Tampilkan postingan dengan label INDONESIA ZAMAN KEMERDEKAAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INDONESIA ZAMAN KEMERDEKAAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Juni 2016


TITIN SUMARNI/SIIV

            Diruang makan rumah laksamana muda maeda disusun naskah proklamasi kemerdekaan indonesia .tiga tokoh pemuda yakni sukarni,sudiro,dand.m.diah menyaksikan ir.soekarno dan drs.moh.hatta beserta achmad soebarjo membahas perumusan naskah proklamasi kemerdekaan.
            Sedangkan tokoh-tokoh lainnya baikdari golongan tua maupungolongan mudamenunggu diserambi depan rumah laksamana muda maeda.ir.soekarno menulis konsep proklamasi dengan sumbangan pemikiran dari mr.achmad soebardjo dan drs.moh.hatta.kalimat pertama yang berbunyi"kami bangsa indonesia" berasal dari achmad soebardjo. Kalimat kedua oleh ir.suekarno yang berbunyi"hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain akan diselenggarakan dengan cara yang secermat-cermatnya serta dalam tempo yang sesingkat-singkatnya".kedua kalimat ini kemudian digabung dan disempurnakan oleh moh.hatta sehingga berbunyi seperti teks proklamasi yang kita miliki sekarang.
            Setelah konsep teks proklamasi ditunjukkan kepada yang hadir maka terjadilah perbedaan pendapat ,yakni siapa yang menandatangani.ir.soekarno mengusulkan agar semua yang hadir ikut menandatangani.hal ini tidak disetujuipara pemuda karena menurut mereka pemudalah yang
mewakili rakyat sehingga berhak menandatangani.sedangkan ppki hanya wakil pihak jepang.akan tetapi akhirnya tercapailah kesepakatan atas usul sukarni bahwa yang menandatangani cukup suekarno dan hatta saja atas nama bangsa indonesia. Selanjutnya naskah itu diketik oleh sayuti malik dengan beberapa perubahan.
            Setelah naskah proklamasi kemerdekaan selesai disusun pada tanggal 17 agustus 1945 dini hari maka masih timbul persoalan tentang bagaimana caranya menyebarluaskan naskah tersebut keseluruh indonesia.sukarni melaporkan bahwa lapangan ikada(monas) sebagai tempat yang  telah  disiapkan untuk pembacaan teks proklamasi.namun setelah mendengar kabar bahwa lapangan ikada telah dijaga oleh tentara jepang,ir.soekarno mengusulkan agar upacara proklamasi dilakukan di rumahnya di jalan pegangsaan timur no.56 jakarta.hal inidimaksudkan agar tidak terjadi bentrokan dengan pihak militer jepang.
            Usulan ini disetujui dan akhirnya berlangsunglah upacara pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan indonesia pada tanggal 17 agustus 1945.sebelum teks proklamasi kemerdekan indonesia dibacakan ,terlebih dahulu soekarno menyampaikan pidatonya.
"saudara-saudara sekalian! Saya sudah meminta saudara-saudara hadir disini untukmenyaksikan satu pristiwa maha penting dalam sedjharah kita.berpuluh-puluh tahunkita bangsa indonesia telah berdjoang untuk kemerdekaan tanah air kita.bahkan telah berates-ratus tahun! Gelombangnya aksi kita untuk mentjapai kemerdekaan kitaitu ada naik da nada turunnya,tetapi djiwa kita tetap menudju kearah tjita-tjita.
            Djuga di dalam djaman"djepang usaha kita untuk mendjapai kemerdekaan nasional tidak henti-henti.di dalam djaman djepang ini,tampaknja sedja kita menjandarkan diri kepada mereka.tetapi pada hakekatnya tetap kita menjusun tenaga kita sendiri,tetap kita pertjaja kepada kekuatan sendiri.sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasibtanah air di dalam tangan kita sendiri.hanja bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnja.
            Maka kami,tadi malam telah mengadakan musjawarah denga pemuka-pemuka rakyat indonesia dan dari seluruh indonesia.permusjawaratan itu seia sekata berpendapat bahwa sekaranglah dating saatnja utuk menyatakan kemerdekaan kita.saudara-saudara!Dengan ini kami njatakan kebulatan tekad itu.dengarlah proklamasi kami:
Ada beberapa perubahan dalam teks ini dan hasilnya dibawah ini
Proklamasi
Kami bangsang indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan indonesia
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain,diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Djakarta,hari 17 boelan8 tahoen '05
Atas nama bangsa indonesia
Soekarno/hatta
            Teks proklamasi ini akhirnya diproklamirkan pada hari jumat legi pada pukul 10.00 wib di jalan pegangsaan timur no.56 jakarta.
            Adapun acara sebenarnyayang direncanakan adalah sebagai berikut:
1.pembacaan proklamasi ,disampaikanoleh soekarno didahului pidato singkat seperti diatas.kemudian dilanjutkan dengan pidato singkat penutup berbunyi sebagai berikut.
Demikianlah,saudara-saudara!
Kita sekarang telah merdeka!
Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita!
Mulai saat ini kita menyusun negara kita!Negara merdeka,negara republik indonesia,merdeka kekal dan abadi.
Insya allah,tuhan memberkati kemerdekaan kita.
2.pengibaran bendera merah putih.pengibaran dilaksanakan oleh suhud dan latief hendradiningrat.
            Namun secara spontan peserta menyanyikan lagu indonesia raya,sehingga sampai sekarang pengibaran bendera merah putih dalam setiap upacar bendera selalu diiringi lagu kebngasaan indonesia raya.bendera merah putih sebelumnya sudah dipersiapkan dan dijahit oleh ibu fatmawati.
3.sambutan wali kota suwirjo dan dr.muwardi
            Pristiwa besar tersebut hanya berlangsung lebih kurang satu jam lamanya.namun demikian pengaruhnya besar sekali,sebab pristiwa tersebut telah membawa perubahan yang luar biasa dalam kehidupan bangsa indonesia,proklamasi kemerdekaan indonesiaitu bukan hanya sebagai tanda bahwa sejak itu bangsa indonesia telah merdeka,tetapi disisi lain juga merupakan detik pembangunan bagi tertib hokum nasional,yaitu tertib hokum indonesia.
            Sejarah perjuangan  kemerdekaan bzngsa indonesia yang berabad-abad lamanya dan dengan didorong oleh amanat penderitaan rakyat telah mencapai titik kulminasinyapada detik proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945.proklamasi kemerdekaan itu merupakan salah satu sarana untuk merealisasikan masyarakat indonesia yang merdeka,berdaulat,adil dan makmur,serta untuk ikut membentuk " dunia baru" yang damai dan abadi bebas dari penghisapan manusia oleh manusia dan bangsa oleh bangsa lain.untuk mewujudkan tujuan proklamasi kemerdekan indonesia tersebut ,maka mulai tanggal 18 agustus 1945 ppki melaksanakan langkah-langkahnya untuk mengisi kesempurnaan indonesia sebagai negara yang berdaulat.
            Proklamasi kemerdekaan indonesia telah terlakasana dengan tertib dan aman.bentrokan berdarah yang dikhawatirkan oleh semua pihah tidak terjadi.pemindahan kekuasaan dilaksanakan sangat hati-hati untuk mengurangi jatuh korban sia-sia.kini telah lahir lagi negara merdeka dan berdaulat.untuk mengenang peristiwa proklamasi yang bersejarah tersebut,dihalam gedung jalan pegangsaan timur no.56 jakarta dibangunlah sebuh tugu peringatan proklamasi.jalan di depan gedung tersebut kemudian diberi nama jalan proklamasi.dijalan tersebut juga dibangun monumen proklamasi soekarno �hatta.
            Peristiwa proklamasi kemerdekaan indonesia memiliki makna yang luas dan dalam bagi bangsa indonesia ,antara lain sebagai berikut.
1.merupakan titik kulminasi perjuangan bangsa indonesia dalam rangka mencapai kemerdekaan yang berlangsung lebih kurang 400 tahun.
2.merupakan awal bebasnya bangsa indonesia dari kekuasaan bangsa asing dan menjadi bangsa yang berdiri sendiri.
3.merupakan sumber hokum yang menegaskan mulai berdirinya negara kesatuan riyang merdeka dan berdaulat.
4.merupakan momentum politik terbebasnya bangsa indonesia dari kekuatan bangasa lain,dan bangsa indonesia menjadi bangsa yang sederajad dengan bangsa lain didunia.
5.merupakanmanifesto politik perjuangan dalam mewujudkan indonesia yang merdeka dan berdaulat





