Tampilkan postingan dengan label Mikrotik Lanjut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mikrotik Lanjut. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 November 2016

Lupa username dan password user manager Mikrotik bisa jadi petaka bagi Anda yang mengelola Hotspot Mikrotik menggunakan User Manager sebagai manajemen user nya. Karena jika lupa password user manager Mikrotik, Anda tidak bisa merubah database user nya. Mikrotik User Manager akan memberikan respon pesan error mikrotik user manager "invalid user name or password" jika anda salah atau lupa user dan pass userman nya seperti gambar berikut :

User manager Mikrotik invalid user name or password


Hal yang perlu di ingat adalah username dan password user manager Mikrotik tidak selalu sama dengan user dan password untuk login ke Mikrotik nya, dan seringnya malah berbeda. Jadi pertanyaannya bagaimana cara reset password user manager Mikrotik? Sebenarnya tidak perlu di reset password user manager nya, kita tinggal lihat saja user dan pass nya melalui Terminal Winbox Mikrotik. Namun harus dipastikan dulu Anda bisa login ke Mikrotik yang diinstall user manager. 

Cara Mudah Mengatasi Lupa User name dan Password User Manager Mikrotik

1. Login ke Mikrotik menggunakan Winbox Mikrotik. Jika belum punya silakan Download Winbox Mikrotik

2. Buka Terminal, masukkan perintah berikut :
tool user-manager customer print


3. Hasilnya akan muncul tampilan seperti gambar di atas. Login = username user manager, password = password user manager.

4. Untuk melakukan reset password user manager Mikrotik (edit password) bisa menggunakan perintah berikut :
tool user-manager customer edit namauser password


Silakan ganti nama user yang di warnai merah dengan username Anda. Contohnya seperti gambar di atas.

5. Tampilan terminal akan berubah menjadi sebagai berikut :

Silakan ganti password nya, jika sudah save dengan menekan tombol ctrl + o.

6. Sekarang password user manager nya sudah di reset / edit sesuai keinginan Anda. Silakan dicoba untuk login ke User manager Mikrotik.

Jadi jika Anda tidak bisa login user manager mikrotik, anda bisa coba cara melihat username dan password atau cara ganti password user manager Mikrotik seperti yang saya tulis di atas.
Oke, selamat mencoba :)


Jumat, 18 November 2016

Membuat Trunk dan VLAN dari Switch Cisco ke Mikrotik akan kita bahas pada Tutorial Mikrotik kali ini, menyembung artikel sebelumnya tentang Cara Trunk VLAN di Mikrotik ke Cisco Switch.
Untuk menyambungkan Trunk & VLAN dari Switch Cisco ke Mikrotik sebenarnya sangat simpel dan mirip dengan membuat Trunk & VLAN dari Mikrotik ke Cisco.

Tutorial Mikrotik kali ini lebih membahas tentang Mikrotik yang menerina Trunk VLAN dari Switch Cisco dan menyalurkan nya ke client melalui port ether Mikrotik dengan memanfaatkan Bridge VLAN dan ether nya. 

 Cara Setting Trunk VLAN dari Cisco ke Mikrotik

 1. Pastikan Setting Trunk dan VLAN di Cisco sudah di config dengan benar. Contoh nya seperti gambar berikut :

Cara Trunk VLAN Cisco ke Mikrotik

2. Download Winbox Mikrotik --> Buka Winbox, buat interface VLAN nya, seperti pada artikel sebelumnya Cara Trunk VLAN di Mikrotik ke Cisco Switch.

3. Buat interface Bridge untuk tiap VLAN.

Bridge VLAN 10

Bridge untuk Trunk VLAN Cisco ke Mikrotik

Bridge VLAN 20
Cara Trunk VLAN Cisco ke Mikrotik

4. Masuk ke tab Port --> Tambahkan Port VLAN dan ether yang sesuai ke bridge nya masing-masing.
Misalnya seperti gambar berikut :

Menambahkan Port Bridge untuk Trunk VLAN Cisco ke Mikrotik
Jadi intinya kita tambahkan VLAN 10 dan ether yang ke PC ke bridge VLAN 10, dan begitu juga dengan VLAN 20 nya.

5. Hasil Setting Mikrotik nya adalah seperti ini :
Membuat Trunk & VLAN Cisco ke Mikrotik

6. Sekarang kita coba ping dari client ke Switch Cisco. Ping sukses tanpa RTO.
Cara Membuat Trunk & VLAN Cisco ke Mikrotik

Sekarang kita sudah bisa melakukan Trunk VLAN dari Cisco ke Mikrotik. Tutorial Mikrotik ini hanya contoh yang sangat sederhana, yang penting paham dulu. Nantinya kita bisa kembangkan untuk jaringan yang lebih besar dan kompleks.
Membuat Trunk dan VLAN di Mikrotik untuk dikoneksikan ke Switch Cisco akan kita bahas pada Tutorial Mikrotik kali ini. Pertanyaannya, Bisakah membuat VLAN dan Trunk pada Mikrotik dan Cisco? Jawabannya jelas bisa, karena VLAN dan Trunk ini adalah teknologi yang universal jadi bisa berjalan di semua perangkat jaringan walaupun beda merk. VLAN Menggunakan standar IEEE 802.1Q. Komite IEEE membuat standar metode VLAN multiplexing ini untuk memberikan dukungan VLAN multivendor.

Trunk dan VLAN dapat membantu kita ketika harus melewatkan banyak segment jaringan sementara jalur yang tersedia terbatas. Pada artikel mikrotik kali ini akan saya contohkan ada segment jaringan yang ingin dilewatkan sementara jalur (kabel LAN) nya hanya ada satu. Jadi untuk mengatasinya kita bisa menggunakan VLAN dan Trunk 1 port di Mikrotik.

