Tampilkan postingan dengan label Raditya Dika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Raditya Dika. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Desember 2013

Mendapat internet gratisan yang lumayan cepat itu sesuatu banget. Saya mencoba memanfaatkannya untuk membuat sebuah postingan baru yang idenya sudah ngendon di batok kepala sejak beberapa hari lalu. Apa itu?

Tidak ada yang baru sebenarnya. Kalau Anda suka hal-hal baru sebaiknya tinggalkan saja laptop atau tablet Anda, saya akan segera mengambilnya. Eh, maksud saya, Anda lebih baik menggunakan waktu berharga Anda untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. Oke? Baik banget saya kan?

Sebagai orang yang suka berbuat baik dan rajin gosok gigi, saya hanya akan meneruskan saja sebuah tips menulis yang pernah disampaikan oleh Raditya Dika. Dalam sebuah acara pelatihan menulis ia bilang bahwa menulis hal-hal lucu harus berbeda dari orang lain. �Yang lebih lucu dari loe itu banyak. Yang lebih cerdas juga banyak. Nah, loe nggak butuk memikirkan itu. Yang loe butuhkan adalah membuat hal-hal baru. Karena itu gue membuat judul yang unik dalam buku-buku gue�

Hal itu disampaikan oleh Radit setelah ia ditanya, kenapa ia selalu meletakkan nama-nama binatang di tiap bukunya yang terbit, semisal �Kambing Jantan� atau �Manusia Setengah Salmon�. Memang, hampir semua buku-bukunya selalu memakai judul dengan menggunakan nama-nama binatang.

Apa yang dikatan Radit pun sebenarnya bukanlah hal baru. Dalam dunia sastra sudah lama diajarkan bahwa tiap sastrawan dituntut untuk menciptakan karakter tersendiri dalam karya-karyanya. Kalau ia hanya mengikuti karakter penulis-penulis sebelumnya, ia akan tenggelam dalam popularitas mereka. Jadi, yang terpenting adalah orisinaltas, meski bagi sebagian orang itu adalah hal yang utopis.

*ditulis saat ishoma #4thPlatM, 21 Desember 2013  
**sumber foto: http://sarasiri.com