Daftar pustaka

Asril.2016.sejarah indonesia dari penjajahan jepang hingga kemerdekaan.fkip universitas riau,pekanbaru.
Dewi yulanti.sistem propaganda  jepang di indonesia 1942-1945
Djoened,marwanti.1984.sejarah nasional indonesia iv.balai pustaka,jakarta.
Djoened, Marwati P.N.N.Sejarah nasional indonesia V: balai purtaka, Jakarta.
Sartono,Kartodirdjo.pengantar sejarah indonesia baru jilid 2:Jakarta,Penerbit P.T Granmedia Pustaka






Titin sumarni/s1/iv
            Proklamasi adalah persyaratan suatu bangsa untuk bebas dari penjajahan. Bangsa indonesia telah melewati peristiwa itu setelah pada tangal 17 Agustus 1945 memproklasikan kemerdekaan. Sejak saat itu indonesia berdaulat sebagai negara merdeka dalam bentuk negara kesatuan republik indonesia ( NKRI).
            Diruang makan rumah laksamana muda maeda disusun naskah proklamasi kemerdekaan indonesia .tiga tokoh pemuda yakni sukarni,sudiro,dand.m.diah menyaksikan ir.soekarno dan drs.moh.hatta beserta achmad soebarjo membahas perumusan naskah proklamasi kemerdekaan.
            Sedangkan tokoh-tokoh lainnya baikdari golongan tua maupungolongan mudamenunggu diserambi depan rumah laksamana muda maeda.ir.soekarno menulis konsep proklamasi dengan sumbangan pemikiran dari mr.achmad soebardjo dan drs.moh.hatta.kalimat pertama yang berbunyi"kami bangsa indonesia" berasal dari achmad soebardjo. Kalimat kedua oleh ir.suekarno yang berbunyi"hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain akan diselenggarakan dengan cara yang secermat-cermatnya serta dalam tempo yang sesingkat-singkatnya".kedua kalimat ini kemudian digabung dan disempurnakan oleh moh.hatta sehingga berbunyi seperti teks proklamasi yang kita miliki sekarang.
            Setelah konsep teks proklamasi ditunjukkan kepada yang hadir maka terjadilah perbedaan pendapat ,yakni siapa yang menandatangani.ir.soekarno mengusulkan agar semua yang hadir ikut menandatangani.hal ini tidak disetujuipara pemuda karena menurut mereka pemudalah yang mewakili rakyat sehingga berhak menandatangani.sedangkan ppki hanya wakil pihak jepang.akan tetapi akhirnya tercapailah kesepakatan atas usul sukarni bahwa yang menandatangani cukup suekarno dan hatta saja atas nama bangsa indonesia. Selanjutnya naskah itu diketik oleh sayuti malik dengan beberapa perubahan.
            Setelah naskah proklamasi kemerdekaan selesai disusun pada tanggal 17 agustus 1945 dini hari maka masih timbul persoalan tentang bagaimana caranya menyebarluaskan naskah tersebut keseluruh indonesia.sukarni melaporkan bahwa lapangan ikada(monas) sebagai tempat yang  telah  disiapkan untuk pembacaan teks proklamasi.namun setelah mendengar kabar bahwa lapangan ikada telah dijaga oleh tentara jepang,ir.soekarno mengusulkan agar upacara proklamasi dilakukan di rumahnya di jalan pegangsaan timur no.56 jakarta.hal inidimaksudkan agar tidak terjadi bentrokan dengan pihak militer jepang.
            Usulan ini disetujui dan akhirnya berlangsunglah upacara pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan indonesia pada tanggal 17 agustus 1945.sebelum teks proklamasi kemerdekan indonesia dibacakan ,terlebih dahulu soekarno menyampaikan pidatonya.
"saudara-saudara sekalian! Saya sudah meminta saudara-saudara hadir disini untukmenyaksikan satu pristiwa maha penting dalam sedjharah kita.berpuluh-puluh tahunkita bangsa indonesia telah berdjoang untuk kemerdekaan tanah air kita.bahkan telah berates-ratus tahun! Gelombangnya aksi kita untuk mentjapai kemerdekaan kitaitu ada naik da nada turunnya,tetapi djiwa kita tetap menudju kearah tjita-tjita.
            Djuga di dalam djaman"djepang usaha kita untuk mendjapai kemerdekaan nasional tidak henti-henti.di dalam djaman djepang ini,tampaknja sedja kita menjandarkan diri kepada mereka.tetapi pada hakekatnya tetap kita menjusun tenaga kita sendiri,tetap kita pertjaja kepada kekuatan sendiri.sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasibtanah air di dalam tangan kita sendiri.hanja bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnja.
            Maka kami,tadi malam telah mengadakan musjawarah denga pemuka-pemuka rakyat indonesia dan dari seluruh indonesia.permusjawaratan itu seia sekata berpendapat bahwa sekaranglah dating saatnja utuk menyatakan kemerdekaan kita.saudara-saudara!Dengan ini kami njatakan kebulatan tekad itu.dengarlah proklamasi kami:
Ada beberapa perubahan dalam teks ini dan hasilnya dibawah ini
Proklamasi
Kami bangsang indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan indonesia
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain,diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Djakarta,hari 17 boelan8 tahoen '05
Atas nama bangsa indonesia
Soekarno/hatta
            Teks proklamasi ini akhirnya diproklamirkan pada hari jumat legi pada pukul 10.00 wib di jalan pegangsaan timur no.56 jakarta.
            Adapun acara sebenarnyayang direncanakan adalah sebagai berikut:
1.pembacaan proklamasi ,disampaikanoleh soekarno didahului pidato singkat seperti diatas.kemudian dilanjutkan dengan pidato singkat penutup berbunyi sebagai berikut.
Demikianlah,saudara-saudara!
Kita sekarang telah merdeka!
Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita!
Mulai saat ini kita menyusun negara kita!Negara merdeka,negara republik indonesia,merdeka kekal dan abadi.
Insya allah,tuhan memberkati kemerdekaan kita.
2.pengibaran bendera merah putih.pengibaran dilaksanakan oleh suhud dan latief hendradiningrat.
            Namun secara spontan peserta menyanyikan lagu indonesia raya,sehingga sampai sekarang pengibaran bendera merah putih dalam setiap upacar bendera selalu diiringi lagu kebngasaan indonesia raya.bendera merah putih sebelumnya sudah dipersiapkan dan dijahit oleh ibu fatmawati.
3.sambutan wali kota suwirjo dan dr.muwardi
            Pristiwa besar tersebut hanya berlangsung lebih kurang satu jam lamanya.namun demikian pengaruhnya besar sekali,sebab pristiwa tersebut telah membawa perubahan yang luar biasa dalam kehidupan bangsa indonesia,proklamasi kemerdekaan indonesiaitu bukan hanya sebagai tanda bahwa sejak itu bangsa indonesia telah merdeka,tetapi disisi lain juga merupakan detik pembangunan bagi tertib hokum nasional,yaitu tertib hokum indonesia.
            Sejarah perjuangan  kemerdekaan bzngsa indonesia yang berabad-abad lamanya dan dengan didorong oleh amanat penderitaan rakyat telah mencapai titik kulminasinyapada detik proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945.proklamasi kemerdekaan itu merupakan salah satu sarana untuk merealisasikan masyarakat indonesia yang merdeka,berdaulat,adil dan makmur,serta untuk ikut membentuk " dunia baru" yang damai dan abadi bebas dari penghisapan manusia oleh manusia dan bangsa oleh bangsa lain.untuk mewujudkan tujuan proklamasi kemerdekan indonesia tersebut ,maka mulai tanggal 18 agustus 1945 ppki melaksanakan langkah-langkahnya untuk mengisi kesempurnaan indonesia sebagai negara yang berdaulat.
            Proklamasi kemerdekaan indonesia telah terlakasana dengan tertib dan aman.bentrokan berdarah yang dikhawatirkan oleh semua pihah tidak terjadi.pemindahan kekuasaan dilaksanakan sangat hati-hati untuk mengurangi jatuh korban sia-sia.kini telah lahir lagi negara merdeka dan berdaulat.untuk mengenang peristiwa proklamasi yang bersejarah tersebut,dihalam gedung jalan pegangsaan timur no.56 jakarta dibangunlah sebuh tugu peringatan proklamasi.jalan di depan gedung tersebut kemudian diberi nama jalan proklamasi.dijalan tersebut juga dibangun monumen proklamasi soekarno �hatta.
            Peristiwa proklamasi kemerdekaan indonesia memiliki makna yang luas dan dalam bagi bangsa indonesia ,antara lain sebagai berikut.
1.merupakan titik kulminasi perjuangan bangsa indonesia dalam rangka mencapai kemerdekaan yang berlangsung lebih kurang 400 tahun.
2.merupakan awal bebasnya bangsa indonesia dari kekuasaan bangsa asing dan menjadi bangsa yang berdiri sendiri.
3.merupakan sumber hokum yang menegaskan mulai berdirinya negara kesatuan riyang merdeka dan berdaulat.
4.merupakan momentum politik terbebasnya bangsa indonesia dari kekuatan bangasa lain,dan bangsa indonesia menjadi bangsa yang sederajad dengan bangsa lain didunia.
5.merupakanmanifesto politik perjuangan dalam mewujudkan indonesia yang merdeka dan berdaulat

