Tampilkan postingan dengan label Perkembangan sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkembangan sosial. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 April 2013



Deteksi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini ( AUD ) | Pendidikan Anak Usia Dini | Deteksi Tumbuh Kembang - Pada posting kali ini Kolom Blog GRATIS akan membahas tentang Deteksi Tumbuh Kembang AUD, Pendeteksi secara dini merupakan upaya penjaringan yang dilaksanakan secara
komprehensif untuk menemukan penyimpangan tumbuh kembang dan mengetahui serta mengenal faktor resiko pada
anak balita melalui deteksi dini dapat diketahui penyimpangan tumbuh kembang anak sehingga upaya pencegahan,
stimulasi, penyembuhan serta pemulihan dapat diberikan dengan indikasi yang jelas
pada masa kritis proses tumbuh
kembang dengan upaya tersebut diberikan sesuai dengan umur,...




Melalui deteksi secara dini dapat diketahui
penyimpangan tumbuh kembang anak
secara dini, sehingga upaya pencegahan, stimulasi, penyembuhan serta pemulihan
dapat diberikan dengan indikasi yang jelas pada masa kritis proses tumbuh kembang dengan upaya yang
diberikan sesuai umur perkembangan anak, dengan demikian dapat tercapai
kondisi tumbuh kembang yang
optimal terhadap gangguan perkembangan dan pertumbuhan anak usia dini,...




Penilaian pertumbuhan dan perkembangan sejak
anak dilahirkan dengan diberikan sesuai dengan umur perkembangan anak,
dengan demikian dapat tercapai kondisi tumbuh kembang yang optimal ( Menurut Dirjen
Pembinaan Kesmas ).  Penilaian pertumbuhan
dan perkembangan meliputi dua hal pokok, yaitu penilaian pertumbuhan fisik dan
penilaian perkembangan. Masing - masing penilaian tersebut mempunyai parameter
dan alat ukur tersendiri. Pengukuran berat badan ( BB ) Pengukuran ini
dilakukan secara teratur untuk memantau tumbuh kembang dan keadaan gizi anak usia dini ( balita ),...




Balita ditimbang setiap bulan dan
dicatat dalam Kartu Menuju Sehat Balita ( KMS Balita ) sehingga dapat dilihat grafik
pertumbuhannya dan dilakukan interfensi jika terjadi penyimpangan. Pengukuran
tinggi badan ( TB ) Pengukuran tinggi badan pada anak sampai usia 2 tahun
dilakukan dengan berbaring, sedangkan di atas umur 2 tahun dilakukan dengan
berdiri. Hasil pengukuran setiap bulan dapat dicatat pada dalam KMS yang mempunyai
grafik pertumbuhan tinggi badan. Mencermati proses tumbuh kembang
anak merupakan sesuatu yang cukup menyenangkan dan menantang bagi orang
tua, terutama ibu. Pada proses tersebut, banyak hal baru yang ditemui pada tiap
level kenaikan pertumbuhan berdasarkan  aspeknya.
Istilah tumbuh kembang, sebenarnya berasal dari akar kata � Tumbuh � dan
� Kembang �. Di mana keduanya memiliki  fungsi yang sama - sama saling
menunjang. Istilah � Tumbuh � dijadikan sebagai acuan untuk aspek - aspek yang
bersifat fisik, misalnya pertambahan tinggi badan, berat badan dan yang
lainnya. Sedangkan � Kembang � sebagai acuan untuk aspek - aspek yang bersifat
psikologis, seperti kognisi, sosioemosional dan yang lain - lain sebagainya,...




Dalam proses tumbuh kembang seorang
anak usia dini, di sini bukan hanya menitik beratkan pada diri si balita, namun di tuntut
peranan yang cukup besar bagi orang tua untuk mengoptimalkan proses 
tersebut. Ada beberapa cara yang dapat
di jadikan sebagai acuan guna  mengamati tumbuh kembang anak sejak usia
dini.
Aspek - aspek terpenting yang diperhatikan adalah :



  1. Aspek - aspek perkembangan kognitif

  2. Aspek - aspek perkembangan emosi

  3. Aspek - aspek perkembangan sosial

  4. Aspek - aspek perkembangan bahasa

  5. Aspek - aspek pertumbuhan fisik motorik 


Tindakan Pencegahan Gangguan Perkembangan ada aspek - aspek yang harus diperhatikan diatas adalah antisipasi agar anak usia dini ( balita ) bisa berkembang lebih optimal dan maximal untuk menciptakan generasi baru yang lebih baik dan bisa diandalkan dalam kecerdasan, berfikir, dan lain - lain,...



