Tampilkan postingan dengan label PLC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PLC. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2013

Ada beberapa bahasa dirancang untuk komunikasi pengguna dengan PLC , di antaranya diagram tangga adalah yang paling populer.

Diagram tangga terdiri dari satu baris vertikal ditemukan di sisi kiri, dan garis yang cabang ke kanan. Garis di sebelah kiri disebut "bus bar", dan garis yang bercabang ke kanan adalah garis instruksi. Kondisi yang menyebabkan instruksi diposisikan di tepi kanan dari diagram disimpan garis instruksi. Kombinasi logis dari kondisi ini menentukan kapan dan dalam apa cara instruksi di sebelah kanan akan mengeksekusi.

Elemen dasar dari sebuah diagram relay dapat dilihat pada gambar berikut. instruksi Sebagian besar membutuhkan setidaknya satu operan, dan sering lebih dari satu. Operan dapat beberapa lokasi memori, satu bit lokasi memori, atau beberapa nilai-number.In numerik kasus ketika kita ingin memproklamirkan konstan sebagai operand, penunjukan # digunakan di bawah tulisan numerik (untuk compiler untuk tahu itu adalah . konstan dan tidak alamat) Berdasarkan gambar di atas, salah satu harus mencatat bahwa sebuah diagram tangga terdiri dari dua bagian dasar: bagian kiri juga disebut bersyarat, dan bagian kanan yang memiliki instruksi. Ketika kondisi terpenuhi, instruksi dieksekusi, dan itu semua!

 
Gambar diatas merupakan contoh dari sebuah diagram tangga di mana relay diaktifkan dalam PLC kontroler ketika sinyal muncul pada baris masukan 0. Pasang garis vertikal disebut kondisi. Setiap kondisi dalam sebuah diagram tangga memiliki nilai ON atau OFF, tergantung pada status bit yang ditugaskan untuk itu. Dalam hal ini, bit ini juga secara fisik hadir sebagai garis masukan (terminal sekrup) ke kontroler PLC. Jika kunci terpasang ke terminal sekrup yang sesuai,

Anda dapat mengubah status bit dari satu status ke status logika nol logika, dan sebaliknya. Status satu logika biasanya ditunjuk sebagai "ON", dan status dari nol logika sebagai "OFF". bagian kanan dari diagram tangga adalah instruksi yang dieksekusi jika kondisi terpenuhi kiri. Ada beberapa jenis instruksi yang dapat dengan mudah dibagi menjadi sederhana dan kompleks.

Contoh instruksi sederhana adalah aktivasi dari beberapa bit dalam lokasi memori. Dalam contoh di atas, bit ini memiliki konotasi fisik karena terhubung dengan relay di dalam kontroler PLC. Ketika CPU mengaktifkan salah satu dari empat bit terkemuka 10, kontak relay bergerak dan terhubung garis melekat padanya. Dalam hal ini, ini adalah garis terhubung ke terminal sekrup ditandai sebagai 0 dan ke salah satu terminal sekrup COM.

Simbol-simbol diagram ladder
Load / LD = Start pada normally open input

Load Not / LD NOT = Start pada normally close input

AND = menghubungka dua atau lebih input dalam bentuk normally open secara seri.
AND NOT = menghubungkan 2 atau lebih input dalam bentuk normally close.

OR = menghubugkan 2 atau lebih input dalam bentuk normally open secara paralel.


OR NOT = menghubungkan 2 atau lebih input dalam bentuk normally close secara parallel.


OUTPUT / OUT = menyalakan output.

Secara mendasar PLC adalah suatu peralatan kontrol yang dapat diprogram untuk mengontrol proses atau operasi mesin. Kontrol program dari PLC adalah menganalisa sinyal input kemudian mengatur keadaan output sesuai dengan keinginan pemakai. Keadaan input PLC digunakan dan disimpan didalam memory dimana PLC melakukan instruksi logika yang di program pada keadaan inputnya. Peralatan input dapat berupa sensor photo elektrik, push button pada panel kontrol, limit switch atau peralatan lainnya dimana dapat menghasilkan suatu sinyal yang dapat masuk ke dalam PLC. Peralatan output dapat berupa switch yang menyalakan lampu indikator, relay yang menggerakkan motor atau peralatan lain yang dapat digerakkan oleh sinyal output dari PLC.

Selain itu PLC juga menggunakan memory yang dapat diprogram untuk menyimpan instruksi-instruksi yang melaksanakan fungsi-fungsi khusus seperti : logika pewaktuan, sekuensial dan aritmetika yang dapat mengendalikan suatu mesin atau proses melalui modul-modul I/O baik analog maupun digital.
 