Daftar pustaka
Asril.2016.sejarah indonesia dari penjajahan jepang hingga kemerdekaan.fkip universitas riau,pekanbaru.
Dewi yulanti.sistem propaganda  jepang di indonesia 1942-1945
Djoened,marwanti.1984.sejarah nasional indonesia iv.balai pustaka,jakarta.
Djoened, Marwati P.N.N.Sejarah nasional indonesia V: balai purtaka, Jakarta.
Sartono,Kartodirdjo.pengantar sejarah indonesia baru jilid 2:Jakarta,Penerbit P.T Granmedia Pustaka

Selasa, 14 Juni 2016

Pada 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memproklamasikan kemerrdekaannya, tidak dengan mudah kemerdekaan ini di capai oleh bangsa ini, dengan ancaman dari luar negara seperti Belanda dan Jepang, ternyata pertentangan dari dalam negara pun masih terjadi. Jadi, bagaimanakah kemerdekaan itu dapat dicapai?

A. Peristiwa Rengasdengklok
Peristiwa Rengasdengklok merupakan kejadian penting yang mendorong percepatan proklamasi indonesia. Konflik ini juga menunjukkan konflik dan perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda dalam menentukan waktu proklamasi. Namun, konflik tersebut berakhir dengan sikap saling menghargai diantara mereka. Tanpa peranan golongan muda, indonesia mungkin belum memproklamasikan secepat itu. Hal ini menunjukkan bahwa para pemuda indonesia mampu merespon keadaan secara sigap . para pemuda pun tetap menghormati golongan tua, dengan memerhatikan para tokoh yang perlu di hormati. 

Para pemuda berpendapat bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan oleh kekuatan bangsa itu sendiri, bukan oleh PPKI ( Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Menurut mereka, PPKI adalah buatan Jepang , setelah mendengar jepang menyerah kepada sekutu, Sutan Syahrir yang merupakan tokoh pemuda segera menemui Moh.Hatta di kediamannya. Syahrir mendesak agar Ir. Sukarno dan Moh. Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Ternyata Sukarno dan Hatta yang dapat disebut sebaga golongan tua belum bersedia. Mereka yakin bahwa bagaimanapun Indonesia tidak lama lagi tetap akan merdeka.

Pada Rabu, 15 Agustus 1945 sekitar jam 20:00 para pemuda mengadakan pertemuan di sebuah ruangan di belakang Laboratorium Biologi Pegangsaan Timur 17. Pertemuan dihadiri oleh, Chaerul Saleh, Darwis, Djohor Nur, Kusnandar, Subadio, Subianto, Margono, Aidit Sunyoto, Abubakar, E. Sudewo, Wikana dan Armansyah.

Pertemuan yang dipimpin oleh Chaerul Saleh tersebut memutuskan bahwa " kemerdekaan indonesia adalah hak dan soal rakyat indonesia sendiri, tak dapat digantung-gantungkan pada orang atau kerajaan lain. Untuk menyatakan bahwa indonesia sudah sanggup merdeka, dan sudah tiba saat merdeka, baik menurut keadaan atau kodrat maupun historis. Dan jalannya hanya satu, yaitu: dengan proklamasi kemerdekaan oleh bangsa indonesia sendiri, lepas dari bangsa asing, bangsa apapun juga". Segala ikatan dan hubungan dengan janji kemerdekaan dari jepang harus diputuskan. Sebaliknya diharapkan diadakannya perundungan dengan Sukarno dan Hatta agar mereka diikutsertakan menyatakan proklamasi mengingat usaha Sutan Syahrir belum berakhir. 

