Tampilkan postingan dengan label INDONESIA ZAMAN PRA SEJARAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INDONESIA ZAMAN PRA SEJARAH. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juni 2016

ILYA DWITA PUTRI/E/S

 1.PENGERTIAN MEGALITIKUM
Megalitikum berasal dari kata mega yang berarti besar, dan lithos yangberarti batu. Zaman Megalitikum biasa disebut dengan zaman batu besar,karena pada zaman ini manusia sudah dapat membuat dan meningkatkankebudayaan yang terbuat dan batu-batu besar. kebudayaan ini berkembang dari zaman Neolitikum sampai zamanPerunggu. Pada zaman ini manusia sudah mengenal kepercayaan. Walaupunkepercayaan mereka masih dalam tingkat awal, yaitu kepercayaanterhadap roh nenek moyang, Kepercayaan ini muncul karena pengetahuan manusia sudah mulai meningkat. Ada dikatakan bahwa neolithikum itu adalah suatu revolusi yang sangat besar dalam peradaban manusia. Perubahan besar ini ditandai dengan berubahnya peradaban penghidupan food-gathering menjadi foodproducing. Pada saat orang sudah mengenal bercocok tanam dan berternak. Pertanian yang mereka selenggarakan mula-mula bersifat primitif dan hanya dilakukan di tanah-tanah kering saja. Pohon-pohon dari beberapa bagian hutan di kelupak kulitnya dan kemudian dibakar. Tanah-tanah yang baru dibuka untuk pertanian semacam itu untuk beberapa kali berturut-turut ditanami dan sesudah itu ditinggalkan. Orang-orang Indonesia zaman neolithikum membentuk masyarakat-masyarakat dengan pondok-pondok mereka berbentuk persegi siku-siku dan
didirikan atas tiang-tiang kayu, dinding-dindingnya diberi hiasan dekoratif yang indah-indah, Walaupun alat-alat mereka masih dibuat daripada batu, tetapi alat-alat itu dibuat dengan halus, bahkan juga sudah dipoles pada kedua belah mukanya.
2.KEBUDAYAAN MEGALITIKUM
Peninggalan kebudayaan megalithikum ternyata masih dapat Anda lihat sampai sekarang, karena pada beberapa suku-suku bangsa di Indonesia masih memanfaatkan kebudayaan Megalithikum tersebut.Contohnya seperti suku Nias.
Adapun beberapa hasil-hasil kebudayaan pada zaman megalitikum adalah sebagai berikut:
punden berundak : terbuat dari batu untuk meletakkan sesaji
Dolmen : meja batu yang diletakkan sesaji
Waruga : kubur batu yang berbentuk kubus
Kubur batu : tempat menyimpan mayat

a)      Menhir
Bangunan yang berupa tugu batu yang didirikan untuk upacara menghormati roh nenek moyang, sehingga bentuk menhir ada yang berdiri tunggal dan ada yang berkelompok serta ada pula yang dibuat bersama bangunan lain yaitu seperti punden berundak-undak. Lokasi tempat ditemukannya menhir di Indonesia adalah Pasemah (Sumatera Selatan), Sulawesi Tengah dan Kalimantan. Untuk mengetahui bentuk-bentuk menhir, Bangunan menhir yang dibuat oleh masyarakat prasejarah tidak berpedoman kepada satu bentuk saja karena bangunan menhir ditujukan untuk penghormatan terhadap roh nenek moyang. Lokasi tempat ditemukannya menhir di Indonesia adalah Pasemah (Sumatera Selatan), Sulawesi Tengah dan Kalimantan.
b) Punden Berundak-undak
Punden berundak-undak adalah bangunan dari batu yang bertingkat-tingkat dan fungsinya sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal.
