Tampilkan postingan dengan label Hotspot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hotspot. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2016

Mikrotik sebagai Access Point bisa digunakan dalam implementasi Access Point untuk Hotspot ataupun untuk WiFi biasa. Access Point disini maksudnya fungsi Mikrotik hanya digunakan sebagai Access Point Wifi, tanpa adanya proses routing dan NAT di dalam mikrotik itu.

Nah, kali ini saya akan contohkan penggunaan Mikrotik sebagai Access Point pada jaringan Hotspot Mikrotik. Silakan lihat Gambar Topologi Mikrotik Hotspot berikut ini :

Cara Membuat Mikrotik Menjadi Wireless Access Point
Topologi Hotspot Mikrotik

Jadi ada sebuah Hotspot Server yaitu RB1100 yang dikonekskan ke 2 buah Access Point yang berbeda fungsinya. Mikrotik RB951G-2HnD sebagai Access Point WiFi Hotspot, yang hanya digunakan untuk memancarkan sinyal WiFi saja, sementara proses routing dan DHCP server nya ada di RB1100. 

Cara Setting Mikrotik RB951G-2HnD
Mikrotik RB951G-2HnD


Untuk Mikrotik SXTG-2HnD ini digunakan sebagai Access Point yang difungsikan untuk Wireless Point-to-Point ke gedung sebelah. Sama seperti RB951G-2HnD nya, tidak ada routing dan konfigurasi lain selain sebagai Access Point saja.

Cara Setting Mikrotik SXTG-2HnD
Mikrotik SXTG-2HnD


Nah, sekarang kita mulai Tutorial Cara Membuat Mikrotik Menjadi Access Point :

Mikrotik RB951G-2HnD Sebagai Access Point WiFi Hotspot

1. Nyalakan Mikrotik RB951G-2HnD nya
2. Remote Mikrotik nya menggunakan Winbox Mikrotik. Silakan Download Winbox dulu.
3. Disini saya asumsikan port yang terhubung ke Hotspot Server adalah ether 1. 
4. Aktifkan (enable) interface wlan1 (wireless) nya. Masuk ke menu wlan1 nya, silakan setting mode AP Bridge --> SSID : isikan nama sinyal Wireless nya (SSID) --> pilih frekuensi yang diinginkan --> selebihnya silakan setting sendiri sesuai kebutuhan --> OK

Setting Wireless Access Point Mikrotik RB951G-2HnD


5. Masuk ke menu Bridge --> Buat Bridge baru --> Masuk ke tab Ports --> Tambahkan interface ether1 dan wlan1 pada bridge yang baru dibuat.

Setting Wireless Access Point Mikrotik


6. Bila perlu, silakan beri IP address Mikrotik RB951G-2HnD nya pada interface ether1 dengan IP Address yang satu segment dengan IP Hotspot Server nya. Ini dilakukan supaya lebih mudah pada saat remote Mikrotik nya nanti. Tapi tidak diberi IP pun tidak masalah sebenarnya, karena fungsi nya memang hanya sebagai Access point yang meneruskan koneksi dari Hotspot Server (Router) ke client via Wireless. Jika tidak diberi IP Address, saya sarankan untuk mengaktifkan fitur ROMON nya supaya Mikrotik nya bisa diremote via MAC Address walaupun sudah lewat 1 hop. 

7. Sampai disini Mikrotik RB951G-2HnD sudah bisa digunakan sebagai Access Point. Silakan dicoba untuk konek ke SSID nya.

Mikrotik SXTG-2HnD sebagai Access Point Wireless Point-to-Point

1. Pada dasarnya setingan untuk Mikrotik SXTG-2HnD sebagai AP untuk WiFI PtP hampir sama dengan sebelumnya. Intinya adalah melakukan bridge interface ether1 dan wlan1 nya.

Setting Wireless Access Point Mikrotik SXTG-2HnD


2. Untuk settingan wireless point-to-point nya juga sama. Namun bisa kita rubah pada mode wirelessnya dari AP Bridge jadi Bridge saja. Kenapa dirubah jadi Bridge? Karena ini fungsinya hanya sebagai Point to point saja, sehingga hanya akan ada 1 buah client/station yang nantinya terkoneksi. Dan mode bridge ini hanya membolehkan 1 client saja yang konek. Hal ini untuk meningkatkan security juga, supaya tidak sembarang orang bisa konek. 
Untuk bisa lebih meningkatkan keamanan wireless, silakan baca : 
  
Setting Wireless Access Point Mikrotik

3. Sama seperti tutorial sebelumnya, anda bisa beri Mikrotik nya IP Address ataupun tidak.

4. Bagaimana dengan setingan Mikrotik clien/station nya yang menerima sinyal point to point nya? Silakan baca :

Selasa, 22 November 2016

Lupa username dan password user manager Mikrotik bisa jadi petaka bagi Anda yang mengelola Hotspot Mikrotik menggunakan User Manager sebagai manajemen user nya. Karena jika lupa password user manager Mikrotik, Anda tidak bisa merubah database user nya. Mikrotik User Manager akan memberikan respon pesan error mikrotik user manager "invalid user name or password" jika anda salah atau lupa user dan pass userman nya seperti gambar berikut :

User manager Mikrotik invalid user name or password


Hal yang perlu di ingat adalah username dan password user manager Mikrotik tidak selalu sama dengan user dan password untuk login ke Mikrotik nya, dan seringnya malah berbeda. Jadi pertanyaannya bagaimana cara reset password user manager Mikrotik? Sebenarnya tidak perlu di reset password user manager nya, kita tinggal lihat saja user dan pass nya melalui Terminal Winbox Mikrotik. Namun harus dipastikan dulu Anda bisa login ke Mikrotik yang diinstall user manager. 

Cara Mudah Mengatasi Lupa User name dan Password User Manager Mikrotik

1. Login ke Mikrotik menggunakan Winbox Mikrotik. Jika belum punya silakan Download Winbox Mikrotik

2. Buka Terminal, masukkan perintah berikut :
tool user-manager customer print


3. Hasilnya akan muncul tampilan seperti gambar di atas. Login = username user manager, password = password user manager.

4. Untuk melakukan reset password user manager Mikrotik (edit password) bisa menggunakan perintah berikut :
tool user-manager customer edit namauser password


Silakan ganti nama user yang di warnai merah dengan username Anda. Contohnya seperti gambar di atas.

5. Tampilan terminal akan berubah menjadi sebagai berikut :

Silakan ganti password nya, jika sudah save dengan menekan tombol ctrl + o.

6. Sekarang password user manager nya sudah di reset / edit sesuai keinginan Anda. Silakan dicoba untuk login ke User manager Mikrotik.

Jadi jika Anda tidak bisa login user manager mikrotik, anda bisa coba cara melihat username dan password atau cara ganti password user manager Mikrotik seperti yang saya tulis di atas.
Oke, selamat mencoba :)


Rabu, 28 September 2016

Template Voucher Hotspot Mikrotik dapat kita rubah dengan berbagai macam tampilan yang lebih menarik daripada tampilan Voucher Hotspot Mikrotik default nya. Pada Tutorial Mikrotik Indonesia kali ini Anda bisa Download Template Voucher Hotspot Mikrotik secara Gratis dan menggantinya di User Manager Mikrotik Anda.

Sebelum memulai, Pastikan Anda sudah mengintegrasikan Mikrotik Hotspot Server nya dengan User Manager Mikrotik.

Mari kita mulai Tutorial Cara Mengganti Template Voucher Hotspot Mikrotik :

1. Login ke User Manager Mikrotik --> Masuk ke menu Settings --> Templates

Download Template Voucher Hotspot Mikrotik

2. Klik tombol + pada bagian kanan -->Beri nama template voucher yang akan Anda buat.

3. Masukkan script template voucher hotspot mikrotik pada kolom yang disediakan.

4. Anda bisa Download Template Voucher Hotspot Mikrotik berikut ini :

Download Voucher Hotspot : code HTML untuk Header
<!-- Ini Awal HEADER -->
<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" 
    "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
<title>Vouchers</title>
<style>
@media print {
  .noprint {
    display: none;
  }
  .pagebreak {
    page-break-after: always;
  }
}
body
{
   padding: 0;
   margin:0;
   min-width: 700px;
   color: #303F50;
   font-size: 10px;
   font-family: Arial, 'Arial Unicode MS', Helvetica, Sans-Serif;
   line-height: 85%;   
}
.mikrotikindo table, table.mikrotikindo
{
   border-collapse: collapse;
   margin: 2px;
}
.mikrotikindo th, .mikrotikindo td
{
   padding: 2px;
   border: solid 1px #2B78C5;
   vertical-align: top;
   text-align: center;
}
.vertical-text {
transform: rotate(90deg);
padding: 4px;
float: right;
font-size: 15px;
margin-top: 8px;
width: 10px;
color: #2B78C5;
}
  
</style>

</head>
<body>
<!-- Ini Akhir HEADER -->
Download Voucher Hotspot : code HTML untuk Row 
<!-- Ini Awal ROW -->
<table class="mikrotikindo" style=" display: inline-block; background-color:#2B78C5; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; width: 200px; height:120px;"> <tbody> <tr> <td style="width: 190px; text-align: center;"><span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255); font-size: 11px; font-family: Tahoma;">MikrotikIndo</span><br> <table class="mikrotikindo" style="background-color:#FFF8DC; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; width: 100%; margin-right: auto; margin-left: auto;"> <tbody> <tr> <td style="width: 50%; text-align: center;">Paket</td> <td style="width: 50%; text-align: center;">%u_actualProfileName%</td> </tr> <tr> <td style="width: 50%; text-align: center;">Data limit</td> <td style="width: 50%; text-align: center;">%u_limitDownload%</td> </tr> <tr> <td style="width: 50%; text-align: center;">Time Limit</td> <td style="width: 50%; text-align: center;">%u_limitUptime%</td> </tr> <tr> <td style="width: 50%; text-align: center;">Validity</td> <td style="width: 50%; text-align: center;">%u_timeLeft%</td> </tr> </tbody> </table> <table class="mikrotikindo" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; width: 100%; margin-right: auto; margin-left: auto;"> <tbody> <tr> <td style="width: 50%; text-align: center;"><span style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: Tahoma;">Username</span></td> <td style="width: 50%; text-align: center;"><span style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: Tahoma;">Password</span></td> </tr>  <tr> <td style="background-color:#FFFFFF; width: 50%; text-align: center;"><span style="color: rgb(163, 180, 200); font-family: Tahoma;">%u_username%</span></td> <td style="background-color:#FFFFFF; width: 50%; text-align: center;"><span style="color: rgb(163, 180, 200); font-family: Tahoma;">%u_password%</span></td> </tr> </tbody> </table> <table class="mikrotikindo" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; width: 100%; margin-right: auto; margin-left: auto;"> <tbody> <tr> <td style="width: 40%; text-align: left;"><span style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: Tahoma;">100 Mbps</span></td> <td style="width: 60%; text-align: right;"><span style="color: rgb(255, 255, 255); font-family: Tahoma;">mikrotikindo.blogspot.com</span></td> </tr> </tbody> </table> </td> <td style="background-color:#FFFFFF; width: 10px; text-align: center;"><div align="center" class="vertical-text" >Rp&nbsp;%u_moneyPaid%</div></td> </tr> </tbody> </table>
<!-- Ini Akhir ROW -->

Download Voucher Hotspot : code HTML untuk Footer
<!-- Ini Awal FOOTER -->
</body></html>
<!-- Ini Akhir FOOTER -->

Download Voucher Hotspot : code HTML untuk Break
<!-- Ini Awal BREAK -->
<p class="noprint" style="font-size: 10px">   ................ page break ................ </p> <p class="pagebreak">&nbsp;</p>
<!-- Ini Akhir BREAK -->

5. Silakan Anda Edit script voucher hotspot tersebut sesuai dengan keinginan Anda. Bisa gunakan Notepad++, Dreamweaver, atau HTML Editor lainnya.

6. Jika sudah di edit, silakan copy script nya sesuai bagian nya di menu Settings --> Templates

Download Voucher Hotspot Mikrotik

7. Jika sudah sesuai klik Save.

8. Selanjutnya kita coba generate voucher hotspot mikrotik nya. Masuk ke menu Users --> Generate --> Pilih nama template voucher yang sudah Anda buat. 