Untuk menyampaikan hasil putusan Perundingan Pegangsaan ini kepada Sukarno, maka pada pukul 22:00 Wikana dan Darwis datang kerumah Sukarno dijalan Pegangsaan Tmur 56. Namun Sukarno tetap pada pendiriannya bahwa jepang masih berkuasa secara De Facto. Sukarno bahkan mengingatkan bahwa musuh mereka bukan lagi jepang, tetapi Belanda yang pasti segera datang setelah Jepang menyerah. 

Akhirnya pada pukul 24:00 para pemuda meninggalkan kediaman Sukarno. Mereka langsung mengadakan pertemuan di Jl. Cikini 71 jakarta ( seperti Sukarni, Yusuf Kunto, dan Shodanco Singgih ). Rencana mengamankan Sukarno dan Hatta pun disepakati. Shodanco Singgih ditunjuk untuk memimpin pelaksanaan rencana tersebut.

Segera kelompok yang diberikan tugas mengamankan Sukarno dan Hatta melaksanakan tugasnya. Singgh meminta Sukarno untu ikut kelompok pemuda malam itu juga. Bung Karno tidak menolak keinginan para pemuda dan meminta agar Fatmawati, Guntur ( waktu itu berusia sekitar delapan bulan ) serta Moh. Hatta ikut serta. Menjelang subuh ( sekitar pukul 04:00 ) pada tanggal 16 Agustus 1945 mereka segera menuju Rengasdengklok. 

Para pemuda memilih Rengasdengklok sebagai tempat membawa Sukarno dan Moh. Hatta dengan pertimbangan bahwa daerah itu relatif aman. Hal itu karena ada Daidan Peta di Rengasdengklok yang hubungannya sangat baik dengan Daidan Jakarta. Para pemuda menyadari Sukarno dan Moh. Hatta tokoh penting sehingga keselamatannya harus dijaga. Jarak Rengasdengklok, sekitar 15 km dari Kedunggeda, Kerawang. Sesampainya di Rengasdengklok, Sukarno dan rombongan di tempatkan dirumah seorang keturunan Tionghoa Jiaw Kie Song. 

Para pemuda berharap tanggal 16 Agustus 1945 Bung Karno dan Bung Hatta bersedia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan. Ternyata Sukarno tetap pada pendiriannya. Sukarno tidak memenuhi ultmatun para pemuda yang menginginkan Proklamasi Kemerdekaan pada 16 Agustus 1945. Namun, para pemuda itupun tidak memaksakan kehendak. Mereka mengamankan kedua tokoh itu agar bisa berdiskusi secara lebih bebas, dan sedikit memberikan tekanan tanpa bermaksud menyakiti kedua tokoh.

Pada 16 Agustus 1945 semestinya diadakan pertemuan PPKI di Jakarta. Tetapi Sukarno dan Moh. Hatta tidak ada di tempat. Ahmad Subarjo segera mencari kedua tokoh tersebut. Setelah bertemu Yusuf Kunto dan kemudian Wekanaterjadilah kesepakatan, Ahmad Subarjo diantar ke Rengasdengklok oleh Yusuf Sukanto. Mereka tiba di Rengasdengklok pada pukul 17:30 WIB. Kemudian Ahmad Subarjo berbicara kepada para pemuda dan memberikan jaminan, bahwa proklamasi akan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945 sebelum pukul 12:00. Akhirnya Shodanco mewakili para pemuda melepas Ir. Sukarno, Drs. Moh. Hatta dan rombongan kembali ke Jakarta. 

B. Perumusan Teks Proklamasi

Rombongan Ir. Sukarno segera kembali ke Jakarta dan menuju rumah Laksamana Maeda di jalan Imam Bonjol No. 1. Setelah tiba ditempat Sukarno dan Hatta lalu diantarkan Laksamana Maeda menemui Gunseikan ( kepala pemerintahan militer Jepang ) Mayor Jendral Hoichi Yamamoto. Akan tetapi, Gunseikan menolak menerima Sukarno-Hatta pada tengah malam. Dengan ditemani oleh Maeda , Shigetada Nishijima, Tomegoro Yoshizumi, dan Miyoshi sebagai penerjemah mereka pergi menemui Somubuco ( Direktur/ Kepala Dapartemen Umum Pemerintahan Militer Jepang ) Mayor Jendral Otoshi Nishimura. Tujuannya untuk menjajaki sikapnya terhadap pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. 

Pada pertemuan tersebut tidak dicapai kata sepakat antara Sukarno-Hatta disatu Pihak dengan Nishimura di pihak lain. Sukarno-Hatta bertekad untuk melaksanakan rapat PPKI pada hari tanggal 16 Agustus 1945, namun rapat PPKI tersebut tidak jadi dilaksanakan karena mereka dibawa ke Rengasdengklok. 

Setelah pertemuan itu, Sukarno dan Hatta kembali kerumah Maeda. Dirumah maeda sudah hadir para anggota PPKI, para pemimpin pemuda, dll. Para tokoh nasional indonesia berkumpul dirumah Maeda untuk merumuskan teks Proklamasi. Kemudian diruang makan Maeda dirumuskan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ketika peristiwa bersejarah itu terjadi Maeda tidak hadir, tetapi Miyosh sebagai orang kepercayaan menyaksikan Sukarno, Hatta dan Ahmad Subarjo merumuskan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Sukarno pertama kali menuliskan kata pernyataan proklamasi sebagai judul pada pukul 03:00 WIB. Ahmad Subarjo menyampaikan kalimat " kami bangsa indonesia dengan ini menyatakan kemerdakaan indonesia". Moh. Hatta menambahkan kalimat: " hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya". Sukarno menuliskan: Jakarta, 17- 8- '05 Wakil-wakil bangsa indonesia sebagai penutup.

Pada pukul 04:00 WIB dini hari Sukarno meninta bpersetujuan dan tanda tangan kepada semua yang hadir sebagai wakil-wakil bangsa indonesia . para pemuda menolak dengan alasan sebagaian yang hadir banyak yang menjadi kolaborator jepang. Sukarni nmengusulkan agar teks proklamasi cukup ditandatangani oleh dua orang tokoh, yaitu Sukarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Dengan beberapa perubahan yang disetujui, maka konsep itu kemudian diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik.

Isi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05.
Atas nama bangsa Indonesia
Soekarno/Hatta

Pertemuan dini bhari menghasilkan naskah Proklamasi. Agar seluruh rakyat indonesia mengetahuinya, naskah itu harus disebarluaskan. Timbullah persolan tentang cara penyebaran naskah tersebut keseluruh indonesia. Sukarni mengusulkan agar naskah itu dibacakan di lapangan Ikada, yang telah dipersiapakan bagi berkumpulnya masyarakat Jakarta untuk mendengar pembacaan naskah Proklamasi. Namun, Sukarno tidak setuju karena lapangan Ikada merupakan tempat umum yang dapat memancing antara rakyat dengan militer Jepang. Ia sendiri mengusulkan agar proklamasi dilakukan di rumahnya di jalan Pegangsaan Timur No.56. usul tersebut disetujui dan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan bersama Hatta di tempat itu pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10:00 WIB. 

