Tampilkan postingan dengan label Hasil Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hasil Belajar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Januari 2013

Sudjana, Nana (2009:22) mengemukakan "Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya". Kingsley, Hordward (Sudjana, Nana, 2009:22) membagi tiga macam hasil belajar, yaitu (1) keterampilan dan kebiasaan (2) pengetahuan dan pengertian (3) sikap dan
cita-cita. Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah yaitu ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor. Akan tetapi Klasifikasi Bloom yang dikenal dengan Taksonomi Bloom (1956) mengalami perbaikan oleh Anderson pada Tahun 2001. Ada perbedaan pada Taksonomi Bloom Revisi ini, yaitu pada ranah kognitif dimensi evaluasi dan sintesis ditukar urutannya kemudian dimensi sintesis dinamai dengan membuat. Untuk lebih jelasnya langsung aja download refensi di bawah.

download[4]

Semoga bermanfaat [^_^] 

Senin, 28 Januari 2013

Sikap belajar adalah kecenderungan bertindak dalam tingkah laku melalui pengalaman dan latihan dari keadaan tidak tahu menjadi tahu. Sikap mempunyai tiga dimensi utama yaitu kongnsi, afeksi dan konasi. Kognisi merupakan suatu hal yang berhubungan dengan kepercayaan, ide dan konsep. Afeksi merupakan
suatu hal yang mencakup tentang perasaan seseorang terhadao suatu objek. Kognisi merupakan suatu hal untuk bertindak. Sebenarnya sikap sudah mulai diperbincangkan dari abad ke-XX. Banyak para ahli yang mendefinisikan tentang sikap, untuk lebih jelasnya silakan klik link dibawah.

Pengertian Sikap :
download[4]

Penyusunan Butir Soal Sikap :
download[4]
Semoga bermanfaat

Rabu, 09 Januari 2013

Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik setelah ia menerima pengalaman pembelajaran. Sejumlah pengalaman yang diperoleh peserta didik mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran karena akan memberikan sebuah informasi kepada guru tentang kemajuan peserta didi dalam upaya mencapai
tujuan-tujuan belajarnya melalui proses kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya setelah mendapat informasi tersebut guru dapat menyusun dan membina kegiatan-kegiatan peserta didik lebih lanjut baik untuk individu maupun kelompok belajar.
Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar Menurut Munadi (Rusman, 2012:124) antara  lain meliputi faktor internal dan faktor eksternal:
  • Faktor Internal
  • Faktor Fisiologis. Secara umum kondisi fisiologis, seperti kesehatan yang prima, tidak dalam keadaan lelah dan capek, tidak dalam keadaan cacat jasmani dan sebagainya. Hal tersebut dapat mempengaruhi peserta didik dalam menerima materi pelajaran. 
  • Faktor Psikologis. Setiap indivudu dalam hal ini peserta didik pada dasarnya memiliki kondisi psikologis yang berbeda-beda, tentunya hal ini turut mempengaruhi hasil belajarnya. Beberapa faktor psikologis meliputi intelegensi (IQ), perhatian, minat, bakat, motif, motivasi, kognitif dan daya nalar peserta didik.
  • Faktor Eksternal
  • Faktor Lingkungan. Faktor lingkungan dapat mempengurhi hasil belajar. Faktor lingkungan ini meliputi lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan alam misalnya suhu, kelembaban dan lain-lain. Belajar pada tengah hari di ruangan yang kurang akan sirkulasi udara akan sangat berpengaruh dan akan sangat berbeda pada pembelajaran pada pagi hari yang kondisinya masih segar dan dengan ruangan yang cukup untuk bernafas lega.
  • Faktor Instrumental. Faktor-faktor instrumental adalah faktor yang keberadaan dan penggunaannya dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. Faktor-faktor ini diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana untuk tercapainya tujuan-tujuan belajar yang direncanakan. Faktor-faktor instrumental ini berupa kurikulum, sarana dan guru
Menurut Sunarto (2009) faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar antara lain:
  • Faktor Intern
Faktor intern adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri seseorang yang dapat mempengaruhi prestasi belajarnya. Diantara faktor-faktor intern yang dapat mempengaruhi prestasi belajar seseorang antara lain:
  • Kecerdasan/intelegensi
  • Bakat
  • Minat
  • Motivasi
  • Faktor Ekstern 
Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar seseorang yang sifatnya berasal dari luar diri seseorang tersebut. Yang termasuk faktor-faktor ekstern antara lain:
  • Keadaan lingkungan keluarga
  • Keadaan lingkungan sekolah
  • Keadaan lingkungan masyarakat 
Sumber : 
Rusman. (2012). Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer Mengembangkan Profesionalisme Guru Abad 21. Bandung: ALFABETA 

Kamis, 20 Desember 2012

Ada dua jenis tes yaitu tes uraian atau tes esai dan tes objektif. Tes uraian terdiri dari uraian bebas, uraian terbatas dan uraian berstruktur. Sedangakan tes objektif terdiri dari bentuk pilihan benar-salah, pilihan ganda dengan beberapa variasinya, menjodohkan, dan isian bpendek atau melengkapi.
  • Tes Uraian
 Kelebihan dari tes uraian adalah:
  • dapat mengukur proses mental yang tinggi atau aspek kognitif tingkat tinggi
  • dapat mengembangkan kemampuan berbahasa, baik lisan maupun tulisan, dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah berbahasa
  • dapat melatih kemampuan berpikir teratur atau penalaran
  • mengembangkan keterampilan pemecahan masalah
  • adanya keuntungan teknis seperti mudah membuat soalnya sehingga tanpa memakan waktu yang lama
Kekurangan dari tes uraian adalah:
  • sampel tes sangat terbatas sebab dengan tes ini tidak akan mungkin dapat menguji semua bahan yang telah diberikan
  • sifatnya sangat subjektif, baik dalam menanyakan, dalam membuat pertanyaan, ataupun dalam cara memeriksa
  • tes ini biasanya kurang reliabel, mengungkap aspek yang terbatas, pemeriksaannya memerlukan waktu lama
Jenis-jenis tes uraian
  • Uraian bebas. Dalam uraian bebas jawaban peserta didik tidak dibatasi, bergantung pada pandangan peserta didik itu sendiri. Di lain pihak guru juga bebas menilai jawaban yang dianggapnya benar, yang kurang benar atau kurang lengkap dan salah sama sekali. Kelemahan tes ini adalah sukar menilainya karena jawaban peserta didik bisa bervariasi, sulit menentukan kriteria penilaian, sangat subjektif karena bergantung pada guru sebagai penilai.
  • Uraian terbatas. Dalam bentuk ini pertanyaan telah diarahkan kepada hal-hal tertentu atau ada pembatas tertentu. Pembatasan bisa dari segi ruang lingkup, sudut pandang, indikator-indikatornya. Penilaian untuk tes terbatas lebih mudah daripada uraian bebas karena telah ada indikatornya. 
  • Uraian berstruktur. Soal berstruktur dipandang sebagai bentuk antara soal-soal objektif dan soal-soal esai. Uraian berstruktur merupakan serangkaian soal jawaban singkat sekalipun bersifat terbuka dan bebas menjawabnya. Soal berstruktur berisi unsur-unsur pengantar soal, seperangkat data, dan serangkaian subsoal. Keuntungan soal berstruktur diantaranya: satu soal bisa terdiri dari beberapa subsoal atau pertanyaan, setiap pertanyaan yang diajukan mengacu pada suatu data tertentu sehingga jelas dan terarah, soal-soal berkaitan satu sama lain dan bisa diurutkan berdasarkan tingkat kesulitan. Kelemahannya: bidang yang diujikan menjadi terbatas, kurang praktis sebab satu permasalahan harus dirumuskan dalam pemaparan yang lengkap disertai data yang memadai.
  • Tes Objektif
Soal-soal bentuk objektif banyak digunakan dalam menilai hasil belajar. Hal ini disebabkan karena luasnya bahan pelajaran yang dapat dicakup dalam tes dan mudahnya menilai jawaban yang diberikan
Jenis-jenis tes objektif
  • Bentuk soal jawaban singkat. Bentuk ini menghendaki jawaban dalam bentuk kata, bilangan, kalimat, atau simbol dan jawabannya hanya dapat bernilai benar atau salah. Kelebihan: menyusun soalnya relatif lebih mudah, kecil kemungkinan peserta didik memberi jawaban dengan cara menebak, menuntut peserta didik untuk dapat menjawab dengan singkat dan tepat, hasil penilaiannya cukup mudah. Kekurangan: kurang dapat mengukur aspek pengetahuan yang lebih tinggi, memerlukan waktu yang agak lama untuk menilainya sekalipun tidak selama soal uraian, menyulitkan pemeriksaan apabila jawaban peserta didik membingungkan pemeriksa.
  • Bentuk soal benar-salah. Bentuk soal ini adalah bentuk tes yang soal-soalnya berupa pernyataan. Sebagian dari pernyataan itu merupakan pernyataan benar dan sebagian lagi pernyataan salah. Kelebihan: pemeriksaan dapat dilakukan dengan cepat dan objektif, soal dapat disusun dengan mudah. Kekurangan: kurang dapat mengukur aspek pengetahuan yang lebih tinggi, banyak masalah yang tidak dapat dinyatakan hanya dengan dua kemungkinan.
  • Bentuk soal menjodohkan. Bentuk soal menjodohkan terdiri dari dua kelompok yang pararel. Kedua kelompok ini berada dalam satu kesatuan. Kelompok sebelah kiri merupakan bagian dari soal dan kelompok sebelah kanan merupakan bagian dari jawaban. Kelebihan: penilaiannya dapat dilakukan dengan cepat dan objektif, tepat digunakan untuk mengukur kemampuan mengidentifikasi dua hal yang berhubungan, dapat mengukur ruang lingkup pokok bahasan atau subpokok bahasan yang lebih luas. Kekurangan: hanya dapat mengukur hal-hal yang didasarkan atas fakta dan hafalan, sukar untuk menentukan materi yang mengukur hal-hal yang berhubungan.
  • Bentuk soal pilihan ganda. Bentuk soal ini adalah bentuk tes yang mempunyai satu jawaban yang benar atau paling tepat. Kelebihan: materi yang diujikan dapat mencakup sebagian besar dari bahan pengajaran yang telah diberikan, jawaban dapat dinilai dengan mudah dan cepat dengan kunci jawaban, jawaban untuk setiap pertanyaan sudah pasti benar atau salah. Kekurangan: kemungkinan untuk menebak jawaban cukup besar, proses berpikir peserta didik tidak dapat dilihat dengan nyata

    Senin, 17 Desember 2012

    Evaluasi atau npenilaian merujuk pada semua sarana yang digunakan di sekolah untuk secara resmi mengukur kinerja peserta didik. Sarana ini meliputi ulangan singkat dan ujian, evaluasi tertulis, dan nilai. Evaluasi peserta didik biasanya difokuskan pada pencapaian akademis, tetapi tidak dipungkiri banyak sekolah juga menilai perilaku dan sikap.
    Evaluasi peserta didik mempunyai enam tujuan utama, yaitu:
    • Umpan balik bagi peserta didik
    Evaluasi teratur memberi peserta didik umpan balik tentang kekuatan da.n kelemahan mereka. Informasi atau umpan balik seperti ini akan membantu peserta didik meningkatkan tingkat belajar mereka. Untuk lebih bermanfaat sebagai umpan balik, evaluasi seharusnya diberikan spesifik mungkin. Peserta didik yang menerma umpan balik tertulis selain huruf mempunyai kemungkinan yang lebih besar daripada peserta didik lain untuk percaya bahwa
    • Umpan balik bagi guru
    Salah satu fungsi evaluasi pembelajaran terpenting tapi sering diabaikan adalah memberikan umpan balik kepada guru tentang keaktifan  pengajaran mereka. Evaluasi juga memberi informasi kepada kepala sekolah dan sekolah tersebut secara keseluruhan, yang dapat digunakan untuk menuntun seluruh upaya reformasi dengan mengidentifikasi dimana saja sekolah atau sub-kelompok dalam sekolah itu memerlukan peningkatan.
    • Informasi bagi orang tua
     Pertama, banyak jenis evaluasi sekolah yang rutin dilakukan memungkinkan orang tua tetap memperoleh informasi tentang perkembangan anaknya disekolah. Kedua, nilai dan evaluasi lainnya menyediakan sistem penguatan berbasis keluarga tidak resmi. Banyak studi menemukan bahwa pelaporan secara teratur kepada orang tua ketika peserta didik menyelesaikan pekerjaan yang baik dan permintaan kepada orang tua untuk memperkuat laporan yang baik meningkatkan perilaku dan pencapaian peserta didik.
    • Informasi untuk pemilihan
     Beberapa ahli sosiologi melihat pemilihan peserta didik ke dalam peran masyarakat sebagai tujuan utama sekolah. Fungsi pemilah-milahan ini terjadi  secara bertahap selama bertahun-tahun masa sekolah.
    • Informasi untuk akuntabilitas
    Seiring evaluasi peserta didik berperan sebagai data untuk evaluasi guru, sekolah, distrik, atau bahkan negara. Setiap negara bagian mempunyai bentuk program pengujian untuk seluruh negara bagian yang memungkinkan negara bagian memberi peringkat bagi setiap sekolah dari sudut kinerja peserta didik.
    • Insentif guna meningkatkan upaya peserta didik
    Salah satu kegunaan penting evaluasi adalah untuk memotivasi peserta didik guna memberikan upaya terbaik mereka. Pada dasarnya nilai yang tinggi, atau hadiah yang diberikan sebagai imbalan dari pekerjaan mereka sendiri yang baik. 

      Minggu, 16 Desember 2012

      Penilaian portofolio adalah bentuk penilaian yang otentik, yang diadaptasikan secara luas di sekolah-sekolah pada sekarang ini. Portofolio dapat diartikan sebagai suatu wujud benda fisik dari suatu proses sosial pedagogik. Dalam wujud benda fisik portofolio merupakan bundel, yaitu kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan dalam suatu bundel. Hart mendefinisikan
      "Portofolio sebagai kemasan yang menyimpan bukti dari keterampilan, ide, minat dan prestasi seseorang. Tujuan akhir penggunaan portofolio adalah mengembangkan pembelajar yang independent dan mampu memberikan gambaran yang lebih akurat tentang capaian khusus peserta didik serta kemajuan dan bidang-bidang yang membutuhkan perhatian.
      Dengan portofolio akan jauh lebih mudah mengembangkan skema penilaian yang menekankan pertumbuhan peserta didik lainnya. Karena evaluasi diri adalah bagian dari integral dari penilaian portofolio, maka iklim yang sangat kompetitif akan terbukti tidak produktif. Peserta didik akan merasa enggan memfokuskan pada kekurangan-kekurangan mereka jika merasa yakin bahwa ini hanya akan merugikan mereka dalam kompetisi untuk meraih nilai tertinggi.

      Sabtu, 14 Juli 2012

      Adapun jenis-jenis hasil belajar adalah sebagai berikut:
      • Kognitif
      Domain kognitif ini memiliki enam tingkatan, yaitu:
        • Ingatan
      Hasil belajar pada tingkatan ini ditunjukan dengan kemampuan mengenal atau
      menyebutkan kembali fakta-fakta, istilah-istilah, hukum, atau rumusan yang telah dipelajari.
        • Pemahaman
      Hasil belajar yang dituntut dari tingkat pemahaman adalah kemampuan menangkap makna atau arti dari suatu konsep. Pada hasil belajar tingkat pemahaman terdiri dari tiga tingkatan yaitu pemahaman terjemah, penafsiran, dan ekstrapolasi.
        • Penerapan
      Hasil belajar penerapan adalah kemampuan menerapkan suatu konsep, hukum, atau rumus pada situasi baru.
        • Analisis
      Hasil belajar analisis adalah kemampuan untuk memecah, menguraikan suatu integritas atau kesatuan yang utuh menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian yang mempunyai arti. Hasil belajar analisis ditunjukan dengan kemampuan menjabarkan atau menguraikan atau merinci suatu bahan atau keadaan ke bagian-bagian yang lebih kecil, unsur-unsur atau komponen-komponen sehingga terlihat jelas hubungan antara komponen-komponen yang satu dengan yang lain. Pada hasil belajar analisis terdapat tiga tingkatan yaitu analisis elemen, analisis hubungan, analisis prinsip-prinsip yang terorganisasi.
        • Sintesis
      Hasil belajar sintesis adalah hasil belajar yang menunjukan kemampuan untuk menyatukan beberapa jenis informasi yang terpisah-pisah menjadi satu bentuk komunikasi yang baru dan lebih jelas dari sebelumnya. Hasil belajar sintesis dikelompokan ke dalam tiga kelompok yaitu kemampuan melahirkan komunikasi yang unik, kemampuan membuat rancangan, dan kemampuan mengembangkan suatu tatanan hubungan yang abstrak.
        • `Evaluasi
      Hasil belajar evaluasi adalah hasil belajar yang menunjukan kemampuan memberikan keputusan tentang nilai sesuatu berdasarkan pertimbangan yang dimiliki atau kriteria yang digunakan. Kriteria yang dapat digunakan yaitu kriteria yang dikembangkan sendiri oleh peserta didik dan kriteria yang diberikan oleh guru.
      • Afektif
      Hasil belajar afektif mengacu kepada sikap dan nilai yang diharapkan dikuasai oleh peserta didik setelah mengikuti pembelajaran. Adapun tingkatan dalam hasil belajar afektif yaitu:
        • Menerima (receiving)
      Kemampuan menerima mengacu pada kepekaan individu dalam menerima rangsangan dari luar.
        • Menanggapi (responding)
      Kemampuan menanggapi mengacu pada reaksi yang diberikan individu terhadap stimulus yang datang dari luar.
        • Menghargai (valuing)
      Kemampuan menghargai mengacu pada kesediaan individu menerima nilai dan kesepakatan terhadap nilai tersebut.
        • Mengatur diri (organizing)
      Kemampuan mengatur diri mengacu pada kemampuan membentuk atau mengorganisasikan bermacam-macam nilai serta menciptakan sistem nilai yang baik.
        • Menjadikan pola hidup (characterization)
      Menjadikan pola hidup mengacu kepada sikap peserta didik dalam menerima sistem nilai dan menjadikannya sebagai pola kepribadian dan tingkah laku.
      • Psikomotor
      Hasil belajar psikomotor mengacu pada kemampuan bertindak. Hasil belajar psikomotorik terdiri atas lima tingkatan yaitu:
        • Persepsi
      Kemampuan persepsi mengacu pada kemampuan individu dalam menggunakan inderanya, memilih isyarat, dan menerjemahkan isyarat tersebut ke dalam bentuk gerakan.
        • Kesiapan
      Kesiapan ini meliputi kesiapan mental, fisik, dan emosional.
        • Gerakan terbimbing
      Kemampuan melakukan gerakan terbimbing mengacu pada kemampuan individu melakukan gerakan yang sesuai dengan prosedur atau mengikuti petunjuk instruktur atau pelatih.
        • Bertindaksecara mekanis
      Kemampuan motorik pada tingkatan ini mengacu pada kemampuan individu melakukan tindakan yang seolah-olah sudah otomatis.
        • Gerakan kompleks
      Gerakan yang dilakukan dalam tingkatan ini sudah didukung oleh suatu keahlian. Peserta didik dianggap telah menguasai kemampuan pada tingakatan ini jika peserta didik telah melakukan tindakan tanpa keraguan dan otomatis.

      Rabu, 11 Juli 2012

      Untuk memperoleh data dan informasi sebagai dasar penentuan tingkat keberhasilan belajar diperlukan adanya tes. Dalam setiap tes tentunya memerlukan seperangkat alat penilaian. Berdasarkan pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) alat penilaian atau jenis tagihan yang dapat digunakan antara lain:
      1. Kuis: digunakan untuk menanyakan hal-hal yang prinsip dari pelajaran yang lalu secara singkat, bentuknya berupa isian singkat, dan dilakukan sebelum pelajaran.
      2. Pertanyaan Lisan: digunakan untuk mengungkap penguasaan peserta didik tentang pemahaman konsep, prinsip, atau teorema.
      3. Ulangan harian: dilakukan secara periodik pada akhir pengembangan kompetensi, untuk mengungkap penguasaan pemahaman, sampai evaluasi, atau untuk mengungkap penguasaan pemakaian alat atau prosedur.
      4. Tugas individu: dilakukan secara periodik untuk diselesaikan oleh setiap peserta didik dan dapat berupa tugas rumah. Tugas individu dipakai untuk mengungkap kemampuan aplikasi sampai evaluasi atau untuk mengungkap penguasaan hasil latihan dalam menggunakan alat tertentu, melakukan prosedur tertentu.
      5. Tugas kelompok: digunakan untuk menilai kemampuan kerja kelompok dalam upaya pemecahan masalah. Jika mungkin kelompok peserta didik diminta melakukan pengamatan atau merencanakan suatu proyek menggunakan data informasi dari lapangan.
      6. Ulangan semester: digunakan untuk menilai ketuntasan penguasaan kompetensi pada akhir program semester. Kompetensi yang diujikan berdasarkan kisi-kisi yang mencerminkan kompetensi dasar yang dikembangkan dalam semester yang bersangkutan.
      7. Ulangan Kenaikan: digunakan untuk mengetahui ketuntasan peserta didik utnuk menguasai materi dalam satu tahun ajaran. Pemilihan kompetensi ujian harus mengacu pada kompetensi dasar, berkelanjutan, memiliki nilai aplikatif, atau dibutuhkan untuk belajar pada bidang lain