Tampilkan postingan dengan label Elektronika Industri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Elektronika Industri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Februari 2015

MCCB atau Moulded Case Circuit Breaker berfungsi sebagai pemutus sirkuit pada tegangan menengah dengan arus 100A hingga 600A.
 
Dalam memilih circuit breaker hal-hal yang harus dipertimbangkan adalah :
  • Karakteristik dari sistem di mana circuit breaker tersebut dipasang.
  • Kebutuhan akan kontinuitas pelayanan sumber daya listrik.
  • Aturan-aturan dan standar proteksi yang berlaku.

Karakteristik  sistem
  1. Sistem tegangan, tegangan operasional dari circuit breaker harus lebih besar atau minimum sama dengan tegangan sistem.
  2. Frekuensi sistem, frekuensi pengenal dari circuit breaker harus sesuai dengan frekuensi sistem. Circuit breaker Merlin Gerin dapat beroperasi pada frekuensi 50 atau 60 Hz.
  3. Arus pengenal, arus pengenal dari circuit breaker harus disesuaikan dengan besarnya arus beban yang dilewatkan oleh kabel, dan harus lebih kecil dari arus ambang yang diijinkan lewat pada kabel.
  4. Kapasitas pemutusan, kapasitas pemutusan dari circuit breaker harus paling sedikit sama dengan arus hubung singkat prospektif yang mungkin akan terjadi pada suatu titik instalasi dimana circuit breaker tersebut dipasang.
  5. Jumlah pole dari circuit breaker
  6. Jumlah pole dari circuit breaker sangat tergantung kepada sistem pembumian dari sistem.

Kebutuhan Kontinuitas Sumber Daya

Tergantung dari kebutuhan tingkat kontinuitas pelayanan sumber daya listrik, dalam memilih circuit breaker harus diperhatikan :
  1. Diskriminasi total dari dua circuit breakaer yang ditempatkan secara seri.
  2. Diskriminasi terbatas (sebagian), diskriminasi hanya dijamin sampai tingkat arus gangguan tertentu.

Kamis, 19 Februari 2015

NFB atau No Fuse Breaker berfungsi sebagai pembatas arus listrik dari beban lebih. Bila arus yang mengalir pada NFB ini melebihi dari In (arus nominal) pada NFB, maka NFB ini akan memutuskan arus ke beban.
 
NFB dalam bahasa indonesia bisa diartikan sebagai pemutus tanpa sekering, berfungsi untuk menghubungkan dan memutus tegangan/arus utama dengan sirkuit atau beban, selain itu juga berfungsi untuk memutuskan/melindungi beban dari arus yang berlebihan ataupun jika terjadi hubung singkat. Cara kerja NFB, ketika arus yang mengalir melaluinya melebihi dari nilai yang tertera pada NFB maka secara otomatis NFB akan memutuskan arusnya gambar diatas adalah NFB 3 Phase umumnya digunakan pada instalasi motor induksi atau breaker pada panel kontrol.
 
Selain itu NFB sangat baik di gunakan pada pengguna listrik rumah tingkat atas dan industry. Ini di karenakan Penggunaan NFB yang sangat menjamin keamanan listrik anda. Namun sebaliknya penggunaan NFB jangan pernah anda gunakan untuk pengguna rumah menengah ke bawah (SEDERHANA), karena alat ini tidak akan berfungsi pada instalasi rumah anda.

Senin, 15 April 2013

Solid State Relay (SSR) adalah saklar elektronik, yang tidak seperti sebuah relay elektromekanis tidak berisi bagian yang bergerak. Jenis SSR adalah foto-coupled SSR, transformer-coupled SSR, dan hibrida SSR Sebuah foto-digabungkan SSR dan dikontrol oleh sinyal tegangan rendah yang terisolasi secara optik dari beban. Sinyal kontrol dalam foto yang biasanya digabungkan dengan SSR energi adalah sebuah LED yang mengaktifkan sebuah foto-dioda sensitif. Dioda berputar pada back-to-back thyristor, silikon penyearah terkendali, atau MOSFET transistor untuk mengaktifkan beban.


SSR Ditetapkan sebagaimana kontrol ON-OFF di mana arus beban dilakukan oleh satu atau lebih semikonduktor. Misalnya, sebuah transistor daya, sebuah SCR, atau TRIAC. SCR dan TRIAC sering disebut �thyristors" sebuah istilah yang diperoleh dengan menggabungkan thyratron dan transistor, karena dipicu thyristor semikonduktor switch�.