Sejak pagi hari, sudah banyak orang berdatangan dirumah Sukarno, diperkirakan ada 1.000 orang. Acara yang direncanakan pada upacara bersejarah itu adalah sebagai berikut :

Pertama : Pembacaan Teks Proklamasi.
Kedua : Pengibaran Bendera Merah Putih.
Ketiga : Sambutan Wali Kota Suwirya dan dr. Murwadi dari keamanan

Pada hari jumat tepat pukul 10:00 WIB, Sukarno dan Moh. Hatta keluar ke serambi depan diikuti oleh Fatmawati. Sukarno dan Moh. Hatta maju beberapa langkah. Sukarno mendekati mikrofon untuk membacakan teks Proklamasi.

Acara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih yang dilakukan oleh Latief Hendraningrat dan S. Suhud. Bersamaan dengan naiknya bendera Merah Putih, para hadirin Spontan menyanyikan lagu Indonesia Raya tanpa ada yang memimpin. Setelah itu, Suwiryo memberikan sambutan dan kemudia disusul sambutan dar dr. Murwadi. Sekitar pukul 11:00, upacara telah selesai. Kemudian dr. Murwadi menunjuk beberapa anggota barisan Pelopor untuk menjaga keselamatan Sukarno dan Moh. Hatta.

DAFTAR PUSTAKA :
A. Sumber Buku
1. Drs. Sadirman. 2006. SEJARAH 3. Jakarta: Quadra.
a. Kemerdekaan Sebagai Modal Pembangunan Kedaulatan
Hal: 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
b. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Hal: 8, 9
2. NEGARA DAN BANGSA, Jilid VII. 1987. Jakarta: Widyadara.
3. Thamiend, Nico. 2006. DINAMIKA SEJARAH 3. Jakarta: Yudhistira.
a. Peristiwa Penting Sekitar Proklamasi
Hal: 7,8,10,12
B. Sumber Internet
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara_%281800-1942%29

Kamis, 09 Juni 2016


NANIK VERAWATI E/S

A.  SEJARAH PERISTIWA BANDUNG LAUTAN API
Mengenal sejarah Indonesia, salah satunya ada peristiwa Bandung Lautan Api. Peristiwa yang terjadi di tanah Pasundan itu berawal dari pertempuran antara para pemuda dan TKR melawan tentara Jepang pada bulan September dan Oktober 1945.Pada tanggal 9 Oktober 1945, pertempuran yang terjadi antara rakyat Bandung dan TKR melawan tentara Jepang dapat diselesaikan dengan damai. Rakyat Bandung dan TKR berhasil mendapatkan senjata dari pabrik senjata dan mesiu di Kiaracondong.Akan tetapi, bersamaan dengan itu datanglah tentara sekutu memasuki Kota Bandung pada tanggal 21 Oktober 1945.Kedatangan pasukan sekutu itu membuat suasana Kota Bandung menjadi tegang.Pertempuran-pertempuran kecil pun tak terhindarkan.
Ketika pasukan sekutu merasa terdesak, sekutu memberika ultimatum agar seluruh rakyat Bandung paling lambat tanggal 29 November 1945, pukul 12 untuk meninggalkan Bandung Utara. Namun, sampai batas waktu yang ditentukan, rakyat Bandung tidak mematuhinya.Pada tanggal 24 Maret 1946, sekutu mengeluarkan ultimatum lagi agar rakyat Bandung meninggalkan Kota Bandung.Namun, lagi-lagi ultimatum
itu tidak digubris.Akibatnya, pertempuran pun tak dapat dihindarkan.Ribuan orang mulai meninggalkan Kota Bandung.Tentara Republik Indonesia sengaja membakar gedung-gedung pemerintahan yang terdapat di Kota Bandung.Maksudnya, agar sekutu tidak dapat menggunakannya lagi.Asap membumbung tinggi. Kota Bandung menjadi lautan api.

