat kalian lebih banyak menjadi ahli
neraka."Seorang
 wanita diantara mereka bertanya: "Mengapa kebanyakan dari kami menjadi ahli neraka?" Rasulullah SAW bersabda: "Kalian banyak mengutuk dan mengingkari suami.
Aku tidak melihat orang yang kurang akal dan agamanya lebih daripada kalian
."Wanita itu bertanya lagi: "Apa itu kurangnya akal dan amal?" Rasulullah SAW bersabda: "Persaksian seorang lelaki (berarti akal perempuan dianggap hanya setengah akal laki-laki), dan perempuan yang tinggal diam beberapa hari dalam keadaan tidak salat."(HR. Muslim)

Kamis, 23 Desember 2010

1. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda,bahwa Allah Ta'ala berfirman : "Siapa saja yang memusuhi kekasih-Ku, maka aku nyatakan perang kepadanya. Sesuatuyang paling Aku sukai dari yang dikerjakan hamba-Ku untuk mendekatkan diri kepada-Ku, yaitu apabila ia mengerjakan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Seseorang itu senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengerjakan amalan-amalan sunnah, sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, maka Aku merupakan pendengaran yang ia pergunakan untuk mendengar, Aku merupakan penglihatan
yang ia pergunakan untuk melihat, Aku merupakan tangan yang ia pergunakan untuk menyerang dan Aku merupakan kaki yang ia pergunakan untuk berjalan. Seandainya ia memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya, seandainya ia berlindung diri kepada-Ku, niscaya Aku melindunginya." (HR. Bukhari)

2. Dari Abu hurairah ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda :
"Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah memanggil Jibril seraya berfirman : "Sesungguhnya Allah Ta-ala mencintai Fulan, maka cintailah ia, "Kemudian jibril mencintai orang itu dan berkata kepada penghuni langit :
"Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia."Penghuni langit pun akhirnya mencintai orang itu. Setelah kecintaannya diteruskan kepada penghuni bumi. (HR Bukhari
dan Muslim)
Dalam riwayat Muslim yang lain dikatakan : "Rasulullah SAW bersabda : "Sesunguhnya apabila Allah Ta'ala mencintai seseorang, maka Allah memanggil Jibril dan berfirman :
"Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah ia." Kemudian jibril mencintai orang itu, setelah itu Jibril berkata kepada penghuni langit : "Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia."Penghuni langit pun mencintai orang itu.

Setelah itu, kecintaannya diteruskan kepada penghuni bumi. Dan apabila Allah membenci seseorang, maka Allah memanggil Jibril dan berfirman : �Sesungguhnya Aku membenci Fulan, maka bencilah ia. �Kemudian Jibril membenci orang itu. Setelah itu
Jibril berkata kepada penghuni langit : �Sesungguhnya Allah membenci Fulan, maka bencilah ia.� Kemudian kebencian tersebut diteruskan kepada penghuni bumi.�

3. Dari �Aisyah ra., ia berkata : �Rasulullah SAW mengutus seseorang untuk mengimami salat pada suatu pasukan. Dalam salatnya, ia selalu menutup bacaannya dengan ucapan
: �QUL HUWALLAHU AHAD� (Surat Al-Ikhlsah) Ketika pulang, mereka menceritakan hal yang demikian itu kepada Rasulullah SAW beliau bersabda : �Tanyakan kepadanya,
mengapa ia berbuat seperti demikian?� merekapun menanyakannya dan orang itu menjawab : �Karena ayat itu mengandung sifat Zat yang Maha Pemurah, maka saya
senang membacanya.� Setelah disampaikan kepada Rasulullah SAW, beliau bersabda : �Beritahukan kepadanya,bahwa Allah ta�ala mencintainya.� (HR. Bukhari dan Muslim )

Kamis, 09 Desember 2010

1. Dari Abu Hurairah ia berkata : �Rasulullah SAW Bersabda :Berpesan baiklah kamu terhadap wanita, sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan paling bengkok adalah bagian atas. Oleh karena itu, apabila kamu paksa untuk meluruskannya, maka akan hancurlah ia, dan apabila kamu membiarkannya, maka akan bengkoklah ia selamalamanya. Oleh karena itu berpesan baiklah terhadap wanita.(H.R Bukhari dan Muslim)

2. Dari Abdullah bin Zam`ah ra. Ia mendengar Nabi SAW Berkhutbah dan bercerita tentang unta sebagai mu`jizat Nabi Shaleh dan orang yang membunuhnya. Rasulullah SAW,
bersabda: �Ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, yaitu seorang laki-laki yang amat kuat dan gagah perkasa serta disegani kaumnya. Setelah selesai, beliau melanjutkan khutbahnya tentang wanita, dan memberi nasihat tentang cara bergaul dengan wanita. Beliau bersabda : �Salah seorang di antara kalian ada yang sengaja memarahi isterinya bahkan memukul bagaikan budaknya, lalu pada malam harinya mungkin ia bersetubuh dengannya.�
Selanjutnya beliau menasihati para sahabat karena mereka tertawa ada yang buang angin, beliau bertanya : �Mengapa salah seorang di antara kamu menertawakan sesuatu yang iasendiri juga melakukannya?� (H.R Bukhari dan Muslim)

