Tampilkan postingan dengan label NUJEK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NUJEK. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 November 2020

NUJEK bekerjasama dengan OPOP Jatim Merakit Motor Listrik NUBIKE

NUBIKE merupakan salah satu produk layanan dari NUJEK (Nusantara Ojek) yang bergerak dibidang jasa persewaan motor listrik bekerjasama dengan Pesantren untuk memberdayakan para santri dalam perakitan kendaraan listrik yang akan di support oleh WIMA (Wika Manufacture) selaku principal motor listrik Gesits.

NUBIKE menyediakan layanan transportasi yang menarik dan nyaman kepada pelanggan melalui moda transportasi berbasis sharing yang dapat menghemat biaya operasional dan meningkatkan pendapatan bagi pengusaha dan UKM Indonesia sekaligus mendorong penggunaan energi terbarukan, mengurangi emisi CO2 dan kerjasama membangun lingkungan yang hijau untuk BUMI kita.

Masalah transportasi saat ini adalah terjadinya kemacetan dan meningkatnya polusi udara dari emisi gas buang kendaraan bermotor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup masyarakat, selain itu harga bahan bakar minyak cenderung meningkat akibat dari menipisnya cadangan minyak yang menyebabkan biaya operasional transportasi meningkat dan menjadi tidak efisien sehingga perlu solusi untuk menggunakan energi terbarukan dengan biaya yang lebih murah.

Solusinya yang tepat adalah menggunkan kendaraan berbasis tenaga listrik tetapi harga kendaraan listrik saat ini masih belum terjangkau oleh masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan transportasi pribadi atau untuk usaha dan SKPLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) belum banyak tersedia di Indonesia yang menyebabkan masyarakat enggan utnuk menggunakan kendaraan listrik.

Permasalahan diatas merupakan “peluang bagi NUBIKE untuk mengambil peran sebagai penyedia kendaraan listrik berbasis sharing” hal ini yang disampaikan oleh CEO Nujek M. Ghozali pada saat acara Inapro Expo 2020 Bangga Buatan Indonesia di Grand City Mall Surabaya.

NUBIKE mentargetkan 1.000 unit kendaraan listrik di Jawa Timur pada tahun 2021, harga sewa mulai dari Rp. 10.000 per jam sampai dengan Rp. 900.000 per bulan dengan fasilitas order delivery unit dan battery melalui aplikasi NUJEK.

Keuntungan lain bagi pengguna NUBIKE adalah mendapatkan hak opsi untuk memiliki kendaraan listrik

sumber : https://free.facebook.com/story.php?story_fbid=3520731918005804&id=1815355525210127&_rdc=1&_rdr

Senin, 09 September 2019

NUJEK adalah aplikasi ojek untuk nusantara yang dibuat oleh 4 santri, NUJEK Menyediakan layanan transportasi online, pengiriman barang, pesan antar makanan, belanja kebutuhan sehari-hari dan penyedia jasa professional secara on demand dalam satu platform aplikasi mobile.

NUJEK ini sebenarnya baru digarap serius sekitar empat bulan yang lalu oleh empat laki - laki yang berstatus sebagai partner kerja, sahabat sekaligus keluarga ini. Mereka adalah Moch Ghozali sebagai Chief Executive Officier (CEO), Imam Syafii sebagai Chief Operation Officier (COO), Umayya sebagai Chief Technology Officier (CTO), dan Lukman Khakim sebagai Chief Finance Officier (CFO).

Mereka sudah kenal lama, bahkan mereka juga sudah memiliki usaha bersama sebelum menggarap NU-JEK ini. Ada perusahaan software yang mereka kelola bersama sebelumnya. Ide membuat NU-JEK ini sebenarnya muncul setelah tiga dari enpat orang ini melakukan kunjungan dan belajar singkat di salah satu Universitas di Sydney Australia, November 2016.

Saat itu, Moch Ghozali, Imam Syafii, Lukman Khakim, minus Umayya mendampingi beberapa teman dari Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Indonesia melakukan kunjungan di sana.
Salah satu materi yang disampaikan adalah Start Up IT. Setelah dari universitas, mereka juga berkunjung ke kantor Google dan lainnya. Pulang dari Sydney, mereka melakukan diskusi warung kopi.

Ada beberapa masukan dan desakan yang membuat keempatnya akhirnya memutuskan untuk serius menekuni bisnis Start Up IT ini. Akhirnya, muncul ide untuk membangun NU-JEK.



"Sebenarnya tidak ada niatan untuk meniru start up IT yang sudah ada. Tapi, kami melihat ini merupakan peluang. Start Up IT yang mengambil segmen transportasi ini kayaknya menjanjikan, dan ada peluang bisnis di sana, makanya kami bikin NU-JEK ini," kata Lukman Khakim, CFO NU-JEK kepada Surya.

Ia menjelaskan, jika dikatakan plagiat, pihaknya tidak plagiat. Bahkan, NU-JEK ini jelas beda dengan aplikasi Ojek Online (Ojol) lainnya. Ia pun mengklaim bahwa NU-JEK bukan hanya sekadar aplikasi yang melulu bermain di segmen transportasi.

"Kami akan menggabungkan semuanya , kalau bisa melalui satu aplikasi NU-JEK, semua kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Ini sedang kami lengkapi dan siapkan satu per satu. bahkan, kami memiliki mimpi untuk payment atau transaksi online melalui aplikasi ini," tambah dia. Setelah itu, perbedaan dengan lainnya, lanjut dia, NU-JEK memiliki semangat untuk membantu memberdayakan ekonomi dan menjsejahterakan umat. Maka dari itu, ia ingin semuanya terakomodir di sini. Banyak yang bisa diuntungkan dalam aplikasi ini.

"Dari beberapa riset dan penelitian, kami berempat memutuskan untuk tidak jadi penonton. Kami ingin aplikasi NU-JEK ini dari anak negeri , untuk negeri dan kembali lagi ke negeri. Kami ingin membantu pemerintah dalam mensukseskan peningkatan kesejahteraan umat," jelasnya
Ide membuat NU-JEK ini sebenarnya muncul setelah tiga dari enpat orang ini melakukan kunjungan dan belajar singkat di salah satu Universitas di Sydney Australia, November 2016.

Untuk Memesan layanan NUJEK seperti NURIDE, NUFOOD, NUFAST, NUCARGO dan NUMART, Silahkan klik GET IN ON PLAYSTORE DI BAWAH
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.nujek.user&hl=en

LALU, Untuk menjadi mitra NUJEK, Silahkan Klik GET IN ON PLAYSTORE DIBAWAH