B. PROSES TERJADINYA PERTEMPURAN BANDUNG LAUTAN API
Suatu peristiwa di bulan Maret 1946, dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harta benda mereka, meninggalkan kota Bandung menuju pegunungan di selatan. Peristiwa itu di kenal sebagai Bandung Lautan Api.Sebuah memorabilia sejarah Bandung. Pada awal tahun 1946, Inggris menjanjikan penarikan pasukannya dari Jawa Barat dan menyerahkan kepada Belanda, untuk selanjutnya digunakan sebagai basis militer.Kesepakatan sekutu, Inggris dan NICA (Nederlands Indie Civil Administration) memunculkan perlawanan heroic dari masyarakat dan pemuda pejuang di Bandung, ketika tentara Inggris dan NICA melakukan serangan militer ke Bandung. Tentara sekutu berusaha untuk menguasai Bandung, meskipun harus melanggar hasil perundingan dengan RI.Agresi militer Inggris dan NICA Belanda  pun memicu tindakan pembumihangusan kota oleh para pejuang dan masyarakat Bandung. Bumi hangus adalah memusnahkan dengan pembakaran semua barang, bangunan, gedung yang mungkin akan dipakai oleh musuh.
Sekutu dan NICA Belanda, yang menguasai wilayah Bandung Utara (wilayah di utara jalan kereta api yang membelah kota Bandung dari timur ke barat), memberikan ultimatum (23 Maret 1946) supaya Tentara Republik Indonesia (TRI) mundur sejauh 11 km dari pusat kota (wilayah di selatan jalan kereta api dikuasai TRI) paling lambat pada tengah malam tanggal 24 Maret 1946. Akibatnya pertempuran pun kembali menghebat. Pada saat itu datang dua buah surat perintah yang isinya membingungkan, yaitu:
1.      Dari perdana Menteri Amir SyarifudinBahwa para pejuang / pasukan RI harus mundur  dari kota Bandung sesuai dengan perjanjian antara pemerintah RI dengan Sekutu yanag saat itu sedang berlangsung di Jakarta.
2.      Dari Panglima TKR (Jenderal Sudirman)
Bahwa para pejuang/pasukan RI harus mempertahankan Kota bandung sampai titik darah penghabisan.
Menghadapi dua perintah yang berbeda ini, akhirnya pada 24 Maret 1946 pukul 10.00 WIB, para petinggi TRI mengadakan rapat untuk menyikapi perintah PM Sjahril di Markas Divisi III TKR. Rapat ini dihadiri para pemimpin pasukan Komandan Divisi III Kolonel Nasution, Komandan Resimen 8 Letkol Omon Abdurrahman, Komandan Batalyon I Mayor Abdurrahman, Komandan Batalyon II Mayor Sumarsono, Komandan Batalyon III Mayor Ahmad Wiranatakusumah, Ketua MP3 Letkol Soetoko, Komandan Polisi Tentara Rukana, dan perwakilan tokoh masyarakat dan pejuang Bandung. Dalam menyikapi ultimatum Inggris, sikap para pejuang terbelah.Ada yang menginginkan bertahan di Bandung sambil melakukan perlawanan hingga titik darah penghabisan, ada juga yang memilih meninggalkan Bandung sambil mengatur strategi gerilya ketika berada di luar Bandung. Meski begitu, tujuan mereka sama yakni menolak keras upaya penjajahan kembali oleh Belanda.
Rapat pun berlangsung alot dan panas.Berbagai usulan perlawanan disampaikan peserta rapat, salah satu usul adalah meledakkan terowongan Sungai Citarum di Rajamandala sehingga airnya merendam Bandung.Usul ini disampaikan Rukana. Namun saking emosinya, Rukana menyebut usulnya agar Bandung menjadi "lautan api", padahal maksudnya "lautan air". Diduga, dari rapat inilah muncul istilah Bandung Lautan Api. Usul lain muncul dari tokoh Angkatan Muda Pos Telegrap dan Telepon (AMPTT), Soetoko,  yang tidak setuju jika hanya TRI saja yang meninggalkan Bandung. Menurutnya, rakyat harus bersama TKR mengosongkan kota Bandung.
Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam militer di Bandung, Nasution akhirnya memutuskan untuk mentaati keputusan pemerintah RI. Keputusan ini berisi beberapa poin, di antaranya TRI akan mundur sambil melakukan melakukan infiltrasi atau bumi hangus, hingga Bandung diserahkan dalam keadaan tidak utuh. Lalu rakyat akan diajak mengungsi bersama TRI. Selama pengungsian, TRI dan pejuang akan melakukan perlawanan dengan taktik gerilya ke Bandung Utara dan Selatan yang dikuasai musuh. Melalui siaran RRI pada pukul 14.00, Nasution mengumumkan:  bahwa semua pegawai dan rakyat harus keluar sebelum pukul 24.00, tentara melakukan bumi hangus terhadap objek vital di Bandung agar tidak dipakai Inggris dan NICA.
Saat malam tiba, TRI akan menyerang Bandung. TRI juga mempersiapkan sejumlah titik pengungsian bagi Keresidenan Priangan, Walikota Bandung, Bupati Bandung, Jawatan KA, Jawatan PTT, rumah sakit, dan lain-lain. Rakyat sebagian ada yang menerima informasi tersebut, sebagian lagi hanya mendengar desas-desus bahwa Bandung akan dibakar dan penduduknya harus ngungsi segera menyebar, tetapi banyak juga yang tidak mengetahui sama sekali. Namun situasi umum waktu itu mencekam, kepanikan di mana-mana. Meski panik, secara umum rakyat mematuhi keputusan pemerintah.Banyak rakyat yang mengungsi, Meski berat hati harus meninggalkan rumah yang sudah mereka ditinggali sejak kecil. Tempat tujuan pengungsi menyebar, mulai dari Cililin, Ciparay dan Majalaya, Tasikmalaya, Cianjur, Ciwidey, Garut, Sukabumi, bahkan adaya yang mengikuti hingga Jogjakarta. TRI menjadwalkan peledakan pertama dimulai pukul 24.00 WIB di Gedung Regentsweg, selatan Alun-alun Bandung yaitu Gedung Indische Restaurant (sekarang Gedung BRI), sebagai aba-aba untuk meledakan semua gedung.
Di tengah persiapan itu tiba-tiba terjadi ledakkan.Seorang pejuang, Endang Karmas, mengaku heran dengan adanya ledakan, padahal baru pukul 20.00 WIB. Ledakkan pertama itu terlanjut dianggap aba-aba, sehingga pejuang lain pun tergesa-gesa melakukan pembakaran dan peledakkan gedung. Karena persiapan yang minim, banyak gedung vital yang tidak bisa diledakkan, kalaupun meledak, tidak sanggup merusak bangunan yang terlalu kokoh. Beberapa kemungkinan menjadi pemicu melesetnya jadwal ledakkan dari jadwal semula,  yakni faktor teknis atau keterampilan menguasi bahan peledak yang minim, alat peledak yang kurang, atau ada sabotase oleh musuh untuk menggagalkan sekenario Bandung Lautan Api. Terlebih saat persiapan pengungsian pasukan Gurkha dan NICA terus melakukan provokasi hingga penembakan terhadap para pejuang.Hal itulah yang membuat rencana pembakaran dan penghancuran objek vital tidak berjalan seperti rencana. Kebakaran hebat justru timbul dari rumah-rumah warga yang sengaja dibakar, baik oleh pejuang maupun oleh pemilik rumah yang sukarela membakar rumahnya sebelum berangkat ngungsi.Rumah-rumah warga yang dibakar membentang dari Jalan Buah Batu, Cicadas, Cimindi, Cibadak, Pagarsih, Cigereleng, Jalan Sudirman, Jalan Kopo. Kobaran api terbesar ada di daerah Cicadas dan Tegalega, di sekitar Ciroyom, Jalan Pangeran Sumedang (Oto Iskandar Dinata), Cikudapateuh, dan lain-lain. Semua listrik mati.Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi.Pertempuran yang paling seru terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat pabrik mesiu yang besar milik Sekutu.TRI bermaksud menghancurkan gudang mesiu tersebut.Untuk itu diutuslah Muhammad Toha dan Ramdan.Kedua pemuda itu berhasil meledakkan gudang tersebut dengan granat tangan.Gudang besar itu meledak dan terbakar, tetapi kedua pemuda itu pun ikut gugur sebagai pahlawan bangsa.
Sejarah heroic itu tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia sebagai peristiwa Bandung Lautan Api (BLA). Lagu Halo-halo Bandung ciptaan Ismail Marzuki menjadi lagi perjuangan pada saat itu.NICA Belanda berhasil menguasai Jawa Barat melalui Perjanjian Renville (17 Januari 1948). Beberapa tahun kemudian, lagu "Halo-Halo Bandung" ditulis untuk melambangkan emosi mereka, seiring janji akan kembali ke kota tercinta, yang telah menjadi lautan api. Perlambang emosi mereka, seiring janji akan kembali ke kota tercinta, yang telah menjadi lautan api.Suatu hari di Bulan Maret 1946, dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harta benda mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di selatan. Beberapa tahun kemudian, lagu "Halo Halo Bandung" ditulis untuk melambangkan emosi mereka, seiring janji akan kembali ke kota tercinta, yang sekarang telah menjadi lautan api.

C. TOKOH YANG IKUT BERPERAN
1. Mohammed Toha
2. Kolonel Abdul Haris Nasution
3. Mac Donald

D. DAMPAK PERISTIWA BANDUNG LAUTAN API
1. Dampak terhadap Rakyat Indonesia :
Peristiwa Bandung Lautan Api ini memberikan kerugian yang sangat besar bagi masyarakat Bandung, karena kerusakan infrastruktur yang terjadi akibat peristiwa itu.Oleh karena rumah rakyat sipil juga terbakar sehingga menyebabkan kerugian bagi rakyat.
2. Dampak terhadap Sekutu :
Dampak yang ditimbulkan oleh aksi bumi hangus dari para "pahlawan" itu terhadap gerak ofensif sekutu sama sekali bukanlah rintangan. Gerak ofensif sekutu yang membangun basis disekitar Bandung Utara tidaklah mendapat hambatan dari bangunan-bangunan yang dibakar.Karena sudah sejak sebelumnya sekutu memang berencana menggempur daerah Bandung sebelah selatan yang merupakan basis Tentara Republik Indonesia.Dan sekutu tidak banyak dirugikan atas aksi pembakaran tersebut.Selain itu pula, bangunan-bangunan besar buatan masa kolonial dengan tembok dan struktur bangunannnya yang kokoh yang dicoba untuk diledakan dengan peledak buatan lokal oleh pihak TRI ternyata tidak menghasilkan kerusakan yang berarti.Dalam beberapa pekan kemudian bangunan-bangunan itu sudah bisa dipergunakan kembali.
Selain itu, NICA Belanda berhasil menguasai Jawa Barat sepenuhnya melalui Perjanjian Renville (17 Januari 1948) yang menekan Pemerintah Republik Indonesia untuk mengosongkan Jawa barat dari seluruh pasukan tentara Indonesia, menyusul kegagalan agresi militer 20 Juli � 4 Agustus 1947.NICA melanggar`gencatan senjata dan terus menggempur basis pertahanan tentara Indonesia hingga Januari 1948.Pasukan Indonesia (Divisi Sliwangi) terpaksa hijrah ke Jawa Tengah pada`tanggal 1 � 22 Pebruari 1948.

