Tampilkan postingan dengan label Fisika Menjawab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fisika Menjawab. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Oktober 2013

Molekul dari benda padat biasanya saling mengikat dengan rapat, karena itu umumnya sinar tidak dapat menembus benda padat. Pada cairan dan gas, molekul-molekul bergerak bebas dan memiliki banyak ruang kosong diantara molekulnya. Itulah sebabnya sinar dengan mudah menembus material seperti gas dan air. Gelas dibuat dengan cara melebur pasir dan mendinginkannya kembali. Bahan yang terbentuk akhirnya menjadi padat dan kaku, tetapi masih memiliki molekul yang bebas bergerak seperti sifat molekul pada cairan, sehingga ruang kosong diantara molekul gelas tersebut bisa dilewati oleh cahaya, walaupun gelas adalah benda padat.

Minggu, 20 Oktober 2013


http://masmoi.files.wordpress.com/2010/04/pelangi2.jpg
Pelangi terbentuk karena pembiasan sinar matahari oleh tetesan air yang ada di atmosfir. Ketika sinar matahari melalui tetesan air, cahaya tersebut dibengkokkan sedemikian rupa sehingga membuat warna-warna yang ada pada cahaya tersebut terpisah. Tiap warna dibelokkan pada sudut yang berbeda, dan warna merah adalah warna yang paling terakhir dibengkokkan, sedangkan ungu adalah yang paling pertama. Fenomena ini yang kita lihat sebagai pelangi.

Sumber

Jumat, 18 Oktober 2013


Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia. 

Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah gas terbanyak kedua. Ia timbul dari berbagai proses alami seperti: letusan vulkanik; pernapasan hewan dan manusia (yang menghirup oksigen dan menghembuskan karbondioksida); dan pembakaran material organik (seperti tumbuhan). 

Karbondioksida dapat berkurang karena terserap oleh lautan dan diserap tanaman untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Fotosintesis memecah karbondioksida dan melepaskan oksigen ke atmosfer serta mengambil atom karbonnya.

Minggu, 31 Maret 2013

Pernahkah kamu bermain komedi putar?, naik kuda-kudaan yang berputar misalnya. Ketika kamu sendang berputar, kamu merasakan putaran itu dengan melihat seseorang temanmu yang menunggu di salah satu sisi. Sementara jika komedi putar itu ditutup dengan tabung dan tidak ada yang bisa membuktikan kamu berputar, mungkin kamu tidak akan merasakan putaran itu, karena kamu melihat orang lain yang juga naik kuda-kudaan di sekelilingmu tetap pada posisinya.

Sama halnya dengan bumi. Dibandingkan kecepatan bumi berputar dengan komidi putar, bumi berputar sangat lambat. Bumi membutuhkan � 24 jam untuk sampai pada putaran penuh. Sementara bumi berputar, pohon, bangunan, orang, dan semua benda yang ada di bumi tetap pada posisinya, sehingga kita tidak merasakan putaran itu. Salahsatu bukti kuat yang bisa menyatakan kita berputar adalah Matahari. Matahari yang kita lihat sampai kembali ke posisi kita lihat, membuktikan bahwa kita sedang berputar.

Lantas apa yang menyebabkan bumi bisa berputar?
Jawaban dari pertanyaan ini masih merupakan perdebatan oleh para peneliti. tapi penjelasan umum yang paling simpel, mengacu kepada teori Big Bang (awal terjadinya tata surya).

Jauh sebelum tata surya terbentuk, angkasa merupakan kumpulan dari debu (cosmic dust). Setelah terjadi Big-Bang, debu-debu ini kemudian membentuk sistem tata surya. Namun, sebelum sistem itu menjadi rapih seperti yang telah kita ketahui sekarang, dalam angkasa banyak materi yang bertebaran. Para peneliti percaya, bumi kita telah ditabrak suatu objek yang besar, mungkin sebesar Mars. Tabrakan dari objek ini menyebabkan bumi itu memiliki rotasi, menyebabkan bumi memiliki sudut kemiringan 23.5� dan juga membentuk Bulan. Para peneliti juga percaya kalau dahulu kala ketika bumi baru jadi, ia memiliki waktu rotasi hanya 6 Jam. Karena angkasa merupakan ruangan yang hampa, maka putaran yang dialami bumi tidak akan bisa dihentikan sekalipun oleh gempa.

Gempa besar yang terjadi di bumi bisa merubah derajat dari rotasinya. Mengapa demikian? Anggaplah kamu sedang bemain gasing. gasing itu tetap pada sumbunya (pada posisi tegak) dikarenakan beratnya sudah proporsional (sudah pas). Coba kamu berikan penambahan berat yang cukup disalahsatu bagian dari gasing tersebut. mungkin putarannya tidak murni tegak. Sama halnya dengan bumi, ketika terjadi gempa, terjadilah perpindahan ukuran berat (massa) dari bumi menyebabkan kemiringan derajat bumi berubah.

Sudut kemiringan bumi bermanfaat menjaga suhu di kutub selatan bumi tetap pada suhunya. karena dengan kemiringan sudut bumi yang sekitar 23.5�, kutub selatan bumi hanya 6 bulan sekali mendapatkan sinar matahari. Kenapa bisa begitu? Lihat gambar diatas, Pada cakupan 0� matahari tidak pernah tenggelam, pada cakupan 66.5� waktu siang lebih lama dari malam. pada sudut 90� malam dan siang mendapatkan waktu yang sama, dan sebaliknya. Saat matahari nampak di kutub selatan, saat itulah hari yang pas dari kutub selatan menghadap matahari dalam bumi menelilingi matahari dalam kurun 365 hari (lihat gambar dengan melihat kebalikannya).
 

Sabtu, 30 Maret 2013

Bulan adalah sama seperti Bumi, dalam artian bagian Bulan hanya setengah yang mendapatkan cahaya matahari. Dengan kata lain, bulan memiliki sisi siang dan sisi malam, sama seperti bumi. Dari sudut pandang kita dari bumi, kita melihat berbagai fase perubahan penampakan bulan setiap malamnya.

Bulan mengorbit atau mengelilingi bumi setiap 29 � hari waktu Bumi. Pada setiap waktu, setengah dari Bulan diterangi oleh Matahari. Sisi lain dari Bulan menghadap membelakangi Matahari dan berada dalam kegelapan. Selama Bulan meng-orbit di sekitar Bumi, kita dapat melihat lebih banyak pada sisi terangnya. Perlahan-lahan penampakan bulanmengalami perubahan. Perubahan ini disebut dengan fase Bulan. Fase bulan terjadi karena akibat perubahan sudut dari garis yang menghubungkan Matahari-Bumi-Bulan sewaktu Bulan mengorbit Bumi.

Bulan memiliki banyak fase, yang umum kita ketahui diantaranya, Bulan baru, sabit, dan purnama. Selama sebulan kita melihat perubahan bulan dari bulan sabit ke purnama dan begitu seterusnya. Perubahan dalam bentuk dan ukuran ini adalah diakibatkan oleh kondisi pencahayaan yang berbeda. Jumlah yang berbeda dari sinar matahari, tercermin oleh matahari ke bumi. Karena bulan terus berputar mengelilingi bumi, maka dari itu munculah bentuk yang berbeda.

Ketika bulan berada di antara matahari dan bumi, bulan tidak memantulkan cahaya matahari, sehingga sisi bumi yang mengalami malam hari tidak dapat melihat munculnya bulan itu. Hal ini disebabkan karena sisi bulan yang terkena sinar matahari adalah hanya bagian yang menghadap matahari dan posisi bulan yang membelakangi sisi gelap bumi. Fase ini disebut dengan Bulan Baru.