Voucher Hotspot Mikrotik Keren

9. Akan muncul tampilan seperti gambar berikut : 

Hotspot Mikrotik menggunakan Voucher

10. Klik Generate --> klik tulisan "Click here if the popup didn't show up"

Cara Membuat Voucher Hotspot Mikrotik

11. Akan muncul Jendela Popup yang isinya Voucher Hotspot Mikrotik yang Anda generate

Voucher Hotspot Mikrotik Keren

12. Nah, untuk mencetak nya silakan klik tombol CTRL + P pada keyboard

13. Layout voucher akan menyesuaikan margin kertas yang digunakan. Tinggal pilih printer dan print.

Print otomatis Voucher Hotspot Mikrotik

Sekarang Anda sudah bisa print voucher hotspot mikortik secara masal dan otomatis tanpa perlu seting margin kertas.

Sumber : https://mikrotikindo.blogspot.co.id/2016/09/cara-mengganti-template-voucher-hotspot-mikrotik.html

Jumat, 12 Agustus 2016

Membuat Voucher Hotspot Mikrotik yang menggunakan User Manager memang cukup rumit. Banyak hal yang harus dikonfigurasi untuk bisa men-generate Voucher Hotspot Mikrotik pada User Manager Mikrotik. Dengan menggunakan sistem voucher, kita dapat lebih mudah dalam menjual koneksi Internet via WiFi Hotspot Mikrotik ke pelanggan. Kita tidak perlu menambahkan user tiap kali ada pelanggan yang mau berlangganan WiFi Hotspot. Kita tinggal men-generate username dan password user secara otomatis, dan mencetaknya dalam bentuk voucher untuk dijual kepada pelanggan.

Nah, sekarang pertanyaannya Bagaimana Cara Membuat Voucher Hotspot Mikrotik? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak baik-baik Tutorial Mikrotik Indonesia kali ini ya.

Sebelum kita mulai Tutorial Mikrotik nya, pastikan dulu beberapa hal berikut sudah terpenuhi :

1. Pastikan Mikrotik Anda sudah bisa terkoneksi ke Internet

Jika belum baca disini :

2. Setting Waktu di Mikrotik dengan menggunakan NTP Client

Baca disini :

3. Pastikan Hotspot Mikrotik sudah ter-install dan berjalan dengan baik

Baca disini :

4. Install User Manager Mikrotik

Silakan baca disini :
 

5. Setting Hotspot Mikrotik agar menggunakan Manajemen User dari User Manager Mikrotik

Baca disini :
 

6. Dari sini saya anggap Mikrotik Anda sudah terkoneksi ke User Manager dengan baik


Tutorial Cara Membuat Voucher Hotspot Mikrotik via User Manager

 

1. Login ke User Manager Mikrotik

Masukkan IPAddressMikrotik/userman pada browser. Pastikan IP Address tersebut bukan IP Address yang digunakan untuk interce Hotspot. Jika Anda menggunakan IPAddressHotspot/userman akan muncul pesan Error Not Found. Anda bisa gunakan Interface lain, misal ether1 dan diberi IP segmen selain hotspot.

2. Seting Users Variable pada User Manager Mikrotik

Setelah login, masuk ke menu Settings --> Appearance --> Pada kolom Table pilih Users. Masukkan variable sebagai berikut ke dalam kolom visible :
Username
Password
Start Time
End Time
Total Time Left
Till Time
Uptime Used
Uptime Limit
Money Paid  
Variable ini akan muncul pada menu users, sehingga detail user dapat kita ketahui dengan mudah.


3. Membuat User Profile pada User Manager Mikrotik

User Profile ini berisi informasi profile dari masing-masing Paket Hotspot yang akan kita jual. Kita bisa menambahkan user profile sebanyak paket internet yang akan kita buat. Cara membuat user profile bisa melalui Menu Profiles secara manual, namun saya akan contohkan untuk membuat secara semi otomatis menggunakan command pada Terminal di Winbox. Berikut contoh command nya :

/tool user-manager profile
add name="Paket 5 jam" name-for-users=5jam override-shared-users=off owner=\
    mikrotikindo price=10000 starts-at=logon validity=2d
add name="Paket 1 hari" name-for-users=1hari override-shared-users=3 owner=\
    mikrotikindo price=20000 starts-at=logon validity=1d
add name="Paket 1 Minggu" name-for-users=7hari override-shared-users=3 owner=\
    mikrotikindo price=50000 starts-at=logon validity=1w
add name="Paket 1 Bulan" name-for-users=1bulan override-shared-users=5 owner=\
    mikrotikindo price=120000 starts-at=logon validity=4w2d
add name="Paket Ulimited 1 Tahun" name-for-users=unlimited \
    override-shared-users=off owner=mikrotikindo price=1000000 starts-at=\
    logon validity=52w1d
Silakan sesuaikan parameter pada command tersebut dengan keinginan Anda. Terutama pada parameter owner, ganti dengan dengan username User Manager Anda. Hasil dari command tersebut bisa Anda lihat pada Menu Profiles di User Manager. Jika Belum ada perubahan pada menu profiles, silakan logout dan login lagi ke User Manager.
Shared Users bisa Anda tentukan juga jumlah nya.


4. Membuat Paket Hotspot Mikrotik pada User Manager

Profile yang sudah dibuat sebelumnya perlu ditambahkan dengan limitasi bandwidth dan durasi aktif akun nya. Caranya dengan menambahkan limitation pada profile tersebut. Anda bisa membuatnya satu per satu di Menu Profile --> tab Limitations

Disini saya akan gunakan kembali command terminal winbox. 
Contoh command nya sebagai berikut :
/tool user-manager profile limitation
add address-list="" download-limit=524288000B group-name="" ip-pool="" name=\
    "Paket 5 jam" owner=mikrotikindo rate-limit-min-rx=65000B \
    rate-limit-min-tx=65000B rate-limit-rx=128000B rate-limit-tx=256000B \
    transfer-limit=0B upload-limit=0B uptime-limit=5h
add address-list="" download-limit=1073741824B group-name="" ip-pool="" name=\
    "Paket 1 hari" owner=mikrotikindo rate-limit-min-rx=128000B \
    rate-limit-min-tx=128000B rate-limit-rx=256000B rate-limit-tx=512000B \
    transfer-limit=0B upload-limit=0B uptime-limit=1d
add address-list="" download-limit=5373952000B group-name="" ip-pool="" name=\
    "Paket 1 Minggu" owner=mikrotikindo rate-limit-min-rx=128000B \
    rate-limit-min-tx=128000B rate-limit-rx=256000B rate-limit-tx=512000B \
    transfer-limit=0B upload-limit=0B uptime-limit=1w
add address-list="" download-limit=16106127360B group-name="" ip-pool="" \
    name="Paket 1 Bulan" owner=mikrotikindo rate-limit-min-rx=256000B \
    rate-limit-min-tx=256000B rate-limit-rx=512000B rate-limit-tx=1000000B \
    transfer-limit=0B upload-limit=0B uptime-limit=4w2d
add address-list="" download-limit=0B group-name="" ip-pool="" name=\
    "Paket Ulimited 1 Tahun" owner=mikrotikindo rate-limit-min-rx=512000B \
    rate-limit-min-tx=512000B rate-limit-rx=1000000B rate-limit-tx=1000000B \
    transfer-limit=0B upload-limit=0B uptime-limit=52w1d
Silakan sesuaikan parameter pada command dengan kebutuhan Paket Anda. Berikut keterangan pada masing-masing parameter command nya :
download-limit : quota limit download
upload-limit : quota limit upload
transfer-limit : quota limit download+upload
rate-limit-tx : speed limit download (jika quota sudah habis)
rate-limit-rx : speed limit upload (jika quota sudah habis)
rate-limit-min-tx : speed limit download (jika quota sudah habis)
rate-limit-min-rx : speed limit upload (jika quota sudah habis)
download-limit=0B : unlimited quota download
rate-limit-tx=262144B : speed limit download 256 kbps
Hasil nya adalah sebagai berikut :

5. Menghubungkan Limitation dengan Profiles User Manager Mikrotik

Setelah limitation dibuat, selanjutnya tinggal dihubungkan saja dengan Profile nya. Caranya dengan masuk ke Menu Profiles --> Pilih Profile --> Add new limitation --> Pilih limitation sesuai dengan paket nya --> Klik Add.
Lakukan hal serupa untuk Profile lainnya.

6. Men-Generate Username dan Password untuk Akun pada masing-masing Paket

Untuk membuat Akun secara otomatis pada masing-masing paket, kita bisa memanfaatkan fitur Batch user pada menu Users --> Add --> Batch --> tentukan jumlah user yang mau di generate pada kolom Number of users --> Pilih Paket --> Add.


Lakukan hal serupa untuk paket hotspot lainnya. Hasilnya sebagai berikut :


7. Menambahkan Logo pada User Manager Mikrotik

Sebenarnya langkah ini opsional, Anda bisa skip saja jika tidak ingin mengganti logo User Manager nya. Namun, pada Voucher yang akan kita buat nanti ada logo yang dicantumkan, jadi kita perlu untuk meng-upload logo. Caranya dengan mengakses FTP Mikrotik

Buat folder baru dengan nama umfiles, copy file logo ke dalam folder tersebut.

Untuk mengganti logo user manager, masuk ke Menu Settings --> Styles --> Edit path pada kolom Logo dengan path Logo yang sudah di-upload --> Save

8. Membuat Template Voucher Hotspot pada User Manager

Masih di Menu Settings --> pindah ke tab Templates --> pilih Vouchers. Template Voucher Hotspot Mikrotik dibagi menjadi 4 Bagian, yaitu Header, Row, Footer dan Break. Bagian yang akan kita edit hanya di Header dan Row saja. 

Berikut contoh code HTML yang sudah di custom.
Voucher code HTML untuk Header :

<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
    <title>Vouchers</title>
    <style>
        @media print {
            .noprint {
                display: none;
            }
            .pagebreak {
                page-break-after: always;
            }
        }
        body {
            font-family: 'verdana', 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;
            padding: 50px 100px;
            font-size: 12.3px;
        }
        div.box {
 background-color: #94F3EB;
 background-image: -webkit-linear-gradient(270deg,rgba(220,245,250,1.00) 0%,rgba(246,253,254,1.00) 100%);
 background-image: -moz-linear-gradient(270deg,rgba(220,245,250,1.00) 0%,rgba(246,253,254,1.00) 100%);
 background-image: -o-linear-gradient(270deg,rgba(220,245,250,1.00) 0%,rgba(246,253,254,1.00) 100%);
 background-image: linear-gradient(180deg,rgba(220,245,250,1.00) 0%,rgba(246,253,254,1.00) 100%);
 background-repeat: repeat-x;
 width: 3.6in;
 height: 2.1in;
 padding: 0 17px 18px 12px;
 margin: 10px 0;
 border: solid 1px #D9D9D9;
 border-radius: 10px;
 -webkit-border-radius: 2px;
 -moz-border-radius: 2px;
        }
        div.box h2 {
 background-color: #63C2EE;
 border-color: #ED3939;
 margin: 0 -17px 1px -12px;
 padding: 15px 0px 0 10px;
 height: 20px;
 border-top-left-radius: 10px;
 border-top-right-radius: 10px;
 -webkit-border-radius: 2px;
 -moz-border-radius: 2px;
 font: bold 18px/0.2 Arial;
 color: #fff;
 text-align: center;
        }
        div.box h3 {
            background-color: #FFF8DC;
            border-color: #000;
            border-style: solid;
            border-width: 1px;
            margin: -35px 0 0 70px;
            padding: 12px 50px 3px 10px;
            height: 8px;
            width: 30px;
            font: bold 12px/0 Arial;
            color: #000;
        }
        div.box h4 {
 background-color: #63C2EE;
 border-color: #2B78C5;
 /* IE6-9 */           
 margin: 0 -17px 1px -12px;
 padding: 15px 0px 0 10px;
 height: 20px;
 border-bottom-left-radius: 10px;
 border-bottom-right-radius: 10px;
 -webkit-border-radius: 2px;
 -moz-border-radius: 2px;
 font: bold 12px/0.2 Arial;
 text-align: center;
 color: #fff; 
        }
        .block-left {
            background-color: transparent;
            width: 170px;
            height: 120px;
            margin: 15px 0;
            float: left;
        }  
        .block-right {
            background-color: transparent;
            width: 150px;
   float: right;
   padding: 0px 5px 15px !important;
            text-align: center;
        }
 