3. Dari Abu Hurairah ra. Berkata : Rasulullah SAW Bersabda :
Janganlah seorang laki-laki mukmin memarahi seorang perempuan mukmin! Apabila tidak suka terhadap salah satu perangainya, maka masih ada perangai lain yang menyenangkan.� ( H.R Muslim)

4. Dari `Amr bin Al-Ahwash Al-Jusyamiy ra. Ia mendengar Nabi SAW, pada haji Wada` berkhutbah. Setelah beliau memanjatkan pujian, sanjungan kepada Allah Ta`ala dan
selesai memberi peringatan dan nasihat, beliau bersabda:
�Ingatlah, berpesan baiklah terhadap isteri-isteri kalian. Sesungguhnya mereka memerlukan perlindunganmu. Sedikitpun kamu tidak boleh berbuat kejam terhadap mereka,
kecuali mereka telah nyata melakukan kejahatan. Jika mereka melakukan kejahatan, janganlah kamu menemani mereka di dalam tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Bila mereka telah taat, janganlah kalian, berlaku keras terhadap mereka. Ingatlah! Sesungguhnya kalian mempunyai hak atas isterimu dan isterimu juga mempunyai hak pada diri kalian. Hak kamu atas mereka, yaitu tidak boleh memasukkan orang yang tidak kamu sukai ke dalam kamarmu dan tidak mengizinkan orang yang tidak kamu sukai masuk ke dalam rumahmu. Ingatlah, hak mereka atas kamu adalah kamu bergaul dengan cara yang baik. Terutama dalam memberi pakaian dan makanan. ( H.R Tirmidzi )

5. Dari Mu`awiyah bin Haidah ra. Ia berkata : Saya bertanya kepada Rasulullah : � Apakah hak isteri atas suaminya?� Beliau menjawab : � Kamu harus memberinya makan apabila kamu makan, harus memberinya pakaian apabila kamu berpakaian, tidak boleh memukul mukanya dan tidak boleh menjelek-jelekkannya, serta tidak boleh mendiamkannya
kecuali di dalam rumah.� (H.R Abu Daud)

6. Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata : �Rasulullah SAW Bersabda:
�Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik budi pekertinya. Dan orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik terhadapisterinya.� (HR.Tirmidzi)

7. Dari Iyas bin Abdullah bin Abu Dzubab ra. Ia berkata :
Rasulullah SAW Bersabda : �Janganlah kamu memukul kaum wanita !� Kemudian Umar mendatangi Rasulullah SAW Dan berkata : �Wanita-wanita itu kini berani kepada suaminya.�
Mendengar yang demikian beliau membolehkan untuk memukulnya.� Kemudian banyak wanita yang mengerumuni Rasulullah SAW, mengadukan perlakuan suaminya. Lalu Rasulullah sw. bersabda: �Sungguh banyak wanita yang mengerumuni rumah Muhammad untuk mengadukan
perlakuan suaminya, maka mereka (suaminya) itu bukanlah orang-orang yang terbaik di antara kalian.� (H.R Abu Dawud)

8. Dari Abdullah bin `Amr Al-Ash ra. Ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : �Dunia adalah suatu kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan di dunia adalah wanita yang shalihah.� ( H.RMuslim)

Jumat, 03 Desember 2010

1. Dari Abu hurairah ra. Dari Nabi SAW beliau bersabda :
"Biarkanlah jangan kalian pertanyakan suatu hukum meninggalkannya (selagi aku tidak menerangkan hukumnya)
pada kalian. Sebab, orang-orang sebelum kalian celaka, karena banyaknya bertanya dan perselisihan mereka dengan para Nabi. Jadi, apabila aku mencegah sesuatu kepada kamu, maka jauhilah, dan apabila aku mememrintahkan kamu sesuatu maka kerjakanlah." (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Dari Abu Najih Al-Irbadh bin Sariyah ra., ia berkata :
Rasulullah SAW memberi nasihat kepada kami. Nasihat itu menggetarkan hati dan mencucurkan air mata kami. Maka kami bertanya: "Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan merupakan nasihat merupakan nasihat yang terakhir, maka berilah kami wasiat." Beliau bersabda :"Aku wasiatkan kepadamu agar tetap selalu bertakwa kepada Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Mulia, serta tetap mendengar perintah dan taat, walaupun yang memerintah kalian itu seorang budak. Sesungguhnya orang yang masih hidup diantaramu, akan melihat banyak perselisihan. Maka wajib atasmu memegang teguh akan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk oleh Allah. Dan berpegang teguhlah pada sunnah itu dan jauhilah urusan-urusan yang dibuat-buat (bid'ah) sesungguhnya setiap bid'ah itu sesat."(HR Abu Daud dan At-Tirmidzi)

3. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : "Rasulullah SAW bersabda : "Semua umatku masuk surga, kecuali orang-orang yang berpaling." Ada yang bertanya : "Wahai Rasulullah, siapa saja
mereka?" Rasulullah SAW bersabda :"Siapa saja yang taat kepadaku pasti masuk surga. Dan siapa saja mendurhakaiku dialah termasuk orang-orang yang berpaling." (HR Bukhari)