Satu hari setelah bulan baru, sepotong cahaya yang tipis dapat dilihat, fase ini dikenal dalam kalangan umat Islam dengan sebutan datangnya Hilal. Semakin hari, semakin banyak sisi bulan yang diterangi matahari terlihat. Setelah tujuh hari, kita melihat setengah dari bulan purnama. Ini merupakan setengah lingkaran yang terkena sinar matahari dan terlihat dari bumi. Hal ini disebut kuartal pertama. Tujuh hari setelah kuartal pertama, bulan bergerak ke tempat di antara Bumi dan Matahari berada. Fase ini adalah bulan purnama. Tujuh hari setelah bulan purnama, kita melihat setengah bulan purnama sekali lagi. Ini dikenal sebagai kuartal terakhir atau ketiga. Setelah satu minggu lagi, bulan kembali ke fase bulan baru.
 
Karena adanya rotasi Bumi yang miring pada sudut 23,5 derajat, maka akan ada perubahan posisi bulan dari terbit sampai terbenam sama seperti matahari. Karena orbit Bulan mengelilingi Bumi, waktu pergerakan bulan terbit dan terbenam akan bergerak relatif terhadap matahari terbit dan terbenam. Namun, dikarenakan orbit bulan tidaklah murni lurus seperti bumi mengorbit matahari, orbit bulan yang miring sebesar 5 derajat menyebabkan kita bisa melihat bulan terbit di posisi yang berbeda.

Jumat, 29 Maret 2013

 

Kalian semua pasti sudah tahu kan, kalau Pluto sekarang sudah tidak menjadi bagian dari planet di tata surya kita ini. Tapi apakah kalian juga tahu, mulai kapan keputusan tersebut diambil dan apa yang menjadi pertimbangannya? Nah jika kalian belum tahu, berikut ini penjelasannya. 

Mulai 24 Agustus 2006 jangan pernah terpeleset mengucapkan Planet Pluto lagi. Karena sejak hari itu, Pluto sudah diputuskan tidak lagi berhak menyandang predikat sebagai planet. Sidang Umum Himpunan Astronomi Internasional (International Astronomical Union/IAU) Ke-26 di Praha, Republik Ceko, menghasilkan keputusan bersejarah dalam dunia astronomi dengan mengeluarkan Pluto dari daftar planet-planet di Tata Surya kita. Mulai sekarang, anggota Tata Surya hanya terdiri dari delapan planet, yakni Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Keputusan mengeluarkan Pluto yang sudah menjadi anggota Keluarga Planet Tata Surya selama 76 tahun merupakan konsekuensi ditetapkannya definisi baru tentang planet. Resolusi 5A Sidang Umum IAU Ke-26 berisi definisi baru itu. 

Dalam resolusi tersebut dinyatakan, sebuah benda langit bisa disebut planet apabila memenuhi tiga syarat : 
  1. Mengorbit Matahari.
  2. Berukuran cukup besar sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat.
  3. Memiliki jalur orbit yang jelas dan bersih (tidak ada benda langit lain di orbit tersebut.
Definisi tersebut adalah definisi universal pertama tentang planet sejak istilah planet dikenal di kalangan astronom, bahkan sebelum era Nicolaus Copernicus yang tahun 1543 membuktikan Bumi adalah salah satu planet yang berputar mengelilingi Matahari. Dengan definisi baru tersebut, Pluto tidak berhak menyandang nama planet karena tidak memenuhi syarat yang ketiga. Orbit Pluto memotong orbit planet Neptunus sehingga dalam perjalanannya mengelilingi Matahari, Pluto kadang berada lebih dekat dengan Matahari dibandingkan Neptunus.

Kamis, 28 Maret 2013

 

Pada zaman dahulu, sebagaimana teori emanasi yang dikemukakan Plato, orang beranggapan bahwa mata manusia merupakan sumber cahaya dan cahaya yang dipancarkan tersebut berfungsi seperti serabut peraba. Bila serabut peraba itu mengenai suatu benda, maka akan nampaklah benda itu dalam penglihatan manusia. 

