Tampilkan postingan dengan label Network. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Network. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Oktober 2013

Bosan dengan sensorsip Internet yang diberlakukan Depkominfo? Merasa putus asa dengan pemblokiran berbagai situs favoritmu? Salah satu cara mengatasi hal ini sudah pernah saya bahas dengan mengubah pengaturan DNS ke Google. Sayangnya trik tersebut hanya berlaku jika pada provider AHA/Esia. Namun tak perlu khawatir, ada banyak jalan menuju Roma. Dalam artikel ini saya akan membahas penggunaan Ultrasurf di Ubuntu untuk menembus blok internet. Karena aplikasi ini sesungguhnya berbasis Windows maka kita harus menggunakan emulator Wine untuk menjalankannya.

Baca selengkapnya �

Jumat, 17 Mei 2013

Artikel Tutorial Ngoprek kali ini akan membahas konfigurasi jaringan di OpenSuSE 12.1. Kita akan menggunakan YaST yang merupakan tool berbasis GUI dan menjadi salah satu keunggulan distro ini dibandingkan distro GNU/Linux yang lain. Hampir semua konfigurasi di OpenSuSE dapat dilakukan menggunakan YaST. Selain mengunakan YaST, konfigurasi jaringan dapat juga dilakukan lewat command line seperti kebanyakan distro GNU/Linux lainnya.

Baca selengkapnya �

Senin, 06 Mei 2013

Ubuntu versi terbaru sudah menyertakan Samba dalam instalasi default. Artinya kita dapat langsung melakukan sharing file tanpa instalasi aplikasi apapun. Bahkan kita dapat membuat direktori sharing baru dengan klik kanan di Nautilus. Sederhananya kita hanya butuh dua sampai tiga klik untuk membagikan file di jaringan. Mengakses sharing file juga dapat kita lakukan menggunakan Nautilus. Inilah salah satu kelebihan Ubuntu yang membuat banyak user kepincut. Artikel Tutorial Ngoprek berikut ini akan membahas cara mudah sharing file dengan Samba di Ubuntu.

Baca selengkapnya �

Minggu, 05 Mei 2013

Langkah pertama yang harus kita lakukan setelah proses instalasi server NAS4Free selesai adalah konfigurasi jaringan. Jika tidak, maka kita tidak dapat menggunakan web administrasi untuk melakukan eksplorasi lebih lanjut. Alamat IP yang kita tetapkan untuk server inilah yang nantinya digunakan untuk mengakses antarmuka web milik NAS4Free. Pengaturan ini dapat kita lakukan begitu masuk sistem NAS4Free setelah reboot. Artikel Tutorial Ngoprek kali ini akan membahas langkah demi langkah konfigurasi jaringan di server NAS4Free.

Baca selengkapnya �

Kamis, 02 Mei 2013

Di artikel Tutorial Ngoprek beberapa waktu lalu sudah dibahas trik mengakali blok Internet di modem AHA, namun dengan cara tersebut kita harus mengubah pengaturan DNS setiap kali tersambung ke Internet. Tentu saja hal seperti hanya membuang waktu dan tidak praktis. Kita bisa mengakali hal ini dengan mengatur agar koneksi modem AHA hanya mengambil alamat IP saja saat dialing ke provider Esia. Sedangkan pengaturan DNS akan kita tetapkan secara manual agar statis menggunakan Google Public DNS.

Baca selengkapnya �

Sabtu, 20 April 2013

Walaupun sama-sama distro GNU/Linux, ada sedikit perbedaan konfigurasi jaringan di CentOS dengan Ubuntu. Perbedaan ini terutama terletak pada letak dan isi berkas yang menyimpan konfigurasi. Di tutorial sebelumnya, saya sudah menjelaskan Konfigurasi Jaringan Di Ubuntu Server 12.04. Distro turunan Debian pada umumnya menggunakan berkas /etc/network/interfaces untuk pengaturan jaringan tiap-tiap ethernet. Artikel Tutorial Ngoprek kali ini akan mengupas cara pemberian alamat IP pada distro CentOS yang dipasang di atas Promox sebagai virtual machine berbasis OpenVZ.