E. ASAL ISTILAH BANDUNG LAUTAN API
Istilah Bandung Lautan Api menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembumihangusan tersebut. Jenderal A.H Nasution adalah Jenderal TRI yang dalam pertemuan diRegentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika), setelah kembali dari pertemuannya dengan Sutan Sjahrir di Jakarta, memutuskan strategi yang akan dilakukan terhadap Kota Bandung setelah menerima ultimatum Inggris tersebut. "Jadi saya kembali dari Jakarta, setelah bicara dengan Sjahrir itu.Memang dalam pembicaraan itu di Regentsweg, di pertemuan itu, berbicaralah semua orang.Nah, disitu timbul pendapat dari Rukana, Komandan Polisi Militer di Bandung. Dia berpendapat, "Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api." Yang dia sebut lautan api, tetapi sebenarnya lautan air."-A.H Nasution, 1 Mei 1997
Istilah Bandung Lautan Api muncul pula di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. Seorang wartawan muda saat itu, yaitu Atje Bastaman, menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garut. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi.
Setelah tiba di Tasikmalaya, Atje Bastaman dengan bersemangat segera menulis berita dan memberi judul "Bandoeng Djadi Laoetan Api".Namun karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya, maka judul berita diperpendek menjadi "Bandoeng Laoetan Api".

F. AKHIR PERTEMPURAN BANDUNG LAUTAN API
            Tentara ingris tidak jadi mengambil kota bandung, karena kota bandung telah dibakar pejuang indonesia yang dikomandani oleh M.tohha. Kota bandung tidak jadi diambil alih oleh penjajah sebab bangunannya sudah dibakar.