Namun, beberapa abad kemudian anggapan orang tersebut terpatahkan oleh pertanyaan Aristoteles: Bila mata manusia memiliki serabut peraba, mengapa manusia tidak dapat melihat suatu benda di tempat yang gelap? Berawal dari pertanyaan tersebut, muncul pemikiran baru bahwa manusia bisa melihat bukan hanya karena memiliki mata, namun juga karena adanya dukungan cahaya. Namun ternyata, pemikiran baru tersebut juga tidak sepenuhnya benar. Faktanya, ada banyak juga orang yang memiliki mata dan berada di tempat yang terang, namun tidak dapat melihat benda - benda di sekelilingnya. 

Pada masa kini, para ahli berpendapat bahwa ada 3 syarat yang harus terpenuhi agar orang dapat melihat suatu benda, yaitu: 
  1. Cahaya yang dipancarkan oleh benda yang menjadi obyek penglihatan manusia itu harus dapat memasuki bolamata. 
  2. Sistem optis bolamata harus cukup kejernihannya dan mampu memfokuskan cahaya tepat pada retina.
  3. Sel-sel conus (Reseptor) retina harus mampu mengubah rangsangan cahaya menjadi impul syaraf dan meneruskanya ke otak untuk diolah menjadi sensasi penglihatan. Karena pada hakekatnya penglihatan itu terjadi bukan di bolamata, melainkan diotak. 
Jadi, bukan mata yang memancarkan cahaya, namun benda lah yang memancarkan cahaya (menjadi sumber cahaya) sehingga dapat dilihat oleh manusia. Suatu benda disebut sebagai sumber cahaya primer jika cahaya yang dipancarkannya dibangkitkan oleh benda itu sendiri. Namun, jika cahaya yang dipancarkan oleh benda tersebut merupakan pantulan dari sumber cahaya lain, maka benda tersebut dianggap sebagai sumber cahaya sekunder. Bila benda yang menjadi obyek penglihatan manusia itu letaknya jauh dari bolamata, maka cahaya yang dipancarkannya dianggap datangnya sejajar. Sebaliknya, bila benda yang menjadi obyek penglihatan manusia itu letaknya dekat dengan bola mata, maka cahaya yang dipancarkannya dianggap datangnya menyebar. 

Sistem optis dalam bola mata terdiri dari empat komponen, yang bila diurutkan dari posisi terdepan yaitu : kornea, humor aqueus, lensa kristalin, dan vitreous humor. Keempat komponen itulah yang disebut sebagai media refrakta atau media pembias. 

Kornea merupakan suatu jaringan yang transparan dan, pada kondisi normal, tidak berpembuluh darah. Ujung jari kita dapat menyentuhnya. Luas daerah kornea ini kira - kira sedikit lebih besar dari area lingkaran berwarna coklat (pada kebanyakan orang Asia, dan biru pada orang Eropa). Di area itulah lensa kontak menempel. Kornea mempunyai daya bias 36 s/d 50 dioptri. 

Humor Aqueus merupakan cairan bening yang mengisi bilik mata depan (suatu ruang yang berada di antara kornea dan iris), dan bilik mata belakang (ruang yang berada diantara iris dan lensa kristalin). Lensa kristalin, adalah jaringan yang bersifat sebagaimana kornea, transparan dan tak berpembuluh darah. Bentuknya kira - kira seperti kue apam, dan berdaya bias 19,11 s/d 33,06 dioptri. 

Vitreous humor adalah jaringan seperti agar - agar bening yang mengisi sebagian besar bolamata. Bagian depan dibatasi oleh lensa kristalin, belakang oleh retina.

Cahaya yang dipancarkan oleh suatu benda, masuk ke bola mata dan dibiaskan oleh keempat komponen media refrakta tersebut hingga terfokus tepat di retina dan membentuk bayangan mini dan terbalik dari benda tersebut. Mirip seperti yang terjadi di dalam kamera pada saat digunakan untuk mengambil gambar. 