PRINSIP KERJA PLC 
PLC merupakan peralatan elektronik yang dibangun dari mikroprosesor untuk memonitor keadaan dariperalatan input untuk kemudian di analisa sesuai dengan kebutuhan perencana (programmer) untuk mengontrol keadaan output. Sinyal input diberikan kedalam input card.
Ada 2 jenis input card, yaitu :
  1. Analog input card 
  2. Digital input card
Setiap input mempunyai alamat tertentu sehingga untuk mendeteksinya mikroprosesor memanggil berdasarkan alamatnya. Banyaknya input yang dapat diproses tergantung jenis PLC- nya. Sinyal output dikluarkan PLC sesuai dengan program yang dibuat oleh pemakai berdasarkan analisa keadan input.
Ada 2 jenis output card, yaitu :
  1. analog output card 
  2. digital output card
setiap ouput card mempunyai alamat tertentu dan diproses oleh mikroprosesor menurut alamatnya. Banyaknya output tergantung jenis PLC- nya. Pada PLC juga dipersiapkan internal input dan output untuk proses dalam PLC sesuai dengan kebutuhan program. Dimana internal input dan output ini hanya sebagai flag dalam proses. Di dalam PLC juga dipersiapkan timer yang dapat dibuat dalam konfigurasi on delai , off delai, on timer, off timer dan lain- lain sesuai dengan programnya. Untuk memproses timer tersebut, PLC memanggil berdasarkan alamatnya.
 
Untuk melaksanakan sebagai kontrol system, PLC ini didukung oleh perangkat lunak yang merupakan bagian peting dari PLC. Program PLC biasanyaterdiri dari 2 jenis yaitu ladder diagram dan instruksi dasar diagram, setiap PLC mempunyai perbedaan dalam penulisan program.

STRUKTUR DASAR PLC
  1. Central Prosesing Unit ( CPU ) 
  2. Memory
  3. Input / Output
  4. Power Supply

1. Central Prosesing Unit (CPU) 
CPU berfungsi untuk mengontrol dan mengawasi semua pengopersian dalam PLC, melaksanakan program yang disimpan didalam memory. Selain itu CPU juga memproses dan menghitung waktu memonitor waktu pelaksanaan perangkat lunak dan menterjemahkan program perantara yang berisi logika dan waktu yang dibutuhkan untuk komunikasi data dengan pemrogram.
 
2. Memory 
Memory yang terdapat dalam PLC berfungsi untuk menyimpan program dan memberikan lokasi-lokasi dimana hasil-hasil perhitungan dapat disimpan didalamnya. PLC menggunakan peralatan memory semi konduktor seperti RAM (Random Acces Memory), ROM (Read Only Memory), dan PROM (Programmable Read Only Memory) RAM mempunyai waktu akses yang cepat dan program-program yang terdapat di dalamnya dapat deprogram ulang sesuai dengan keinginan pemakainya. RAM disebut juga sebagai volatile memory, maksudnya program program yang terdapat mudah hilang jika supply listrik padam.
 
Dengan demikian untuk mengatasiu supply listrik yang padam tersebut maka diberi supply cadangan daya listrik berupa baterai yang disimpan pada RAM. Seringkali CMOS RAM dipilih untuk pemakaian power yang rendah. Baterai ini mempunyai jangka waktu kira-kira lima tahun sebelum harus diganti.

3. Input / Output 
Sebagaimana PLC yang direncanakan untuk mngontrol sebuah proses atau operasi mesin, maka peran modul input / output sangatlah penting karena modul ini merupakan suatu perantara antara perangkat kontrol dengan CPU. Suatu peralatan yang dihubungkan ke PLC dimana megirimkan suatu sinyal ke PLC dinamakan peralatan input. Sinyal masuk kedalam PLC melalui terminal atau melalui kaki � kaki penghubung pada unit. Tempat dimana sinyal memasuki PLC dinamakan input poin, Input poin ini memberikan suatu lokasi di dalam memory dimana mewakili keadaannya, lokasi memori ini dinamakan input bit. Ada juga output bit di dalam memori dimana diberikan oleh output poin pada unit, sinyal output dikirim ke peralatan output.
 
Setiap input/output memiliki alamat dan nomor urutan khusus yang digunakan selama membuat program untuk memonitor satu persatu aktivitas input dan output didalam program. Indikasi urutan status dari input output ditandai Light Emiting Diode (LED) pada PLC atau modul input/output, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengecekan proses pengoperasian input / output dari PLC itu sendiri.

4. Power Supply 
PLC tidak akan beroperasi bila tidak ada supply daya listrik. Power supply merubah tegangan input menjadi tegangan listrik yang dibutuhkan oleh PLC. Dengan kata lain sebuah suplai daya listrik mengkonversikan suplai daya PLN (220 V) ke daya yang dibutuhkan CPU atau modul input /output.