Tampilkan postingan dengan label Power Mikrotik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Power Mikrotik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Februari 2015

Sedikit sharing tentang sambaran petir di Mikrotik. Beberapa waktu lalu terjadi keanehan di jaringan yang saya kelola, dimana jaringan internet maupun intranet di salah satu Gardu Induk (GI) down. Kejadian ini segera saya laporkan ke pihak ISP untuk mengecek link Fiber Optic (FO) dari kantor ke Gardu Induk tersebut. Karena belakangan ini sering sekali terjadi gangguan link Fiber Optic di kantor, saya pikir ini hanya masalah link FO yang down.

Keesokan harinya pihak ISP melakukan pengecekan link FO E1, dan ternyata hasilnya tidak ada masalah di link FO tersebut. Menurut info orang yang di GI, Router Mikrotik RB 1200 nya juga masih menyala. Namun setelah dilakukan pengecekan kondisi jaringan di GI tersebut masih down. Beberapa saat kemudian saya hubungi Supervisor GI tersebut, dan beliau menginformasikan bahwa pada hari sebelumnya ada hujan lebat disertai petir dan ruang kerja nya terkena sambaran petir.

Pada saat itu ada 2 orang di ruang kerja yang sedang menggunakan PC, tiba-tiba ada sambaran petir yang menuju ruang tersebut dan menghantam Switch. Kedua PC tersebut mati seketika. Alhamdulillah hanya PC nya saja yang mati, tidak termasuk orang nya :D. 

Arus dan tegangan tinggi surja petir yang menghantam Switch lari ke semua jalur yang ada pada switch dan juga masuk ke jaringan listrik gedung. Hal ini mengakibatkan hampir semua perangkat yang terhubung ke switch tersebut kena getah nya. Ada 3 PC, 1 Switch dan 1 Router Mikrotik RB 1200 yang kena hantam. Selain itu juga semua lampu di gedung itu jebol dan beberapa saklar lampu sampai terlempar keluar. Beruntung 1 PC masih selamat karena hanya port ethernet nya saja yang gosong. Sementara 2 PC lainnya wafat alias co.id :(.

Ternyata hal inilah yang menyebabkan koneksi jaringan down. Karena setelah saya cek ke TKP, Router Mikrotik nya masih nyala, tetapi port ethernet banyak yang ngaco. Dimana LED port 1 - 5 nyala semua walaupun tidak ada kabel yang terhubung. Dari 10 port ethernet pada Mikrotik, hanya 2 port yang sehat, selebihnya jebol semua. Beruntung perangkat Multiplexer di GI tersebut tidak ikut kena.



Untuk mengatasi hal ini, saya terpaksa mengganti Router Mikrotik RB 1200 dengan Mikrotik RB450G yang hanya punya 5 port ethernet. Tapi itu ga masalah, karena emang 5 port saja yang digunakan. Alhamdulillah setelah penggantian dan sedikit seting, jaringan di GI tersebut bisa up lagi :).


Saya coba bongkar Mikrotik RB 1200 yang tersambar petir itu untuk memeriksa kerusakan nya, siapa tau masih bisa diperbaiki. Ternyata efek dari sambaran petir di Mikrotik ini tidak hanya membuat port ethernet nya jebol. Tetapi juga membuat sistem mikrotik nya error. 

Setelah saya coba bongkar dan nyalakan, ternyata mikrotik nya boot looping (boot dan restart terus). Kemungkinan ada komponen elektronik di Routerboard nya yang rusak. Karena walaupun port ether nya punya fitur Over Voltage Protection, tetap saja tidak mampu menahan besarnya tegangan surja petir. Hal ini terlihat dari gosong nya salah satu port ether di Routerboard nya seperti gambar berikut.


Ya sudah lah, di hard reset pun sudah tidak mempan. Mikrotik nya sudah tidak bisa diperbaiki dan digunakan lagi. Beginilah nasib Mikrotik yang kesamber petir, ujung-ujung nya minta diganti yang baru :D.

Oke, cukup sekian curhatan saya tentang Mikrotik yang tersambar petir. Semoga pengalaman ini tidak terjadi pada anda semua. Kalaupun kejadian ya ga masalah, ambil sisi positifnya saja jadi bisa ganti Mikrotik baru :D. 

Senin, 31 Maret 2014

Saya punya Mikrotik RB751U-2HnD yang saya gunakan untuk hotspot di rumah. 3 bulan saya tinggal ke luar kota, ternyata Mikrotik nya rusak. Semua lampu LED nya kelap-kelip seperti lampu disco, kecuali LED wlan nya. Saya cari tahu, kenapa bisa begitu. Usut punya usut, ternyata Mikrotik ini sering dimatikan langsung tanpa shutdown yang benar. Saya kira Mikrotik nya sudah rusak, karena tidak bisa berjalan normal, dan tidak bisa diakses melalui winbox.