Bangunan tersebut dianggap sebagai bangunan yang suci, dan lokasi tempat penemuannya adalah Lebak Sibedug/Banten Selatan dan Lereng Bukit Hyang di Jawa Timur.
c)Dolmen
             Dolmen merupakan meja dari batu yang berfungsi sebagai tempat meletakkan saji-sajian untuk pemujaan. Adakalanya di bawah dolmen dipakai untuk meletakkan mayat, agar mayat tersebut tidak dapat dimakan oleh binatang buas maka kaki mejanya diperbanyak sampai mayat tertutup rapat oleh batu. Dengan demikian dolmen yang berfungsi sebagai tempat menyimpan mayat disebut dengan kuburan batu. Lokasi penemuan dolmen antara lain Cupari Kuningan / Jawa Barat, Bondowoso / Jawa Timur, Merawan, Jember / Jatim, Pasemah / Sumatera, dan NTT.
d) Waruga
Waruga adalah peti kubur peninggalan budaya Minahasa pada zaman megalitikum. Didalam peti pubur batu ini akan ditemukan berbagai macam jenis benda antara lain berupa tulang- tulang manusia, gigi manuisa, periuk tanah liat, benda- benda logam, pedang, tombak, manik- manik, gelang perunggu, piring dan lain- lain. Dari jumlah gigi yang pernah ditemukan didalam waruga, diduga peti kubur ini adalah merupakan wadah kubur untuk beberapa individu juga atau waruga bisa juga dijadikan kubur keluarga (common tombs) atau kubur komunal. Benda- benda periuk, perunggu, piring, manik- manik serta benda lain sengaja disertakan sebagai bekal kubur bagi orang yang akan meninggal.
e) peti kubur
Peti kubur adalah peti mayat yang terbuat dari batu-batu besar. Kubur batu dibuat dari lempengan/papan batu yang disusun persegi empat berbentuk peti mayat yang dilengkapi dengan alas dan bidang atasnya juga berasal dari papan batu.
Daerah penemuan peti kubur adalah Cepari Kuningan, Cirebon (Jawa Barat), Wonosari (Yogyakarta) dan Cepu (Jawa Timur). Di dalam kubur batu tersebut juga ditemukan rangka manusia yang sudah rusak, alat-alat perunggu dan besi serta manik-manik. Dari penjelasan tentang peti kubur, tentu Anda dapat mengetahui persamaan antara peti kubur dengan sarkofagus, dimana keduanya merupakan tempat menyimpan mayat yang disertai bekal kuburnya
f) Arca Batu
Arca/patung-patung dari batu yang berbentuk manusia atau binatang. Bentuk binatang yang digambarkan adalah gajah, kerbau, harimau dan monyet. Sedangkan bentuk arca manusia ditemukan bersifat dinamis. Maksudnya wujudnya manusia dengan penampilan yang dinamis seperti gajah. Arca tersebut ditemukan didaerah pasemahan (sumatra selatan). Daerah-daerah lain sebagai tempat penemuan arca batu antara lain lampung, jawa tengah dan jawa timur.
3. Corak Kehidupan
Pada zaman manusia melakukan banyak kegiatan yang menyangkut kehidupannya. Mereka sudah mempunyai aktivitas seperti mengumpulkan makanan dan bercocok tanam.
Ciri-ciri nya adalah
         Manusia sudah bisa membuat dan meninggalkan kebudayaan yang terbuat dari batu-batu besar.
         Berkembang dizaman neolitikum sampai zaman perunggu
         Manusia sudah mengenal kepercayaan utamnya animisme.
4. Budaya Megalitikum di Indonesia
a.       Pasemah
Merupakan wilayah dari provinsi sumatra selatan, berada dikaki gunung dempo. Peninggalan nya sebanyak 19 situs. Berdasarkan penelitian yang dilakukan budi wijana (1996), dari balai arkeologi palembang. Peninggalan megalitikum muncul dalam bentuk yang begitu unik, patung-patung yang dipahat dengan begitu dinamis dan monumental, yang mencirikan kebebasan seniman dalam memahat.
b.      Nias
Rangkaian kegiatan mendirikan batu besar (dolmen) untuk memperingati kematian seseorang yang penting di Nias (awal abad ke-20). Etnik Nias masih menerapkan beberapa elemen megalitikum di beberapa kehidupannya.
c.       Sumba
Etnik sumba di Nusa Tenggara Timur juga masih kental menerapkan beberapa elemen megalitikum dalam kegiatan sehari-hari. Kubur batu masih ditemukan disejumlah perkampungan dan meja batu juga dipakai sebagai tempat pertemuan adat.
