Tampilkan postingan dengan label Power Supply. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Power Supply. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Januari 2015

Tak sedikit orang yang masih bingung mendefinisikan perbedaan antara charger dan power adaptor. Hal ini mungkin karena kedua alat tersebut memiliki beberapa persamaan di fisiknya yang antara lain sama-sama terdiri dari rangkaian penurun tegangan, penyearah arus dan regulator. Charger dan adaptor juga sama-sama menghasilkan tegangan.

Postingan kali ini kita membahas perbedaan antara charger dan power adaptor.
 
Charger - aksesoris elektronik yang umumnya bersifat sebagai converter AC ke DC yang tegangan outputnya relatif kecil. Charger banyak digunakan di banyak piranti seperti handphone, camera dan di banyak paralatan elektronik lainnya.

 
Charger menggunakan tegangan yang konstan atau tetap dan frekuensinya statis berfungsi untuk memberi muatan baterai/accu.

Sedangkan power adapter adalah perangkat elektronik yang mengkonversi power, umumnya terdiri dari rangkaian trafo dan dioda penyearah. Selain itu tegangan outputnya bisa veriatif mulai 3v, 5v, 9v, 12v dan seterusnya. Selain tegangan, ada juga adapter yang outputnya bisa diatur menjadi AC atau DC. Perangkat ini banyak digunakan walkman, laptop, printer sebagai penyuplai daya. 

Secara mudahnya Charger adalah perangkat yang berfungsi sebagai pengisi muatan listrik terhadap catu daya (baterai/accu) sedangkan adapter adalah perangkat yang berfungsi untuk menyuplai daya ke perangkat elektronik lainnya.

Jumat, 31 Oktober 2014

Berikut ini adalah rangkaian charger baterai lead acid 6V 4,5 AH. Rangkaiannya sangat sederhana dan hanya menggunakan beberapa komponen. Komponen utama dari rangkaian ini adalah IC LM317. Rangkaian charger ini juga bekerja secara otomatis, jika muatan baterai sudah penuh, maka proses pengisian akan berhenti. Charger baterai ini juga cocok diaplikasikan dalam rangkaian lampu emergency


Selasa, 30 September 2014

rangkaian baterai NiCd




Komponen: 
  • D1 - D4 = 1N4004 
  • IC1 = 7808 
  • C1 = 1000 uF/16V 
  • C2 = 1 uF/63 V
  • IL 1-4 = 6 V/0,05 A
  • BH1-4 = AA batery holder 
  • F1 = 20 mA Fuse + holder 
  • T1 = Transformer (10V/0,25A) 
Source: circuit-finder

Rabu, 03 September 2014


Rangkaian catu daya ini memiliki tegangan output 5 volt. Sebagai sumber tegangannya dapat dihubungkan ke baterai 12 volt atau sumber tegangan DC lain yang memiliki rentang tegangan 8 sampai 18 volt.

Komponen yang digunakan sangat sedikit sehingga dapat dirangkai seefisien mungkin. Untuk rangkaiannya seperti gambar di bawah ini. 


 

Minggu, 16 Maret 2014

Berikut ini adalah rangkaian charger baterai lead acid menggunakan IC LM317. Rangkaian dapat menghasilkan tegangan yang pas untuk mengisi baterai sealed lead acid 12 volt. Arus pengisian dapat disesuaikan dengan potensiometer 1K ohm. Rangkaian charger baterai lead acid ini bekerja dengan otomatis, sehingga jika muatan baterai sudah penuh, charger tidak mengalirkan tegangan. Koneksikan baterai yang akan direcharge secara seri dan putar potensiometer untuk meng-adjust arus pengisian. Gunakan heat sink yang bagus pada IC, karena arus input minimal harus 15V agar menghasilkan output 12V untuk mengisi muatan baterai.


Rangkaian ini dapat mengisi baterai NiCd 2.4V, 4,8V dan 9.6V. IC LM317T yang ditunjukkan dalam rangkaian charger baterai di bawah ini berfungsi sebagai regulator tegangan yang dialirkan ke baterai. Sebagaimana yang sudah kita ketahui, IC LM317T cukup populer dan banyak dijual dipasaran dan juga murah. Trafo yang digunakan adalah jenis CT dengan input 220V dan output 9V - 0 - 9V.


Kamis, 24 Oktober 2013

Power bank merupakan salah satu perangkat elektronik yang menghasilkan tegangan dan berfungsi untuk me-recharge gadget seperti handphone, mp3 player dan lain sebagainya. Di dalam power bank terdiri dari baterai yang memiliki power besar, umumnya 2000mAh - 10000mAh dengan tegangan 7,4 volt.

Baterai handphone pada umumnya memiliki kapasitas tegangan sebesar 3,7 volt. Oleh karena itu diperlukan sebuah regulator tegangan agar tegangan 7,4v dari baterai tadi menjadi stabil 5v.

Tegangan output regulator 5 volt ini dikatakan cukup kompatibel karena tegangan charger harus lebih besar dari tegangan baterai yang akan di recharge.
 
Rangkaian: 





Komponen:

BT1    : Baterai 7,4 volt, 4200 mAh.
C2    : 1000 uF/16v
C3    : 470 uF/16v
R1    : 150 ohm
D1    : LED
U1    : Regulator LM7805

Catatan:
  1. Power bank juga perlu di recharge agar power di dalam baterai BT1 tidak kosong. Pada rangkaian di atas, power bank dapat di recharge menggunakan adaptor 10 V, 1 ampere. 
  2. Kita juga bisa melakukan recharge handphone meskipun power bank sedang di recharge yaitu dengan cara menutup SW1. 
  3. Ketika SW1 ditutup, tegangan output baterai BT1 akan diregulasikan menjadi 5v melalui regulator LM7805. Tegangan 5v ini yang akan dipakai untuk merecharge handphone. 
  4. LED D1 berfungsi sebagai indikator saat proses recharge berlangsung dan bukan sebagai indikator penuh tidaknya baterai handphone yang sedang di recharge. Oleh karena itu perlu pengontrolan secara berkala terhadap baterai handphone. 
  5. Usahakan SW1 dalam keadaan terbuka ketika power bank tidak digunakan. 

Minggu, 23 Juni 2013

Berikut ini adalah rangkaian catu daya yang mudah dirancang, efisien, berkualitas baik, stabil dan tegangan outputnya bisa diatur (Adjustable). Rangkaian sangat ideal untuk digunakan sebagai laboratorium power supply.

Rangkaian ini sangat sederhana cukup menggunakan IC TL431, dua buah transistor dan beberapa komponen lain. TL431 adalah IC regulator yang dapat diatur memiliki tiga terminal. Tegangan output dari rangkaian ini adalah 2,5 volt hingga 27,5 volt DC. T1 adalah transformer dengan output tegangan 25 volt AC.

Kamis, 30 Mei 2013


Arus output dari tiga terminal regulator dapat dinaikkan dengan cara manambahkan komponen pass-transistor. Transistor ini memungkinkan untuk mengalirkan arus melalui bias kolektor-emitor.
Tegangan output dikelola oleh regulator tetapi arusnya mengalir melalui pass-transistor. Transistor ini adalah transistor power yang harus menggunakan peredam panas (heatsink) yang sesuai. Transistor yang biasa digunakan adalah tipe 2N3055 atau TIP3055 sebagaimana transistor tipe ini dapat menangani arus hingga 10 Ampere dan dapat dijadikan power supply 10 Ampere. IC regulator dapat menggunakan LM7805 yang seluruh arusnya disalurkan ke transistor. 

Minggu, 28 April 2013

Berikut ini adalah rangkaian power supply yang tidak menggunakan transformator. Besaran tegangan dan arus keluaran dapat diubah dengan menyesuaikan nilai kapasitor dan dioda zener yang digunakan. 

power supply tanpa trafo
Komponen:
C1______0,47uF/400V____Kapasitor
C2______220uF/25V_____Electrolit kapasitor
D1______1N4741 11V____Dioda Zener
Bridge___1A/200V_______Bridge rectifier diode

Dengan menggunakan komponen-komponen diatas, rangkaian power supply tersebut dapat mensuplay tegangan 11 volt dan arus hingga 35mA. Jika ingin menambah jumlah arus yang dapat disuplay, maka harus menaikan nilai kapasitor C1 dan C2. Dioda zener DZ berperan sebagai regulator tegangan. Jadi untuk merubah nilai tegangan output dapat dilakukan dengan menaikan atau menurunkan nilai Dioda DZ.

Lihat sumber