Baca selengkapnya �
Selain sebagai alat untuk belajar virtualisasi server, saya juga sering memanfaatkan Virtualbox untuk belajar jaringan komputer. Sangat berguna sekali untuk menghemat biaya membeli komputer fisik, switch, router, dll. Dengan membuat beberapa virtual machine lalu menghubungkannya dalam satu jaringan di Virtualbox, kita bisa bereksperimen dengan berbagai konfigurasi jaringan. Virtualbox sendiri menyediakan beberapa tipe virtual network yang dapat kita manfaatkan untuk berbagai eksperimen. Dengan memahami tipe-tipe virtual network mode di Virtualbox kita akan semakin mudah menentukan mana yang akan digunakan untuk eksperimen.

Baca selengkapnya �

Rabu, 17 April 2013

Kemarin kita sudah melakukan Instalasi Ubuntu Server 12.04 LTS. Namun karena selama instalasi tidak ditemukan server DHCP, konfigurasi jaringan untuk sementara kita tinggalkan. Jaringan merupakan salah satu komponen paling penting di server. Kalau tidak ada jaringan yang berfungsi dengan baik, bagaimana user akan mengakses layanan di server tersebut? Untuk itulah kita harus segera melakukan konfigurasi jaringan di Ubuntu Server yang baru kita install.

Baca selengkapnya �

Rabu, 10 April 2013

Saya baru saja melakukan upgrade Virtualbox ke versi terbaru. Prosesnya memang berjalan lancar, namun setelah selesai saya menemukan konfigurasi jaringan tipe host-only menghilang begitu saja. Seharusnya hal ini tidak perlu terjadi, mungkin saja masih menjadi bug di Virtualbox 4.2.10 ini. Memang melakukan setting Virtualbox host-only network bukanlah pekerjaan yang sulit, namun untuk vendor sekelas Oracle hal seharusnya sudah diantisipasi.

Baca selengkapnya �

Sabtu, 26 Januari 2013

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah salah satu layanan yang biasanya tersedia di jaringan untuk mempermudah pengaturan alamat IP klien. Server DHCP sangat membantu pekerjaan satpam jaringan karena pengaturan akan dilakukan secara otomatis. Coba bayangkan jika suatu kantor memiliki 5 lantai dengan jumlah klien per lantai sebanyak 40 PC. Betapa melelahkannya pekerjaan seorang network administrator untuk mengurusi pengalamatan di klien-klien itu jika semuanya dilakukan secara manual.

IPCop sebagai distro Linux yang menyasar kebutuhan firewall juga datang dengan fitur DHCP. Kita hanya perlu mengaktifkan dan melakukan konfigurasi DHCP server di IPCop jika kita memilih untuk tidak mengaktifkannya di proses instalasi dan konfigurasi dasar. Aktivasi dan konfigurasinya dilakukan melalui antarmuka berbasis web dengan mengakses alamat IP server IPCop di port 8443.


Selanjutnya, pilih sub-menu "DHCP Server" dari menu "Services" dari halaman utama.

Di halaman pengaturan layanan DHCP, cek pilihan "Enabled" untuk mengaktifkan layanan ini. Tentukan juga batasan alamat yang akan diberikan ke klien yang menggunakan DHCP server di field "Start Address" dan "End Address". Field "Default lease time (mins)" secara otomatis berisi nilai 60, sesuaikan dengan kebutuhan. Isikan alamat DNS server yang akan digunakan klien pada field "Primary DNS" dan "Secondary DNS". Field lain bersifat opsional. Klik tombol "Save" untuk menyimpan dan menjalankan DHCP server.

DHCP server juga memungkinkan pemberian alamat IP yang tetap (fixed lease) untuk beberapa klien. Untuk menambahkan klien yang akan mendapatkan alamat IP tetap, klik tombol "Add a new fixed lease".

Lalu masukkan pasangan "MAC Address" dan "IP Address" serta "Router IP Address" atau alamat default gateway seperti tampak pada gambar berikut. Klik tombol "Add" untuk menyimpan perubahan ini.

Hasilnya akan muncul seperti tampak pada gambar di bawah ini.

Dari sini kita dapat melakukan perubahan-perubahan seperti edit, disabled, enabled, dan remove pemberian alamat IP tetap (fixed lease).

Jumat, 25 Januari 2013

Setelah selesai melakukan instalasi dan konfigurasi dasar IPCop 2.0.3 maka distro Linux khusus untuk firewall ini siap digunakan. Selain sebagai firewall, IPCop juga sering digunakan sebagai server proxy. IPCop memang datang lengkap dengan fitur proxy. Kita hanya perlu mengaktifkan fitur ini dari halaman administrasi berbasis web. Biasanya fitur proxy ini diaktifkan untuk jaringan di interface GREEN. Oh ya, jika bingung dengan istilah interface RED dan GREEN silakan baca konsepnya di artikel di sana.

Untuk memulai konfigurasi server proxy di IPCop, akses halaman administrasi menggunakan web browser melalui alamat IP yang ditetapkan pada saat instalasi:


Jika muncul peringatan tentang sertifikat keamanan server, abaikan dengan klik tombol "Proceed anyway".

Isikan username dan password pada dialog yang muncul. Username adalah admin, sedangkan password sesuai dengan yang ditetapkan pada proses konfigurasi dasar.

Pilih sub-menu untuk konfigurasi proxy di menu "Services":

Status proxy setelah selesai instalasi adalah "STOPPED", kita jalankan proxy dengan mencentang pilihan "Enable on GREEN". Sesuaikan beberapa pengaturan lain seperti port yang digunakan, visible hostname, email admninistrator, dll. Aktifkan perubahan pengaturan ini dengan klik tombol "Save":

Lakukan konfigurasi di klien dengan mengubah pengaturan proxy di web browser, seperti berikut ini:

Untuk memastikan klien sudah mengakses melalui proxy server ini, aktifkan pengaturan log dari halaman pengaturan proxy. Lalu dari menu "Logs" pilih sub-menu "Proxy logs":

Kamis, 24 Januari 2013

Karena tulisan sebelumnya sudah terlalu panjang maka bagian konfigurasi dasar terpaksa ditulis di postingan terpisan. Bagian pertama dari tutorial ini dapat di lihat di postingan Tutorial Instalasi Distro IPCop 2.0.3 (Part I). Setelah proses instalasi selesai, IPCop akan menjalankan tahapan konfigurasi dasar. Di bagian ini pengguna dapat mengatur penamaan host, pengaturan jaringan, penentuan alamat IP, hingga pengaturan password untuk user-user IPCop.

Mari kita lanjutkan!

  1. Pertama sekali berikan nama host untuk server ini.
  2. Lanjutkan dengan memberikan nama domain.
  3. Pilih tipe antar muka untuk interface RED.
  4. Pilih kartu jaringan.
  5. Tentukan jenis antarmuka yang dipilih di langkah sebelumnya. GREEN untuk kartu yang terhubung ke jaringan lokal.
  6. Kembali ke langkah empat dan lima. Pilih RED untuk kartu jaringan yang terhubung ke Internet.
  7. Pastikan dua kartu jaringan sudah diberi warna.
  8. Masukkan pengaturan alamat IP untuk kartu jaringan GREEN.
  9. Tentukan nama host untuk kartu jaringan RED jika menggunakan DCHP.
  10. Masukkan DNS server yang akan digunakan.
  11. Tentukan apakah server DHCP akan dijalankan atau tidak. Jika dijalankan tentukan juga alamat yang akan tersedia di server DHCP.
  12. Tentukan password untuk root.
  13. Tentukan password untuk admin, user ini akan digunakan melalui antarmuka web.
  14. Tentukan password untuk user backup, user ini nantinya akan digunakan untuk backup dan restore konfigurasi IPCop.
  15. Konfigurasi dasar selesai.
IPCop merupakan salah satu distro GNU/Linux yang mempunyai spesialisasi sebagai distro firewall dan proxy. Beberapa fitur yang disediakan IPCop di antaranya firewall dengan iptables, proxy dengan Squid, VPN dengan OpenVPN, time server, dll. Distro ini sangat cocok untuk mereka yang tidak mau repot mengatur dan mengoptimasi firewall dan proxy menggunakan command line. Untuk memudahkan pengguna, IPCop menyediakan antarmuka berbasis web yang mudah digunakan. Ukuran distro ini juga sangat kecil, installer-nya hanya 60,3 MB.

Sebelum memulai instalasi IPCop perlu diperhatikan bahwa installer akan menggunakan seluruh kapasitas harddisk. Jadi pastikan tidak ada penting di dalam PC yang akan digunakan untuk instalasi. Spesifikasi hardware PC yang digunakan juga tidak perlu terlalu bagus. IPCop masih akan berjalan lancar di atas PC dengan spesifikasi menengah ke bawah. Installer IPCop dapat diunduh dari situs resminya.

Berikut ini adalah step by step instalasi IPCop 2.0.3:

  1. Pastikan PC sudah diatur untuk booting dari CD. Pengaturan ini dapat dilakukan melalui BIOS. Di awal instalasi tekan tombol Enter untuk melanjutkan.
  2. Pilih bahasa yang akan digunakan.
  3. Konfirmasi untuk melanjutkan instalasi dengan memiliki Ok.
  4. Pilih jenis papan ketik yang digunakan.
  5. Pilih zona waktu di mana server berada.
  6. Pastikan pengaturan waktu sudah benar.
  7. Tentukan harddisk yang akan digunakan untuk instalasi.

  8. Konfirmasi dengan memilih Ok.
  9. Pilih tipe instalasi. Jika menggunakan flash card, sebaiknya pilih Flash karena akan memperpanjang umur kartunya.
  10. Instalasi akan berlangsung beberapa saat, tunggu hingga selesai.
  11. Jika punya salinan konfigurasi dari instalasi IPCop sebelumnya, inilah saat yang tepat bila ingin menggunakannya.
  12. Instalasi selesai. Bagian selanjutnya adalah konfigurasi dasar.
Bersambung ke Tutorial Instalasi Distro IPCop 2.0.3 (Part II)

Senin, 19 Maret 2012

NAT Network Adapter menjadi pilihan default pengaturan adapter jaringan di VirtualBox. Tipe network NAT ini memang paling sederhana dan mudah digunakan. User tidak perlu menetapkan IP address di virtual machine guest. VirtualBox menyediakannya melalui server DHCP internal. Akses ke jaringan luar seperti Internet juga otomatis diaktifkan. Intinya user hanya perlu memilih NAT network dan sisanya akan diurus oleh VirtualBox. Masalah baru akan timbul ketika user memasang layanan di virtual machine dan hendak mengakesnya dari luar atau dari host.

NAT Network Adapter tidak mengizinkan layanan yang ada di virtual machine guest diakses dari luar. Bahkan tidak dari host VirtualBox sekalipun. Virtual machine guest yang dipasang di VirtualBox dengan network model NAT memang tidak akan mungkin diakses dari luar tanpa port forwarding. Ya, port forwarding akan memetakan pasangan IP address dan port di host dengan IP address dan port di guest.

Di VirtualBox versi terdahulu, kita harus mematikan virtual machine untuk mengatur port forwarding. Antarmuka pengaturannya juga masih menggunakan baris perintah. Di VirtualBox 4.x pengaturan NAT network port forwarding dapat dilakukan dari VirtualBox Manager. Di jendela Settings virtual machine, masuk ke bagian Network.
Klik Advanced di bawah pilihan NAT untuk menampilkan pengaturan port forwarding. Klik tombol tersebut untuk mendefenisikan port mana yang akan di-forward.
Tabel Port Forwarding Rules terlihat kosong karena kita belum mendefenisikan satu pun aturan di sana. Klik tombol bertanda tambah di pojok kanan atas untuk menambah port baru.
Sebagai contoh, kita mem-forward port 8080 di host ke port 80 di virtual machine guest di VirtualBox. Alamat IP guest dan host boleh diisi boleh juga tidak. Klik OK untuk menerapkan port forwarding ini.

Dari host VirtualBox, kita coba untuk mengakses alamat http://localhost:8080 yang akan memanggil layanan server web di port 80 guest.
Yes, we did it. Kita baru saja berhasil membuat port forwarding di VirtualBox NAT Network.