5. Manusia Pendukung
Disebut kebudayaan batu besar pada umumnya menghasilkan kebudayaan dalam bentuk menument yang terbuat dari batu berukuran besar. Kebudayaan ini muncul pada akhir zaman neolitikum, tapi perkembangan nya justru terjadi pada zaman perunggu. Suku dayak golongan proto melayu, bangsa deuteuro melayu (melayu muda) yang migrasi ke indonesia sambil membawa kebudayaan dongson. Keturunannya adalah jawa, bali, bugis, madura, dll. Bahkan ditemukan beberapa bukti bahwa terjadi pembaruan antara melayu monggoloide (proto melayu dengan duteure melayu) dan papua melaneside.

Daftar pustaka
http://widhaaja.blogspot.co.id/2013/10/zaman-megalitikum_9789.html, http://sejarahbudayanusantara.weebly.com/ciri-zaman-megalitikum.html, http://www.kopi-ireng.com/2015/02/peninggalan-zaman-megalitikum.html, Poesponegoro, Marwati Djoened, dan Nugroho Notosusanto. (1993). Sejarah Nasional Indonesia Jilid 1.Edisi ke-4. Jakarta: Balai Pustaka.
ILYA DWITA PUTRI/E/S

Zaman logam yaitu zaman dimana manusia sudah menggunakan peralatan yang dibuat dari logam. Nama zaman logam hanyalah untuk menyatakan bahwa logam telah dikenal dan dipergunakan orang untuk bahan membuat alat-alat yang diperlukan.Zaman logam di indonesia didominasi oleh alat-alat dari zaman perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu. Dari zaman-zaman prasejarah, dapat diketahui bahwa zaman logam dibagi atas zaman perunggu, zaman tembaga dan zaman besi. Asia tenggara tidak mengenal zaman tembaga. Setelah neolitikum langsung ke zaman perunggu dan berlanjut ke zaman besi. 
1.      Zaman perunggu
Zaman perunggu atau yang disebut juga dengan kebudayaan dongson-tonkin cina (pusat kebudayaan) ini manusia purba sudah mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3:10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras. Zaman perunggu berlangsung kurang lebih 500 SM. Teknik pembuatan nya adalah a cire perdue (cetak hilang, hanya sekali untuk mencetak). Contoh dibali ditemukan cetak nekara dari batu, yang dicetak dengan cetakan batu adalah nekara lilin. Alat-alat pada zaman ini yaitu:
a.       Kapak corong
Pada zaman kebudayaan di Eropa, menghasilkan kapak-kapak menyerupai kapak batu. Bahkan sering terdapat tanda bahwa sengaja tembaga itu menyerupai kapak batu. Di indonesia kapak  logam yang ditemukan adalah kapak perunggu yang sudah menyerupai bentuk tersendiri. Kapak ini biasanya dinamakan kapak sepatu, maksudnya ialah kapak yang bagian atasnya menyerupai corong yang sembirnya belah, sedangkan ke dalam corong itulah dimasukkan tangkai kayunya yang menyiku kepada bidang kapak. Jadi, seolah-olah kapak disamakan dengan sepatu dan tangkainya dengan kaki orang. Lebih tepat kapak ini dinamakan kapak corong.
Kapak ini banyak ditemukan di sumatra selatan, jawa, bali, sulawesi tengan dan selatan, pulau selayar, irian dekat danau setani. Tidak semua kapak itu dipergunakan sebagai kapak. Misalnya, yang kecil adalah tugal, sedangkan yang sangat indah dan juga cendrasa tidak dapat digunakan sebagai perkakas dan hanya digunakan sebagaitanda kebesaran dan alat upacara saja.
b.      Nekara
Nekara adalah semacam berumbung dari perunggu yang berpinggang dibagian tengahnya dan sisinya tertutup. Dibali terdapat nekara yang besar sekali. Sampai kiniyang terbesar dan masih utuh tingginya 1,86 meter dan garis tengahnya 1,0 meter. Nekara itu di anggap suci dan dipuja penduduuk. Tidak hanya dibali, ditempat lain nekara pun di anggap sebagai barang suci. .