        .block-right > h5 {
 font: bold 18px/0.1 verdana;
 text-align: center;
 color: #FF4141;
 text-shadow: 2px 2px 2px #000;
 margin: 25px 0;
        }      
  .block-bottom {
            background-color: transparent;
            clear: both;
        } 
        .txtbox img {
            width: 50px;
            height: 50px;
            float: left;
            padding-right: 5px;
        }     
    </style>
</head>
<body>
Voucher code HTML untuk Row :

<div class="box">
    <h2>MikrotikIndo-Hotspot Rp. %u_moneyPaid%</h2>
    <div class="block-left">        
     <div class="txtbox">
            <img alt="" src="/umfiles/logo.png"/><b>MikrotikIndo Wireless Hotspot Service</b>        
     </div>
        <div class="txtbox2">
            <p>Silakan Buka Browser, masukkan <b>Username</b> dan <b>Password</b> pada halaman login, <b>klik tombol login.</b></p>
        </div>
    </div>
 
    <div class="block-right">
     <h5>%u_timeLeft%</h5> 
     <p>Harga: <b>Rp. %u_moneyPaid%</b></p>
     <div><p align="left">Username:</p><h3 align="center">%u_username%</h3></div>
     <div><p align="left">Password:</p><h3 align="center">%u_password%</h3></div>
    </div>
    <div class="block-bottom">
     <h4>Info lebih lanjut : mikrotikindo.blogspot.com</h4>
    </div>
</div>
Code HTML tersebut hanya contoh saja, silakan Anda edit sendiri sesuai sesuai kebutuhan. Anda bisa gunakan Aplikasi Notepad++ atau Dreamweaver untuk mengedit code tersebut. 
  

9. Meng-Generate Voucher Hotspot Mikrotik 

Selanjutnya kita tinggal meng-generate secara otomatis voucher hotspot mikrotik nya. Caranya masuk ke Menu Users --> Pilih 4 user yang akan di Generate --> Generate --> Vouchers --> Klik Generate.


Kok cuma 4 user yang di centang? Kenapa gak semua aja sekalian di generate? Anda bisa coba untuk generate semua bersamaan. Nantinya Anda akan kesulitan pada saat proses mencetak (print) voucher. Karena jika terlalu banyak, tampilan voucher nya akan terpotong halaman. Jadi untuk aman nya, kita generate 4 berturut-turut saja.
Jika setelah di klik Generate tidak muncul apapun, coba klik tulisan berwarna biru berikut :
Tampilan Voucher Hotspot Mikrotik akan muncul pada popup browser.


10. Mencetak (Print) Voucher Hotspot Mikrotik Hasil Generate

Pada halaman popup browser yang berisi voucher hotspot mikrotik, tekan tombol ctrl + p untuk mulai mencetak (print). Saya sarankan untuk menggunakan Browser Google Chrome saat proses Generate dan cetak agar lebih mudah.


Klik More Settings --> pada Options centang Background graphics dan hilangkan centang Headers and Footers. Jika opsi Background graphics tidak di centang, maka tampilan cetak akan jadi aneh karena warna background nya tidak ikut dicetak. Sekarang tinggal print saja, dan ulangi hal serupa untuk voucher akun lain yang belum di generate.

Jika Template Hotspot Mikrotik ini dirasa terlalu ribet, Anda bisa coba pakai Template Hotspot Mikrotik yang tinggal print saja berikut ini :
Download Template Voucher Hotspot Mikrotik

Akhirnya selesai juga... Demikianlah Tutorial Cara Membuat Voucher Hotspot Mikrotik pada User Manager Mikrotik. Semua yang ada di Tutorial ini hanyalah contoh, silakan bisa anda contoh juga atau edit dengan kreasi Anda sendiri. Semoga bermanfaat ;)

Rabu, 10 Agustus 2016

Pesan Error Login Hotspot Mikrotik ada banyak. Pada artikel sebelum nya telah kita ulas tentang Penjelasan Pesan Error pada Halaman Login Hotspot Mikrotik. Kali ini akan kita bahas salah satu dari Pesan Error pada saat login Hotspot Mikrotik, yaitu No More Sessions are Allowed for User $(username).


Kenapa sih pesan error no more sessions are allowed for user $(username) mesti dibahas khusus?
Karena pesan error ini cukup sering muncul pada saat user hotspot login, terutama jika menggunakan username dan password yang sama untuk banyak orang.

Kenapa no more sessions are allowed for user $(username) bisa muncul? 
Dari hasil terjemahan ke bahasa Indonesia sudah bisa kita ketahui bahwa : sudah tidak ada lagi sesi yang diperbolehkan untuk username tersebut. Jadi disini username yang hendak dipakai oleh user sudah tidak punya sesi lagi yang diperbolehkan oleh Server Hotspot untuk digunakan user login. Hal ini disebabkan oleh konfigurasi hotspot mikrotik pada shared user yang terbatas, sementara user yang mau login lebih dari shared user yang ditentukan oleh setingan hotspot mikrotik.

Bagaimana cara mengatasi no more sessions are allowed for user $(username)?

Pada dasarnya manajemen user hotspot pada mikrotik ada dua, yaitu user manajemen hotspot default yang bisa kita akses pada menu IP --> Hotspot --> Tab Users dan Tab User Profiles. Silakan Baca Cara Membuat Hotspot di Mikrotik : Seting dasar Hotspot Mikrotik.


Selain itu juga bisa menggunakan User Manager pada RADIUS Server. Silakan Baca disini : Cara Install dan Seting User Manager Mikrotik

Nah, kedua fitur manajemen user tersebut punya kendala no more sessions are allowed for user $(username) serupa, namun cara mengatasinya berbeda. 

Cara Mengatasi Pesan Error no more sessions are allowed for user $(username) pada User Management Hotspot Mikrotik

1. Jika anda mendapati pesan error ini sebelum bisa login ke hotspot, silakan konek ke WiFi Hotspot tanpa login. Kemudian buka Winbox dan login via Mac Address.

Mengatasi Pesan error no more sessions are allowed

2. Perlu diperhatiakan, jika Anda belum login Hotspot kemudian mau konfig Mikrotik menggunakan Winbox via IP Address tidak akan bisa. Karena ada rule firewall dinamis yang memblokir akses tersebut. Jadi silakan login via MAC Address Mikrotik. 

3. Setelah login, silakan masuk ke manu IP --> Hotspot --> User Profiles --> Pilih User Profile yang digunakan.

Cara Mengatasi "No More Sessions are Allowed for User Hotspot Mikrotik"

4. Perhatikan pada opsi Shared Users Mikrotik. Pastikan jumlah shared users nya lebih banyak dari jumlah user yang diperblehkan login. Karena jika jumlah nya terbatas, user lain akan mendapati pesan error no more session dan tidak bisa login.

Cara Mengatasi Pesan Error no more sessions are allowed for user $(username) pada User Manager RADIUS Server

Berbeda dengan cara sebelumnya, untuk mengatasi no more sessions are allowed for user $(username) pada User Manager RADIUS Server tidak bisa hanya dilakukan dengan menambah Shared User pada Setingan User Manager saja. Namun tetap opsi Shared Users harus diisi sesuai penggunaan.

Mengatasi No more sessions are allowed User Manager

Pada gambar di atas, Shared User untuk user profile tamu saya set menjadi unimited. Jadi berapapun tamu yang mau akses HARUSNYA bisa terlayani dengan baik tanpa ada masalah login (Kecuali alokasi IP Address habis). Namun nyatanya tidak demikian.

Walaupun Shared Users pada User Manager di set Unlimited, Active session (sesi) user tamu yang login tetap tersimpan cukup lama dan dianggap aktif terus. Padahal user tersebut sudah tidak konek hotspot (tidak aktif). Hal ini akan mengakibatkan user tersebut dianggap masih aktif dan ketika user tersebut disconnect dan mau konek lagi atau ada user baru yang mau login jadi tidak bisa, dan muncul pesan error no more sessions are allowed for user $(username).
Masalah tersebut bisa diatasi dengan menghapus Active session user manager melalui menu Sessions. Tapi masa iya tiap kali muncul error itu kita harus clear inactive session manual, capek kan? Apalagi kalau user nya banyak, bisa tiap hari kerjaan nya cuma clear inactive session aja :D
Remove Sessions pada User Manager Mikrotik
Nah, untuk mengatasi hal tersebut kita bisa memanfaatkan Script yang dijalankan secara terjadwal (otomatis). Kita akan manfaatkan tool Script & Scheduler pada Mikrotik.
Menambahkan Script Auto Remove Session User Manager Mikrotik
Silakan copy Script berikut ini dan paste pada Manu System --> Scripts
# Script Source : Mikrotik Forums
# Script Starts Here.
# Setting Timeout in Seconds
# Timeout in Seconds, when session update is older -> session closed
:local Timeout 60
 
#------------------------------------------
:local LastSessionUpdate;
:local SessionTimeout;
:foreach i in=[/tool user-manager session find where active=yes] do={
 
# When was the last Update of the session-informations
:set LastSessionUpdate [/tool user-manager session get $i till-time]
 
# SessionTimeout is a value that tells me how many seconds ago the last update of this session was
:set SessionTimeout ([system clock get time] - [:pick $LastSessionUpdate ([:find $LastSessionUpdate " "]+1) [:len $LastSessionUpdate]]-[/system clock get gmt-offset])
 
# if last update is more then Timeout seconds ago then close session and log it
:if ($SessionTimeout > $Timeout) do={
/tool user-manager session remove  numbers=$i
:log warning (" Removed false active session Username is  " . [/tool user-manager session get $i user]);
}
}
Kemudian jalankan secara otomatis script tersebut menggunakan Scheduler.
Silakan set interval berapa lama script nya akan dieksekusi secara otomatis. Set interval sesuai dengan beban router Anda. Misal pada beban sekitar 150+ user pada router low end, dijadwalkan untuk setiap 5 menit. Karena script ini butuh waktu beberapa saat untuk melakukan perhitungan setiap user. Jadi tinggal sesuaikan saja dengan spek Router Mikrotik Anda.

Dengan melakukan kedua Tutorial Mikrotik tersebut permasalahan No More Sessions are Allowed for User pada Hotspot Mikrotik bisa diatasi. Saya sendiri sudah coba untuk yang User Manager dan 100% Work, tidak lagi muncul pesan error no more session saat user login.

Jumat, 05 Agustus 2016

Halaman Login Hotspot Mikrotik muncul pesan error pada saat mau login ke Hotspot Mikrotik. Apa yang harus kita lakukan? Tahan dulu pertanyaan nya. Ada beberapa pesan error yang bisa muncul saat kita hendak login ke Hotspot Mikrotik. Setiap pesan error hotspot mikrotik memiliki penyebab dan solusi yang berbeda-beda. Mari kita simak dan pelajari dulu pesan error apa saja yang bisa muncul pada hotspot Mikrotik dan apa permasalahannya.

Solusi pesan error ketika login hotspot mikrotik

Ada dua jenis pesan error pada hotspot mikrotik, yaitu fatal error dan non-fatal error. Fatal error muncul pada file HTML yang terpisah yang bernama error.html. Sedangkan non-fatal error pada dasarnya menunjukkan kesalahan user pada saat login, dan ditampilkan pada halaman login tersebut (biasanya muncul di bawah form login).

General non-fatal errors:

    You are not logged in:
    Pesan error ini muncul ketika kita mencoba mengakses status page (http://iphotspot/status) atau mencoba log off ketika akun kita sedang tidak login 
    Solusi: login dulu
    Already authorizing, retry later:
    Proses autentikasi masih dalam proses, sementara user sudah minta untuk autentikasi lagi, padahal proses sebelumnya belum selesai. 
    Solusi: Tunggu sampai proses selesai, kemudian coba lagi. 

    Chap-missing = web browser did not send challenge response (try again, enable JavaScript) :
    User mencoba untuk login dengan metode HTTP-CHAP menggunakan MD5 hash, tetapi server HotSpot tidak tahu challange yang digunakan untuk hash. Hal ini dapat terjadi jika kita mencet tombol Back pada web browser; jika JavaScript tidak diaktifkan di browser web; jika halaman login.html tidak valid; atau jika nilai challange telah berakhir pada server (lebih dari 1 jam tidak aktif). 
    Solusi: menginstruksikan browser untuk memuat ulang (refresh) halaman login biasanya membantu jika JavaScript diaktifkan dan halaman login.html memang valid.

    Invalid username ($(username)): this MAC address is not yours:
    User mencoba untuk log in menggunakan username MAC address yang berbeda dari MAC address user yang seharusnya.
    Solusi: MAC Address yang digunakan pada user ketika login harus cocok dengan database yang ada di server hotspot. Silakan hibungi pengelola hotspot jika muncul pesan error ini.

