Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 April 2018

Ketika mendengar kata “Filsafat”, apa yang ada dibenak kebanyakan orang adalah terlihat sosok tua bangka yang hidupnya berantakan lantaran si tua bangka itu terlalu banyak merenungkan hal-hal yang tidak perlu direnungkan. Kita akan dihantui oleh rasa mengerikan dan wasting time ketika “mempelajari” filsafat. Bahkan ada pelarangan untuk mempelajari filsafat karena bisa menjadi gila jika otak tidak kuat.

Dan untuk apa kita mengambil resiko yang menakutkan ini kalau sekedar mempelajari sesuatu yang abstrak, yang jauh pada kehidupan sehari-hari. Untuk para robot-robot organik, filsafat tidaklah penting.. mending kerja, cari uang, biar kaya, hidup enak. Ya, itu prinsip robot organik. Padahal sebenarnya, setiap filsafat justru membawa kita kedalam kehidupan penuh makna dan setiap waktu perenungan adalah waktu yang penuh manfaat. Karena hal-hal yang dipertanyakan dalam filsafat adalah hal yang radix dan comprehensive yaitu mendasar dan menyeluruh mengenai hal ihwal permasalahan manusia baik semasa hidup maupun life after life.

Ketika beberapa pertanyaan diajukan, seperti “Bagaimana dunia tercipta?”, “Apakah makna dari terciptanya dunia?”, “Adakah kehidupan setelah kematian?”, “Siapakah aku?”, kita sudah mengajukan pertanyaan-pertanyaa­n filosofis dan inilah langkah pertama sekaligus merupakan
cara yang terbaik dalam mendekati filsafat.

Filsafat lahir dari rasa keingintahuan manusia. Dan apakah bisa rasa ini dihilangkan atau dieliminate begitu saja? Jika kita membunuh rasa keingintahuan, maka kita akan merasa puas dan keenakan dengan hidup yang penuh misteri, terjebak dalam zona nyaman. Kita akan menganggap biasa saja ketika dunia yang indah ini beraksi, kita akan menganggap hidup ini sebagai hal yang biasa saja dan tidak lagi merasa heran jika muncul hal-hal baru di jagad raya ini. Karena kita sudah punya jawaban yang menurut kita sudah menjawab, ya, biasanya kita akan menjawab "Tuhan". Pada kenyataannya, "Tuhan" hanyalah kata lain atau kalimat metaforis dari "tidak tau", atau ketidaktauan.

Tidak hanya itu saja. Ketika rasa keingintahuan seseorang dibunuh, itu sama halnya juga membunuh kekreatifitasan diri. Matinya kreatifitas diri akan membat seseorang nampak monoton seperti robot yang diprogram untuk hanya hidup menjalankan rutinitas harian. Seperti kutipan milik Mas Jerinx (personil band SID) ini, "Lahir, sekolah, bekerja, berkeluarga lalu mati" - pilihlah ritme hidup yang aman, maka niscaya dunia tak akan pernah membaik."

Mengapa filsafat sedemikian rupa masih dijunjung meski faedahnya tidak seberapa nampak? Karena sesungguhnya itulah Filsafat sebenarnya, “Keheranan, ketakjuban, keingintahuan”.

Berfilosofis adalah ingin tahu tentang kehidupan, tentang yang benar dan yang salah, tentang kebebasan, kebenaran, keindahan, ruang dan waktu, dan ribuan hal yang lainnya. Berfilosofis adalah mengeksplorasi kehidupan, yang maksudnya adalah memecah ketidakbebasan dengan mempertanyakan banyak hal. Mempertanyakan pertanyaan yang membingungkan atau bahkan menyakitkan sekalipun.

Filsafat laksana mitos. Seperti, once upon a time lives a tree, named Philosophy. Maksudnya adalah filsafat berasal dari pola
pikir mitologis. Mitos adalah sebuah cerita mengenai dewa-dewa untuk menjelaskan mengapa kehidupan berjalan seperti adanya, dewa-dewa tempat mengadukan segala macam pertanyaan-pertanyaa­n manusia yang dijawab oleh berbagai agama dan secara turun temurun jawaban ini diterapkan. Inilah mitos. Dan filsafat terlibat didalamnya.

Simply, tujuan filsuf dengan filsafatnya adalah untuk menemukan bukti-bukti alamiah dan bukannya berbau supernatural dalam berbagai macam proses alam. Kerja para filsuf ini tidaklah sendirian, karena mitos kemudian dipertanyakan bahkan cenderung diabaikan oleh para peminat sains. Karena akhirnya dijawab kalau awan-awan yang bermuatan positif dan negatif itulah yang menghasilkan gemuruh gelegar dan kilatan cahaya atau yang biasa disebut dengan petir, bukannya Tuhan yang sedang berburu setan.