Dapat dikatakan bahwa tidak semua nekara berasal dari luar indonesia. Ada pula buatan dalam negeri. Didesa mauaba(bali) ditemukan sebagian cetakan batu untuk membuat nekara, kini disimpan dan dipuja disebuah pura didesa tersebut. Banyak para ahli berpendapat bahwa yang dicetak dengan batu itu hanyalah nekara lilinnya saja, sedangkan nekara perunggunya dibuat dengan cara a cire perdue.
c.       Arca perunggu
Arca perunggu/patung yang berkembang pada zaman logam memiliki bentuk beranekaragam. Ada yang berbentuk manusia, dan ada juga yang berbentuk binatang. Pada umumnya arca perunggu ukurannya kecil-kecil dan dilengkapi cincin pada bagian atasnya. Adapun fungsi dari cincin tersebut sebagai alat untuk menggantungkan arca itu sehingga tidak mustahil, arca perunggu yang kecil dipergunakan sebagai liontin/bandul kalung. Daerah penemuan arca perunggu di indonesia adalah bangkinang(Riau), pelembang, dan limbangan.
d.      Bejana perunggu
Bejana perunggu bentuknya seperti gitar spanyol tetapi tanpa tangkai. Hanya ditemukan dimadura dan sumatera. Bejana perunggu di indonesia ditemukan di danau kerinci(sumatera) dan madura. Bentuknya seperti periuk tetapi langsing dan gepeng.kedua bejana yang ditemukan memiliki hiasan yang serupa dan sangat indah berupa gambar-gambar geometrid yang mirip huruf J. Bejana perunggu dari Kerinci tidak dketahui pasti, kemungkinan disebabkan penemuan bejana yan terbatas makam mempersulit penyelidikan tentang nejana dalam kehidupan masyarakat prasejarah.
e.       Perhiasan perunggu
Perhiasan perunggu antara lain berbentuk kalung, gelang anting-anting dan cincin. Pada umumnya barang-barang perhiasan tersebut tidak diberi hiasan ukiran. Peninggalan ini banyak ditemukan di anyer, plawangan, gilimanuk dan malelo.
f.       Candrasa
Fungsinya yaitu sebgai tanda kebesaran kepala suku dan alat upacara adat keagamaan.
2.      Zaman tembaga
Zaman tembaga merupakan zaman dimana manusia sudah dapat mengolah logam tembaga yang disesuaikan dengan bentuk-bentuk peralatan yang dibutuhkannya, zaman tembaga ini tidak pernah berpengaruh kepada kehidupan masyarakat indonesia, zaman tembaga berkembang di semenanjung Malaysia, Kamboja, Thailand, dan Vietnam.
3.      Zaman besi
Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya ntuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Teknik peleburan besi ini sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu sebab melebur besi membutuhkan panas yang sangan tiggi yaitu lebih kurang 3500 derajat celcius. Zaman besi adalah periode utama terakhir dalam sistem tiga zaman untuk mengklasifikasi masyarakat prasejarah. Vsecara klasik, zaman besi di anggap mulai pada zaman kegelapan Yunani pada abad ke-12SM dan timur Tengah kuno, pada abad ke-11SM di India, dan antara abad ke-8 SM di erpa tengan dan abad ke-6 di Eropa Utara. Zaman besi di anggap berakhir dengan kebangkitan hellenisme dan kekaisaran romawi, atau zaman pertengahan awal tahun kasus Eropa Utara. Alat-alat pada zaman besi yaitu:
a.       Mata tembok
Mata tembok diciptakan sejak zaman Homo heidelbergensis atau sekitar 500.000 tahun lalu, 200.000 lebih tua dari dugaan.
b.      Mata panah
Mata panah memiliki fungsi ekonomi abtara lain sebgai alat untuk menangkap ikan. Terbuat dari batu serpih., tulang dan kemungkinan besar juga kayu yang diruncingkan ujungnya dan dibuat bergerigi pada bagian pinggirnya. Banyak ditemukan di gua-gua yang ada di daerah pantai atau sungai.
c.       Sabit
Sabit ini dgunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan.
d.      Mata pisau
Piasu adallah alat yang digunakan untuk memotong sebuah benda. Bentuk umum pisau mirip dengan pedang. Bedanya ialah bahwa bilah pedang lebih panjang dari bilah pisau. Bila pisau terlalu kecil untuk memotong sesuatu, gergaji atau kapak mungkin diperlukan.
e.       Kapak
Kapak adalah sebuah ala yang biasanya terbuat dari logam, bermata yang di ikat pada sebuah tangkai biasanya dari kayu. Pada zaman ini kapak dibuat dari besi. Kapak sangan berguna dan penggunaan nya cukup luas pada zaman besi sebagai alat pemotong kayu sampai sebagai senjata perang.