4. Dari Abu Muslim, ada yang mengatakan Abu Iyas Salamah bin "Amr Al-Akwa'ra., ia berkata : Ada seorang laki-laki makan di hadapan Rasulullah SAW dengan tangan kirinya, kemudian
beliau bersabda : "Makanlah dengan tangan kananmu!" Ia menjawab : "Saya tidak dapat makan dengan tangan kanan." Beliau bersabda lagi : "Tidak, sebenarnya kamu bisa, yang
menyebabkanmu tidak mau menggunakan tangan kanan karena kesombonganmu." Akhirnya, ia tidak dapat mengangkat tangannya ke mulutnya." (HR. Muslim)

5. Dari Abu Abdullah Nu�man bin Basyir ra�, ia berkata :"Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda :"Luruskanlah dan samakanlah barisan shalatmu, atau kalau tidak, niscaya Allah
akan benar-benar merubah bentuk wajahmu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Muslim dikatakan :"RasulullahSAW Senantiasa meluruskan shaf-shaf kami, seakan-akan beliau meluruskan kayukayu panah. Kemudian ketika beliau menganggap bahwa kami sudah mengerti, pada suatu hari beliau keluar langsung siap untuk salat, tetapi beliau melihat ada seseorang yang dadanya menonjol ke depan, kemudian beliau bersabda :  "Wahaihamba Allah, kamu semua harus benar-benar meluruskan barisanmu, atau kalau tidak,
niscaya Allah akan benar-benar merubah bentuk wajahmu."

6. Dari Abu Musa ra�, ia berkata :"Pada suatu malam di Madinah ada satu rumah terbakar disebabkan penghuninya lalai. Ketika peristiwa tersebut diceritakan kepada Rasulullah SAW,
beliau bersabda : "Sesungguhnya api ini bisa menjadi musuh bagi kalian, maka dari itu, jika kalian tidur, padamkanlah api itu (lampunya)." (HR Bukhari dan Muslim)

7. Dari Abu Musa ra., ia berkata :Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya perumpamaan petunjuk dan ilmu yang ditugaskan oleh Allah untukku menyiarkannya adalah bagaikan hujan yang jatuh ke bumi. Sebagian bumi ada yang baik, sehingga dapat menerima air dan menyimpannya kemudian menumbuhkan rerumputan dan tetumbuhan yang lain. Sebagian ada yang kering tapi dapat menyimpan air lalu Allah memberikan manfaat kepada manusia dengan bumi yang kering yang mengandung air itu, sehingga manusia minum, menyiram dan bertanam darinya. Sebagian lagi adalah tanah berbatu yang tidak bisa menyimpan air dan tidak dapat pula menumbuhkan rerumputan. Demikianlah perumpaman orang yang pandai dengan agama Allah dan ilmu atau petunjuk-petunjuk dari Allah yang bisa memberi manfaat pada dirinya, dia belajar hingga pandai lalu mengajarkan ilmunya (kepada orang lain). Demikian pula perumpamaan orang yang tidak peduli yang tidak dapat menerima petunjuk ajaran Allah yang diutuskan untukku."(HR. Bukhari dan Muslim)

8. Dari Jabir ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Perumpamaan diriku di antara kalian adalah bagaikan seorang laki-laki yang menyalakan api, lalu mulailah laronlaron
dan serangga-serangga mengerumuni api. Sementara itu, laki-laki tersebut mencegat laron dan serangga-serangga itu, jangan sampai tercebur ke dalam api. Saya akan selalu menarik kalian dari belakang,jangan sampai kalian tercebur kedalam api, tetapi (diantara) kalian memberontak lepas dari tanganku." (HR Muslim)

9. Dari Jabir ra., ia berkata :"Sesungguhnya Rasulullah SAW menyuruh untuk membersihkan tangan dan piring ketika makan. Beliau bersabda : "Sesungguhnya kalian tidak tahu
dimana letak keberkahan makanan itu."(HR. Muslim)

Dalam riwayat lain dikatakan, Rasulullah SAW bersabda : "Jika makanan salah seorang di antara kamu jatuh, hendaklah ia mengambilnya dan membersihkan kotoran yang melekat kemudian
makanlah, dan jangan biarkan makanan itu untuk setan. Dan janganlah kamu membersihkan tangan dengan sapu tangan sebelum membersihkan jari-jari tangan dengan mulut, karena
sesungguhnya ia tidak tahu di mana letak keberkahan makanan itu."


Dalam riwayat lain dikatakan, Rasulullah SAW bersabda : "Setan itu
selalu hadir menyertai salah seorang di antara kalian dalam segala hal, juga ketika ia makan. Oleh sebab itu, jika makanan salah seorang di antara kalian itu terjatuh, maka hendaklah ia membersihkan kotoran yang melekat kemudian makanlah dan janganlah ia meninggalkan makanan itu untuk setan."

