Tampilkan postingan dengan label Perawatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perawatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Januari 2015

Atomizer

bagian_atomizer
Sebagaimana diketahui bahwa atomizer adalah parts untuk menghasilkan uap pada vaporizer, dimana e-liquid yang dimasukkan ke dalam tank kemudian dipanaskan oleh coil yang terdapat dalam atomizer untuk diubah dari cairan menjadi uap yang membawa rasa ke paru-paru vapers sekalian.

Atomizer ini juga bisa menjadi kotor setelah lama digunakan, dengan campuran liquid yang berubah-ubah, dan rasa yang berganti-ganti, maka lama kelamaan atomizer tersebut akan berkurang dan rasa yang dihasilkan juga tidak setajam / senikmat pada saat masih baru. Oleh karena itu Atomizer juga perlu perawatan dan sesekali dibersihkan. Tentunya cara untuk membersihkan Atomizer tidak boleh sembarangan, ada tips dan trik khusus untuk membersihkannya.

Tips dan Perawatan Atomizer/Cartomizer/Clearomizer

Berikut ini adalah sejumlah tips dan trik yang bisa Anda gunakan untuk merawat, membersihkan dan menjaga vaporizer Anda tetap bekerja dengan prima setiap saat.

cara_membersihkan_Atomizer_merk_eGo-T
Cara Membersihkan Atomizer (contoh pada gambar sedang membersihkan atomizer merk eGo-T)

Tips Untuk Membuat Atomizer Anda Awet dan Tahan Lama (Juga bisa digunakan untuk cartomizers dan clearomizers juga lho!)

Voltase atau watt yang lebih tinggi dan hambatan (ohm) yang lebih rendah mungkin bisa menyediakan anda uap yang lebih nendang dari rokok elektronik (vapor) Anda, tetapi itu juga memperpendek masa pakai dari perangkat vaporizer Anda. Untuk itu, adalah sangat penting untuk menemukan keseimbangan yang paling tepat diantara kualitas performa vaporizer dengan jangka waktu ketahanan alias masa pakai produk vaporizer Anda untuk menjaga kepuasan Anda dalam menikmati sensasi vaping.

Baterai Lithium seringkali mencantumkan rata-rata masa pakai dari baterai dengan menggunakan angka siklus penggunaan, bahwa seberapa lama mereka sanggup bertahan hingga pada akhirnya akan terjadi penurunan performa yang signifikan dari baterai.

Baterai_Lithium_Vaporizer_18350_700mAh
Baterai Lithium Vaporizer 18350 700mAh merk AW

Sebuah siklus biasanya dijabarkan dari seberapa sering sebuah baterai diisi penuh, habis, kemudian diisi penuh lagi. Baterai Lithium yang banyak digunakan di vaporizer biasanya memiliki siklus masa pakai sebanyak 300 hingga 600 kali pengisian ulang.

Menggunakan voltase yang lebih tinggi berarti Anda akan menghabiskan daya baterai lebih cepat, yang berarti baterai tersebut akan lebih sering di charge / diisi ulang. Siklus tradisional ini berakibat pada baterai tersebut dimana masa pakai / jangka hidup chonologic nya menjadi lebih pendek. Sering dikatakan oleh para expert di bidang vaping, bahwa sebuah peningkatan kecil dari voltase (misalnya berpindah dari 3.3V ke 3.7V, akan memiliki efek yang sedikit saja kepada keseluruhan masa pakai dari baterai. Tetapi peningkatan yang drastis (seperti misalnya 3.3V ke 4.8V) bisa mengakibatkan penurunan masa pakai yang substansial atau signifikan. Pada waktu yang sama, voltase yang lebih tinggi berarti daya yang lebih besar diteruskan melalui elemen pemanas atau "coil" dimana itu akan mengurangi jangka waktu pemakaian dari perangkat tersebut juga. Detail yang lebih rinci lagi dapat dibaca sebagaimana berikut dibawah ini.

Hambatan dari elemen pemanas (dengan kata lain "coil" di dalam atomizer, cartomizer, atau clearomizer) bisa saja memiliki efek yang sama terhadap jangka waktu pemakaian baik terhadap baterai maupun elemen pemanas itu sendiri.

Coil yang memiliki hambatan lebih rendah akan mengizinkan daya yang lebih besar untuk melewati coil pada setiap hisapan vaper, dimana hal tersebut akan menghasilkan pembakaran yang lebih panas daripada coil dengan hambatan yang lebih tinggi jika keduanya digunakan pada voltase yang sama. Pada saat itu berlangsung, maka ada dua hal yang terjadi:
  1. Baterai akan habis lebih cepat yang mengakibatkan mengurangi masa pakai dari baterai
  2. Sebagaimana ia membakar liquid dengan panas yang lebih tinggi setiap kali coil (yang merupakan benang filliment yang sama persis dengan filliment yang ditemukan di lampu pijar) akan habis dipakai lebih cepat.
Bagaimanapun, begitu juga dengan voltase, sebuah perubahan kecil di hambatan (misalnya berpindah dari 2.1ohm ke 1.9ohm) akan memiliki efek yang lebih sedikit dan bahkan mungkin perubahannya tidak dirasakan oleh pengguna vaporizer. Tetapi penurunan hambatan yang drastis (misalnya berpindah dari 4.0ohm ke 1.5ohm) bisa menyebabkan penurunan jangka waktu pemakaian yang substansial dan signifikan.

Tidak hanya dari segi voltase, hambatan, dan cara penggunaan yang mempengaruhi masa pakai dari atomizer, tetapi juga dari e-liquid yang digunakan juga akan sangat berpengaruh dari panjang pendeknya umur atomizer. Menggunakan e-liquid yang lebih murni akan memperpanjang masa pakai atomizer. Sementara mungkin kita akan sulit untuk menilai kemurnian dari e-liquid, tetapi setidaknya aturan baku yang biasanya digunakan adalah semakin jernih cairan e-liquid, maka semakin sedikit kotoran yang tercampur di dalamnya. Bagaimanapun juga, bahkan rasa dan nikotin yang terkandung dari e-liquid juga mengandung sedikit kotoran. Sehingga untuk itu, pembersihan yang rutin juga akan menolong untuk mengurangi atau menghambat tumpukan kotoran ini di coil Anda. Tunggu di artikel berikutnya untuk mengetahui tentang bagaimana cara membersihkan atomizer.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda para vapers pemula.

Sumber: https://www.myfreedomsmokes.com/tips-info/atomizer-tips-and-maintenance