DAFTAR PUSTAKA
Saiman Marwoto. 2015. Sejarah indonesia I.
Aldi Sudirman.2014. sejarah lengkap indonesia. Diva Press
Nugroho notosusanto, 2008. Sejarah nasional indonesia : Zaman kuno. PT Balai Pustaka
Soejono, Richard Z. Lerissa. 2008. Sejarah nasional indonesia : zaman prasejarah indonesia. PT Balai Puataka

Minggu, 26 Agustus 2012



3 Penguasa Hindia Belanda sebelum perang. Kiri ke kanan. Jenderal Gerardus Johannes Berenschot (Panglima KNIL), Gubernur Jenderal Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia Belanda terakhir) dan Laksamana Conrad Emil Lambert Helfrich (Panglima Angkatan Laut Belanda di Hindia). Sebenarnya sudah tidak ada hubungan sejarah antara zaman keemasan Kolonial Belanda di Hindia itu dengan zaman Republik Indonesia yang Merdeka dan Berdaulat saat ini. Kecuali upacara Kemerdekaan yang selalu diadakan setiap tahun di Istana Merdeka. Tempat itu (istana Gambir atau Koningsplein Palace...sekarang kita selalu menyebutnya sebagai Istana merdeka), adalah cacat dari Revolusi Indonesia. Memuliakan tempat tersebut selalu seolah membuka luka lama dari penderitaan penjajahan oleh Kolonial Belanda. Tempat itu sejak didirikan selalu menjadi tempat terhormat bagi perayaan-perayaan Pemerintah Hindia Belanda. Ketiga tokoh ini sebelum perang saat diambil gambarnya, sedang bergembira ria dimuka Koningsplein Palace...Mungkin sedang merayakan Koninginnedag atau Hari Ratu pada setiap tanggal 31 Agustus. Saat itu ratu Belanda adalah Wilhelmina. Sementara gedung dan tempat yang romantis-legendaris bersahaja dan sangat berjasa yaitu Rumah Bung Karno atau Rumah Proklamasi di Pegangsaan Timur 56 Jakarta (sekarang jalan Proklamasi) dicampakkan, dibongkar dan tidak dihargai . Sehingga terkesan disia-sia ? Mana penghargaan Bangsa Indonesia pada itu jiwa Kemerdekaan yang kita harus pelihara ? Kembali kepada ketiga penguasa Hindia Belanda sebelum perang. Perlu ditambahkan, ketiganya tidak bernasib sama. Berenschot meninggal dunia saat pesawatnya pada tanggal 13 October 1941 meledak di Lapangan Terbang Kemayoran Jakarta. Tjarda van Starkenborgh saat Jepang menduduki Jawa Maret 1942 ditangkap dan dipenjara. Baru pada Agustus 1945 saat dipenjara di Manchuria dibebaskan tentara sekutu. Mungkin yang nasibnya baik adalah Helfrich yang berhasil melarikan diri ke Ceylon beberapa saat sebelum Jepang tiba. Oleh karena itu hanya Tjarda dan Terporten (pengganti Berenschot) yang langsung digiring Jepang masuk kamp interniran di Bandung setelah menyerah tanpa syarat di Kalijati pada tanggal 8-9 Maret 1942. Setelah Belanda kembali ke Indonesia (Oktober 1945) Helfrich kembali pada jabatannya sebelum perang, tapi karena tidak cocok dengan sekutu khabarnya atas desakan banyak pihak diganti oleh stafnya yaitu Laksamana Pinke. Ada harapan saya bisa dimunculkan diskusi atas topik dan hal ini ? Ada yang berminat ? Nanti akan kita angkat dokumen lain terkait yang mungkin ada gunanya untuk Nation and Character Building Bangsa Indonesia ?