10. Dari Ibnu Abbas ra�, ia berkata : "Rasulullah SAW berdiri di tengah-tengah kami untuk memberi nasihat : "Hai sekalian manusia, sesungguhnya kalian akan dikumpulkan di hadapan
Allah Ta'ala dalam keadaan telanjang bulat dan tidak beralas kaki sebagaimana pertama kali kita diciptakan. Itu adalah janji Allah untuk kita dan sesungguhnya janji itu pasti akan dilaksanakan. Ingatlah! Sesungguhnya pertama kali makhluk yang diberi pakaian kelak di hari kiamat adalah Nabi Ibrahim as. Ingatlah! Sesungguhnya nanti akan ada dari umatku yang didatangkan dari sebelah kiri dan mereka akan disiksa, kemudian aku berkata : "Wahai Tuhanku, mereka itu adalah umatku."Allah berfirman : "Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang diperbuat mereka sepeninggalanmu."Maka saya berkata sebagaimana perkataan Nabi yang lain :
"Sesungguhnya saya menjadi saksi mereka selama saya berada di sisi mereka dan sesudah saya mati, Engkau pulalah yang mengetahui segala sesuatuanya. Apabila engkau Menyiksa mereka maka sesungguhnya mereka adalah hamba-Mu dan jika Engkau mengampuni mereka maka
sesungguhnya engkau adalah Zat Yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana."Kemudian aku diberitahu :"Sesungguhnya mereka itu murtad dari agama Islam semenjak engkau tinggalkan
mereka." (HR. Bukhari dan Muslim)

11. Dari Abu Said Abdullah bin Mughaffal ra�, ia berkata : "Rasulullah SAW melarang bermain ketepil dan bersabda : "Ketepil itu tidak dapat membunuh binatang buruan, dan tidak dapat untuk melukai musuh, hanya saja ia akan mencukil mata dan mematahkan gigi." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain. Rasulullah SAW bersabda : "Kerabat Ibnu Mughaffal ada yang bermain ketepil kemudian ia dilarangnya dan dikatakan, bahwa Rasulullah SAW melarang untuk bermain ketepil, dan ia mengatakan pula bahwa ketepil itu tidak dapat digunakan untuk berburu. Setelah itu mereka masih tetap terus bermain ketepil. Akhirnya ia berkata : "Kata telah saya beri tahu, bahwa Rasulullah SAW melarang bermain ketepil, oleh sebab itu saya tidak akan berbicara lagi denganmu selamanya."

12. Dari �Abbas bin Rabi�ah, ia berkata : "Saya pernah melihat Umar bin Khattab ra. Mencium Hajar Aswad, seraya berkata: "Aku tahu engkau adalah batu, engkau tidak bisa memberi manfaat dan tidak pula membahayakan. Seandainya aku tidak pernah dan tidak pula membahayakan. Seandainya aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menciummu, tentu
akupun tidak menciummu." (HR Bukhari dan Muslim)

Jumat, 19 November 2010

1. Dari Ibnu �Abbas ra., ia berkata : �Rasulullah SAW bersabda :
�Ditampakkan kepadaku umat-umat terdahulu. Kulihat ada seorang Nabi yang disertai dengan rombongan kecil, ada pula Nabi yang disertai dengan satu dua orang saja, bahkan ada seorang Nabi yang tanpa pengikut seorangpun. Kemudian tampak satu rombongan besar yang aku sangka mereka adalah umatku, akan tetapi dikatakan kepadaku : �Ini adalah Musa dan kaumnya tetapi lihatlah ke ufuk sana.� Kemudian aku melihat ke ufuk itu. Tiba-tiba aku melihat satu rombongan besar, lantas dikatakan kepadaku : �Lihatlah ke ufuk yang lain.� Di sana aku melihat satu rombongan yang besar lagi, kemudian dikatakan kepadaku : �Itulah umatmu yang didalamnya terdapat tujuh puluh ribu orang yang akan memasuki surga tanpa hisab1 dan tanpa disiksa lebih dahulu.�

Beliau kemudian bangkit dan masuk ke dalam rumah. Orang-orang ramai membicarakan tentang orang-orang yang akan masuk surga tanpa dihisab dan disiksa. Salah seorang di antara mereka berkata : �Mungkin saja mereka adalah sahabat-sahabat Rasulullah SAW� Dan ada pula yang mengatakan : �Mungkin saja mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam keadaan Islam dan dia tidak menyekutukan Allah.� Dan mereka menafsirkan bermacammacam. Kemudian Rasulullah SAW keluar dan bersabda kepada mereka : �Apa yang sedang kalian bicarakan?�
Kemudian mereka menceritakannya, maka beliau bersabda: �Mereka itu adalah orang-orang yang tidak menjampi, dan mereka tidak pernah minta dijampi, mereka yang tidak
meramal dan hanya kepada Tuhan sajalah mereka bertawakkal.� Kemudian �Ukasyah bin Mihshan berkata : �Ya Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar saya termasuk
golongan mereka.� Beliau menjawab : �Engkau termasuk golongan mereka.� Kemudian berdirilah orang lain sambil berkata : �Ya Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar saya termasuk golongan mereka.� Beliau menjawab : �Engkau telah didahului oleh Ukasyah. (HR. Bukhari dan Muslim)
1 Tanpa dihitung atau diperiksa amal perbuatannya

2. Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata : �Sesungguhnya Rasulullah SAW berdoa : �ALLAHUMMA LAKA ASLAMTU WABIKA AAMANTU WA�ALAIKA TAWAKKALTU WA ILAIKA ANABTU
WABIKA KHAASHAMTU ALLAHUMA A�UUDZU BI�IZZATIKA LAA ILAAHA ILLAA ANTA ANTUDHILLANI ANTAL HAYYUL LADZII LAA YAMUUTU WAL JINNU WAL INSU YAMUUTUUNA.