  
Topologi nya sengaja saya buat sangat sederhana supaya lebih mudah dipahami. Jika sudah paham, bisa kita kembangkan ke topologi yang lebih besar dan kompleks.

Pada gambar topologi di atas, Router Mikrotik RB450G akan melewatkan dua buah segment jaringan yang berbeda melewati satu kabel LAN ke Switch Cisco 2960 melalui port ether1 RB450G menuju interface f0/1 Cisco 2960.
VLAN 10 : 192.168.10.1/24
VLAN 20 : 192.168.20.1/24

VLAN tersebut akan disambungkan ke client yaitu PC dan laptop dengan IP address :
PC : 192.168.10.2
Laptop : 192.168.20.2

Setting Mikrotik untuk VLAN dan Trunk ke Cisco Switch

1. Buka Winbox Mikrotik. Buat Interface VLAN di Mikrotik. Masuk ke menu Interfaces --> Klik tanda + pilih VLAN --> Beru nama VLAN --> Tentukan VLAN ID nya --> Pada kolom Interface pilih interface yang akan dijadikan Trunk port nya. Disini saya contohkan menggunakan ether1 sebagai Trunk port.

Buat VLAN 10


Buat VLAN 20


 2. Berikan IP Address untuk masing-masing interface VLAN yang sudah dibuat.


3. Setting Switch Cisco nya. Disini saya contohkan interface f0/1 sebagai Trunk, f0/2 sebagai VLAN 10, f0/3 sebagai VLAN 20.
Saya anggap Anda sudah bisa setting Switch Cisco nya, jadi config nya tidak akan saya bahas disini.
 

4. Setting IP Address di Client (PC dan Laptop nya). Jika sudah, silakan coba ping ke router dan antar client. Jika settingan benar, maka ping akan berhasil. Jika setingan sudah benar tapi ping masih RTO, pastikan firewall windows nya sudah di disable.

Sampai disini kita sudah bisa setting Mikrotik untuk VLAN dan Trunk ke Cisco. Bagaimana jika sebaliknya Mikrotik yang menerima Trunk dan VLAN dari Cisco? Baca Tutorial Mikrotik selanjutnya disini :
Cara Trunk VLAN dari Cisco ke Mikrotik


Senin, 14 November 2016

Virtual Private Network (VPN) merupakan teknologi yang bisa kita manfaatkan untuk mengakses jaringan private (lokal) melalui jaringan publik (internet). VPN ini sangat berguna untuk mengakses jaringan kantor yang private dari manapun selama kita ada koneksi internet. Untuk lebih jelasnya silakan lihat ilustrasi PPTP (Point-to- Point Tunneling Protocol) VPN Berikut :

Cara Mengkoneksikan Mikrotik ke VPN Kantor
Contoh Topologi PPTP VPN
Saya analogikan ada sebuah kantor cabang yang perlu koneksi ke kantor pusat tetapi kantor cabang itu tidak punya koneksi langsung ke intranet kantor pusat. Yang ada hanya koneksi internet saja, sementara pegawai di kantor cabang yang butuh akses intranet itu cukup banyak, dan akun VPN nya cuma ada satu.

Untuk megatasi hal tersebut, kita bisa manfaatkan Router Mikrotik untuk konek ke VPN server dan memberikan koneksi intranet ke semua client di kantor cabang dengan hanya satu akun VPN saja.

Bagaimana caranya? Mari kita bahas bersama.

Tutorial Cara Mengkoneksikan Mikrotik ke VPN Kantor via PPTP VPN Client


1. Pastikan Router Mikrotik Anda sudah terkoneksi ke Internet. Jika belum silakan baca artikel sebelumnya : Tutorial cara mengkoneksikan Mikrotik ke Internet
Disini saya gunakan koneksi dari MiFi Smartfren Andromax.

2. Buka Winbox Mikrotik --> Klik menu PPP, pada tab interface tambahkan PPTP Client.

Cara Seting Mikrotik VPN Kantor

3. Beri nama PPTP VPN nya.

Mikrotik VPN PPTP Client

4. Masuk ke tab Dial Out --> Connect to : isikan IP Address VPN Server nya --> Masukkan juga user dan password akun VPN nya --> Klik Apply --> OK

Konek ke VPN Kantor menggunakan Mikrotik

5. Cek status koneksi PPTP VPN nya dengan melihat bagian bawah interface pastikan status nya connected dan tanda di depan icon VPN nya "R".

Status Koneksi PPTP VPN Mikrotik

6. Sekarang kita coba ping ke IP address yang ada di Intranet. Hasilnya masih RTO.

Cara mengkoneksikan Mikrotik ke VPN Kantor

7. Supaya bisa konek ke intranet kantor, kita tambahkan tabel routing statis dengan Dst. Address Private Network (intranet kantor) dan gateway nya interface PPTP VPN.

Private Network 10.0.0.0/8

Setting PPTP VPN Client di Mikrotik

Private Network 172.16.0.0/12

PPTP VPN Mikrotik Tutorial

Bisa juga ditambahkan untuk Private Network 192.168.0.0/16

8. Coba test ping lagi, dan hasilnya sudah tidak RTO lagi dan bisa konek ke intranet.

Tutorial Setting Mikrotik

9. Coba tes koneksi ke intranet kantor pusat di client. Bisa dengan cara ping atau buka aplikasi berbasis web.

Cara Mudah Setting Mikrotik

Nah sekarang client sudah bisa konek ke intranet kantor pusat melalui Mikrotik. Jika client Anda menggunakan laptop, silakan bisa gunakan Hotspot Mikrotik agar akses lebih secure.

