Tampilkan postingan dengan label Ms.Excel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ms.Excel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juni 2016




    Ada beberapa rumus yang sering digunakan untuk mengelolah data menggunakan Microsoft Excel. Rumus-rumus tersebut antara lain adalah :
A.    SUM
SUM digunakan apabila kita ingin menjumlahkan data-data yang terdapat dalam suatu Range atau Sel.
    Syntax:

=SUM (number1, number2,...)



Number 1, number 2, ......, dan seterusnya, merupakan nilai-nilai argumen yang ingin di jumlahkan, fungsi SUM mampu membuat 30 argumen.
Contoh :
=SUM(3;2)                          akan menghasilkan angka 5

=SUM(�3�;2;TRUE)          akan menghasilkan angka 6, karena nilai yang berbentuk text (�3�) akan diubah menjadi angka, dan TRUE akan di ubah menjadi angka 1

=SUM(A1;B1;2)                 akan menghasilkan angka 2, karena nilai yang berbentuk non-numerik (A1 dan B1) tidak akan di ubah menjadi angka

Jika dalam Sel-sel berikut A2:E2 berisi angka 5, 15, 30, 40, dan 50 :

=SUM(A2:C2)                    akan menghasilkan angka 50

=SUM(B2:E2;15)               akan menghasilkan angka 150
B.    PRODUCT
PRODUCT digunakan apabila kita ingin melakukan prosess perkalian data-data yang jumlahnya banyak.
Syntax:

=PRODUCT(number1,number2, ....)


Number 1, number 2, ......, adalah 1 sampai 30 angka yang dapat dimasukkan ke dalam fungsi PRODUCT
Contoh :
Jika dalam sel-sel berikut A2:C2 berisi angka 5, 10, 30, maka :
=PRODUCT(A2:C2)    akan menghasilkan angka 2,250
=PRODUCT(A2:C2;2)    akan menghasilkan angka 4,500

C.    AVERAGE
AVERAGE digunakan apabila kita ingin mencari rata-rata dari satu atau beberapa set data:
Syntax:

=AVERAGE(number1,number2, ....)


number 1, number 2, ......, adalah 1 sampai 30 angka yang dapat dimasukkan ke dalam fungsi AVERAGE, yang akan dicari rata-ratanya dari angka tersebut
Contoh :
Jika dalam range A1:A5 berisi angka 10, 7, 9, 27, dan 2, maka :
=AVERAGE(A1:A5)        akan menghasilkan angka 11
=AVERAGE(A1:A5;5)        akan menghasilkan angka 10
Jika dalam range C1:C3 berisi angka 4, 18, dan 7, maka :
=AVERAGE(A1:A5;C1:C3)    akan menghasilkan angka 10,5


D.    MAX dan MIN
MAX digunakan apabila kita ingin melakukan pencarian nilai terbesar (maksimum) dari satu set data, sedangkan MIN adalah untuk mencari nilai terkecilnya :
 
Syntax: 

=MAX(number1,number2, ....)
=MIN(number1,number2, ....)



Number 1, number 2, ... adalah 1 sampai 30 angka yang dapat dimasukkan ke dalam fungsi MAX dan MIN, yang akan di cari nilai terbesar atau nilai terkecilnya
Contoh :
Jika dalam range A1:A5 berisi angka 10, 7, 9, 27, dan 2, maka :
=MAX(A1:A5)        akan menghasilkan angka 27
=MAX(A1:A5;30)    akan menghasilkan angka 30
=MIN(A1:A5)        akan menghasilkan angka 2
=MIN(A1:A5;1)        akan menghasilkan angka 1


E.    SQRT
 SQRT digunakan apabila kita ingin menghitung akar kuadrat dari suatu bilangan :
Syntax:


=SQRT(number)


Number adalah nilai yang ingin dicari akar kuadratnya, jika angka tersebut berbentuk angka negatif, maka fungsi SQRT akan memberikan pernyataan #NUM!
Contoh :
=SQRT(16)         akan menghasilkan angka 4
=SQRT(-16)         akan menghasilkan angka #NUM!
=SQRT(ABS(-16))     akan menghasilkan angka 4, karena sebelumnya didahului argumen absolut


F.    STDEV
STDEV digunakan apabila kita ingin memperkirakan standar deviasi dari satu set data:
Syntax:


=STDEV(number1,number2, ...)


number 1, number 2, ... adalah 1 sampai 30 angka yang dapat dimasukkan ke dalam fungsi STDEV, yang akan dicari nilai standar deviasinya
Contoh :
Jika dalam range A2:E3 berisi angka-angka 1345, 1301, 1368, 1322, 1310, 1370, 1318, 1350, 1303, 1299, maka standar deviasi dari data tersebut adalah :
=STDEV(A2:E3)        akan menghasilkan angka 27,46


G.    LOG dan LOG 10
1.    LOG
Untuk menghitung logaritma dengan basis tertentu dari sebuah bilangan
Syntax:

=LOG(number,base, ....)