Pada relay umumnya, SSR relatif rendah membutuhkan kontrol-sirkuit energi untuk beralih keadaan menjadi keluaran dari OFF ke AKTIF, atau sebaliknya Karena energi kontrol ini sangat jauh lebih rendah daripada daya keluaran yang dikendalikan oleh relay pada beban penuh, "power gain" dalam SSR adalah substansial - sering banyak lebih tinggi daripada di estafet elektromagnetik yang sebanding. Dengan kata lain, sensitivitas dari SSR seringkali jauh lebih tinggi daripada sebuah EMR dari output yang sebanding rating.

Tegangan yang diberikan pada garis kontrol menyebabkan suatu SSR LED bersinar pada foto-dioda sensitif. Hal ini menghasilkan tegangan antara sumber dan gerbang MOSFET, menyebabkan MOSFET dihidupkan. Sebuah SSR didasarkan pada satu MOSFET, atau beberapa MOSFET dalam array paralel bekerja dengan baik untuk beban DC.

Ada dioda substrat yang melekat dalam semua MOSFET yang melakukan dalam arah sebaliknya. Ini berarti bahwa satu MOSFET tidak dapat memblokir arus dalam dua arah. Untuk AC (bi-directional) operasi, dua MOSFET disusun kembali untuk kembali dengan sumber mereka pin diikat bersama-sama. Pin menguras mereka terhubung ke kedua sisi output. Dioda substrat kemudian secara bergantian bias balik dalam rangka untuk memblokir arus ketika relay tidak aktif.Ketika relay aktif, sumber umum selalu naik di tingkat sinyal seketika dan kedua gerbang yang bias positif relatif terhadap sumber oleh foto-dioda.


Hal ini umum untuk menyediakan akses ke sumber yang sama sehingga beberapa MOSFET dapat ditransfer secara paralel jika switching DC beban. Ada juga umumnya beberapa sirkuit untuk melaksanakan gerbang bila LED dimatikan, mempercepat giliran relay-off.

Minggu, 14 April 2013

Proximity adalah sensor yang mendeteksi keberadaan suatu obyek dalam jarak tertentu tanpa adanya sentuhan fisik. Pada umumnya proximity untuk medeteksi benda-benda logam, tapi ada pula yang bisa mendeteksi benda plastik. Oleh karena itu ada beberapa jenis proximity:

 
Proximity Induktif  (deteksi metal) 
Memakai 2 lempeng dengan 1 bagian lempeng pembuat medan dari sistem induksi. Bila obyek mendekat maka medan akan dipantulkan dan menghasilkan induktansi tertensu sesuai jaraknya Obyek yang dideteksi umumnya dari metal dan repon frekuensi switch umumnya tinggi

 
Proximity Capasitif  (deteksi non metal) 
Memakai sistem 2 lempeng dan dialiri suatu frekuensi. Bila obyek mendekat diantara lempeng tersebut maka akan timbul kapasitansi dengan nilai sesuai jarak obyek. Obyek yang dapat dideteksi bisa dari metal atau nonmetal seperti cairan, tepung dan plastic. Respon frekuensi swtch ini rendah tetapi stabilitas switching tinggi. Ketika akan memasang, faktor lingkungan juga ditentukan. Harga jenis ini lebih mahal dan jarak sensingnya bisa diatur.

 

Salah satu  penggunaan  capacitive proximity sensor adalah mendeteksi  level cairan dalam botol melalui penghalang . Contoh, air mempunyai  dielectric yg lebih tinggi dari pada plastik . Sensor dapat membedakan plastic dan mendeteksi cairan. 

 
Proximity Magnetik
Memakai magnet permanen sebagai pemancar medan magnet. Obyek yang mendekat akan memantulkan medan magnet ke keping berikutnya. Reed Switch yang digunakan dalam silinder pneumatic adalah magnet permanent. Magnet tersebut digunakan untuk pengukuran posisi tetap dalam cylinder. Harganya sangat mahal dan saklarnya dapat digunakan dengan range tegangan yang lebar. Outputnya dibuat dari kontak relay.

Rabu, 03 April 2013

Ada beberapa bahasa dirancang untuk komunikasi pengguna dengan PLC , di antaranya diagram tangga adalah yang paling populer.

Diagram tangga terdiri dari satu baris vertikal ditemukan di sisi kiri, dan garis yang cabang ke kanan. Garis di sebelah kiri disebut "bus bar", dan garis yang bercabang ke kanan adalah garis instruksi. Kondisi yang menyebabkan instruksi diposisikan di tepi kanan dari diagram disimpan garis instruksi. Kombinasi logis dari kondisi ini menentukan kapan dan dalam apa cara instruksi di sebelah kanan akan mengeksekusi.