Rabu, 26 Oktober 2016

Cara memonitor perangkat jaringan (Router, Switch, Server, dll), jika ada perubahan status perangkat misal dari up ke down dan sebaliknya maka akan ada notifikasi SMS yang masuk ke HP Anda. Hal ini bisa kita lakukan dengan bantuan Aplikasi monitoring jaringan Gratis buatan Mikrotik, yaitu The Dude.

Apa itu The Dude? Bagaimana Cara Install The Dude? Silakan baca artikel sebelumnya tentang The Dude Mikrotik :

Dari sini saya anggap Anda sudah bisa menginstall The Dude dan sudah membuat Network Map sesuai topologi jaringan Anda. Mulai dari sini kita akan langsung masuk ke Tutorial Cara Membuat Notifikasi SMS pada Aplikasi The Dude.

Apa saja yang perlu kita siapkan?

1. Aplikasi The Dude yang sudah terinstall dan siap digunakan (Bisa pakai versi lama atau baru)
2. Modem USB, untuk mengirim SMS
3. Aplikasi Plink SSH, untuk mengirim command dari The Dude ke Mikrotik via SSH

Langkah pertama 

Menginstall Modem USB di Mikrotik untuk mengirim SMS. Caranya sudah pernah saya bahas disini :

Langkah kedua

Membuat user dummy di Mikrotik yang akan digunakan untuk mengirim command SMS ke Mikrotik.
Silakan buat user baru dengan role/Group write.


Langkah ketiga

Copy plink.exe ke direktori c:\plink


Langkah keempat

Membuat notifikasi baru di The Dude. Buka The Dude --> Masuk ke menu Notifications --> Buat Notifikasi bar --> beri nama notifikasi nya misal "SMS Notification" --> centang Enabled --> Pilih type : execute locally

Pada kolom Command isikan script dengan format sebagai berikut :

C:\plink\plink.exe -ssh -l mikrotik_sms_username -pw mikrotik_sms_password mikrotik_sms_ipaddress "/tool sms send phone-number=nomorhpanda usbportnumber message=\"[Probe.Name] on [Device.Name] is now [Service.Status]\""



Langkah kelima

Terapkan (apply) notifikasi yang sudah dibuat ke Network Map yang ingin kita pantau perangkat nya. Masuk ke Network Map yang diinginkan --> klik menu Settings --> Masuk ke tab Polling --> centang Use Notifications --> centang SMS Notification.


Langkah keenam

Tes konfgurasi nya dengan mencoba meng-offline-kan (meng-down-kan) perangkat yang dimonitor. Jika Konfigurasi sudah benar, maka akan ada notifikasi SMS yang masuk ke HP Anda.

Langkah ketujuh

Dari contoh hasil notifikasi di atas ada 2 perangkat yang down, tapi notifikasi SMS yang masuk ada 10 SMS. Jika notifikasi yang masuk dirasa terlalu banyak, kita bisa kurangi hanya 1 SMS saya per perangkat, yaitu dengan hanya mengaktifkan service ping pada tiap perangkat yang dimonitor.
Caranya dengan dobel klik ke masing-masing perangkat --> Masuk ke tab Services --> Hapus semua service nya kecuali ping, atau sesuai keinginan Anda.


Selesai sudah Tutorial Cara Membuat Notifikasi SMS pada Aplikasi The Dude. Jika perangkat yang Anda Monitor sangat banyak, Anda bisa coba kolaborasikan dengan Notifikasi Email The Dude, caranya sudah pernah saya bahas disini :

Jika Tutorial Mikrotik ini dirasa kurang jelas, silakan Anda tonton video presentasi saya pada saat Mikrotik User Meeting (MUM) Indonesia 2016 di Jakarta berikut ini :

Cara Membuat Notifikasi SMS The Dude (Aplikasi Monitoring Jaringan)


Anda juga bisa download file Presentasi MUM ID 2016 saya disini :

Oke, selamat mencoba dan semoga bermanfaat :)

Rabu, 28 September 2016

Template Voucher Hotspot Mikrotik dapat kita rubah dengan berbagai macam tampilan yang lebih menarik daripada tampilan Voucher Hotspot Mikrotik default nya. Pada Tutorial Mikrotik Indonesia kali ini Anda bisa Download Template Voucher Hotspot Mikrotik secara Gratis dan menggantinya di User Manager Mikrotik Anda.

Sebelum memulai, Pastikan Anda sudah mengintegrasikan Mikrotik Hotspot Server nya dengan User Manager Mikrotik.

Mari kita mulai Tutorial Cara Mengganti Template Voucher Hotspot Mikrotik :

1. Login ke User Manager Mikrotik --> Masuk ke menu Settings --> Templates

Download Template Voucher Hotspot Mikrotik

2. Klik tombol + pada bagian kanan -->Beri nama template voucher yang akan Anda buat.

3. Masukkan script template voucher hotspot mikrotik pada kolom yang disediakan.

4. Anda bisa Download Template Voucher Hotspot Mikrotik berikut ini :

Download Voucher Hotspot : code HTML untuk Header
<!-- Ini Awal HEADER -->
<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" 
    "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
<title>Vouchers</title>
<style>
@media print {
  .noprint {
    display: none;
  }
  .pagebreak {
    page-break-after: always;
  }
}
body
{
   padding: 0;
   margin:0;
   min-width: 700px;
   color: #303F50;
   font-size: 10px;
   font-family: Arial, 'Arial Unicode MS', Helvetica, Sans-Serif;
   line-height: 85%;   
}
.mikrotikindo table, table.mikrotikindo
{
   border-collapse: collapse;
   margin: 2px;
}
.mikrotikindo th, .mikrotikindo td
{
   padding: 2px;
   border: solid 1px #2B78C5;
   vertical-align: top;
   text-align: center;
}
.vertical-text {
transform: rotate(90deg);
padding: 4px;
float: right;
font-size: 15px;
margin-top: 8px;
width: 10px;
color: #2B78C5;
}
  
</style>

</head>
<body>
<!-- Ini Akhir HEADER -->
Download Voucher Hotspot : code HTML untuk Row 
<!-- Ini Awal ROW -->
<table class="mikrotikindo" style=" display: inline-block; background-color:#2B78C5; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; width: 200px; height:120px;"> <tbody> <tr> <td style="width: 190px; text-align: center;"><span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255); font-size: 11px; font-family: Tahoma;">MikrotikIndo</span><br> <table class="mikrotikindo" style="background-color:#FFF8DC; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; width: 100%; margin-right: auto; margin-left: auto;"> <tbody> <tr> <td style="width: 50%; text-align: center;">Paket</td> <td style="width: 50%; text-align: center;">%u_actualProfileName%</td> </tr> <tr> <td style="width: 50%; text-align: center;">Data limit</td> <td style="width: 50%; text-align: center;">%u_limitDownload%</td> </tr> <tr> <td style="width: 50%; text-align: center;">Time Limit</td> <td style="width: 50%; text-align: center;">%u_limitUptime%</td> </tr> <tr> <td style="width: 50%; text-align: center;">Validity</td> <td style="width: 50%; text-align: center;">%u_timeLeft%</td> </tr> </tbody> </table> <table class="mikrotikindo" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; width: 100%; margin-right: auto; margin-left: auto;"> <tbody> <tr> <td style="width: 50%; text-align: center;"><span style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: Tahoma;">Username</span></td> <td style="width: 50%; text-align: center;"><span style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: Tahoma;">Password</span></td> </tr>  <tr> <td style="background-color:#FFFFFF; width: 50%; text-align: center;"><span style="color: rgb(163, 180, 200); font-family: Tahoma;">%u_username%</span></td> <td style="background-color:#FFFFFF; width: 50%; text-align: center;"><span style="color: rgb(163, 180, 200); font-family: Tahoma;">%u_password%</span></td> </tr> </tbody> </table> <table class="mikrotikindo" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; width: 100%; margin-right: auto; margin-left: auto;"> <tbody> <tr> <td style="width: 40%; text-align: left;"><span style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: Tahoma;">100 Mbps</span></td> <td style="width: 60%; text-align: right;"><span style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: Tahoma;">mikrotikindo.blogspot.com</span></td> </tr> </tbody> </table> </td> <td style="background-color:#FFFFFF; width: 10px; text-align: center;"><div align="center" class="vertical-text" >Rp&nbsp;%u_moneyPaid%</div></td> </tr> </tbody> </table>
<!-- Ini Akhir ROW -->

Download Voucher Hotspot : code HTML untuk Footer
<!-- Ini Awal FOOTER -->
</body></html>
<!-- Ini Akhir FOOTER -->

Download Voucher Hotspot : code HTML untuk Break
<!-- Ini Awal BREAK -->
<p class="noprint" style="font-size: 10px">   ................ page break ................ </p> <p class="pagebreak">&nbsp;</p>
<!-- Ini Akhir BREAK -->

5. Silakan Anda Edit script voucher hotspot tersebut sesuai dengan keinginan Anda. Bisa gunakan Notepad++, Dreamweaver, atau HTML Editor lainnya.

6. Jika sudah di edit, silakan copy script nya sesuai bagian nya di menu Settings --> Templates

Download Voucher Hotspot Mikrotik

7. Jika sudah sesuai klik Save.

8. Selanjutnya kita coba generate voucher hotspot mikrotik nya. Masuk ke menu Users --> Generate --> Pilih nama template voucher yang sudah Anda buat. 

Voucher Hotspot Mikrotik Keren

9. Akan muncul tampilan seperti gambar berikut : 

Hotspot Mikrotik menggunakan Voucher

10. Klik Generate --> klik tulisan "Click here if the popup didn't show up"

Cara Membuat Voucher Hotspot Mikrotik

11. Akan muncul Jendela Popup yang isinya Voucher Hotspot Mikrotik yang Anda generate

Voucher Hotspot Mikrotik Keren

12. Nah, untuk mencetak nya silakan klik tombol CTRL + P pada keyboard

13. Layout voucher akan menyesuaikan margin kertas yang digunakan. Tinggal pilih printer dan print.

Print otomatis Voucher Hotspot Mikrotik

Sekarang Anda sudah bisa print voucher hotspot mikortik secara masal dan otomatis tanpa perlu seting margin kertas.

Sumber : https://mikrotikindo.blogspot.co.id/2016/09/cara-mengganti-template-voucher-hotspot-mikrotik.html

Minggu, 25 September 2016

Memindahkan konfigurasi Mikrotik ke perangkat Mikrotik lain yang beda tipe nya karena ingin meng-upgrade RouterBoard Mikrotik ke spesifikasi yang lebih tinggi. Mungkin Anda pernah mengalami hal tersebut, ketika Router Mikrotik Anda sudah mulai kewalahan untuk meladeni traffic yang semakin besar dan jumlah user yang semakin berkembang.

Meng-upgrade RouterBoard Mikrotik dengan perangkat yang spesifikasinya lebih tinggi merupakan langkah jitu untuk mengkatkan performa jaringan. Misalnya Anda menggunakan Mikrotik RB450G yang digunakan sebagai Hotspot Server, sudah mulai kewalahan dan sering hang karena resource tinggi. Sehingga Anda mau mengganti RB450G menjadi RB1100AHx2 yang memiliki spesifikasi lebih tinggi.

Permasalahan muncul ketika Anda hendak memindahkan konfigurasi pada RB450G ke RB1100AHx2. Karena Anda tidak bisa serta merta melakukan System Backup pada RB450G dan Restore backup tersebut ke RB1100AHx2, karena secara tipe perangkat sudah berbeda, jumlah dan penamaan port juga sudah beda. Tapi jika anda nekat melakukan restore konfigursi dari file backup tersebut, hasilnya RB1100AHx2 tidak akan bekerja dengan baik, bahkan bisa jadi RB nya tidak bisa digunakan sama sekali.

Sebagai contoh, saya coba restore file backup dari Mikrotik RB1100 ke Mikrotik Cloud Core Router (CCR) 1016. Hasilnya, konfigurasi berhasil di restore, namun setelah reboot pada Penampil LCD Mikrotik CCR-1016 mentok di Starting Services. Walaupun masih bisa saya remote via Mac-Address di Winbox, tapi setingan hasil restore nya jadi kacau dan tidak sama persis seperti yang ada di RB1100. 

Mikrotik CCR Starting Service Freeze after restore configuration
Restore konfigurasi dari RB1100 ke CCR-1016 mentok di status Starting Services
 
Jadi intinya, kita tidak bisa melakukan restore konfigurasi antar Mikrotik yang berbeda tipe secara langsung dari file backup.
Untuk penjelasan Cara Backup dan Restore Konfigurasi Mikrotik bisa Anda baca disini :

Bagaimana Cara Memindahkan Konfigurasi Mikrotik ke Perangkat Mikrotik Lain yang beda tipe?

Caranya Adalah dengan menggunakan fitur Export/Import pada Mikrotik.

Bagaimana Cara melakukan Export/Import konfigurasi Mikrotik?
Sudah pernah saya bahas caranya disini :

Jadi, cara untuk melakukan pemindahan konfigurasi dari satu Mikrotik ke Mikrotik lain yang beda tipe bisa dilakukan menggunakan fitur Export pada Mikrotik.

Yang perlu diperhatikan saat export konfigurasi ini adalah, pastikan versi RouterOS antar Mikrotik sama. Misal RB1100 saya pakai ROS versi 6.37, pada CCR-1016 nya juga gunakan ROS versi 6.37. Hal ini diperlukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya error pada proses export/import konfigurasi.

Sabtu, 24 September 2016

Upgrade Mikrotik ke versi RouterOS terbaru merupakan hal yang cukup penting, karena dengan melakukan upgrade Mikrotik itu, ada banyak manfaat yang akan kita terima. Pada versi RouterOS terbaru terdapat beberapa perbaikan (fix) dan kadang ada juga penambahan fitur yang tidak ada pada versi ROS sebelumnya.

Untuk bisa melakukan upgrade versi RouterOS ke versi terbaru pada Mikrotik Anda, silakan baca Tutorial Mikrotik sebelumnya :

Kalau Mikrotik yang kita ingin upgrade hanya 1 atau 2 biji mah gampang aja ya. Gimana kalau Mikrotik yang ingin di upgrade ada puluhan dan lokasi nya berjauhan?
Masa iya harus upgrade satu per satu? Capek deh... :D
Nah, pada Tutorial Mikrotik Indonesia kali ini akan kita bahas Cara Upgrade Mikrotik secara Masal (Mass Upgrade) Menggunakan The Dude Network Monitor

Cara Membuat Network Map pada Aplikasi The Dude
Network Map Bali pada Aplikasi The Dude Network Monitor

Sudah tau The Dude kan? Kalau belum, baca dulu Artikel disini ya : 

Jadi sebelum mulai, pastikan perangkat Mikrotik Anda sudah dimasukkan ke Network Map di Aplikasi The Dude ini ya. 

Contoh Network Map pada Aplikasi The Dude
Contoh Network Map The Dude

Contoh nya seperti Gambar di atas, dan caranya bisa baca artikel di link sebelumnya.

Setelah Network Map dibuat, perangkat Mikrotik Anda sudah bisa Anda monitor melalui Aplikasi The Dude ini. Kemudian kita akan coba manfaatkan salah satu fitur dari The Dude, yaitu Mass Upgrade untuk melakukan Upgrade/Update Massal Mikrotik RouterOS.

Sebelumnya, pastikan dulu Mikrotik yang Anda masukkan ke Network Map sudah bisa di remote langsung dari The Dude. Caranya, dobel klik perangkat nya di network map, pastikan Username dan Password sudah diisi dengan benar, dan opsi RouterOS di centang.

Cara menambahkan Mikrotik pada The Dude
Pastikan Data login Mikrotik sudah benar dan opsi RouterOS di centang
Untuk memeriksa apakah data login Mikrotik nya sudah benar, silakan masuk ke menu Devices --> Masuk ke Tab RouterOS --> Device. Lihat pada kolom Status :

Cara Upgrade Masal Mikotik
Cek Status pada Perangkat yang akan di Upgrade
  • Jika muncul tanda silang merah dan Status failed, berarti perangkat tersebut tidak bisa diakses oleh The Dude (tidak bisa di ping). 
  • Jika muncul tanda minus biru dan Status auth failed, berarti perangkat bisa diakses tetapi data login salah. 
  • Jika muncul tanda Centang biru dan Status ok, berarti data sudah benar dan tidak ada masalah
Jadi, pastikan perangkat nya centang biru dan status ok ya.

Selanjutnya, silakan download package RouterOS terbaru di website mikrotik.com sesuai dengan tipe Mikrotik yang akan Anda upgrade (file .npk).

Masuk ke menu Files --> Tab Packages --> klik icon plus merah --> pilih package yang sudah Anda download (file .npk) --> Open. Jika ada tipe mikrotik yang berbeda, misal tipe x86 dan mipsbe, silakan masukkan juga package keduanya.

Upload RouterOS Package (file .npk) pada The Dude

Sekarang sudah bisa kita mulai proses upgrade massal mikrotik nya. Silakan kembali ke menu Devices --> RouterOS --> Device. Pilih perangkat Mikrotik yang akan Anda upgrade (bisa dengan cara klik + shift, atau klik + ctrl) --> Klik kanan --> pilih menu Upgrade --> pilih versi RouterOS nya.
Eksekusi Upgrade Mikrotik secara Masal pada The Dude

The Dude akan melakukan upload massal ke semua perangkat mikrotik yang di upgrade, setelah itu baru Mikrotik melakukan proses upgrade RouterOS nya. Proses ini bisa berlangsung beberapa menit, tunggu saja ya. Akan ada status proses upgrade nya kok di kolom Upgrade Status.

Jika proses upgrade sudah selesai, cek kolom Version. Pastikan versi ROS nya sudah sama seperti package yang kita upload tadi. Jika belum, berarti upgrade nya belum berhasil. Kadang memang ada beberapa perangkat yang tidak bisa dilakukan upgrade secara masal, seperti gambar berikut ini :

Hasil Upgrade Masal Mikrotik pada The Dude

Dari gambar di atas, ada beberapa perangkat yang versinya masih belum berubah, dan ada pesan error pada kolom Upgrade Status. Kalau sudah begini, mau gak mau harus upgrade manual :D

Setelah upgrade masal ini sempat ada masalah yang saya temukan, yaitu Mikrotik nya bekerja dengan normal, tapi gak bisa di remote baik via IP Address maupun MAC Address. Solusinya gampang, tinggal restart aja Mikrotik nya (cabut power, colok lagi) beres deh. Dari puluhan Mikrotik yang saya upgrade masal hanya satu aja yang error gini. Mungkin dia mulai lelah.. hehe



Jumat, 12 Agustus 2016

Membuat Voucher Hotspot Mikrotik yang menggunakan User Manager memang cukup rumit. Banyak hal yang harus dikonfigurasi untuk bisa men-generate Voucher Hotspot Mikrotik pada User Manager Mikrotik. Dengan menggunakan sistem voucher, kita dapat lebih mudah dalam menjual koneksi Internet via WiFi Hotspot Mikrotik ke pelanggan. Kita tidak perlu menambahkan user tiap kali ada pelanggan yang mau berlangganan WiFi Hotspot. Kita tinggal men-generate username dan password user secara otomatis, dan mencetaknya dalam bentuk voucher untuk dijual kepada pelanggan.

Nah, sekarang pertanyaannya Bagaimana Cara Membuat Voucher Hotspot Mikrotik? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak baik-baik Tutorial Mikrotik Indonesia kali ini ya.

Sebelum kita mulai Tutorial Mikrotik nya, pastikan dulu beberapa hal berikut sudah terpenuhi :

1. Pastikan Mikrotik Anda sudah bisa terkoneksi ke Internet

Jika belum baca disini :

2. Setting Waktu di Mikrotik dengan menggunakan NTP Client

Baca disini :

3. Pastikan Hotspot Mikrotik sudah ter-install dan berjalan dengan baik

Baca disini :

4. Install User Manager Mikrotik

Silakan baca disini :
 

5. Setting Hotspot Mikrotik agar menggunakan Manajemen User dari User Manager Mikrotik

Baca disini :
 

6. Dari sini saya anggap Mikrotik Anda sudah terkoneksi ke User Manager dengan baik


Tutorial Cara Membuat Voucher Hotspot Mikrotik via User Manager

 

1. Login ke User Manager Mikrotik

Masukkan IPAddressMikrotik/userman pada browser. Pastikan IP Address tersebut bukan IP Address yang digunakan untuk interce Hotspot. Jika Anda menggunakan IPAddressHotspot/userman akan muncul pesan Error Not Found. Anda bisa gunakan Interface lain, misal ether1 dan diberi IP segmen selain hotspot.

2. Seting Users Variable pada User Manager Mikrotik

Setelah login, masuk ke menu Settings --> Appearance --> Pada kolom Table pilih Users. Masukkan variable sebagai berikut ke dalam kolom visible :
Username
Password
Start Time
End Time
Total Time Left
Till Time
Uptime Used
Uptime Limit
Money Paid  
Variable ini akan muncul pada menu users, sehingga detail user dapat kita ketahui dengan mudah.


3. Membuat User Profile pada User Manager Mikrotik

User Profile ini berisi informasi profile dari masing-masing Paket Hotspot yang akan kita jual. Kita bisa menambahkan user profile sebanyak paket internet yang akan kita buat. Cara membuat user profile bisa melalui Menu Profiles secara manual, namun saya akan contohkan untuk membuat secara semi otomatis menggunakan command pada Terminal di Winbox. Berikut contoh command nya :

/tool user-manager profile
add name="Paket 5 jam" name-for-users=5jam override-shared-users=off owner=\
    mikrotikindo price=10000 starts-at=logon validity=2d
add name="Paket 1 hari" name-for-users=1hari override-shared-users=3 owner=\
    mikrotikindo price=20000 starts-at=logon validity=1d
add name="Paket 1 Minggu" name-for-users=7hari override-shared-users=3 owner=\
    mikrotikindo price=50000 starts-at=logon validity=1w
add name="Paket 1 Bulan" name-for-users=1bulan override-shared-users=5 owner=\
    mikrotikindo price=120000 starts-at=logon validity=4w2d
add name="Paket Ulimited 1 Tahun" name-for-users=unlimited \
    override-shared-users=off owner=mikrotikindo price=1000000 starts-at=\
    logon validity=52w1d
Silakan sesuaikan parameter pada command tersebut dengan keinginan Anda. Terutama pada parameter owner, ganti dengan dengan username User Manager Anda. Hasil dari command tersebut bisa Anda lihat pada Menu Profiles di User Manager. Jika Belum ada perubahan pada menu profiles, silakan logout dan login lagi ke User Manager.
Shared Users bisa Anda tentukan juga jumlah nya.


4. Membuat Paket Hotspot Mikrotik pada User Manager

Profile yang sudah dibuat sebelumnya perlu ditambahkan dengan limitasi bandwidth dan durasi aktif akun nya. Caranya dengan menambahkan limitation pada profile tersebut. Anda bisa membuatnya satu per satu di Menu Profile --> tab Limitations

Disini saya akan gunakan kembali command terminal winbox. 
Contoh command nya sebagai berikut :
/tool user-manager profile limitation
add address-list="" download-limit=524288000B group-name="" ip-pool="" name=\
    "Paket 5 jam" owner=mikrotikindo rate-limit-min-rx=65000B \
    rate-limit-min-tx=65000B rate-limit-rx=128000B rate-limit-tx=256000B \
    transfer-limit=0B upload-limit=0B uptime-limit=5h
add address-list="" download-limit=1073741824B group-name="" ip-pool="" name=\
    "Paket 1 hari" owner=mikrotikindo rate-limit-min-rx=128000B \
    rate-limit-min-tx=128000B rate-limit-rx=256000B rate-limit-tx=512000B \
    transfer-limit=0B upload-limit=0B uptime-limit=1d
add address-list="" download-limit=5373952000B group-name="" ip-pool="" name=\
    "Paket 1 Minggu" owner=mikrotikindo rate-limit-min-rx=128000B \
    rate-limit-min-tx=128000B rate-limit-rx=256000B rate-limit-tx=512000B \
    transfer-limit=0B upload-limit=0B uptime-limit=1w
add address-list="" download-limit=16106127360B group-name="" ip-pool="" \
    name="Paket 1 Bulan" owner=mikrotikindo rate-limit-min-rx=256000B \
    rate-limit-min-tx=256000B rate-limit-rx=512000B rate-limit-tx=1000000B \
    transfer-limit=0B upload-limit=0B uptime-limit=4w2d
add address-list="" download-limit=0B group-name="" ip-pool="" name=\
    "Paket Ulimited 1 Tahun" owner=mikrotikindo rate-limit-min-rx=512000B \
    rate-limit-min-tx=512000B rate-limit-rx=1000000B rate-limit-tx=1000000B \
    transfer-limit=0B upload-limit=0B uptime-limit=52w1d
Silakan sesuaikan parameter pada command dengan kebutuhan Paket Anda. Berikut keterangan pada masing-masing parameter command nya :
download-limit : quota limit download
upload-limit : quota limit upload
transfer-limit : quota limit download+upload
rate-limit-tx : speed limit download (jika quota sudah habis)
rate-limit-rx : speed limit upload (jika quota sudah habis)
rate-limit-min-tx : speed limit download (jika quota sudah habis)
rate-limit-min-rx : speed limit upload (jika quota sudah habis)
download-limit=0B : unlimited quota download
rate-limit-tx=262144B : speed limit download 256 kbps
Hasil nya adalah sebagai berikut :

5. Menghubungkan Limitation dengan Profiles User Manager Mikrotik

Setelah limitation dibuat, selanjutnya tinggal dihubungkan saja dengan Profile nya. Caranya dengan masuk ke Menu Profiles --> Pilih Profile --> Add new limitation --> Pilih limitation sesuai dengan paket nya --> Klik Add.
Lakukan hal serupa untuk Profile lainnya.

6. Men-Generate Username dan Password untuk Akun pada masing-masing Paket

Untuk membuat Akun secara otomatis pada masing-masing paket, kita bisa memanfaatkan fitur Batch user pada menu Users --> Add --> Batch --> tentukan jumlah user yang mau di generate pada kolom Number of users --> Pilih Paket --> Add.


Lakukan hal serupa untuk paket hotspot lainnya. Hasilnya sebagai berikut :


7. Menambahkan Logo pada User Manager Mikrotik

Sebenarnya langkah ini opsional, Anda bisa skip saja jika tidak ingin mengganti logo User Manager nya. Namun, pada Voucher yang akan kita buat nanti ada logo yang dicantumkan, jadi kita perlu untuk meng-upload logo. Caranya dengan mengakses FTP Mikrotik

Buat folder baru dengan nama umfiles, copy file logo ke dalam folder tersebut.

Untuk mengganti logo user manager, masuk ke Menu Settings --> Styles --> Edit path pada kolom Logo dengan path Logo yang sudah di-upload --> Save

8. Membuat Template Voucher Hotspot pada User Manager

Masih di Menu Settings --> pindah ke tab Templates --> pilih Vouchers. Template Voucher Hotspot Mikrotik dibagi menjadi 4 Bagian, yaitu Header, Row, Footer dan Break. Bagian yang akan kita edit hanya di Header dan Row saja. 

Berikut contoh code HTML yang sudah di custom.
Voucher code HTML untuk Header :

<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
    <title>Vouchers</title>
    <style>
        @media print {
            .noprint {
                display: none;
            }
            .pagebreak {
                page-break-after: always;
            }
        }
        body {
            font-family: 'verdana', 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;
            padding: 50px 100px;
            font-size: 12.3px;
        }
        div.box {
 background-color: #94F3EB;
 background-image: -webkit-linear-gradient(270deg,rgba(220,245,250,1.00) 0%,rgba(246,253,254,1.00) 100%);
 background-image: -moz-linear-gradient(270deg,rgba(220,245,250,1.00) 0%,rgba(246,253,254,1.00) 100%);
 background-image: -o-linear-gradient(270deg,rgba(220,245,250,1.00) 0%,rgba(246,253,254,1.00) 100%);
 background-image: linear-gradient(180deg,rgba(220,245,250,1.00) 0%,rgba(246,253,254,1.00) 100%);
 background-repeat: repeat-x;
 width: 3.6in;
 height: 2.1in;
 padding: 0 17px 18px 12px;
 margin: 10px 0;
 border: solid 1px #D9D9D9;
 border-radius: 10px;
 -webkit-border-radius: 2px;
 -moz-border-radius: 2px;
        }
        div.box h2 {
 background-color: #63C2EE;
 border-color: #ED3939;
 margin: 0 -17px 1px -12px;
 padding: 15px 0px 0 10px;
 height: 20px;
 border-top-left-radius: 10px;
 border-top-right-radius: 10px;
 -webkit-border-radius: 2px;
 -moz-border-radius: 2px;
 font: bold 18px/0.2 Arial;
 color: #fff;
 text-align: center;
        }
        div.box h3 {
            background-color: #FFF8DC;
            border-color: #000;
            border-style: solid;
            border-width: 1px;
            margin: -35px 0 0 70px;
            padding: 12px 50px 3px 10px;
            height: 8px;
            width: 30px;
            font: bold 12px/0 Arial;
            color: #000;
        }
        div.box h4 {
 background-color: #63C2EE;
 border-color: #2B78C5;
 /* IE6-9 */           
 margin: 0 -17px 1px -12px;
 padding: 15px 0px 0 10px;
 height: 20px;
 border-bottom-left-radius: 10px;
 border-bottom-right-radius: 10px;
 -webkit-border-radius: 2px;
 -moz-border-radius: 2px;
 font: bold 12px/0.2 Arial;
 text-align: center;
 color: #fff; 
        }
        .block-left {
            background-color: transparent;
            width: 170px;
            height: 120px;
            margin: 15px 0;
            float: left;
        }  
        .block-right {
            background-color: transparent;
            width: 150px;
   float: right;
   padding: 0px 5px 15px !important;
            text-align: center;
        }
 
        .block-right > h5 {
 font: bold 18px/0.1 verdana;
 text-align: center;
 color: #FF4141;
 text-shadow: 2px 2px 2px #000;
 margin: 25px 0;
        }      
  .block-bottom {
            background-color: transparent;
            clear: both;
        } 
        .txtbox img {
            width: 50px;
            height: 50px;
            float: left;
            padding-right: 5px;
        }     
    </style>
</head>
<body>
Voucher code HTML untuk Row :

<div class="box">
    <h2>MikrotikIndo-Hotspot Rp. %u_moneyPaid%</h2>
    <div class="block-left">        
     <div class="txtbox">
            <img alt="" src="/umfiles/logo.png"/><b>MikrotikIndo Wireless Hotspot Service</b>        
     </div>
        <div class="txtbox2">
            <p>Silakan Buka Browser, masukkan <b>Username</b> dan <b>Password</b> pada halaman login, <b>klik tombol login.</b></p>
        </div>
    </div>
 
    <div class="block-right">
     <h5>%u_timeLeft%</h5> 
     <p>Harga: <b>Rp. %u_moneyPaid%</b></p>
     <div><p align="left">Username:</p><h3 align="center">%u_username%</h3></div>
     <div><p align="left">Password:</p><h3 align="center">%u_password%</h3></div>
    </div>
    <div class="block-bottom">
     <h4>Info lebih lanjut : mikrotikindo.blogspot.com</h4>
    </div>
</div>
Code HTML tersebut hanya contoh saja, silakan Anda edit sendiri sesuai sesuai kebutuhan. Anda bisa gunakan Aplikasi Notepad++ atau Dreamweaver untuk mengedit code tersebut. 
  

9. Meng-Generate Voucher Hotspot Mikrotik 

Selanjutnya kita tinggal meng-generate secara otomatis voucher hotspot mikrotik nya. Caranya masuk ke Menu Users --> Pilih 4 user yang akan di Generate --> Generate --> Vouchers --> Klik Generate.


Kok cuma 4 user yang di centang? Kenapa gak semua aja sekalian di generate? Anda bisa coba untuk generate semua bersamaan. Nantinya Anda akan kesulitan pada saat proses mencetak (print) voucher. Karena jika terlalu banyak, tampilan voucher nya akan terpotong halaman. Jadi untuk aman nya, kita generate 4 berturut-turut saja.
Jika setelah di klik Generate tidak muncul apapun, coba klik tulisan berwarna biru berikut :
Tampilan Voucher Hotspot Mikrotik akan muncul pada popup browser.


10. Mencetak (Print) Voucher Hotspot Mikrotik Hasil Generate

Pada halaman popup browser yang berisi voucher hotspot mikrotik, tekan tombol ctrl + p untuk mulai mencetak (print). Saya sarankan untuk menggunakan Browser Google Chrome saat proses Generate dan cetak agar lebih mudah.


Klik More Settings --> pada Options centang Background graphics dan hilangkan centang Headers and Footers. Jika opsi Background graphics tidak di centang, maka tampilan cetak akan jadi aneh karena warna background nya tidak ikut dicetak. Sekarang tinggal print saja, dan ulangi hal serupa untuk voucher akun lain yang belum di generate.

Jika Template Hotspot Mikrotik ini dirasa terlalu ribet, Anda bisa coba pakai Template Hotspot Mikrotik yang tinggal print saja berikut ini :
Download Template Voucher Hotspot Mikrotik

Akhirnya selesai juga... Demikianlah Tutorial Cara Membuat Voucher Hotspot Mikrotik pada User Manager Mikrotik. Semua yang ada di Tutorial ini hanyalah contoh, silakan bisa anda contoh juga atau edit dengan kreasi Anda sendiri. Semoga bermanfaat ;)