� (Ya Allah, hanya kepada-Mu saya berserah diri, dan kepada-Mu saya percaya sepenuh hatu, dan hanya kepada Engkau-lah saya kembali dan untuk-Mulah saya berjuang. Ya Allah, saya
berlindung dengan kemuliaan-Mu yang tiada Tuhan selain Engkau dan aku mohon agar Engkau tidak menyesatkan diriku. Engkau adalah Zat Yang Hidup yang tidak akan pernah mati, sedangkan jin dan manusia semuanya akan mati.� (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata : �HASBUNALLAH WANIKMAL WAKIL, kalimat ini pernah dibaca oleh Nabi Ibrahim as. Ketika beliau dilemparkan ke dalam api, dan juga dibaca oleh Nabi
Muhammad SAW ketika orang-orang kafir mengatakan : �Sesungguhnya orang-orang Quraisy telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian. Oleh karena itu, takutlah kalian kepada mereka.� Akan tetapi perkataan itu malah menambah keimanan mereka serta mereka mengucapkan �HASBUNALLAAHU WANIKMAL WAKIIL.� (HR. Bukhari)


Pada riwayat Bukhari yang lain, bahwa Ibnu Abbas ra. berkata :
�Kalimat terakhir yang diucapkan oleh Nabi Ibrahim ketika dilemparkan ke dalam api adalah �HASBUNALLAHU WANIKMAL WAKIIL� (Allah cukup menjadi Penolong bagi kami, Allah adalah sebaik-baik pelindung).�

4. Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi SAW, beliau bersabda : �Akan masuk surga orang-orang yang mempunyai hati berpendirian seperti pendirian burung.� (HR. Muslim)

5. Dari Jabir ra., ia berkata : �Saya berperang bersama Nabi SAW menuju ke arah Najd. Tatkala Rasulullah kembali kami pun ikut kembali. Di suatu lembah yang banyak pohon berduri, kami merasa payah dan mengantuk, Rasulullah SAW pun turun dan berpencar untuk berteduh di bawah pohon, kemudian beliau menggantungkan pedangnya, sedangkan kami semua tertidur. Tiba-tiba Rasulullah SAW memanggil kami, sedangkan di dekat beliau ada seorang Badui,
kemudian beliau bersabda �Sesungguhnya orang ini telah menghunus pedangku sewaktu aku tertidur, setelah aku terbangun pedang itu sedang terhunus di tangannya.� Lalu orang ini berkata : �Siapakah yang dapat mencegah kamu dari seranganku ?� Aku menjawab : �Allah� (tiga kali). Kemudian orang itu tidak melakukan apa-apa dan langsung duduk. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan : Jabir berkata : �Kami bersama Rasulullah SAW berperang di Dzatur riqa�. Tatkala kami sampai pada salah satu pohon yang rindang kami meninggalkan Rasulullah SAW, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki musyrik sedangkan pedang Rasulullah SAW bergantung di pohon dan laki-laki itu menghunusnya seraya berkata : �Apakah kamu takut kepadaku?� Beliau menjawab : �Tidak.� Dia bertanya lagi : �Siapakah yang dapat mencegah kamu dari seranganku ?� Beliau menjawab : �Allah.�

Dan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Bakar Al-Isma�iliy di dalam shahihnya dikatakan : �Laki-laki itu bertanya : �Siapakah yang dapat mencegah kamu dari serangan ini?� Beliau menjawab : �Allah,� maka jatuhlah pedang itu dari tangannya, kemudian Rasulullah SAW mengambil pedang itu seraya bertanya : �Siapakah yang dapat mencegah kamu dari seranganku ini?� Dia menjawab �Jadilah engkau sebaik-baik orang yang memegang pedang.� Beliau
bersabda : �Hendaklah kamu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya saya adalah pesuruh Allah.� Ia menjawab : �Tidak, tetapi saya berjanji tidak akan memerangi kamu dan saya tidak akan bergabung dengan orang-orang yang memerangi kamu.�
Kemudian Rasulullah melepaskan orang itu dan mendatangi sahabatnya seraya bersabda : �Baru saja bertemu dengan sebaikbaik manusia.�

6. Dari Umar ra., ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : �Andaikata kalian benar-benar bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung, yaitu keluar dengan perut kosong di pagi hari dan kembali dengan perut kenyang di sore hari. (HR. Tirmidzi)

7. Dari Umarah Al-Barra� bin �Azib ra., ia berkata : �Rasulullah SAW bersabda : �Hai fulan apabila kau hendak tidur maka bacalah �ALLAHUMMA ASLAMTU NAFSII ILAIKA WAWAJJAHTU WAJHII ILAIKA WAFAWWADTU AMRII ILAIKA WA ALJA�TU
DHAHRII ILAIKA RAGHBATAN WARAHBATAN ILAIKA LAA MALJA�A WALAA MANJAA MINKA ILLAA ILAIKA AAMANTU BIKITAABIKAL LADZII ANZALTA WA NABIYYIKAL LADZII ARSALTA.