Rabu, 27 Maret 2013


Semua orang mengetahui kalau logam baja itu berat sekali. 1 m3 logam baja bisa memiliki massa sebesar 7750 kg. Bandingkan dengan air yang hanya memiliki massa sekitar 1000 kg setiap meter kubiknya. Jadi secara logika, harusnya logam baja tenggelam di air. Tapi kenapa kapal laut dari logam baja dapat mengapung di air? Pada kasus ini berlaku hukum Archimedes, Setiap benda yang terendam sebagian ataupun seluruhnya di dalam cairan (dalam hal ini air) akan mengalami gaya apung setara dengan berat benda yang dipindahkan oleh benda tersebut. Apa yang terjadi dengan logam baja jika dimasukkan ke dalam air? 

Tenggelam
Dalam ilustrasi, kita lihat logam baja dengan volume 1 m3 tenggelam sepenuhnya di dalam air. Dapat dilihat pula jika logam baja mengalami 2 gaya. Satu gaya gravitasi yang menarik massa logam baja ke bawah. Gaya ini setara dengan massa logam baja yaitu 7750 kg. Gaya lainnya adalah gaya apung ke atas yang besarnya setara dengan massa air yang sekarang ditempati oleh logam baja, yaitu sebesar 1000 kg. Air yang ditempati oleh logam baja adalah sebesar 1 m3 (sama dengan volume logam baja yang terendam air) sedangkan di atas sudah disebut jika 1 m3 air memiliki massa 1000 kg. Karena gaya kebawah lebih besar dari gaya ke atas, maka logam baja tenggelam. 

Melayang 
Sekarang misalkan kita isi 87,1% bagian logam baja dengan udara, karena sekarang bagian dalam logam baja hanya berisi udara, maka artinya massanya menyusut menjadi tinggal 12,9% saja dari massa awal yang sebesar 7750 kg. Massa yang tersisa sekarang hanya 1000 kg. Akibatnya sekarang gaya ke bawah sebesar massa logam baja menjadi sama dengan gaya apung sehingga logam baja sekarang melayang di dalam air. 

Terapung
Jika kali ini kita isi bagian logam baja dengan 95% udara, maka yang terjadi adalah seperti ini Selama logam baja berada di dalam air, ia akan tetap mengalami gaya apung sebesar 1000 kg. Karena gaya apung sekarang lebih besar dari massa logam baja, maka logam baja mulai mengapung. Saat misalnya 50% bagian logam baja mulai keluar dari air, maka gaya apung pun berkurang menjadi sebesar 500 kg. Namun gaya apung ini tetap lebih besar dari massa logam baja sehingga logam baja tetap dalam proses mengapung. Saat massa air yang dipindahkan menjadi sama dengan massa logam baja sebesar 387,5 kg, maka sekarang logam baja dalam keseimbangan antara daya apung dengan massa logam baja itu sendiri. 

Pada kasus pertama, logam baja tenggelam karena massa jenisnya (7750g/m3) jauh lebih berat dari massa jenis air yang 1000 kg/m3. Pada kasus kedua, logam baja melayang karena massa jenisnya sekarang sama dengan air. Pada kasus ketiga, logam baja mengapung karena massa jenisnya (387,5 kg/m3) lebih kecil dari massa jenis air. 

Selasa, 26 Maret 2013

Pesawat bisa terbang karena ada momentum dari dorongan horizontal mesin pesawat (engine), kemudian dorongan engine tersebut akan menimbulkan perbedaan kecepatan aliran udara dibawah dan diatas sayap pesawat. Kecepatan udara diatas sayap akan lebih besar dari dibawah sayap di karenakan jarak tempuh lapisan udara yang mengalir di atas sayap lebih besar dari pada jarak tempuh di bawah sayap, waktu tempuh lapisan udara yang melalui atas sayap dan di bawah sayap adalah sama . Menurut hukum Bernoully , kecepatan udara besar menimbulkan tekanan udara yang kecil . sehingga tekanan udara di bawah sayap menjadi lebih besar dari sayap pesawat bagian atas. Sehingga akan timbul gaya angkat (lift) yang menjadikan pesawat itu bisa terbang.

Pesawat terbang dapat terangkat ke udara karena kelajuan udara yang melalui sayap pesawat tersebut, berbeda dengan roket yang terangkat ke atas karena aksi-reaksi antara gas yang disemburkan roket dengan roket itu sendiri. Roket menyemburkan gas ke belakang (ke bawah), sebagai reaksinya gas mendorong roket ke atas. Jadi roket tetap dapat terangkat ke atas meskipun tidak ada udara, pesawat terbang tidak dapat terangkat jika tidak ada udara. Penampang sayap pesawat terbang mempunyai bagian belakang yang lebih tajam dari pada bagian depan, dan sisi bagian atas yang lebih melengkung dari pada sisi bagian bawahnya. Gambar di bawah adalah bentuk penampang sayap yang disebut dengan aerofoil. 


Garis arus pada sisi bagaian atas lebih rapat daripada sisi bagian bawahnya, yang berarti laju aliran udara pada sisi bagian atas pesawat (v2) lebih besar daripada sisi bagian bawah sayap (v1). Sesuai dengan asas Bernoulli
Tekanan pada sisi bagian atas pesawat (p2) lebih kecil daripada sisi bagian bawah pesawat (p1) karena laju udara lebih besar. Beda tekanan p1 � p2 menghasilkan gaya angkat sebesar: F1-F2 = (p1-p2)A , dengan A merupakan luas penampang total sayap.

Pesawat dapat terangkat keatas jika gaya angkat lebih besar daripada berat pesawat, jadi apakah suatu pesawat dapat atau tidak tergantung pada berat pesawat, kelajuan pesawat dan ukuran sayapnya. Makin besar kecepatan pesawat, makin besar kecepatan udara dan ini berarti bertambah besar sehingga gaya angkat (F1-F2 > mg), Jika pesawat telah berada pada ketinggian tertentu dan pilot ingin mempertahankan ketinggiannya (melayang di udara), maka kelajuan pesawat harus diatur sedemikian rupa sehingga gaya angkat sama dengan berat pesawat (F1-F2 = mg). 

Jumat, 22 Maret 2013


Mengapa langit berwarna biru pada siang hari dan merah-kuning pada sore hari, sedangkan warna matahari kadang terlihat putih, kuning, dan merah pada waktu waktu yang berbeda? Saat mempelajari ilmu fisika yang begitu luas, terutama fisika optik, jawabannya saya temukan dalam teori hamburan, khususnya hamburan elastis oleh partikel yang memiliki diameter dibawah satu persepuluh dari panjang gelombang penghamburnya (matahari). Fenomena hamburan elastis ini dikenal dalam dunia fisika dengan jargon Hamburan Rayleigh. Penjelasan singkatnya:

1. Matahari memancarkan gelombang elektromagnetik dalam semua spektrum cahaya tampak, mulai dari mejikuhibiniu yakni merah hingga ungu (dan non visibel semacam UV dan IR dll.) dengan spektum maksimal di ranah panjang gelombang biru.

2. Karena matahari memancarkan semua spektrum cahaya tampak jika tidak ada partikel penghambur, warna matahari akan tampak putih (gabungan semua warna). Ini sebabnya astronot di luar angkasa melihat matahari berwarna putih (Tidak semua bintang berwarna putih, tergantung temperaturnya) dan ruang angkasa didominasi warna hitam.