Melalui deteksi secara dini dapat diketahui
penyimpangan tumbuh kembang anak
secara dini, sehingga upaya pencegahan, stimulasi, penyembuhan serta pemulihan
dapat diberikan dengan indikasi yang jelas pada masa kritis proses tumbuh kembang dengan upaya yang
diberikan sesuai umur perkembangan anak, dengan demikian dapat tercapai
kondisi tumbuh kembang yang
optimal terhadap gangguan perkembangan dan pertumbuhan anak usia dini,...




Semoga posting artikel terbaru Kolom Blog GRATIS tentang Deteksi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini ( AUD ) | Pendidikan Anak Usia Dini | Deteksi Tumbuh Kembang bisa bermanfaat buat sobat untuk lebih memperhatikan buah hatinya, jangan lupa tambhkan jaringan teman sobat di Kolom Blog GRATIS,...


Sabtu, 19 Januari 2013

PENDAHULUAN

Pada kehidupan bermasyarakat dalam sehari hari kita sering menjumpai dengan sadar ataupun tidak sadar bahwa pelapisan sosial dan kesamaan derajat banyak di jumpai. Diantaranya adalah seorang keluarga raja dan rakyat biasa yang merupakan berbeda kasta jika dalam hukum pelapisan sosial, maka dari itu saya akan membahas tema Pelapisan Sosial Dan Kesamaan Derajat pada kesempatan kali ini.

PELAPISAN SOSIAL

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Definisi sistematik antara lain dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial. P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan. Istilah stand juga dipakai oleh Max Weber.

Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi menjadi 2, yaitu:

+ Terjadi dengan Sendirinya

Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.

+ Terjadi dengan Sengaja

Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.

Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:

1. Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.

2. Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas ( Vertikal ).

Pembedaan Sistem Pelapisan Menurut Sifatnya dapat dibedakan menjadi :

Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
Kasta Brahmana : merupakan kastanya golongan-golongan pendeta dan merupakan kasta tertinggi.
Kasta Ksatria : merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua.
Kasta Waisya : merupakan kasta dari golongan pedagang yang dipandang sebagai lapisan menengah ketiga.
Kasta Sudra : merupakan kasta dari golongan rakyat jelata.
Paria : golongan dari mereka yang tidak mempunyai kasta. Misalnya kaum gelandangan, peminta dan sebagainya.

Sistem pelapisan masyarakat terbuka

Sistem yang demikian dapat kita temui didalam masyarakat Indonesia. Setiap orang diberi kesempatan untuk menduduki segala jabatan bila ada kesempatan dan kemampuan utnuk itu. Tetapi disamping itu, orang juga dapat turun dari jabatannya bila dia tidak mampu mempertahankannya. Status (kedudukan)yang diperoleh berdasarkan atas usaha sendiri disebut Archieve status.

KESAMAAN DERAJAT

Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungankan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara. Hak dan kewajiban sangat penting ditetapkan dalam perundang-undangan atau Konstitusi. Undang-undang itu berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali dalam arti semua orang memiliki kesamaan derajat. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai faktor kehidupan.

KESIMPULAN

Dewasa ini jurang pemisah antara si kaya dan si miskin sangat jauh dikarenakan perbedaan materi."si kaya" tidak perduli terhadap "si miskin",tetapi masih ada sifat kebaikan dari beberapa "si kaya".

Kita harus bertenggang rasa terhadap sesama karena kita adalah sama-sama makhlul ciptaan Tuhan yang maha Esa.

http://bagas-sarosa-gunadarma.blogspot.com/2012/11/pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat.html
http://arifrahman29.blogdetik.com/2011/12/02/pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat/
http://abiand.wordpress.com/tugas/5-pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat/