Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Mei 2016

Vlog merupakan kegiatan yang mengasyikkan. Mendokumentasikan semua kegiatan yang kita lakukan ke dalam sebuah video adalah pengertian dari Vlog. Banyak Youtuber di Indonesia yang sekarang sudah aktif dalam dunia vlogging. Ternyata banyak juga para penggemar artis youtube yang meminta agar idolanya membuat vlog agar tahu keseharian sang idola. Nah, dalam pengambilan video dalam vlog, digunakan sebuah kamera. Banyak jenis kamera yang dapat digunakan untuk vlogging. Mulai dari kamera saku, ponsel, mirrorless bahkan dslr. BacaTekno.com akan mengulas 5 kamera untuk Vlogging yang bagus menurut kami.


BacaTekno.com akan mengulas 5 kamera terbaik dari segi harga dan kualitas, berikut ulasannya.

1. Canon Powershot G7X

Spesifikasi Sensor Lensa 1 inci disematkan pada kamera Canon Power Shot G7X. Berbeda dari kamera lensa biasanya, seperti SLR dan DSLR, Canon Power Shot G7X terlihat lebih unggul dalam segi spesifikasi dan hasil jepretan gambarnya. Sebagai salah satu kelebihan dari Canon Power Shot G7X yang memiliki resolusi 20 MP tersebut, Kamera kompak / saku besutan Canon sudah dilengkapi dengan sensor 1 � yang sudah dipastikan akan berpengaruh positif terhadap kualitas gambar yang di ambilnya. Didukung dengan lensa 24-100mm, bukaan f/1.8-2.8 dengan 9 bilah diafragma, turut menambah kecanggihan dari kamera saku bersensor 1 � tersebut.

Selain itu, Canon Power Shot G7X sudah dibekali dengan spesifikasi ISO maks 12800 dengan dukungan layar LCD lipat 3 inci, yang sudah menggunakan teknologi touchscreen. Dapat dipastikan dalam kondisi low light atau minim cahaya, G7X menang dalam pengambilan gambar.

Dengan kecepatan burts 6.5 foto per detik, dan kapasitas resolusi video sudah mencapai 1080 pixel 6 fps serta dibekali dengan mode star yang berfungsi untuk memotret bintang dengan hasil yang diperoleh begitu memukau. Lantas bagaimana dengan harga yang ditawarkan oleh Canon? Harga Canon Powe Shot G7X adalah sekitar Rp. 6.000.000,00 - Rp. 7.000.000,00

2. Sony DSC-RX100

Jika kita membicarakan masalah kamera, hal utama yang harus kita lihat bukanlah besarnya Megapixel kamera tersebut melainkan kemampuan dari lensa yang dimiliki kamera tersebut. Pada kamera Sony DSC-RX100 ini sudah dibekali lensa Carl Zeiss yang memiliki kemampuan melakukan zoom optical hingga 3.6x, lensa ini memiliki kemampuan sensor Exmor R CMOS yang dapat menghasilkan resolusi hingga 20.2 megapiksel. Dengan resolusi besar tersebut, anda mampu menghasilkan gambar dengan resolusi maksimal hingga 5.472 x 3.642 pixels, cerah dan tajam serta kualitas gambar yang sangat baik.
Lensa pada kamera Sony ini memiliki panjang lensa 28-100 mm, lensa yang dimilikinya mampu membidik objek dengan kecepatan shutter speed hingga 1/2000 detik. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal pada kondisi low light, anda juga dapat memanfaatkan ISO yang terdapat pada kamera ini, ISO yang disediakan berada pada rentang ISO 125 � 6400.
Pada kamera Sony DSC-RX100 juga dibekali layar dengan ukuran 3 inci yang akan sangat berguna ketika Anda akan membidik objek atau juga melakukan review hasil bidikan Anda. Selain kamera ini mampu menghasilkan foto yang berkualitas, kamera ini juga mampu untuk menghasilkan video dengan kualitas Full HD 1080p. Disamping itu, desain yang digunakan kamera Sony DSC-RX100 ini juga cukup ciamik, dengan konsep minimalis dan elegan menjadikan kamera ini cukup menarik perhatian fotografer.


3. Canon Power Shot S120


Kamera Canon Powershot S120 hadir dengan desain yang simple dibekali dengan ukuran 100.2 x 59.0 x 29.0 mm dengan berat total 217 gram, mungkin bisa dibilang cukup berat dengan ukuran kamera saku atau kompak pada umumnya. Meskipun demikian kamera ini cukup pas untuk digenggam di tangan khususnya untuk kegunaan vlogging. Pada kamera ini tersemat layar 3 inci  LCD berwarana teknologi brightness control.

Canon Powershot S120 dilengkapi dengan High-Sensitive image sensor CMOS sebesar 12.1 megapixel , serta dukungan prosesor DIGIC yang mampu menghasilkan foto dengan detail warna yang sangat tajam yang membuat kamera saku ini dapat diandalkan menggantikan fungsi kamera DSLR dalam mengambil moment-moment penting dalam kehidupan Anda, khususnya untuk vlogging sehari-hari.

4. Sony a6000

Seri Sony a6000 ini adalah kelanjutan dari seri Sony NEX yang sangat sukses dalam deretan mirrorless cameras yang mudah dibawa-bawa. Kamera-kamera ini cukup kecil dibandingkan dengan kamera dSLR seperti  Nikon D90 dan Canon 700d, tapi memiliki image sensor yang sedikit lebih besar. Apa artinya? Artinya kualitas gambar yang dihasilkan oleh kamera seri ini sedikit lebih tinggi, apalagi saat keadaan gelap di luar ruangan dan saat kita perlu ISO tinggi. Untuk Vlogging, kamera ini berfungsi sangat baik dan enak digunakan. 

5. Go Pro Hero 4 

Tidak kalah dari Black Edition, GoPro Hero 4 Silver Edition ini hadir dengan menawarkan kamera super canggih, dengan kemampuan mengambil gambar berkualitas Full HD 1080p, yang lebih tajam dan lebih jelas penampilannya. Disamping itu, kamera ini juga memiliki kemampuan untuk merekam video dengan resolusi ultra tinggi berkualitas 4K dan 2,7K, yang mana cocok untuk menampilkan video dengan kualitas layar lebar. Meskipun untuk vlogging tidak perlu menggunakan resolusi hingga 4K, tapi untuk keperluan lain akan sangat berguna.

GoPro Hero 4 Silver Edition dibekali lensa kamera 12MP, GoPro Hero 4 Black Edition ini mampu mengambil gambar dan video dengan kecepatan 30fps. Disamping itu, kamera ini dilengkapi dengan fitur-fitur bagus, seperti Time Lapse yang memungkinkan pengguna untuk menangkap gambar dengan rentang waktu beragam mulai dari 0,5 detik hingga 60 detik.

Serta fitur HiLight Tag yang terintegrasi dengan GoProApp da GoPro Studio yang akan membantu anda dalam mengedit atau membagikan video yang anda rekam ke teman atau pemirsa di media sosial. Untuk versi action cam, kami merekomendasikan Go Pro untuk Vlogging.

Kamera diatas adalah rekomendasi BacaTekno.com untuk Vlogging. Anda bisa memilih 1 diantara kamera yang kami rekomendasikan diatas, atau anda ingin menggunakan kamera pilihan anda, itu tergantung anda. Tim BacaTekno.com hanya memberikan rekomendasi kamera untuk Vlogging / Vlog yang bagus.

Sabtu, 13 Februari 2016

Bagi anda yang sering narsis menggunakan smartphone dan monopod, ada baiknya anda mencoba lensa tambahan yang biasa digunakan di smartphone anda. Ada beberapa lensa tambahan yang dapat di mount di smartphone anda, antara lain lensa fish eye, tele, zoom, wide, superwide dan masih banyak lagi. Kali ini saya akan memberikan informasi mengenai lensa superwide yang sekarang beredar di pasaran.


Sekarang ini banyak sekali beredar lensa superwide dengan beragam harga yang ditawarkan oleh penjual, mulai dari belasan ribu hingga ratusan ribu. Sedangkan pertanyaannya apakah perbedaan diantara jenis-jenis yang harganya belasan ribu dan ratusan ribu? 
Memang, di pasaran dijual lensa superwide yang biasa, dengan harga yang terjangkau, namun bungkus dan desainnya sangat persis dengan lensa superwide yang harganya ratusan ribu, sebut saja Eagle Eye. Merek Eagle Eye adalah merek lensa superwide yang original.


Perbedaannya dengan produk yang biasa alias U004 adalah sebagai berikut :
Pada dasarnya kedua lensa tersebut merupakan lensa yang memberikan efek wide ( lebar) pada hasil foto. Perbedaannya adalah terdapat pada bahan yang digunakan oleh lensanya, Original Eagle Eye menggunakan bahan lensa yang terbuat dari kaca, sedangkan Original U004 menggunakan bahan lensa yang terbuat dari plastik. Sudah jelas pasti berbeda hasil lensa kaca dengan plastik. Lensa kaca memberikan hasil foto yg lebih tajam dan warna lebih hidup. Lensa kaca juga lebih awet dan tidak mudah tergores. Oleh karena itu harga Original Eagle Eye lebih mahal apabila dibandingkan Original U004.. Tetapi keduanya sama-sama lensa yang memberikan efek lebar pada foto, namun Original Eagle Eye menghasilkan efek foto yg lebih cembung dan lebar seperti GO PRO. 


Berikut ciri-ciri khusus yang ada pada lensa Superwide Eagle Eye 0.4x Original  :

  • Menggunakan packaging baru dengan tema warna yang memberikan kesan elegan dan menggunakan kardus tebal berkualitas. Warna pack ( Hitam-Merah-Putih).
  • Terdapat Hologram Eagle Eye pada packaging.
  • Terdapat tulisan Eagle Eye pada body lensa .
  • Terdapat Hologram pada gagang penjepit lensa.
  • Terdapat logo atau Tulisan Eagle Eye pada gagang penjepit lensa. 



Kelebihan Lensa Superwide Eagle Eye Original :

- Hasil Foto lebih tajam dan jernih karena menggunakan lensa kaca kualitas premium
- Memberika efek pada hasil foto yang melebar sempurna 
- Non Vignette, jadi tidak ada border hitam
- Universal untuk berbagai macam HP bisa, bisa untuk kamera depan dan belakang
- Penjepit lensa yang stylish dan kuat

Jadi sekarang tinggal kalian memilih mau Original Eagle Eye atau Original U004.. keduanya memiliki kelebihan yang sama :)

Jumat, 13 Februari 2015

Dry Box ( Kotak Kering ) atau kotak tempat menyimpan barang elektronik yang rentan terhadap serangan jamur seperti kamera, dan sebagainya merupakan barang penting bagi mereka yang memiliki kamera baik Pocket, Prosumer, Mirrorless, maupun SLR. Dry Box dapat anda temukan pada toko - toko kamera terdekat, ada yang berukuran minimalis yang muat untuk satu kamera, dan satu lensa, dan yang berukuran besar, biasanya muat 2 kamera beserta lensa kitnya.






Anda dapat membeli dry box pada toko - toko kamera dengan harga yang mungkin bisa dibilang relatif mahal, untuk ukuran minimal biasanya paling murah dipatok harga Rp. 350.000 dan ukuran yang besar berkisar Rp.500.000 keatas. Nah dengan keterbatasan biaya, anda tidak perlu resah untuk mendapatkan dry box ini. Anda cukup membuatnya dengan membeli peralatan - peralatan yang saya sebutkan dibawah ini.

Membuat Dry Box Kamera Sendiri

Untuk membuat Dry Box kamera, anda perlu menyiapkan bahan - bahan yang hendak dibeli. Bahan-bahan tersebut adalah :

1. Sealed Plastic Box



Belilah Box Plastik yang memiliki karet pada pinggiran penutupnya agar ruangan dalam Box kedap udara. Kemarin saya membeli Box Silvo Container dari Li*nstar 13,8 L di Luwes Surakarta seharga Rp.62.000 cukup untuk ukuran 1 body, 1 lensa medium, 1 lensa tele dan perlengkapnnya.

2. Silica gel

Fungsinya sebagai penyerab kelembaban dan menciptakan suhu kamar ideal, pada kondisi siap pakai akan berwarna biru pekat sedangkan yang telah turun kualitasnya berwarna merah jambu. Terdapat 2 pilihan jenis:

a. Silica gel kiloan



Perkilonya sekitar Rp.60.000,- rupiah. Kelebihannya jumlah lebih banyak dan tidak rumit dalam penggunaan, jika kualitasnya telah turun menjadi merah jambu bisa digongseng (di sangrai di atas wajan tanpa minyak dengan api sedang hingga warna kembali menjadi biru pekat)
 
b.Silica Gel elektrik



Lebih simpel dalam penggunaan, jika kualitas menurun tinggal mencolokkan ke sumber listrik. Untuk ukuran mini berkisar Rp.150.000,- rupiah. Saya membeli di Tokopedia dengan harga Rp.120.000

3. Hygrometer

 

Berupa alat pengukur kelambaban, biasanya disertai pengukur suhu udara termometer. Tersedia jenis manual dengan harga sekitar Rp.60.000,- rupiah dan digital seharga Rp. 90.000,- rupiah. Saya mendapatkan harga fantastis membeli Hygrometer analog seharga Rp.15.000 karena waktu itu sedang cuci gudang.

4. Alas busa tipis.
Sebagai alas dari peralatan kamera dan aksesorisnya didalam box.

Estimasi biaya dari pembuatan Dry Box kamera sendiri adalah <Rp.300.000 rupiah yang bisa mendapatkan Dry Box untuk ukuran besar.
Demikianlah Cara Membuat Dry Box kamera sendiri ditunggu testimoni dari anda di kotak komentar.

Senin, 18 Agustus 2014

Kamera yang dimiliki oleh jutaan orang di dunia bahkan setiap orang pasti memiliki apa itu kamera, entah kamera ponsel, kamera poket, maupun DSLR. Perkembangan kamera semakin cepat dan canggih. Kamera memiliki sejarah tersendiri. Sejarah Perkembangan kamera digital berawal dari jaman dahulu. Saya akan menceritakan sejarah kamera dari Obscura hingga kamera DSLR.



1. Kamera Obscura





Kamera Obscura adalah awal dari kecanggihan masa kini dalam dunia fotografi yang ditemukan oleh seorang muslim bernama Al-Haitam atau sering disebut Alhazen. Peradaban dunia telah banyak berubah melalui kamera.

Karena kamera adalah penemuan penting yang mampu mengubah dunia. Lewat jepretan kamera kita semua dapat mengabadikan momen-monem indah di dunia, hal-hal penting maupun tidak penting di dunia dan yang kita alami.

Tak banyak yang tahu akan seorang penemu muslim Al-Haitam ini, dikarenakan teknologi saat ini dikuasai oleh orang barat, sehingga menyangka bahwa kamrea awal ditemukan oleh orang barat, padahal bukan.

Jauh sebelum masyarakat Barat menemukannya, prinsip-prinsip dasar pembuatan kamera telah dicetuskan seorang sarjana Muslim sekitar 1.000 tahun silam. Peletak prinsip kerja kamera itu adalah seorang saintis legendaris Muslim bernama Ibnu al-Haitham. Pada akhir abad ke-10 M, al-Haitham berhasil menemukan sebuah kamera obscura.

Dunia mengenal al-Haitham sebagai perintis di bidang optik yang terkenal lewat bukunya bertajuk Kitab al-Manazir (Buku optik). Untuk membuktikan teori-teori dalam bukunya itu, sang fisikawan Muslim legendaris itu lalu menyusun Al-Bayt Al-Muzlim atau lebih dikenal dengan sebutan kamera obscura, atau kamar gelap.





Kemudian orang barat mempelajari bukunya dan mengembangkan kamera obscura dengan beberapa hal seperti yang dilakukan oleh Joseph Kepler (1571 � 1630 M). Kepler meningkatkan fungsi kamera itu dengan menggunakan lensa negatif di belakang lensa positif, sehingga dapat memperbesar proyeksi gambar (prinsip digunakan dalam dunia lensa foto jarak jauh modern).

Setelah itu, Robert Boyle (1627-1691 M), mulai menyusun kamera yang berbentuk kecil, tanpa kabel, jenisnya kotak kamera obscura pada 1665 M. Setelah 900 tahun dari penemuan al-Haitham pelat-pelat foto pertama kali digunakan secara permanen untuk menangkap gambar yang dihasilkan oleh kamera obscura. Foto permanen pertama diambil oleh Joseph Nicephore Niepce di Prancis pada 1827.

2. Daguerreotypes dan Calotypes.


Louis Daguerre dan Joseph Nic�phore Ni�pce menemukan metode fotografi praktis pertama, yang bernama Daguerreotype, pada 1836. Daguerre dilapisi pelat tembaga dengan perak, kemudian tambahkan dengan uap yodium untuk membuatnya sensitif terhadap cahaya.

Gambar itu dihasilkan oleh uap merkuri dan dengan larutan kuat garam biasa (natrium klorida). Henry Fox Talbot menyempurnakan proses yang berbeda, calotype, pada 1840. Kedua kamera yang digunakan sedikit berbeda dari model yang Zahn, dengan piring peka atau selembar kertas ditempatkan di depan layar monitor untuk merekam gambar. Berfokus pada umumnya melalui kotak geser.

3. Dry Plates.




Pelat kering collodion telah ada sejak 1855, berkat karya D�sir� van Monckhoven, hingga sampai ada penemuan baru dari pelat kering gelatin pada tahun 1871 oleh Richard Leach Maddox dengan kecepatan dan kualitas lebih baik. Juga, untuk pertama kalinya, kamera bisa dibuat cukup kecil untuk dipegang tangan, atau bahkan tersembunyi. Ada proliferasi dari berbagai desain, dari refleks tunggal dan lensa ganda untuk kamera besar dan kamera genggam.

4. Kodak dan Lahirnya Film.




Penggunaan film fotografi dipelopori oleh George Eastman, dimulai dari kertas film manufaktur pada 1885 sebelum beralih ke seluloid pada tahun 1889. Kamera pertamanya, yang ia disebut "Kodak," pertama kali ditawarkan untuk dijual pada tahun 1888. Itu adalah kotak kamera yang sangat sederhana dengan lensa fixed-focus dan kecepatan rana tunggal, dengan harga yang relatif rendah.

Pada tahun 1900, Eastman mengambil pasar massal fotografi satu langkah lebih jauh dengan Brownie, kotak kamera sederhana dan sangat murah yang memperkenalkan konsep snapshot.

5. Compact Camera dan Canon.


Oskar Barnack, yang bertanggung jawab atas penelitian dan pengembangan di Leitz, memutuskan untuk menyelidiki dengan menggunakan 35 mm film cine untuk kamera dalam percobaannya untuk membangun sebuah kamera kompak yang mampu membuat pembesaran berkualitas tinggi.

Dia membangun prototipe kamera 35 mm nya (Ur-Leica) sekitar tahun 1913, meskipun pengembangan lebih lanjut ditunda selama beberapa tahun akibat Perang Dunia I. Leitz diuji pasarkan antara tahun 1923 dan 1924. Kamera tersebut memperoleh respon sangat baik dari para konsumen sehingga para pesaing pun mulai bermunculan salah satunya adalah Canon yang dibuat oleh Jepang.

Pada tahun 1936 Canon 35 mm menjadi saingan berat, sebuah versi perbaikan dari prototipe Kwanon 1933. Kamera Jepang ini mulai menjadi populer di Barat setelah veteran Perang Korea dan tentara ditempatkan di Jepang membawanya kembali ke Amerika Serikat dan di beberapa tempat lain.

6. TLRs, SLRs dan Nikon.


Kamera pertama dengan refleks praktis dibuat oleh Franke & Heidecke Rolleiflex media dengan nama TLR tahun 1928. Meskipun secara single twin-lens reflex kamera ini tersedia selama beberapa dekade, dengan kepopuleran yang cukup lama.

Sebuah revolusi serupa di desain SLR dimulai pada tahun 1933 dengan pengenalan Ihagee Exakta, SLR kompak yang digunakan 127 rollfilm. Hal ini diikuti tiga tahun kemudian oleh penemu barat pertamakali dengan SLR menggunakan film 35mm, yang Kine Exakta.

Pada tahun 1952 Asahi Optical, perusahaan yang kemudian menjadi terkenal untuk kamera Pentax memperkenalkan SLR Jepang pertama menggunakan film 35mm, yang disebut Asahiflex. Beberapa pembuat kamera Jepang lainnya juga memasuki pasar SLR pada 1950-an, termasuk Canon, Yashica, dan Nikon.

Nikon masuk pasaran dengan nama Nikon F, denga kualitas hasil potret yang sanga baik dan membuatnya populer. Seri F bersama dengan seri sebelumnya S dari kamera pengintai tersebut membuat reputasi Nikon sebagai pembuat peralatan profesional berkualitas.

7. Kamera Analog.


Kamera analog mulai muncul pada tahun 1981 dari Sony Mavica (Magnetic Video Camera). Ini adalah kamera analog, yang mencatat sinyal pixel terus menerus, sebagai mesin rekaman video.

Kamera elektronik Analog berikutnya ditahun 1986 adalah Canon RC-701. Canon pertama kali menjadi kamera untuk memotret Olimpiade 1984, mencetak foto Yomiuri Shinbun, dalam surat kabar Jepang. Di Amerika Serikat, publikasi pertama yang menggunakan kamera ini untuk reportase nyata dalam USA Today, untuk pertandingan Bisbol World Series.

Namun ternyata kamera analog kurang mendapat respon baik karena beberapa faktor seperti biaya mahal (hingga US $ 20.000), kualitas gambar yang buruk dibandingkan dengan film, dan kurangnya printer terjangkau berkualitas.

Kamera elektronik analog pertama dipasarkan ke konsumen mungkin Canon RC-250 Xapshot pada tahun 1988. Sebuah kamera analog terkenal diproduksi pada tahun yang sama adalah Nikon QV-1000C, dirancang sebagai kamera pers dan tidak ditawarkan untuk dijual kepada pengguna umum, yang dijual hanya beberapa ratus unit. Dapat merekam dalam skala abu-abu, dan kualitas di cetak surat kabar sama dengan kamera film. Dalam penampilan itu mirip digital single-lens reflex kamera modern. Gambar yang disimpan pada disket video.


8. Kamera Digital: DSLR serta Kamera Ponsel.


Kamera digital berbeda dari pendahulunya kamera analog terutama tidak menggunakan film, tapi menangkap dan menyimpan foto-foto pada kartu memori digital atau penyimpanan internal. Kamera digital sekarang termasuk kemampuan komunikasi nirkabel (misalnya Wi-Fi atau Bluetooth) untuk mentransfer, mencetak atau berbagi foto, dan juga ditemukan pada ponsel.

Kamera digital pertama dengan gambar direkam sebagai file terkomputerisasi adalah kemungkinan Fuji DS-1P Tahun 1988, yang direkam ke kartu memori 16 MB internal yang digunakan baterai untuk menyimpan data dalam memori. Kamera ini tidak pernah dipasarkan di Amerika Serikat, dan belum dikonfirmasi telah dikirim bahkan di Jepang.

Kamera digital pertama yang benar-benar dipasarkan secara komersial dijual pada bulan Desember 1989 di Jepang, DS-X oleh Fuji.

Kamera digital pertama yang tersedia secara komersial di Amerika Serikat adalah 1.990 Dycam Model 1, itu awalnya gagal komersial karena hanya hitam dan putih, rendah dalam resolusi, dan biaya hampir $ 1.000 (sekitar $ 2000 pada tahun 2013 uang). Ini kemudian hadir Logitech Fotoman pada tahun 1992 yang menggunakan CCD sensor gambar, gambar disimpan secara digital, dan terhubung langsung ke komputer untuk di-download.

Pada tahun 1991, Kodak memasarkan Kodak DCS-100, awal garis panjang kamera profesional Kodak DCS SLR yang sebagian didasarkan pada film Nikons. Kamera ini menggunakan sensor 1,3 megapixel dan dengan harga $ 13.000.

Pindah ke format digital oleh format JPEG dan MPEG standar pada tahun 1988, yang memungkinkan gambar dan file video yang akan dikompresi untuk penyimpanan. Kamera pertama yang dipasarkan untuk konsumen dengan layar kristal cair di bagian belakang adalah Casio QV-10 dikembangkan oleh tim yang dipimpin oleh Hiroyuki Suetaka pada tahun 1995 setelah kamera digital pertama kali dirilis di pasar konsumen yang menggunakan CompactFlash adalah Kodak DC-25 pada tahun 1996.

Tahun 1999 awal pengenalan D1 Nikon, kamera 2,74 megapiksel yang pertama SLR digital yang dikembangkan sepenuhnya oleh produsen besar, dan dengan biaya di bawah $ 6000 pada pengenalan terjangkau oleh fotografer profesional dan konsumen high-end. Kamera ini juga digunakan Nikon F-mount lensa, yang berarti fotografer film bisa menggunakan banyak lensa.

Pada tahun 2010, hampir semua ponsel fitur built-in kamera resolusi tinggi digital video dan banyak kamera fitur built-in GPS, memungkinkan untuk otomatis real-time geotagging.

DSLR:

Digital Single Lens Reflex (Digital SLR atau DSLR) adalah kamera digital yang menggunakan sistem cermin otomatis dan pentaprisma atau pentamirror untuk meneruskan cahaya dari lensa menuju ke viewfinder.


Kamera ini menjadi kamera tercanggih dan terpopuler saat ini, terutama untuk merek Nikon dan Canon. Kamera ini juga sering digunakan untuk studio foto karena kualitas gambarnya yang sangat baik dengan resolusi tinggi.

Berikut Bagian-bagian dari kamera DSLR:

Untuk mengetahui penjelasana mengenai kamera DSLR ini cek langsung di link berikut. Digital Single-lens Reflex Camera

Kamera Ponsel:

Kamera ponsel ini menjadi trend teknologi modern yang menjadi salah satu faktor dalam kesuksesan pemasaran smartphone dengan kualitas potret dan rekaman yang beragam dengan penawaran harga termurah hingga paling mahal.


Kamera ponsel juga banyak digunakan untuk dokumentasi, hingga untuk tujuan fotografi, tapi sekarang banyak digunakan untuk selfie juga :D

Itulah sejarah perkembangan kamera dari pertama sampai sekarang. Semoga bisa membantu anda yang mencari referensi tentang kamera.

Sumber : wikipedia.org , http://www.kaskus.co.id/thread/5256d0e559cb17a01d000001/sejarah-kamera-dari-obscura-hingga-kamera-dslr

Kamis, 14 Agustus 2014

Mau beli kamera digital? Kamera jenis apa yang anda inginkan? Kamera jenis pocket, prosumer / superzoom, mirrorless atau dslr? Sudah mempertimbangkan beberapa hal sebelum membeli kamera yang anda inginkan?
Saya akan mengupas tuntas tentang apa saja hal yang harus dipertimbangkan dalam membeli kamera digital.


1. Kamera Pocket 


Apakah anda berniat untuk membeli kamera pocket? Inilah hal - hal yang harus anda perhatikan untuk membeli kamera ini :
1. Lensa kamera poket tidak bisa diganti - ganti
2. Harga kamera relatif lebih murah dibanding kamera prosumer dan dslr
3. Kamera ini hanya bisa mode auto, yang tidak bisa diatur manual seperti prosumer dan dslr.
4. Cocok untuk dokumentasi, foto-foto keluarga yang tidak memperdulikan kualitas fotografi.
5. Seiring waktu kamera ini telah tergantikan oleh adanya kamera saku.
6. Estimasi biaya yang harus dikeluarkan untuk kamera ini Rp.500.000 - Rp. 1.500.000