    Session limit reached ($(error-orig)) :
    Pesan error ini muncul ketika user hotspot sudah kehabisan session. Hal ini terjadi ketika user hotspot tersebut dibatasi waktu login nya, misal Trial user yang dibatasi cuma 10 menit saja untuk login.
    Solusi: Tunggu beberapa lama, kemudian coba login lagi. Jika masih muncul pesan error nya, hubungi pengelola hotspot untuk memastikan user anda tidak dilimit session nya.

    Hotspot service is shutting down :
    Sistem pada RouterOS (hotspot server) sedang melakukan restart atau pas lagi shutdown.
    Solusi: Tunggu sampai service hotspot nya bisa digunakan lagi

    General fatal errors:

      Internal error ($(error-orig)) :
      Pesan error ini seharusnya tidak pernah terjadi. Tapi jika muncul, halaman error.html akan menampilkan pesan eror ini (error-orig akan menjelaskan apa yang terjadi).
      Solusi: Perbaiki error yang dilaporkan pada pesan error tersebut (Ini dilakukan oleh pengelola hotspot)

      Configuration error ($(error-orig)) :
      Ada yang tidak benar pada setingan Server Hotspot nya, sehingga muncul pesan error (error-orig akan menjelaskan apa yang terjadi).  
      Solusi: Perbaiki error yang dilaporkan pada pesan error tersebut (Ini dilakukan oleh pengelola hotspot)

      Cannot assign ip address no more free addresses from pool :
      User tidak bisa mendapatkan IP Address dari IP Pool yang disediakan Server Hotspot, karena tidak ada IP Address lagi yang tersedia (IP Address nya habis/terpakai semua)
      Solution: Pastikan Server Hotspot nya punya IP Address yang cukup pada IP Pool nya. Kalau misal User nya terlalu banyak dari IP Address yang disediakan, bisa gunakan 2 Server Hotspot.


      Local HotSpot user database non-fatal errors:

        Invalid username or password  
        Pesan error ini muncul jika user salah memasukkan username dan atau password nya.
        Solusi : cek lagi user dan password nya, pastikan sudah benar.
          User $(username) is not allowed to log in from this MAC address
          User mencoba login dari MAC Address yang berbeda dengan yang ada di User Database Server Hotspot. 
          Solusi : Login dengan MAC Address yang sesuai, atau hilangkan limitasi MAC Address pada Server Hotspot nya.

          user $(username) has reached uptime limit
          Pesan error ini muncul ketika user dibatasi uptime nya dan sudah melewati batas uptime limit.
          Solusi : Minta pengelola hotspot untuk menghilangkan uptime limit nya

          user $(username) has reached traffic limit dan limit-bytes-in atau limit-bytes-out :
          Hampir sama seperti pesan error sebelumnya, traffic user di limit pada Server hotspot.
          Solusi : Minta pengelola hotspot untuk menghilangkan traffic limit nya

          Pesan error ini muncul karena banyaknya username tertentu yang bisa login bersamaan sudah habis. Misalnya user tamu bisa digunakan oleh 10 orang, jika orang ke 11 mau login pakai username tamu ini maka akan muncul pesan error ini karena dibatasi pada jumlah shared-users nya.
          Solusi : tunggu hingga user lain dengan username tersebut log out, atau coba login pakai user lain yang shared-users nya masih tersedia.


          RADIUS client non-fatal errors:

            invalid username or password :
            RADIUS Server menolak username dan password yang dimasukkan karena ada kesalahan pada username dan atau password tersebut. 

            Solusi: Coba cek lagi username dan password yang dimasukkan, jika sudah benar tapi tetap tidak bisa login, hubungi pengelola hotspot untuk mengecek log user RADIUS Server.

            <error_message_sent_by_radius_server> :
            Konsultasikan dengan dokumentasi server RADIUS untuk informasi lebih lanjut

            RADIUS client fatal errors:

              RADIUS server is not responding
              Pesan error RADIUS ini muncul karena RADIUS Server tidak dapat diakses oleh user, sehingga user tidak mendapatkan respon dari proses autentikasi yang diminta nya. 
              Solusi: Coba cek apakah RADIUS Server nya benar-benar running dan bisa diakses dari Hotspot Server.

              Demikianlah beberapa Pesan Error yang mungkin muncul pada saat kita login ke hotspot mikrotik beserta penjelasan dan solusi singkat nya. Semoga bisa membantu Anda yang sering menemukan pesan error halaman login hotspot mikrotik tersebut.

                Kamis, 28 Juli 2016

                Membatasi/Limit Bandwidth pada Hotspot Mikrotik merupakan hal yang sangat perlu dilakukan. Mengingat Wireless Hotspot dapat diakses oleh siapa saja yang memiliki hak akses, sehingga agar terciptanya keadilan dan kesejahteraan yang merata pada segenap user hotspot diperlukan Pembatasan Bandwidth Hotspot Mikrotik.

                Metode Pembatasan Bandwidth Hotspot Mikrotik ada 2 :

                  - Built-in limiter merupakan metode Limit Bandwidth Hotspot Mikrotik yang menggunakan parameter rate-limit di server-profile untuk melimit total traffic dari jaringan hotspot sedangkan jika ingin limit per user bisa menggunakan rate-limit di user-profile. Built-in Limitation dilakukan secara otomatis dan mudah tetapi tidak memungkinkan melakukan implementasi HTB.
                    - Custom limitation merupakan metode Limit Bandwidth Hotspot Mikrotik yang menggunakan parameter Incoming-packet-mark dan outgoingpacket-mark pada user-profile. Dengan menggunakan Custom Limitation anda bisa melakukan implementasi HTB dan melakukan limitasi berdasarkan kriteria koneksi yang lebih beragam. 

                      Cara Membatasi/Limit Bandwidth User Hotspot Mikrotik menggunakan Built-in Limiter :

                      Rate Limit pada Hotspot Server Profile

                      Rate Limit pada Hotspot Server Profile

                      Penggunaan Rate Limit pada hotspot server profile ini, secara otomatis akan membatasi total traffic pada jaringan Hotspot Mikrotik. Pada gambar di atas, besarnya rate limit yang diset pada jaringan hotspot adalah sebesar 2M/2M, yang berarti 2 Mbps untuk total traffic upload dan 2 Mbps untuk total traffic Download pada jaringan hotspot tersebut. Perlu diketahui bahwa dengan menggunakan metode ini user yang di bypass melalui IP Binding Hotspot juga ter-limit.

                      Rate Limit pada Hotspot User Profile

                      Rate Limit pada Hotspot User Profile

                      Penggunaan Rate Limit yang pada hotspot user profile ini, akan membatasi total traffic secara otomatis yang bisa dicapai oleh masing-masing client hotspot yang berada pada satu group. Client hotspot yang terhubung dalam jaringan hotspot, mendapatkan total traffic yang bisa dicapai sebesar 512 kbps untuk download dan 512 kbps untuk upload.

                      Hasil penggunaan Built-in bandwidth limiter Hotspot Mikrotik


                      Cara Membatasi/Limit Bandwidth User Hotspot Mikrotik menggunakan Custom Limitation :


                      Parameter Incoming Packet Mark dan Outgoing Packet Mark didefinisikan untuk melakukan penandaan (marking) traffic dari user didalam group tersebut. Incoming Packet Mark melakukan marking traffic upload dan Outgoing Packet Mark melakukan marking traffic download.

                      Penggunaan incoming dan Outgoing Packet Mark Hotspot Mikrotik


                      Firewall mangle akan terbentuk secara otomatis dan dinamis, dimana bertugas melakukan marking packet traffic dari client yang masuk di dalam group (profile). Dynamic Marking ini dilakukan di chain Hotspot. 

                      Mangle rule otomatis terbentuk dari incoming dan outgoing packet mark

                      Penambahan Rule Jump dari Built-in Chain ke chain hotspot diperlukan supaya traffic dari user dapat dibaca di firewall.

                      /ip firewall mangle add chain=prerouting action=jump jump-target=hotspot
                      /ip firewall mangle add chain=postrouting action=jump jump-target=hotspot

                      Jika di asumsikan network yang digunakan adalah network NAT. Mark-Connection harus dibuat berdasarkan mark packet dynamic dari profile atau dari chain hotspot.
                      /ip firewall mangle add chain=prerouting action=mark-connection new-connection-mark=koneksi_hotspot passthrough=yes packetmark=hs1-in

                      Selanjutnya Mark-Packet bisa dibuat supaya bisa diimplementasikan atau dilimit trafficnya.
                      /ip firewall mangle add chain=prerouting action=mark-packet newpacket-mark=paket_hotspot passthrough=no connectionmark=koneksi_hotspot
                      /ip firewall mangle add chain=postrouting action=mark-packet newpacket-mark=paket_hotspot passthrough=no connectionmark=koneksi_hotspot
                      Rule Mangle yang digunakan pada Custom Bandwidth Hotspot Mikrotik


                      Setelah mark packet dari traffic group1 sudah dibuat maka limitasi bandwidth bisa dibuat di Queue.

                      Setting pada Queue Tree

                      Membuat Queue Tree untuk Traffic Download global, kita contohkan menggunakan Max Limit 2 Mb.

                      Queue Tree Global Download Hotspot Mikrotik

                      Kemudian membuat Queue Tree turunan nya khusus untuk download via Hotspot menggunakan Limit At 1 Mb dan Max Limit 2Mb.
                       

                      Queue Tree Download Hotspot Mikrotik

                      Buat Queue Tree yang sama untuk traffic upload nya, sehingga menjadi seperti gambar berikut :

                      Hasil Penggunaan Queue Tree pada Hotspot Mikrotik

                      Selanjutnya Queue Tree Hotspot Mikrotik ini bisa kita kembangkan untuk membuat managemen bandwidth yang lebih complex, misalnya dengan menggunakan PCQ, dsb.

                      Senin, 04 Juli 2016

                      Melanjutkan Tutorial Mikrotik Indonesia sebelumnya tentang : Tutorial Cara Membuat Beberapa Hotspot Server pada satu Mikrotik dengan IP Address yang Berbeda. Pada Tutorial kali ini kita akan coba bahas gimana caranya membuat beberapa Halaman Login Mikrotik berbeda yang digunakan pada beberapa Hotspot Server pada 1 Mikrotik.


                      Jadi disini saya asumsikan kita punya 1 Mikrotik sebagai Hotspot Server dimana ada 2 Server yang running bersamaan dengan IP Address yang berbeda, seperti pada artikel sebelumnya. Nah, saya ingin membuat kedua Hotspot itu memiliki Halaman Login yang berbeda, walaupun lokasi nya masih di perangkat Mikrotik yang sama.

                      Sampai disini sudah paham kan apa yang saya maksud? Kalau belum silakan baca ulang dari atas, hehe.
                      Oke, langsung saja berikut cara nya :

                      1. Pastikan Anda Sudah Membuat lebih dari 1 Hotspot Server, seperti pada Tutorial Mikrotik sebelumnya.

                      2. Siapkan Halaman Login Mikrotik Baru yang akan ditambahkan.

                      3. Masuk ke FTP Mikrotik dari Windows Explorer. Ketikkan ftp://ipmikrotik di address bar. Usahakan gunakan IP selain IP untuk hotspot. Kalau bingung, silakan baca : Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik



                      4. Buat Folder baru, beri nama misal : hotspot2

                      5. Copy semua file Halaman Login Mikrotik baru yang mau ditambahkan ke folder tersebut.


                      6. Selanjutnya, buka Winbox masuk ke Menu IP --> Hotspot --> Server Profiles --> Pilih Hotspot Server Profile nya --> Pada kolom HTML Directory silakan pilih folder yang berisi halaman login mikrotik yang diinginkan.


                      7. Buka Server Profile lainnya, Ganti HTML Directory dengan folder Halaman Login Mikrotik yang diinginkan, misal folder hotspot2 yang sebelumnya kita buat.


                      8. Sekarang tinggal cek hasilnya. Silakan konek ke WiFi Hotspot masing-masing. Jika setingan sudah benar, maka untuk tiap server hotspor akan menampilkan halaman login hotspot yang berbeda.

                      Jadi disini tidak hanya IP Address nya saja yang berbeda pada 2 Hotspot Server tersebut, tetapi kedua Halaman Login Hotspot tersebut juga berbeda.

                      Sumber : Microtik Indonesia