3. Saat cahaya putih ini memasuki atmosfer bumi ia akan dihamburkan secara elastis oleh partikel nitrogen dan oksigen di atmosfer. Elastis artinya tidak ada perubahan penjang gelombang yang datang dengan yang dihamburkan (energi tetap). Karena diameter partikel penghambur ini lebih kecil dari sepersepuluh panjang gelombang matahari, proses fisika yang terjadi adalah hamburan Rayleigh

4. Menurut teori hamburan Rayleigh, intensitas hamburan berbanding terbalik dengan panjang gelombang pangkat empat penghamburnya (matahari), artinya semakin kecil panjang gelombang semakin besar intensitas hamburannya. Karena panjang gelombang biru dan violet lebih kecil dari warna lainnya dan karena spektrum matahari maksimal di panjang gelombang biru maka dari semua rentang visibel yang dihamburkan oleh atmosfer kita akan melihat campuran yang paling dominan yakni banyak sekali biru plus violet plus sedikit warna warna lainnya yang kemudian tampak sebagai biru cerah.

5. Warna matahari di siang hari sering terlihat kuning, ini disebabkan kita melihat spektrum putih matahari yang sudah melewati partikel penghambur dengan banyak hamburan di warna biru dan violet sehingga warna matahari yang terlihat bukan putih tetapi kekuningan (putih minus biru-violet).

6. Pada jarak dekat (misalnya vertikal dengan matahari) warna matahari akan tampak lebih putih, ini disebabkan cahaya matahari yang mengenai mata kita tidak banyak melewati partikel penghambur sehingga masih mengandung campuran semua warna (putih).

7. Pada saat kabut partikel gas atau debu di udara (diameter lebih dari sepersepuluh panjang gelombang sehingga bukan hamburan elastis) menyerap dan memblokir warna dominan biru yang dihamburkan oleh nitrogen dan oksigen sehingga di beberapa tempat hamburan biru tidak sampai ke mata kita.

8. Awan terlihat putih karena partikel uap air memiliki diameter diatas sepersepuluh panjang gelombang matahari sehingga yang terjadi adalah hamburan yang tidak bergantung secara dominan pada panjang gelombang. Dalam fisika ini dikenal sebagai teori hamburan Mie, sehingga ketika partikel awan terkena sinar putih matahari ia akan menghamburkannya dalam warna putih sehingga tampak putih oleh pengamat.

9. Pada sore hari matahari berada didekat horizon sehingga jarak tempuh ke pengamat lebih jauh. Semakin jauh jarak tempuh maka semakin banyak panjang gelombang biru, violet yang dihamburkan (seperti ketimun yang dipotong miring), dan warna hijau dan merah yang sebelumnya sedikit dihamburkan kini mulai signifikan.

10. Pada sore hari warna matahari akan terlihat merah atau oranye karena cahaya matahari yang sampai ke mata kita kini sudah dikurangi panjag gelombang biru, violet, dan hijau, plus bisa juga sedikit oranye sehingga awalnya tampak oranye, dan kemudian merah di mata pengamat.

11. Warna langit kuning kemerahan di sore hari karena keberadaan molekul debu dan partikel kecil disekitar matahari yang memantulkan cahaya matahari. Saat cahaya ini menempuh jalan menuju mata kita, panjang gelombang pendek (biru dan violet) dihamburkan keluar sehingga yang sampai adalah panjang gelombang yang lebih panjang yakni ada yang merah, oranye, dan kuning bercampur baur membentuk sunset beauty.

Sumber

Kamis, 21 Maret 2013


Tahukah anda, mengapa bentuk pelangi melengkung ? Mengapa bentuknya tidak bulat / persegi atau bentuk yang lainnya ? Mari kita ulas sedikit tantang terbentuknya pelangi yang indah itu. Pelangi merupakan salah satu pemandangan indah yang jarang kita lihat. Jika dilihat, bentuk pelangi seperti busur di langit biru yang muncul karena pembiasan dari sinar matahari ketika hujan kira-kira di mana ya pelangi bisa terlihat? Biasanya pelangi bisa dilihat di daerah pegunungan atau ketika mendung atau ketika hujan baru berhenti turun atau juga bisa kita liat di air terjun. 

Pelangi merupakan satu-satunya gelombang elektromagnetik yang dapat kita lihat. Ia terdiri dari beberapa spektrum warna. Apakah Anda bisa menyebutkan warna apa sajakah yang bisa kita lihat pada pelangi tersebut? dan sebenarnya ada warna-warna lain yang tidak dapat kita lihat langsung dengan mata. Warna merah memiliki panjang gelombang paling besar, sedangkan violet memiliki panjang gelombang terkecil. Bagaimana pelangi terbentuk ? Coba kita amati ketika sinar matahari mengenai cermin siku-siku atau tepi prisma gelas, atau permukaan buih sabun, kita melihat berbagai warna dalam cahaya. 

Apa yang terjadi adalah cahaya putih dibiaskan menjadi berbagai panjang gelombang cahaya yang terlihat oleh mata kita sebagai merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu. Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebut �spektrum�. Di dalam spektrum, garis merah selalu berada pada salah satu ujung dan biru serta ungu disisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang. Ketika kita melihat pelangi, sama saja dengan ketika kita melihat spektrum. Bahkan, pelangi adalah spektrum melengkung besar yang disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari. 

Setelah kita membahas tentang apa itu pelangi dan bagaimana terbentuknya, sekarang mari kita ulas tentang mengapa pelangi berbentuk melengkung. Ternyata untuk melihat pelangi yang indah terdapat berbagai syarat. Syarat pertama ialah kita harus membelakangi sumber cahaya saat melihat pelangi. Dalam hal ini, sumber cahaya yang dimaksud ialah matahari. Syarat kedua ini adalah penyebab mengapa pelangi melengkung yaitu kita harus melihat pelangi dari sudut sekitar 40 derajat selain dari sudut ini pelangi tidak akan terlihat dengan baik. Oleh karena itu, pelangi terlihat melengkung di langit luas. Jadi dengan kata lain bentuk pelangi yang melengkung itu bukan semata-mata karena memang dia tercipta melengkung. Namun, karena sudut padang kita dan kemampuan bola mata kita lah yang membuatnya terlihat berbentuk melengkung.

Sabtu, 09 Februari 2013


Pernahkah kalian melihat burung yang sedang hinggap di atas kabel listrik? Pernahkah kalian berfikir, mengapa burung-burung tersebut tidak kesetrum walaupun kaki-kakinya menyentuh kebel bertegangan tinggi? Bukan hanya burung, tupai pun tidak kesetrum walaupun bolak-balik melewati kabel bertegangan tinggi. Hmmm..kira-kira apa ya, yang membuat burung dan tupai itu bisa kebal terhadap aliran listrik tersebut? Yuk kita cari tahu. 

Sesuatu dapat terkena sengatan listrik apabila terjadi perbedaan tegangan. Sebagaimana air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, arus listrik mengalir dari tegangan tinggi ke tegangan rendah yang akan menimbulkan tegangan listrik. Bumi atau tanah memiliki tegangan rendah. Hal ini menyebabkan listrik selalu mengalir ke bumi dari sumber tegangan melalui konektor (konduktor). Jika kita kesetrum, itu berarti terjadi kontak antara tubuh kita sebagai konektor (konduktor) dengan sumber tegangan yang cukup tinggi sehingga menimbulkan arus melalui otot atau rambut kita. Jika ada sesuatu yang memberi jalan antara kabel listrik dan tanah (misalnya tubuh kita), maka listrik akan mengalir melewatinya. 

Pada saat burung hinggap di atas kabel listrik, mereka tidak akan kesetrum karena burung tersebut hanya hinggap pada sebuah kabel dan tidak menyebabkan terjadinya perubahan pada tegangan listrik pada kabel tersebut. Kaki mereka tidak menyentuh kabel netral atau ground(tanah). Jadi tidak ada aliran listrik melewati tubuh burung sehingga burung tidak akan kesetrum. Jika kita menyentuh kabel listrik seperti burung yang mencengkeram kabel, maka kita juga tidak akan tersetrum tentunya asalkan kaki kita tidak menyentuh tanah atau menggunakan alas kaki yang merupakan isolator (plastik, sandal karet, dan lain-lain).