2. Kamera Prosumer / Superzoom


Apakah anda tipe orang yang ingin membeli kamera dslr tapi budget yang tidak bersahabat? Kamera Prosumer jawabannya ! Kamera ini merupakan kamera semi-slr atau peralihan antara kamera pocket dengan kamera DSLR. Berikut hal - hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli kamera prosumer :
1. Kamera prosumer memiliki lensa yang tidak bisa diganti
2. Kamera ini memiliki optikal zoom yang biasanya cukup jauh, antara 20-50 kali. Cocok untuk pengguna kamera yang menginginkan zoom yang sangat jauh.
3. Seperti sebutannya kamera ini merupakan kamera yang bisa disetting manual, seperti PSAM dan berbagai setting lainnya yang hampir menyamai dslr.
4. Harga kamera ini menengah keatas untuk kualitas kamera yang bagus.
5. Body kamera ini sudah menyerupai DSLR.
6. Kamera ini tidak memiliki shutter count ( batas jumlah jepretan )
7. Ada yang memiliki Viewfinder ada yang tidak
8. Menggunakan biasanya baterai AA 4 biji atau baterai Lithium - Ion
9. Cocok bagi pengguna yang ingin belajar fotografi.
10. Estimasi biaya yang harus dikeluarkan untuk kamera ini Rp.1.500.000 - Rp. 5.000.000

3. Kamera DSLR ( Digital Single Lens Reflex )


Apakah anda tipe orang yang professional dibidang fotografi atau pemula yang ingin mendalami fotografi layaknya fotografer professional? Kamera DSLR adalah jawaban dari keinginan anda. Namun banyak pertimbangan yang harus anda perhatikan sebelum membeli kamera dengan jenis ini :
1. Kamera ini bukan kamera yang dapat dibeli dengan harga murah, dan kualitas nya pun juga ga murahan, jadinya kamera ini merupakan kamera professional yang tidak ditujukan bagi mereka yang cuman iseng / pengen gengsi aja.
2. Kamera ini merupakan kamera high - end di tipe nya tapi dapat dibedakan menjadi beberapa level di kelasnya.
3. Membeli kamera ini karena anda ingin menjadi professional atau karena hobi foto - foto? Jika sekedar hobi fotografi, atau suka motret aja tanpa menjadikan fotografi sebagai tumpuan hidup, maka perlu dipertimbangkan lagi apakah perlu membeli kamera DSLR.
4. Cara merawat kamera ini juga ga seenaknya saja, kamera ini sensitif sekali, tentunya memerlukan perawatan yang intensif juga.
5. Harga. harga kamera ini juga bukan harga kamera biasa seperti pocket dan prosumer, yang saya ketahui dari google, harga kamera / hanya aksesorisnya saja bisa mencapai 60 juta.
6. Kamera ini memiliki batas jepretan maksimal / disebut shutter count. Jika kamera mencapai batasnya maka shutter nya harus diganti atau direset agar bisa digunakan lagi, dan itu butuh biaya.

Namun :

7. Kamera ini dapat memberikan kualitas foto yang mengagumkan, kamera manapun dibawahnya tidak akan bisa menyamai nya meski kualitas MP nya lebih tinggi dari kamera DSLR.
8. Merupakan kamera sistem, artinya komponennya tersusun dan dapat dipisah. Artinya dapat diganti Lensanya, dan komponen lainnya.
9. Kamera ini memiliki semua setting manual yang tidak dimiliki kamera bawahnya. Sehingga bagi anda yang hobi fotografi / profesi sebagai fotografer bisa mensetting sendiri kamera anda dari kekuatan lensa, ISO, Av, Tv dan sebagainya.
10. Memiliki sensor paling besar diantara kamera dibawahnya. Sensor yang besar adalah kemampuan untuk menangkap gambar di kamera.
11. Kecepatan pengambilan gambar nya tinggi.
12. Memiliki Image Stabilization yang sangat baik.
13. Fiturnya sangat lengkap.
14. Memiliki banyak ukuran dan model.
15.  Estimasi biaya yang harus dikeluarkan untuk kamera ini Rp.3.500.000 - ( belum bisa dipastikan)

Jadi diatas mungkin kira kira sedikit pengetahuan tentang kamera yang saya dapat selama belajar dari internet, mungkin dapat membantu anda dalam menentukan pilihan kamera mana yang akan menjadi pendamping anda dalam melakukan pemotretan.

Selamat memutuskan dan jangan pernah menyesal setelah membeli :)

Tulisan ini original oleh Galang Nur Aji Pamungkas