DAFTAR PUSTAKA


Arminal Habli/SI IV/14B

Pengakuan atas Kemerdekaan RI tak lepas dari dukungan negara-negara Timur-Tengah, pemimpin negeri, ulama, pemimpin organisasi, bahkan masyarakat di sana.Buku "Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri" memaparkan demikian bersimpatinya tokoh-tokoh Timur-Tengah dalam menyokong kemerdekaan RI, baik secara moral, material, dan diplomasi meski negeri mereka sendiri berada dalam ancaman sekutu kala itu. Hingga kemudian berbuah pengakuan defacto kedaulatan RI yang pertama kali oleh Negara Mesir. Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh. Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan & pembahasan tentang Indonesia di lembaga internasional.Diplomasi revolusi Indonesia di luar negeri ini merupakan kegigihan para pemuda-pelajar Indonesia di Timur Tengah. Seruan-seruan bagi Indonesia merdeka memang telah bergaung dikalangan pemuda-pelajar Indonesia jauh sebelum tahun ketika proklamasi kemerdekaan dibacakan. Perhimpunan-perhimpunan pelajar Indonesia dibentuk hingga kemudian mendapatkan momentumnya pada 17 Agustus 1945. Mereka membentuk panitia-panitia
perkumpulan kemerdekaan Indonesia di negara-negara Timur Tengah dengan panitia pusatnya berada di Mesir. Mereka berperan seperti layaknya duta besar dengan menjalin komunikasi dengan para pimpinan negeri-negeri Arab, ulama, ormas yang menghasilkan dukungan sangat kuat kepada Indonesia. Mereka membantah 'black out' propaganda bohong sekutu di luar negeri yang sangat gencar atas perjuangan kemerdekaan Indonesia. Baik melalui media-media Timteng & media-media internasional maupun dengan mengirim surat/kawat protes, seruan, memorandum secara langsung kepada negara-negara yang bersangkutan atau kepada lembaga internasional seperti PBB. M. Zein Hassan, Lc. Lt. adalah orang yang diamanahi sebagai ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia. Sebagai ketua, ia merelakan kesempatan untuk meraih gelar Dr. (S3) yang sudah di depan mata. Ia meninggalkan pelajaran dan bahan-bahan penulisan risalah dengan judul "Kemerdekaan Dalam Islam" yang telah dikumpulkannya selama 2 tahun guna meraih titel ilmiah Dr. yang diidam-idamkan demi perjuangan kemerdekaan tanah air Indonesia.
Sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk 'Panitia Pembela Indonesia'. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga tersebut. Muhammad Ali Taher (Pemimpin Palestina) menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: "Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia!" Bahkan setahun sebelum proklamasi terjadi, ketika berkembang isu bahwa Jepang mengakui kemerdekaan Indonesia, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan 'ucapan selamat' mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini kepada Alam Islami pada 6 September 1944. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, disebar-luaskan, bahkan harian "Al-Ahram" yang terkenal telitinya juga menyiarkan." Dukungan media-media Timur Tengah surat kabar maupun radio lokal pun begitu kuat dan gencar dalam menggalang opini mendukung Indonesia dan memberitakan setiap perkembangan yang terjadi. Siang-malam surat kabar-surat kabar dan pemancar-pemancar radio menyiarkan berita-berita agresi Belanda terhadap bangsa Indonesia. Di jalan-jalan terjadi demonstrasi-demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945, demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dlm pertempuran yang sangat dahsyat itu. Pasca agresi militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus kapal "Volendam" milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said. Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir terutama dari aktifis Ikhwanul Muslimin berkumpul di pelabuhan itu. Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau motor-motor-boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal "Volendam" milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan. Kemudian motor boat besar pengangkut logistik untuk "Volendam" bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr. Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak menyurutkan perlawanan para buruh Mesir. Wartawan 'Al-Balagh' pada 10/8/47 melaporkan: "Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain." "Kemenangan diplomasi Indonesia mulai di Kairo. Karena dengan pengakuan mesir dan negara- negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu dilakukannya di masa-masa yang lampau." Dr. Moh. Hatta A.H. Nasution dalam sambutannya mengatakan:
"Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan jang paling dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di luar negeri. Mesir, Siria, Irak, Saudi-Arabia, Jemen, memelopori pengakuan de jure RI bersama Afghanistan dan Iran beserta Turki mendukung RI. Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2 revolusi kita. Dan simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur Tengah merupakan modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus dibina untuk perdjuangan jang ditentukan oleh UUD '45 : "ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial". Buku ini ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, M. Zein Hassan Lc. Lt. Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan), dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution. Dalam " Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri " yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc. Berkaitan dengan sejarah kemerdekaan Indonesia, ada hal yang jarang sekali diungkap, yakni tentang negara mana saja yang pertama kali membantu dan memberikan pengakuan atas kemerdekaan Indonesia. Patut dicatat bahwa dukungan dan pengakuan kedaulatan Indonesia pertama kali adalah datang dari negara-negara muslim di Timur Tengah. Bukan dari negara-negara Barat.
1.      Berawal dari Palestina
Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina. M. Zein Hassan, Lc (Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia) dalam bukunya "Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri" menyatakan tentang peran serta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap. Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini�mufti besar Palestina. Pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan 'ucapan selamat' beliau ke seluruh dunia Islam, bertepatan 'pengakuan Jepang' atas kemerdekaan Indonesia. Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI. Seorang yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher  (seorang saudagar kaya Palestina) spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: "Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia". Setelah itu dukungan mengalir.
2.      Dukungan Mesir
Di Mesir, sejak diketahui sebuah negeri Muslim bernama Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya, Al-Ikhwan Al-Muslimun (IM), organisasi Islam yang dipimpin Syaikh Hasan Al-Banna, tanpa kenal lelah terus menerus memperlihatkan dukungannya. Selain menggalang opini umum lewat pemberitaan media yang memberikan kesempatan luas kepada para mahasiswa Indonesia untuk menulis tentang kemerdekaan Indonesia di koran-koran lokal miliknya, berbagai acara tabligh akbar dan demonstrasi pun digelar. Para pemuda dan pelajar Mesir, juga kepanduan Ikhwan, dengan caranya sendiri berkali-kali mendemo Kedutaan Belanda di Kairo. Tidak hanya dengan slogan dan spanduk, aksi pembakaran, pelemparan batu, dan teriakan-teriakan permusuhan terhadap Belanda kerap mereka lakukan. Kondisi ini membuat Kedutaan Belanda di Kairo ketakutan. Mereka dengan tergesa mencopot lambang negaranya dari dinding Kedutaan. Mereka juga menurunkan bendera merah-putih-biru yang biasa berkibar di puncak gedung, agar tidak mudah dikenali pada demonstran. Kuatnya dukungan rakyat Mesir atas kemerdekaan RI membuat pemerintah Mesir mengakui kedaulatan pemerintah RI atas Indonesia pada 22 Maret 1946. Dengan begitu Mesir tercatat sebagai negara pertama yang mengakui proklamasi kemerdekaan Indonesia. Setelah itu menyusul Syria, Iraq, Lebanon, Yaman, Saudi Arabia dan Afghanistan. Selain negara-negara tersebut,  Liga Arab  juga berperan penting dalam Pengakuan RI. Secara resmi keputusan sidang Dewan Liga Arab tanggal 18 November 1946 menganjurkan kepada semua negara anggota Liga Arab supaya mengakui Indonesia sebagai negara merdeka yang berdaulat. Alasan Liga Arab memberikan dukungan kepada Indonesia merdeka didasarkan pada ikatan keagamaan, persaudaraan serta kekeluargaan. Dukungan dari Liga Arab dijawab oleh Presiden Soekarno dengan menyatakan bahwa antara negara-negara Arab dan Indonesia sudah lama terjalin hubungan yang kekal "Karena di antara kita timbal balik terdapat pertalian agama". Pengakuan Mesir dan negara-negara Arab tersebut melewati proses yang cukup panjang dan heroik. Begitu informasi proklamasi kemerdekaan RI disebarkan ke seluruh dunia, pemerintah Mesir mengirim langsung konsul Jenderalnya di Bombay yang bernama Mohammad Abdul Mun'im ke Yogyakarta (waktu itu Ibukota RI) dengan menembus blokade Belanda untuk menyampaikan dokumen resmi pengakuan Mesir kepada Negara Republik Indonesia. Ini merupakan pertama kali dalam sejarah perutusan suatu negara datang sendiri menyampaikan pengakuan negaranya kepada negara lain yang terkepung dengan mempertaruhkan jiwanya. Ini juga merupakan Utusan resmi luar negeri pertama yang mengunjungi ibukota RI. Pengakuan dari Mesir tersebut kemudian diperkuat dengan ditandatanganinya Perjanjian Persahabatan Indonesia � Mesir di Kairo. Situasi menjelang penandatanganan perjanjian tersebut duta besar Belanda di Mesir 'menyerbu' masuk ke ruang kerja Perdana Menteri Mesir Nuqrasy Pasha untuk mengajukan protes sebelum ditandatanganinya perjanjian tersebut. Menanggapi protes dan ancaman Belanda tersebut PM Mesir memberikan jawaban sebagai berikut: "Menyesal kami harus menolak protes Tuan, sebab Mesir selaku negara berdaulat dan sebagai negara yang berdasarkan Islam tidak bisa tidak mendukung perjuangan bangsa Indonesia yang beragama Islam. Ini adalah tradisi bangsa Mesir dan tidak dapat diabaikan". Raja Farouk Mesir juga menyampaikan alasan dukungan Mesir dan Liga Arab kepada Indonesia dengan mengatakan "Karena persaudaran Islamlah, terutama, kami membantu dan mendorong Liga Arab untuk mendukung perjuangan bangsa Indonesia dan mengakui kedaulatan negara itu" Dengan adanya pengakuan Mesir, Indonesia secara de jure adalah negara berdaulat. Masalah Indonesia menjadi masalah Internasional. Belanda sebelumnya selalu mengatakan masalah Indonesia "masalah dalam negeri Belanda". Pengakuan Mesir dan Liga Arab mengundang keterlibatan pihak lain termasuk PBB dalam penyelesaian masalah Indonesia. Untuk menghaturkan rasa terima kasih, pemerintah Soekarno mengirim delegasi resmi ke Mesir pada tanggal 7 April 1946. Ini adalah delegasi pemerintah RI pertama yang ke luar negeri. Mesir adalah negara pertama yang disinggahi delegasi tersebut. Tanggal 26 April 1946 delegasi pemerintah RI kembali tiba di Kairo. Beda dengan kedatangan pertama yang berjalan singkat, yang kedua ini lebih intens. Di Hotel Heliopolis Palace, Kairo, sejumlah pejabat tinggi Mesir dan Dunia Arab mendatangi delegasi RI untuk menyampaikan rasa simpati. Selain pejabat negara, sejumlah pemimpin partai dan organisasi juga hadir. Termasuk pemimpin Hasan Al-Banna dan sejumlah tokoh IM dengan diiringi puluhan pengikutnya. Malam tanggal 6 Mei 1946, delegasi Indonesia dipimpin oleh H. Agus Salim, Deputi Menlu Indonesia berkunjung ke kantor pusat dan koran IM. Beliau mengungkapkan rasa terima kasih Indonesia atas dukungan IM kepada mereka. Tanggal 10 November 1947, mantan PM Indonesia dan penasehat Presiden Soekarno, Sutan Syahrir, berkunjung ke kantor pusat dan koran IM. Kedatangan mereka disambut dengan gembira dan meriah oleh IM.
DAFTAR PUSTAKA
-          Sumbangan Al-Ikhwan Al-Muslimun untuk Kemerdekaan Republik Indonesia, Rizki Ridyasmara
-          Swantoro, P., 2002 Dari Buku ke Buku, Sejarah Pengakuan Kemerdekaan RI. Jakarta: Gramedia
-          Sudiyo. 2004, Mencapai dan Mempertahankan Kemerdekaan. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta
-          G. Moedjanto. 1988. Sejarah Pengakuan Kemerdekaan RI edisi I. Jakarta: Penerbit Kanisius.