Number adalah bilangan real positif yang akan dicari logaritmanya base adalah basis dari logaritma. Jika basis ini tidak ditulis, maka akan diasumsikan sebagai angka 10
Contoh :
=LOG(10)        akan menghasilkan angka 1
=LOG(8;2)        akan menghasilkan angka 3
=LOG(86;2,7182818)    akan menghasilkan angka 4,454347343


2.    LOG 10
Untung menghitung logaritma dengan basis 10 dari sebuah bilangan
Syntax:

=LOG10(number)


Number adalah bilangan real positif yang akan dicari logaritmanya dengan basis 10
Contoh :
=LOG10(86)        akan menghasilkan angka 1,934498451
=LOG10(10)        akan menghasilkan angka 1
=LOG10(10^5)        akan menghasilkan angka 5


 Sekian Sampai Disini Semoga Bermanfaat :)

Rumus logika adalah sebuah fungsi yang sering digunakan untuk mengidentifikasi keadaan dari suatu sel, untuk kemudian diberikan pernyataan pada sel yang telah dinyatakan tersebut.
Fungsi AND, Fungsi, OR dan Fungsi NOT 
A.  Rumus Logika ANDRumus AND digunakan untuk menyatakan nilai yang ada diantara dua nilai tertentu dan akan menghasilkan nilai TRUE atau FALSE.
Syntax:
=AND(logical1, logical2,....,logical30)


Logical1, Logical2,...., dan seterusnya, merupakan rumus logika sampai dengan 30 argumen yang dapat dimasukkan dalam Rumus AND
  •   Argumen dapat erupa nilai logika TRUE atau FALSE
  •   Jika spesifikasi range bukan nilai logika, maka fungsi AND akan memberikan nilai error #VALUE!
Contoh :
=AND(TRUE;TRUE)                          akan memberikan nilai TRUE
=AND(TRUE;FALSE)                         akan memberikan nilai FALSE
=AND(2+2=4;2+3=5)                       akan memberikan nilai TRUE
Jika B1:B3 berisi nilai TRUE, FALSE dan TRUE, maka :
=AND(B1:B3)                                     akan menghasilkan nilai FALSE


B.  Rumus Logika OR
Rumus logika OR digunakan untuk menentukan salah satu pilihan yang memiliki lebih dari satu kondisi, apabia argumen mempunyai nilai TRUE, maka argumen memberikan nilai TRUE, apabila argumen mempunyai nilai FALSE, maka argumen memberikan nilai FALSE. 
Syntax: 
=OR(logical1, logical2, ....,logical30)


Logical1, logical2, ...., dan seterusnya, merupakan rumus logica sampai dengan 30 argumen yang dapat dimasukkan dalam rumus OR
  •   Argumen dapat berupa nilai logika TRUE atau FASLE atau dapatjuga berupa nilai logika angka
  •   Jika spesifikasi range bukan nilai logika, maka fungsi OR akan memberikan nilai error #VALUE!
Contoh :
=OR(TRUE)                         akan memberikan nilai TRUE
=OR(1+1=1;2+2=5)          akan memberikan nilai FASLE
Jika A1:A3 berisi nilai TRUE, FALSE, dan TRUE, maka :
=OR(A1:A3)                        akan menghasilkan nilai TRUE


C.  Rumus NOT
Rumus logika NOT digunakan untuk membalik logika suatu persamaan atau argumen. Fungsi NOT hanya memiliki satu argumen logika
Syntax:
NOT(Logical)
Logical, merupakan rumus logika yang mempunyai satu buah argumen, dan akan memberikan nilai logika TRUE atau FALSE.
Contoh:
=NOT(FALSE)                     akan memberikan nilai TRUE
=NOT(1+1=2)                     akan memberikan nilai FALSE


D.  Rumus TRUE dan FALSE
1.       Rumus logika TRUE
Digunakan untuk memberikan nilai logika TRUE (1)
Syntax:
=TRUE( )

2.       Rumus Logika FALSE
Digunakan untuk memberikan nilai logika FALSE (0)
Syntax:
=FALSE( )

Catatan:
Fungsi logika TRUE dan FALSE dalam penggunaannya tidak memerlukan argumen, karena keduanya akan menampilkan nilai TRUE dan FALSE pada saat rumus tersebut dimasukkan ke dalam lembar kerja


E.  Rumus  IF dengan dua pernyataanRumus Dasar :
Syntax : =IF(logical_test;[value_if_true];[value_if_false])

Logica test          : ekspresi logika yang akan diuji
Value_if_true    : apabila ekspresi logika yang diuji benar, maka perintah value_if_true akan dilaksanakan
Value_if_false   :  apabila ekspresi logika yang diuji salah, maka perintah value_if_false akan dilaksanakan

Contoh :
=IF(C5=6;�LULUS�;�REMIDI�)

 
Keterangan:
Fungsi diatas mengandung perngertian, apabila pada sel C5 berisi/berkondisi sama dengan 6. Maka berikanlah pernyataan �LULUS�, sedangkan bila berisi selain dari 6 berikanlah pernyataan �REMIDI�.


Sebagai contoh buatlah daftar apakah seorang siswa lulus ujian atau tidak. Syarat kelulusan yaitu nilai kurang dari 75, maka harus remidi dan apabila mendapatkan nilai dari 75 keatas maka lulus. 
 

Sesuai dengan syarat yang digunakan, maka rumusnya :
=IF(C4>=75;"LULUS";"REMIDI")
Dan Hasilnya :
F.  Rumus  IF dengan pernyataan lebih dari dua
Rumus Dasar:
Syntax: =IF(kondisi1;�Per1�;IF(kondisi2;�Per2�;�Per3�)
Contoh :
=IF(C4<60;"GAGAL";IF(C4>=70;"LULUS";"REMIDI"))
Keterangan:
  •   Nilai <60, maka Gagal
  •   Nilai 60 sampai >70, maka Remidi
  •   Nilai >=70, maka Lulus
Dan Hasilnya :


Sekian dari saya Semoga Bermanfaat ya, TERIMAKASIH :)

Senin, 09 Mei 2016


Minggu, 08 Mei 2016