Tampilkan postingan dengan label Hikmah Syeikh Abdul Qodir Jilani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah Syeikh Abdul Qodir Jilani. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 November 2015

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan:
"Wahai anak muda! Janganlah berkonsentrasi pada mencuci pakaian jasadmu, sementara pakaian kalbumu kotor. Engkau berada dalam keadaan kotor. Engkau harus mencuci kalbu terlebih dahulu, kemudian baru mencuci pakaianmu yang biasa. Engkau harus melaksanakan kedua tindak pencucian itu. Cucilah pakaianmu dari kotoran, dan cucilah kalbumu dari dosa-dosa!
Engkau tidak boleh membiarkan dirimu silau oleh apa pun, sebab Tuhanmu �melakukan apa yang dikehendaki-Nya� (QS 11:107). Itulah sebabnya diceritakan sebuah kisah tentang seorang saleh, bagaimana suatu ketika ia mengunjungi saudaranya seiman kepada Allah. �Wahai saudaraku,� katanya kepada saudaranya itu. �Marilah kita menangis atas pengetahuan Allah tentang kita!�
Alangkah bagusnya ucapan orang saleh ini! Dia adalah orang yang memiliki pengenalan (��r�f) tentang Allah dan telah mendengat kata-kata Nabi SAW: �Salah seorang di antara kalian mungkin beramal dengan amalan ahli surga, sampai tak ada jarak antara dia dan surga itu kecuali satu jengkal saja, kemudian kemalangan menimpanya dan dia menjadi salah seorang penghuni neraka, sampai tak ada jarak antara dia dan neraka kecuali satu jengkal saja, kemudian keberuntungan mengenainya dan dia menjadi salah seorang penghuni surga.�
Pengetahuan Allah tentang dirimu hanya akan tampak kepadamu manakala engkau berpaling lagi kepada-Nya dengan segenap hati dan aspirasimu, manakala engkau tidak pernah menjauhi pintu rahmat-Nya, manakala engkau memasang penghalang dari besi antara hatimu dan nafsu badaniahmu, dan manakala engkau menjadikan maut dan kuburan sebagai titik pusat perhatian bagi mata kepala dan mata hatimu.�
--Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Jala Al-Khathir
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan:"Wahai kalian pengemis-pengemis yang melarat, kalian harus menanggung kemelaratan kalian dengan sabar, sebab dengan demikian kesejahteraan akan datang kepada kalian baik di dunia maupun di akhirat nanti. Nabi Saw. diriwayatkan telah mengatakan: "Kemiskinan dan kesabaran adalah teman duduk (julasâ’) Allah di hari kebangkitan, dan orang-orang miskin dan mereka yang bersabar adalah teman-teman duduk ar-Rahman (Yang Maha Pengasih), dengan hati mereka hari ini dan dengan jasad mereka esok."

Mengenai orang-orang miskin yang kebutuhannya adalah terhadap Tuhan Yang Maha Benar dan mereka yang bersabar dengan-Nya dan bersikap tak acuh terhadap semua yang lain, maka hati mereka adalah tenang dan tunduk di hadirat-Nya. Mereka tidak memberikan perhatian kepada seorang pun selain kepada-Nya. Kepada mereka, seolah-olah Allah Swt. Mengatakan sebagaimana yang dikatakan-Nya tentang Musa a.s: Dan kami telah mengharamkan ibu-ibu susu baginya sebelum itu (QS 28:12).

Apabila hati sehat dan benar-benar mengenal ('arafa) Tuhan Yang Maha Benar, maka ia akan menolak untuk mengakui yang lain. Ia akan menemukan persahabatan yang intim dengan-Nya dan merasa terasing dengan semua yang lain. Ia akan merasakan kenyamanan di sisi-Nya dan tidak nyaman bersama siapapun selain-Nya."

--Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Jala Al-Khathir

Sumber : http://sufiroad.blogspot.co.id/2015/11/hikmah-syeikh-abdul-qodir-jilani-sabar.html