Elemen dasar dari sebuah diagram relay dapat dilihat pada gambar berikut. instruksi Sebagian besar membutuhkan setidaknya satu operan, dan sering lebih dari satu. Operan dapat beberapa lokasi memori, satu bit lokasi memori, atau beberapa nilai-number.In numerik kasus ketika kita ingin memproklamirkan konstan sebagai operand, penunjukan # digunakan di bawah tulisan numerik (untuk compiler untuk tahu itu adalah . konstan dan tidak alamat) Berdasarkan gambar di atas, salah satu harus mencatat bahwa sebuah diagram tangga terdiri dari dua bagian dasar: bagian kiri juga disebut bersyarat, dan bagian kanan yang memiliki instruksi. Ketika kondisi terpenuhi, instruksi dieksekusi, dan itu semua!

 
Gambar diatas merupakan contoh dari sebuah diagram tangga di mana relay diaktifkan dalam PLC kontroler ketika sinyal muncul pada baris masukan 0. Pasang garis vertikal disebut kondisi. Setiap kondisi dalam sebuah diagram tangga memiliki nilai ON atau OFF, tergantung pada status bit yang ditugaskan untuk itu. Dalam hal ini, bit ini juga secara fisik hadir sebagai garis masukan (terminal sekrup) ke kontroler PLC. Jika kunci terpasang ke terminal sekrup yang sesuai,

Anda dapat mengubah status bit dari satu status ke status logika nol logika, dan sebaliknya. Status satu logika biasanya ditunjuk sebagai "ON", dan status dari nol logika sebagai "OFF". bagian kanan dari diagram tangga adalah instruksi yang dieksekusi jika kondisi terpenuhi kiri. Ada beberapa jenis instruksi yang dapat dengan mudah dibagi menjadi sederhana dan kompleks.

Contoh instruksi sederhana adalah aktivasi dari beberapa bit dalam lokasi memori. Dalam contoh di atas, bit ini memiliki konotasi fisik karena terhubung dengan relay di dalam kontroler PLC. Ketika CPU mengaktifkan salah satu dari empat bit terkemuka 10, kontak relay bergerak dan terhubung garis melekat padanya. Dalam hal ini, ini adalah garis terhubung ke terminal sekrup ditandai sebagai 0 dan ke salah satu terminal sekrup COM.

Simbol-simbol diagram ladder
Load / LD = Start pada normally open input

Load Not / LD NOT = Start pada normally close input

AND = menghubungka dua atau lebih input dalam bentuk normally open secara seri.
AND NOT = menghubungkan 2 atau lebih input dalam bentuk normally close.

OR = menghubugkan 2 atau lebih input dalam bentuk normally open secara paralel.


OR NOT = menghubungkan 2 atau lebih input dalam bentuk normally close secara parallel.


OUTPUT / OUT = menyalakan output.

Secara mendasar PLC adalah suatu peralatan kontrol yang dapat diprogram untuk mengontrol proses atau operasi mesin. Kontrol program dari PLC adalah menganalisa sinyal input kemudian mengatur keadaan output sesuai dengan keinginan pemakai. Keadaan input PLC digunakan dan disimpan didalam memory dimana PLC melakukan instruksi logika yang di program pada keadaan inputnya. Peralatan input dapat berupa sensor photo elektrik, push button pada panel kontrol, limit switch atau peralatan lainnya dimana dapat menghasilkan suatu sinyal yang dapat masuk ke dalam PLC. Peralatan output dapat berupa switch yang menyalakan lampu indikator, relay yang menggerakkan motor atau peralatan lain yang dapat digerakkan oleh sinyal output dari PLC.

Selain itu PLC juga menggunakan memory yang dapat diprogram untuk menyimpan instruksi-instruksi yang melaksanakan fungsi-fungsi khusus seperti : logika pewaktuan, sekuensial dan aritmetika yang dapat mengendalikan suatu mesin atau proses melalui modul-modul I/O baik analog maupun digital.
 