� (Ya Allah, saya menyerahkan diri kepada-Mu. Saya hadapkan wajahku kehadirat-Mu, saya menyerahkan segala urusanku kepada-Mu dan saya menyandarkan punggungku
kepada-Mu karena mengharap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat kembali dan tidak ada tempat berlindung kecuali hanya kepada-Mu. Saya percaya dengan sepenuh hati terhadap Kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan terhadap Nabi-Mu yang telah engkau utus.) Dengan membaca doa ini, apabila kalian mati pada malam itu, maka matinya dalam keadaan bersih dari dosa, dan jika kamu masih hidup sampai pagi harinya maka kamu akan memperoleh kebaikan.� (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain yang juga diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Al-Barra�, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda kepadaku : �Jika engkau hendak tidur maka berwudhulah terlebih dahulu sebagaimana kamu wudhu akan shalat, kemudian berbaringlah pada pinggangmu yang sebelah kanan lalu bacalah doa seperti tersebut di atas.� Ia meneruskan hadis itu seperti hadis di atas, kemudian beliau bersabda : �Dan jadikanlah doa sebagai akhir (penghabisan) dari apa yang kamu ucapkan.�

8. Dari Abu Bakar As Shiddiq Abdullah bin Utsman bin Amir bin �Amr bin Ka�ab bin Sa�ad bin Taim bin Murrah bin Ka�ab bin Luay bin Ghalib Al-Quraisy At-Taimiy ra., ia ayah dan ibunya
termasuk sahabat Nabi, ia berkata : �Tatkala kami berada di gua Tsur, saya melihat kaki-kaki orang musyrik berada di atas kepala kami, kemudian saya berkata : �Wahai Rasulullah,
seandainya salah seorang di antara mereka melihat ke bawah telapak kakinya dia pasti akan melihat kita.� Beliau menjawab : �Wahai Abu Bakar, apakah yang kamu cemaskan terhadap
dua orang sedangkan Allah ketiganya ?� (HR. Bukhari dan Muslim)

9. Dari Ummul Mukminin Ummu Salamah, nama sebenarnya adalah Hindun binti Abu Umayyah Hudzaifah Al-Makhzumiyah ra., ia berkata : Sesungguhnya Nabi SAW jika keluar dari rumahnya, beliau berdoa : �BISMILLAAHI TAWAKKALTU �ALALLAAH. ALLAHUMMA INNII A�UUDZU BIKA �AN ADHILLA AU UDHALLA WA �AZILLA AU UZALLA AU ADZLIMA AU AUDZLAMA AU AJHALA AU YUJHALA �ALAYYA
(Dengan menyebut nama Allah saya bertawakkal kepada Allah. Ya Allah, sesungguhnya saya berlindung diri kepada-Mu dari sesuatu yang menyesatkan, dari sesuatu yang menggelincirkan atau digelincirkan dari sesuatu yang menganiaya atau teraniaya, atau dari sesuatu yang
membodohkan atau diperbodohkan.� (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi dan yang lain dengan sanad yang sahih).

10. Dari Anas ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : �Siapa saja yang keluar dari rumahnya membaca : �BISMILLAAHI TAWAKKALTU �ALALLAAHI WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH (Dengan menyebut nama Allah, saya bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah),� maka dikatakan kepadanya : �Kamu telah mendapat petunjuk, kamu telah dijamin, kamu dipelihara dan dijauhkan dari setan.� (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, Nasa�i dan yang lain)

Akan tetapi dalam riwayat Abu Dawud ada tambahan : �Maka setan yang satu berkata kepada setan yang lain : �Bagaimana kamu dapat menggoda orang itu sedangkan dia telah diberi petunjuk, telah dijamin dan dipelihara oleh Allah.�

11. Dari Anad ra., ia berkata : �Masa Nabi SAW ada dua orang yang bersaudara, yang satu suka datang kepada Nabi SAW dan yang lain giat berusaha. Kemudian orang yang giat berusaha mengadu kepada Nabi SAW tentang keadaan saudaranya itu, lantas beliau bersabda : �Barang kali kamu mendapatkan rezeki karena saudaramu.� (HR. At Tirmidzi)

Kamis, 28 Oktober 2010

1. Dari Anas ra., ia berkata: ketika Rasulullah SAW, wafat, Abu Bakar mengajak Umar ra., seraya berkata: �Mari kita berkunjung ke tempat Ummu Aiman ra., sebagaimana Rasulullah SAW, sering mengunjunginya.� Ketika keduanya
sampai di tempat Ummu Aiman, wanita itu menangis. Keduanya berkata: �Apa yang menyebabkan engkau menangis, bukankah apa yang disediakan Allah untuk Rasulullah itu sangat baik?� Ia menjawab: �Saya menangis bukan karena itu, saya tahu bahwa apa yang disediakan Allah untuk rasul-Nya, sangat baik. Saya menangis karena wahyu dari langit telah terputus.� Perkataan Ummu Aiman membuat keduanya terkesan, sehingga membuat mereka menangis.�(HR. Muslim)

2. Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda: �Sesungguhnya ada yang akan berkunjung ke tempat saudaranya yang berada di desa lain, kemudian Allah Ta�ala
mengutus malaikat untuk mengujinya, setelah malaikat itu berjumpa dengannya, ia bertanya: �Hendak kemanakah kamu?� Ia menjawab: �Saya akan berkunjung ke tempat
saudaraku yang berada di desa itu.� Malaikat itu bertanya: �apakah kamu merasa berhutang budi sehingga kamu mengunjunginya?� Ia menjawab: �Tidak, saya mengunjungi
dan mencintainya karena Allah Ta�ala� Malaikat itu berkata:Sesungguhnya saya adalah utusan Allah untuk menjumpaimu, dan Allah telah mencintaimu sebagaimana
kamu mencintai saudaramu karena Allah.� (HR.Muslim)
3. Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda:
�Siapa saja yang menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka ada dua malaikat yang memuji dan mendo�akan: �Bagus kamu dan bagus pula
perjalananmu, maka surgalah tempatmu.� (HR.Tirmidzi)

4. Dari Abu Musa Al-Asy�ari ra., berkata: Nabi SAW, bersabda:
�Sesungguhnya perumpamaan orang yang bergaul dengan orang yang shalih dan orang jahat, seperti orang yang bergaul dengan orang yang membawa minyak kasturi dan
orang yang meniup api. Orang yang membawa minyak kasturi, mungkin memberi minyak kepadamu atau membeli minyak kepadanya, paling tidak kamu mendapatkan bau
harum darinya. Sedangkan orang yang meniup api, mungkin ia akan membakar kainmu atau kamu akan mendapatkan bau yang tidak enak darinya.� (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda:
�Pilihlah perempuan yang dinikahi karena empat perkara: Hartanya, derajatnya, kecantikannya, atau karena agamanya. Utamakanlah agamanya niscaya kamu beruntung.� (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: �Nabi SAW, bertanya kepada
Jibril as.: �Apa yang mencegahmu untuk sering datang kepada kami?� Maka turunlah ayat: �Wamaa natanazzalu illa bi amri rabbika lahu maa baina aidiina wa maa khalafnaa wa maa baina dzaalik. (Dan tidaklah kami (jibril) turun, kecuali
dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nyalah semua yang ada dihadapan kita, di belakang kita, dan diantarakeduanya.)� (HR. Bukhari)

7. Dari Abu Sa�id Al-Khudriy ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda:
�Janganlah kalian berteman kecuali dengan orang yang beriman dan janganlah ada yang memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa.� (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

8. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Sesungguhnya nabi SAW,
bersabda: �Seseorang bisa terpengaruh oleh agama sahabat karibnya. Oleh sebab itu, perhatikanlah salah seorang diantara kamu dengan siapa ia bergaul.� (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

9. Dari Abu Musa Al-Asy�ari ra., ia berkata: Sesungguhnya Nabi SAW, bersabda: �Seseorang itu akan bersama dengan orang yang dicintainya.� (HR. Bukhari dan Muslim) Dalam riwayat lain disebutkan: �Ada seseorang yang bertanya kepada nabi
SAW, tentang orang yang mencintai suatu kaum, tetapi ia belum pernah bertemu dengan mereka, maka ia menjawab:Ia akan bersama-sama dengan orang yang dicintainya.�

10. Dari Anas ra., sesungguhnya ada seorang Badui bertanya kepada Rasulullah SAW �Kapankah hari kiamat?� Rasulullah SAW, balik bertanya: �Bekal apakah yang telah
kamu siapkan untuk menghadapinya?� Ia menjawab:Mencintai Allah dan Rasul-Nya� Beliau bersabda: �kamu akan bersama-sama dengan orang yang kamu cintai (nanti di akhirat)� (HR. Bukhari dan Muslim)

11. Dari Ibnu Mas�ud ra., ia berkata: Seseorang mendatangi Rasulullah SAW, dan bertanya: �Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang mencintai suatu kaum, tetapi ia belum pernah bertemu dengan mereka?� Rasulullah SAW, menjawab: �Seseorang akan bersama-sama dengan orang yang dicintainya (kelak di akhirat)� (HR. Bukhari dan Muslim)

12. Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda: Manusia itu berbeda-beda dalam watak baik dan buruknya,begaikan tambang emas dan perak. Orang yang paling baik
pada masa jahiliyah adalah orang yang terbaik pula di masa islam, apabila mereka memahami syari�at. Roh itu berkelompok-kelompok dan berpisah-pisah. Roh yang saling
mengenal itu berkumpul dan yang tidak saling mengenalberpisah.� (HR. Muslim)

13. Dari Umar bin �Amr (Ibnu Jabir), ia berkata: �Tatkala umar bin Khaththab ra. kedatangan serombongan penduduk Yaman, ia bertanya: �Apakah ada diantara kamu yang
bernama Uwais bin �Amir?� ia menjawab: �Ya� Umar bertanya lagi: �Apakah kamu dari Murad dan Qaran?� Ia menjawab: Ya� Umar bertanya: �Apakah kamu dulu pernah mengalami
sakit belang kemudian sembuh kecuali tinggal sebesar dirham?� ia menjawab: �Ya� Umar kembali bertanya: �Apakah kamu masih mempunyai ibu?� Ia menjawab: �Ya� Umar
menjelaskan: Saya mendengar Rasulullah SAW, bersabda:
�Nanti kamu akan kedatangan orang bernama Uwais bin �Amir bersama dengan serombongan penduduk Yaman. Ciri-cirinya, ia dari Murad dan Qaran, pernah berpenyakit belang lalu
sembuh, kecuali sebesar dirham. Dia masih mempunyai ibu dan ia sangat berbakti kepadanya. Seandainya dia berbuat baik karena Allah, pasti Allah akan berbuat baik kepadanya. Mintalah agar ia memohonkan ampun buat dirimu. Oleh karena itu, mohonkanlah ampun buat diriku. Kemudian diamemohonkan ampun untuk Umar. Setelah itu Umar bertanya:
�Engakau akan kemana lagi?� ia menjawab: �Ke Kufah� Umar menawarkan: �Bolehkah aku menulis surat kepada �Amil(bendaharawan) di Kufah untuk membantu kamu?� Ia
menjawab: �Saya lebih senang menjadi orang biasa.� Pada tahun berikutnya, ada seorang terkemuka dari penduduk Yaman mengerjakan ibadah haji dan berjumpa dengan Umar.
Kemudian Umar menanyakan kepadanya tentang Uwais.
Orang itu menjawab : �Saya meninggalkan dia dalam keadaan sangat menyedihkan, rumahnya sangat kecil dan tergolong miskin.� Umar berkata : �Sesungguhnya saya mendengarRasulullah SAW bersabda : �Nanti kamu akan kedatangan seseorang bernama Uwais bin �Amir bersama-sama denganserombongan penduduk Yaman. Ciri-cirinya ia dari Murad dan Qaran, pernah berpenyakit belang kemudian sembuh kecuali sebesar dirham. Dia masih mempunyai ibu dan sangatberbakti kepadanya. Seandainya dia berbuat baik karenaAllah, niscaya Allah akan berbuat baik kepadanya. Mintalah agar ia memohonkan ampun buat dirimu. Setelah pulang, orang itu menemui Uwais dan berkata : �Mohonkan ampunbuat diriku.� Uwais menajwab : �Sebenarnya Engkaulah yang mendoakan saya, katrena baru pulang dari bepergian yang baik. Maka mohonkan ampun buat diriku.�
Orang itu bertanya : �Kamu pernah bertemu Umar ? � Uwais menjawab : �Ya.� Kemudian Uwais menyadari dan memohonkan ampun buat orang itu. Sesudah itu orang-orang
mengenalnya dan berbondonh-bondong meminta agar dia memohonkan ampun buat mereka. Melihat yang demikian Uwais pergi untuk menyendiri.� (HR.Muslim)

Dalam riwayat Muslim yang lain, Dari Usair bin Jabir ra. Ia berkata :
Penduduk Kufah mengutus suatu rombongan untuk menghadap Umar ra. Di antara mereka ada seseorang yang mengejek Uwais, kemudian Umar bertanya : �Apakah di sini ada seseorang yang berasal dari Qaran?� maka Uwais mendekatinya, dan Umar berkata
: Rasululllah SAW bersabda :
�Nanti kamu akan kedatangan seseorang dari Yaman bernama Uwais, dia tidak meninggalkan apaapa di Yaman selain ibu yang ditaatinya. Dia berpenyakit belang,
setelah berdoa, Allah menyembuhkannya kecuali sebesar dinar atau dirham. Siapa saja di antara kamu bertemu dengannya, mintalah agar dia memohonkan ampun buat kalian. �Pada riwayat lain, dari Umar ra. Ia berkata : �Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda :
�Sesungguhnya sebaik-baik tabi�in adalah seseorang yang bernama Uwais, dia mempunyai ibu dan pernah berpenyakit belang, maka mintalah kalian kepadanya agar memohonkan ampun buat kamu.�

14. Dari Umar bin Khaththab ra., ia berkata : Saya minta izin kepada Nabi SAW untuk mengerjakan umrah. Beliau mengizinkanku, seraya bersabda: �Wahai saudaraku, jangan
kau lupakan kami dari doamu. �Umar berkata : �itu adalah suatu ungkapan yang sangat menggembirakan saya, dan ungkapan itu lebih berharga dariku daripada dunia.� (HR. Abu
Daud dan Tirmidzi)
Dalam riwayat lain, Nabi SAW bersabda :Wahai saudaraku,sertakanlah kami dalam doamu.�

15. Dari Ibnu Umar ra., ia berkata : �Nabi SAW sering beziarah ke Kuba�, baik naik kendaraan maupun berjalan. Di sana beliau salat dua rakaat.� (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain dikatakan : �Setiap hari Sabtu Nabi SAWdatang ke masjid Kuba�, baik berkendaraan maupun berjalan.
Ibnu Umar juga mencontohnya.