Tampilkan postingan dengan label Proxmox. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Proxmox. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Mei 2013

Proxmox Virtual Environment merupakan salah satu platform virtualisasi bare metal. Platform ini menggabungkan KVM (Kernel-base Virtual Machine) dengan OpenVZ dalam satu platform. Proxmox juga menyediakan antarmuka administrasi berbasis web yang sangat mudah digunakan. Hal ini berbeda sekali dengan solusi virtualisasi menggunakan distro Linux lain yang mengharuskan kita menggunakan command line. Singkatnya, Proxmox VE adalah solusi virtualisasi berbasis Linux yang sangat mudah diimplementasikan.

Baca selengkapnya �

Kamis, 16 Mei 2013

Saya baru melakukan live migration virtual machine (VPS) dari node proxmox1 ke node proxmox2 setelah selesai melakukan konfigurasi cluster di Proxmox VE 2.3. Namun tiba-tiba di tengah pemindahan ini ada error yang mengakibatkan proses berhenti. Sepertinya migrasi tidak benar-benar gagal karena VPS yang dipindahkan sudah tidak terdaftar lagi di proxmox1, melainkan di proxmox2. Saya coba menjalankan virtual machine berbasis OpenVZ ini, tidak bisa. Saya coba pindahkan kembali ke proxmox1, tidak bisa juga.

Baca selengkapnya �
Proxmox 2.3 mendukung beberapa metode manajemen user, di antaranya adalah LDAP, Active Diretory (AD), Linux PAM, dan Proxmox VE authentication server. LDAP dan AD membutuhkan server eksternal khusus untuk autentikasi. Sedangkan Linux PAM dan Proxmox VE authentication merupakan autentikasi internal. Konsep manajemen user ini memungkinkan kita untuk membuat user dan group lalu memberikan role dan permission untuk pengelolaan Proxmox VE. Kita juga dapat memberikan akses mengubah konfigurasi komponen seperti storage, VM, atau sistem ke user/group tertentu saja. Kita bahkan dapat membuat user/group yang hanya dapat melihat tapi tidak dapat mengubah konfigurasi.

Baca selengkapnya �
Salah satu keuntungan yang kita dapatkan setelah membuat HA cluster di Proxmox 2.3 adalah kemampuan untuk memindahkan VPS (Virtual Private Server) dari satu node ke node lain tanpa down time sama sekali. Fitur inilah yang biasa kita kenal sebagai online live migration. Bayangkan saja kalau kita hendak melakukan perawatan di salah satu server fisik yang dipasangi Proxmox yang mengharuskan mesin dimatikan, VPS yang ada di server tersebut dapat kita migrasikan ke server lain agar layanan di atasnya dapat berjalan dengan normal.

Baca selengkapnya �
High Availability (HA) sepertinya sudah menjadi satu keharusan untuk layanan infrastruktur IT masa kini. Itu suatu pertanda kalau IT semakin penting artinya untuk dunia bisnis saat ini. Berbagai upaya dan produk dihasilkan untuk mencapai ketersediaan layanan selama 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan, dan 365 hari dalam setahun. Zero down time, begitu istilah yang sangat digilai para sysadmin dan pengelola data center. Salah satu solusi yang cukup banyak digunakan di level intfrastruktur untuk mencapai zero down time adalah cluster dengan fitur HA. Tutorial Ngoprek akan membahas bagaimana membuat HA cluster di Proxmox VE 2.3 dalam tutorial ini.

Baca selengkapnya �

Rabu, 15 Mei 2013

KVM atau Kernel-based Virtual Machine merupakan pilihan virtualisasi model lain yang disediakan Proxmox 2.3 jika VPS OpenVZ tidak cocok untuk kebutuhan kita. KVM menyediakan dukungan sistem operasi guest yang lebih luas. Berbagai sistem operasi populer seperti Windows, Solaris, FreeBSD, Haiku, ReactOS, Plan9, dan Linux itu sendiri dapat berjalan dengan baik di atas KVM. Sayangnya untuk menjalankan KVM, CPU di host membutuhkan fitur khusus (Intel VT-X atau AMD-V). Namun hal ini tentu saja bukan halangan untuk mencoba membuat Virtual Private Server atau VPS berbasis KVM di Proxmox. Apalagi PC server masa kini kebanyakan sudah dilengkapi fitur virtualisasi.

Baca selengkapnya �
OpenVZ pada dasarnya bukanlah virtualisasi, melainkan isolasi terhadap proses-proses yang berjalan di atas kernel sistem operasi. Itulah sebabnya kernel yang dijalankan selalu sama di semua sistem operasi guest maupun host. Konsep virtualisasi seperti ini biasa juga dikenal sebagai container, Virtual Environtment (VE), atau Virtual Private Server (VPS) sama seperti jail di FreeBSD. Salah satu kekurangan container adalah ia hanya dapat menjalankan sistem operasi yang sama dengan inangnya. VPS berbasis OpenVZ merupakan pilihan tepat jika kita membutuhkan virtual machine yang cepat dan efisien.

Baca selengkapnya �
Kita membutuhkan dua bahan ini diunggah ke server Proxmox VE sebelum membuat virtual machine apapun, ISO dan template. Image ISO digunakan sebagai virtual CD-ROM untuk instalasi VPS berbasis KVM. Sedangkan template dibutuhkan untuk membuat VPS berbasis OpenVZ. Khusus untuk template OpenVZ, kita dapat mengunduhnya langsung dari web administrasi Proxmox. Namun jika kita mendapatkannya dari tempat lain, maka kita harus mengunggahnya menggunakan antarmuka yang disediakan.

Baca selengkapnya �

Selasa, 14 Mei 2013

Kemarin saya sudah menceritakan bagaimana cara melakukan backup virtual machine secara manual di Proxmox, kali ini kita akan melanjutkan dengan me-restore hasil backup di host lain. Dua hal ini saya lakukan untuk melakukan upgrade Proxmox VE dari versi 1.9 ke 2.3. Langkah-langkah lengkap proses upgrade tersebut akan saya tulis di artikel lain saja. Satu hal paling perlu diperhatikan saat melakukan restore ini adalah ID yang digunakan untuk virtual machine yang baru. Kita harus memilih ID baru yang belum digunakan sama sekali. Namun karena melakukan restore di host dari hasil fresh install, saya dapat menggunakan ID yang sama dengan virtual machine aslinya.

Baca selengkapnya �
Trik berikut ini digunakan untuk mengatasi permasalahan virtual machine berbasis KVM yang tidak dapat berjalan di Proxmox VE. Pesan error yang ditampilkan ketika kita hendak menghidupkan virtual machine adalah:
TASK ERROR: volume 'local:iso/openmediavault_0.4_amd64.iso' does not exist
Error tersebut terjadi karena file openmediavault_0.4_amd64.iso yang digunakan sebagai CD-ROM tidak lagi ada di sistem Proxmox. Bisa jadi karena telah dihapus atau mungkin virtual machine baru saja dipindahkan dari host lain.

Baca selengkapnya �
Beberapa hari belakangan saya menemukan error yang disebabkan tidak terkoneksinya storage iSCSI dan NFS share di web administrasi Proxmox VE. Hal ini disebabkan adanya gangguan pada server OpenFiler yang digunakan sebagai NAS maupun SAN. Jika menilik pesan error yang ditampilkan di browser, awalnya saya tidak berpikir kalau hal ini berkaitan dengan storage. Anehnya lagi hanya beberapa bagian dari web administrasi yang mengalami error ini. Menu storage adalah salah satu yang tidak dapat diakses sama sekali. Selain itu menu-menu yang terkait dengan storage juga tidak dapat diakses dan akhirnya menampilkan error read timeout.

Baca selengkapnya �

Sabtu, 11 Mei 2013

Selama ini saya masih menggunakan Proxmox VE 1.9 yang sebenarnya sudah lumayan kuno. Sebab Proxmox sudah merilis beberapa versi lebih baru setelahnya. Versi 2.3 sendiri dirilis pada awal bulan Maret 2013. Ada banyak fitur baru dan perbaikan yang disertakan dalam rilis ini. Salah satu yang cukup mencolok saya perhatikan adalah web administrasi yang sudah menggunakan JQuery sehingga tampilannya terlihat lebih menarik dan elegan. Artikel Tutorial Ngoprek kali ini akan membahas instalasi Proxmox Virtual Environtment 2.3.

Baca selengkapnya �

Sabtu, 27 April 2013

Canonical baru saja merilis Ubuntu 13.04 Raring Ringtail yang merupakan versi paling anyar distro Linux paling populer itu. Bagi yang sudah memasang Ubuntu 12.10, ada dua opsi untuk upgrade ke versi terbaru. Opsi pertama melakukan dist-upgrade dengan mengganti repositori ke Raring Ringtail. Opsi ke-2 dengan menjalankan clean install alias instalasi ulang. Dua pilihan ini sama-sama punya kelebihan dan kekurangannnya masing-masing. Namun kali ini Tutorial Ngoprek akan membahas opsi nomor dua, melakukan instalasi Ubuntu 13.04 Raring Ringtail di atas Proxmox.

Baca selengkapnya �

Rabu, 24 April 2013

Linus Torvalds sang pembuat kernel Linux pernah berkata "Real man do not make backup!" Namun sebagai seorang sysadmin membuat backup adalah suatu tindakan bijaksana. Coba bayangkan apabila server Proxmox VE yang kita kelola tiba-tiba saja mengalami kerusakan harddisk. Server ini berisi puluhan virtual machine milik perusahaan yang digunakan di sistem produksi. Analisis bagian forensik menyatakan tak mungkin lagi mengembalikan data dari hard disk rusak tersebut. Sendainya rajin membuat backup secara teratur, selamatlah kita. Jika sebaliknya, matilah kita.

Baca selengkapnya �

Senin, 22 April 2013

Mesin server yang berjalan di atas virtualisasi memiliki keistimewaan dibandingkan mesin server fisik. Salah satunya kemampuan untuk menambahkan hardware dalam keadaan virtual machine masih hidup, istilah kerennya hot swap. Kebanyakan server fisik terbaru mungkin sudah mempunyai fitur ini namun jumlah hardware yang dapat ditambahkan sangat tergantung pada dukungan slot di mother board. Tidak begitu halnya dengan server di virtual machine. Salah satu perangkat keras yang sering kali harus ditambahkan ke server adalah harddisk. Jika dikombinasikan dengan server NAS seperti Openfiler, maka kita bisa menambahkan harddisk ke virtual machine dengan kapasitas tak terbatas.

Baca selengkapnya �
NFS (Network File System) mempunyai peranan yang cukup vital di Proxmox VE. Kita dapat meningkatkan kapasitas media penyimpanan secara signifikan dengan menggunakan metode ini. Selain itu fungsi backup di Proxmox tidak dapat berjalan apabila kita belum melakukan setting NFS Share storage. Hal ini dikarenakan sistem backup di Proxmox hanya dapat menggunakan media penyimpanan NFS sebagai target penyimpanan berkas-berkas backup. Menambahkan storage bertipe NFS bukanlah pekerjaan yang sulit di Proxmox, kita cukup menggunakan web administrasi.

Baca selengkapnya �

Sabtu, 20 April 2013

Walaupun sama-sama distro GNU/Linux, ada sedikit perbedaan konfigurasi jaringan di CentOS dengan Ubuntu. Perbedaan ini terutama terletak pada letak dan isi berkas yang menyimpan konfigurasi. Di tutorial sebelumnya, saya sudah menjelaskan Konfigurasi Jaringan Di Ubuntu Server 12.04. Distro turunan Debian pada umumnya menggunakan berkas /etc/network/interfaces untuk pengaturan jaringan tiap-tiap ethernet. Artikel Tutorial Ngoprek kali ini akan mengupas cara pemberian alamat IP pada distro CentOS yang dipasang di atas Promox sebagai virtual machine berbasis OpenVZ.

Baca selengkapnya �
Kemarin pada saat mencoba online live migration di Proxmox, saya sempat menemukan error yang bikin bingung. Virtual machine yang dimigrasikan adalah sebuah container OpenVZ dengan sistem operasi CentOS 6.0. Pesan error paling mencurigakan di log adalah "Error: Failed to suspend container". Anehnya lagi ketika saya coba melakukan migrasi tanpa opsi online live migration, prosesnya berlangsung lancar tanpa error sama sekali.

Baca selengkapnya �

Kamis, 18 April 2013

Proxmox VE menyediakan dua opsi platform virtualisasi, KVM dan OpenVZ. Tutorial Ngoprek sudah pernah membahas cara membuat virtual machine berbasis KVM di artikel sebelumnya. KVM punya keunggulan tersendiri karena mampu menjalankan lebih banyak jenis sistem operasi. Sayangnya tidak semua prosesor yang ada di pasaran mempunyai fitur virtualisasi yang dibutuhkan untuk menjalankan KVM. Nah, virtual machine berbasis OpenVZ bisa menjadi solusi untuk PC yang tidak mendukung KVM.

Baca selengkapnya �

Rabu, 17 April 2013

Sebagai sebuah platform virtualisasi, Proxmox VE membutuhkan storage dengan kapasitas yang sangat besar. Terkadang hal ini dapat menjadi masalah karena keterbatasan slot hard disk yang ada di PC server. Penggunaan NAS (Network Attached Storage) atau SAN (Storage Area Network) menjadi salah satu solusi paling jitu untuk menambahkan media penyimpanan tak terbatas. Kita bisa menyulap server lain menjadi NAS/SAN menggunakan distro khusus seperti Openfiler. Setelah itu storage ini tinggal ditambahkan ke Proxmox.

Baca selengkapnya �