PRINSIP KERJA PLC 
PLC merupakan peralatan elektronik yang dibangun dari mikroprosesor untuk memonitor keadaan dariperalatan input untuk kemudian di analisa sesuai dengan kebutuhan perencana (programmer) untuk mengontrol keadaan output. Sinyal input diberikan kedalam input card.
Ada 2 jenis input card, yaitu :
  1. Analog input card 
  2. Digital input card
Setiap input mempunyai alamat tertentu sehingga untuk mendeteksinya mikroprosesor memanggil berdasarkan alamatnya. Banyaknya input yang dapat diproses tergantung jenis PLC- nya. Sinyal output dikluarkan PLC sesuai dengan program yang dibuat oleh pemakai berdasarkan analisa keadan input.
Ada 2 jenis output card, yaitu :
  1. analog output card 
  2. digital output card
setiap ouput card mempunyai alamat tertentu dan diproses oleh mikroprosesor menurut alamatnya. Banyaknya output tergantung jenis PLC- nya. Pada PLC juga dipersiapkan internal input dan output untuk proses dalam PLC sesuai dengan kebutuhan program. Dimana internal input dan output ini hanya sebagai flag dalam proses. Di dalam PLC juga dipersiapkan timer yang dapat dibuat dalam konfigurasi on delai , off delai, on timer, off timer dan lain- lain sesuai dengan programnya. Untuk memproses timer tersebut, PLC memanggil berdasarkan alamatnya.
 
Untuk melaksanakan sebagai kontrol system, PLC ini didukung oleh perangkat lunak yang merupakan bagian peting dari PLC. Program PLC biasanyaterdiri dari 2 jenis yaitu ladder diagram dan instruksi dasar diagram, setiap PLC mempunyai perbedaan dalam penulisan program.

STRUKTUR DASAR PLC
  1. Central Prosesing Unit ( CPU ) 
  2. Memory
  3. Input / Output
  4. Power Supply

1. Central Prosesing Unit (CPU) 
CPU berfungsi untuk mengontrol dan mengawasi semua pengopersian dalam PLC, melaksanakan program yang disimpan didalam memory. Selain itu CPU juga memproses dan menghitung waktu memonitor waktu pelaksanaan perangkat lunak dan menterjemahkan program perantara yang berisi logika dan waktu yang dibutuhkan untuk komunikasi data dengan pemrogram.
 
2. Memory 
Memory yang terdapat dalam PLC berfungsi untuk menyimpan program dan memberikan lokasi-lokasi dimana hasil-hasil perhitungan dapat disimpan didalamnya. PLC menggunakan peralatan memory semi konduktor seperti RAM (Random Acces Memory), ROM (Read Only Memory), dan PROM (Programmable Read Only Memory) RAM mempunyai waktu akses yang cepat dan program-program yang terdapat di dalamnya dapat deprogram ulang sesuai dengan keinginan pemakainya. RAM disebut juga sebagai volatile memory, maksudnya program program yang terdapat mudah hilang jika supply listrik padam.
 
Dengan demikian untuk mengatasiu supply listrik yang padam tersebut maka diberi supply cadangan daya listrik berupa baterai yang disimpan pada RAM. Seringkali CMOS RAM dipilih untuk pemakaian power yang rendah. Baterai ini mempunyai jangka waktu kira-kira lima tahun sebelum harus diganti.

3. Input / Output 
Sebagaimana PLC yang direncanakan untuk mngontrol sebuah proses atau operasi mesin, maka peran modul input / output sangatlah penting karena modul ini merupakan suatu perantara antara perangkat kontrol dengan CPU. Suatu peralatan yang dihubungkan ke PLC dimana megirimkan suatu sinyal ke PLC dinamakan peralatan input. Sinyal masuk kedalam PLC melalui terminal atau melalui kaki � kaki penghubung pada unit. Tempat dimana sinyal memasuki PLC dinamakan input poin, Input poin ini memberikan suatu lokasi di dalam memory dimana mewakili keadaannya, lokasi memori ini dinamakan input bit. Ada juga output bit di dalam memori dimana diberikan oleh output poin pada unit, sinyal output dikirim ke peralatan output.
 
Setiap input/output memiliki alamat dan nomor urutan khusus yang digunakan selama membuat program untuk memonitor satu persatu aktivitas input dan output didalam program. Indikasi urutan status dari input output ditandai Light Emiting Diode (LED) pada PLC atau modul input/output, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengecekan proses pengoperasian input / output dari PLC itu sendiri.

4. Power Supply 
PLC tidak akan beroperasi bila tidak ada supply daya listrik. Power supply merubah tegangan input menjadi tegangan listrik yang dibutuhkan oleh PLC. Dengan kata lain sebuah suplai daya listrik mengkonversikan suplai daya PLN (220 V) ke daya yang dibutuhkan CPU atau modul input /output.