Saya coba cari solusinya di internet, ternyata ada juga yang mengalami hal serupa. Mereka menyarankan untuk mengganti Power Supply original mikrotik 12 V DC dengan Power Supply lain yang punya tegangan lebih tinggi. Kemudian saya coba gunakan Power Supply lain dengan tegangan 15 V DC. Ternyata Mikrotik nya mau nyala, lampu LED nya tidak lagi kedap-kedip seperti lampu disco. Mikrotik bekerja dengan normal kembali. Saya juga bisa mengakses mikrotik nya via winbox dan setingan yang dulu pun tidak hilang.

Jadi, dari masalah Lampu LED Mikrotik Kelap-Kelip ini solusinya yaitu dengan mengganti power supply mikrotik. Saya sarankan untuk mengganti Power Supply nya dengan Power Supply original Mikrotik 24 V DC.

Untuk lebih jelasnya, liat video yang saya buat khusus untuk anda berikut ini :

Selasa, 07 Mei 2013

Berapa Jarak Maksimum Kabel UTP untuk PoE Mikrotik? - Pertanyaan ini mungkin pernah muncul dipikiran anda yang sering seting mikrotik terutama Mikrotik Outdoor. PoE atau kepanjangan dari Power over Ethernet adalah suatu alat yang bisa menyalurkan tegangan listrik melalui media kabel UTP untuk menyalakan Mikrotik atau alat lainnya. Jadi tidak perlu menarik kabel power adapter terlalu panjang. Solusi tepat bagi anda yang ingin membangun jaringan wireless Mikrotik outdoor baik Point to Point (PtP) maupun Point to Multi Point (PtM).

Sudah tau kan seperti apa bentuk Power over Ethernet (PoE) Mikrotik? Penampakan PoE Mikrotik nya seperti dibawah ini.

Pada gambar PoE di atas, ada dua port untuk konektor RJ-45. 
  • Port LAN --> dari PoE ke PC untuk remote Mikrotik. Panjang kabel maksimal 100 meter.
  • Port POE --> dari PoE ke Mikrotik untuk menghidupkan Mikrotik. Panjang kabel maksimal ??
Secara teori kabel jarak maksimal kabel UTP adalah 100 meter. Namun pada prakteknya bisa berbeda tergantung kondisi lapangan dan peralatan.

Nah, sekarang pertanyaannya Berapa Jarak Maksimum Kabel UTP untuk PoE Mikrotik?
Jawabannya juga bermacam-macam. Ada yang bilang bisa sampai 20 meter, 40 meter, 50 meter, bahkan 80 meter. Namun pastinya kondisi lapangan dan alat yang digunakan juga berbeda-beda.

Menurut pengalaman saya, jarak maksimum kabel UTP untuk PoE Mikrotik kurang-lebih 20 meter untuk tegangan 24V. Hasilnya mikrotik bisa bekerja dengan normal. Namun ketika saya tambah panjang kabel PoE menjadi 35 meter dengan tegangan 24V, Mikrotik tidak mau nyala.

Kemudian saya coba menambahkan tegangan menjadi 30V dengan mengganti power adaptor bawaan Mikrotik dengan power adaptor yang bisa di atur teganganya dari 18 - 32 Volt. Hasilnya, Mikrotik mau nyala dan bisa di ping serta remote dari PC.



Jangan naikkan tegangan terlalu tinggi. Walaupun pada RB mikrotik nya sudah dilengkap dengan fitur Overvoltage Protection sampai 60 Volt, namun ada baiknya jangan gunakan tegangan yang terlalu tinggi agar RB lebih awet.

Kendala yang sering muncul ketika menggunakan PoE dengan kabel UTP yang panjang yaitu :
  1. Mikrotik tidak mau nyala karena kabel terlalu panjang.
  2. Mikrotik nyala tapi sering restart dan mati sendiri karena loss tegangan pada kabel UTP terlalu tinggi.
  3. Mikrotik nyala tapi tidak bisa diakses (remote) baik ping maupun via Winbox karena kabel terlalu panjang.

Bagaimana solusi untuk penggunaan PoE Mikrotik dengan kabel panjang tersebut?
  1. Gunakan kabel UTP cat 5 dengan kualitas terbaik dan pastikan crimping connector RJ-45 sempurna.
  2. Untuk pemasangan outdoor dianjurkan menggunakan kabel STP.
  3. Cek tegangan output dari PoE ke Kabel, pastikan drop tegangan tidak terlalu besar.
  4. Solusi yang paling jitu yaitu dengan menaikkan tegangan PoE Adaptor, misalnya dari 24V menjadi 30V.
Info di artikel ini bisa dijadikan acuan, namun hasil yang anda dapatkan belum tentu sama. Hasil yang anda dapatkan mungkin akan berbeda, karena sekali lagi semua itu tergantung dari kondisi lapangan dan peralatan yang digunakan.

Demikianlah jawaban dari pertanyaan Berapa Jarak Maksimum Kabel UTP untuk PoE Mikrotik? Semoga bermanfaat dan jika ada pertanyaan atau saran silakan isi kolom komentar di bawah.
Terima kasih :)