Karena ulah mitos inilah maka para filsuf mulai giat untuk lebih memahami apa yang terjadi di sekitar mereka tanpa harus kembali pada mitos-mitos kuno itu. Mereka ingin memahami proses sesungguhnya dengan menelaah alam itu sendiri. Keinginan ini membuat filsuf mengambil langkah menuju penalaran ilmiah, yang dinamakan sains.

Sains inilah pedang yang menebas segala mitos yang beredar di masyarakat. Termasuk menebas kisah Tuhan berburu setan. Akan tetapi beda sekali antara filsuf dengan ilmuwan. Meski keduanya berada pada lingkup sains, akan tetapi filsuf bersikap lebih lunak terhadap mitos. Filsuf mempertanyakan kebenaran mitos (dalam arti masih membuka kemungkinan untuk mencari kebenaran didalamnya), sedangkan ilmuwan benar-benar menolak mitos dan mengatai mitos sebagai cerita bohong.

Dilihat dari kisah “munculnya” filsafat saja sudah sebegitu menarik. Jadi tidaklah mungkin kalau penerapan filsafat dalam kehidupan sehari-hari akan membuat kehidupan menjadi susah dan menakutkan. Bahkan, dipercaya bahwa erat kaitannya antara filsafat dengan kebermaknaan hidup.

Tentu sebuah kebijaksanaan tersendiri untuk memahami apa arti kehidupan. Apakah arti kematian?, mengapa kita hidup disaat kita tidak meminta untuk hidup dan mengapa kita mati disaat kita tidak menginginkan mati?

Fokus boleh hadir dan dirajut, tapi biarkan dulu semuanya keluar dengan jujur. Dan membiarkan diri kita menari-nari diatas pertanyaan-pertanyaa­n seputar Manusia, Tuhan dan Alam Semesta. Kita akan bertanya banyak hal, menjawab sedikit hal dan kemudian memunculkan banyak pertanyaan. Semuanya takkan pernah berhenti dan terus berputar, berotasi-evolusi. Percayalah! Misalkan menulis, menulis itu selalu to be continued. Meski diakhir tulisan tertera kata THE END / TAMAT atau berbagai macam simbol seperti *** atau ### atau * === *, dsb. tetap saja apa yang kita tulis itu to be continued.

Refferensi Artikel: https://www.facebook.com/groups/Ensiklopediabebas2/permalink/177703289587691/

Selasa, 24 Oktober 2017

Quotes berisi suatu pemikiran dan kata-kata bijak dari seseorang apalagi jika ditambahkan dengan bumbu-bumbu filsafat dan kali ini saya menyajikan beberapa quotes yang harapannya dapat membantu persahabatan, ikatan, maupun orang-orang yang melihat status/linimasa anda.

Berikut sajian-nya :

1. Tentang ikatan


2. Quotes tentang pentingnya kepercayaan dan ikatan.


Sekian dulu postingan kali ini, jika teman-teman berpendapat 2 quotes ini menarik dan bagus, maka saya akan mengupdate quotes lebih banyak lagi.

Selasa, 28 Januari 2014

Pengertian Filsafat adalah pelajaran tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah seperti aslinya, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.

Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat filasafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa penasaran dan ketertarikan. Filsafat juga bisa berarti perjalanan menuju sesuatu yang paling dalam, sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan sikap skeptis yang mempertanyakan segala hal.

Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli :
  1. Menurut Jujun S. Suriasumantri, filsafat adalah orang yang sedang tengadah memandang bintang-bintang di langit, dia ingin mengetahui hakekat dirinya dalam kesemestaan galaksi; atauorang yang berdiri di puncak bukit, memandang ke ngarai dan lembah di bawahnya, dia ingin menyimak kehadirannya dalam kesemestaan jagat raya.
  2. Menurut Harold H. Titus, Filsafat adalah pertanyaan seorang bocah yang menanyakan soal-soal luar biasa, seperti "bagaimana dunia ini bermula?", atau "benda-benda itu itu terbuat dari apa?", atau "apa yang terjadi pada seseorang jika ia mati?".
Pengertian Lain Tentang Filsafat
  1. Pengertian filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Definisi ini merupakan arti yang informal tentang filsafat atau kata-kata "mempunyai filsafat", misalnya ketika seseorang berkata: "Filsafat saya adalah...", ia menunjukkan sikapnya yang informal terhadap apa yang dibicarakan.
  2. Pengertian filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat dijunjung tinggi. Ini adalah arti yang formal dari "berfilsafat". Dua arti filsafat, "memiliki dan melakukan", tidak dapat dipisahkan sepenuhnya satu dari lainnya. Oleh karena itu, jika tidak memiliki suatu filsafat dalam arti yang formal dan personal, seseorang tidak akan dapat melakukan filsafat dalam arti kritik dan reflektif (reflective sense).
  3. Pengertian filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan. Filsafat berusaha untuk mengombinasikan hasil bermacam-macam sains dan pengalaman kemanusiaan sehingga menjadi pandangan yang konsistententang alam.  Seorang ahli filsafat ingin melihat kehidupan, tidak dengan pandangan seorang saintis, seorang pengusaha atau seorang seniman, akan tetapi dengan pandangan yang menyeluruh, mengatasi pandangan-pandangan yang parsial.
  4. Pengertian filsafat adalah sebagai analisa logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep. Memang ini merupakan fungsi filsafat. Hampir semua ahli filsafat telah memakai metoda analisaserta berusaha untuk menjelaskan arti istilah-istilah dan pemakaian bahasa.  Tetapi ada sekelompok ahli filsafat yang menganggap hal tersebut sebagai tugas pokokdari filsafat bahkan ada golongan kecil yang menganggap hal tersebut sebagai satu-satunya fungsi yang sah dari filsafat.
  5. Pengertian filsafat adalah sekumpulan problema-problema yang langsung yang mendapat perhatian dari manusia dan yang dicarikan jawabannya oleh ahli-ahli filsafat. Filsafat mendorong penyelidikannya sampai kepada soal-soal yang paling mendalam dari eksistensi manusia. Sebagian dari soal-soal filsafat pada zaman dahulu telah terjawab dengan jawaban yang memuaskan kebanyakan ahli filsafat.  Problema-problema filsafat tidak dapat dipecahkan dengan sekedar mengumpulkan fakta-fakta. Untuk mencapai tujuan tersebut, metoda dasar untuk penyelidikan filsafat adalah metoda dialektika. Proses dialektika adalah dialog antara dua pendirian yang bertentangan. Metoda dialektika berusaha untuk mengembang-kan suatu contoh argumen yang di dalamnya terjalin implikasi bermacam-macam proses (sikap) yang saling mempengaruhi.
Bagian Bagian FILSAFAT
  1. Logika atau mantik adalah pengkajian yang sistematis tentang aturan-aturan untuk menguatkan sebab-sebab yang mengenai konklusi; aturan-aturan itu dapat dipakai untuk membedakan argumen yang baik dari argumen yang tidak baik. Argumentasi dan dialektika merupakan alat atau instrument yang sangat perlu bagi ahli filsafat. Argumentasi harus mempunyai dasar yang sehat dan masuk akal.
  2. Metafisik berarti filsafat pertama(fisrt philosophy), yaitu pembicaraan tentang prinsip-prinsip yang paling universal. Istilah tersebut mempunyai arti sesuatu yang di luar kebiasaan (beyond nature).  Metafisik membicarakan watak yang sangat mendasar (ultimate) dari benda, atau realitas yang berada di belakang pengalaman yang langsung (immediate experience).
  3. Epistemologi adalah cabang filsafat yang mengkaji sumber-sumber, watak, dankebenaran pengetahuan. Apakah yang dapat diketahui oleh akal manusia?; Dari manakah kita memperoleh pengetahuan?; Apakah kita memiliki pengetahuan yang dapat diandalkan?; Apakah kemampuan kita terbatas dalam mengetahui fakta pengalaman indera, atau apakah kita dapat mengetahui lebih jauh dari apa yang diungkapkan oleh indera? Apakah sumber-sumber pengetahuan? Dari mana pengetahuan yang benar itu datang, dan bagaimana kita dapat mengetahui? Ini semua adalah problema asal(origins). Apakah watak dari pengetahuan? Adakah dunia yang riil di luar akal, dan kalau ada, dapatkah kita mengetahui? Ini semua adalah problema penampilan(appearance) terhadap realitas. Apakah pengetahuan kita itu benar (valid)? Bagaimana kita membedakan antara kebenaran dan kekeliruan? Ini adalah problema mencoba kebenaran(verification).
  4. Etika adalah pengkajian soal moralitas. Apakah yang benar, dan apakah yang salah dalam hubungan antar manusia? Dalam moralitas dan etika ada tiga bidang yang besar: etika deskriptif(descriptive ethics), etika normatif(normative ethics), dan metaetika(metaethics).  Etika deskriptifberusaha untuk menjelaskan pengalaman moral dengan cara deskkriptif. Etika deskriptif berusaha untuk mengetahui motivasi, kemauan, dan tujuan sesuatu tindakan dalam kelakuan manusia. Etika deskriptif berusaha untuk menyelidiki kelakuan perseoranganatau personal morality, kelakuan kelompokatau social morality, serta contoh-contoh kebudayaan dari kelompok nasional atau rasial.
  5. Keharusan moral (moral ought) merupakan subject mater, bahan pokok dalam etika. Metaetika atau critical ethics. Perhatian orang dipusatkan kepada analisa, arti istilah dan bahasa yang dipakai dalam pembicaraan etika, serta cara berpikir yang dipakai untuk membenarkan pernyataan-pernyataan etika.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat