Tampilkan postingan dengan label Eksperimen Fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eksperimen Fisika. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Februari 2014

Ada yang tahu kapal othok-othok? Mainan sederhana ini dapat sahabat jumpai di pasar-pasar tradisional. Walaupun terkesan tidak canggih, namun mainan ini menyimpan ilmu fisika di dalamnya lho. Prinsip kerja kapal othok-othok ini memakai hukum Newton, tepatnya Hukum Newton III. Intinya begini : �Jika suatu benda diberi gaya (aksi), maka benda tersebut akan memberikan gaya (reaksi) yang sama besar kepada si pemberi gaya, dengan besar yang sama, tapi arahnya berlawanan.� Gak usah pake lama, yuk kita buat langsung.
Alat dan Bahan
  1. Gunting
  2. Seng
  3. Solder
  4. Timah
  5. Tang
  6. Permanen marker
  7. Cat minyak
  8. Kaleng bekas
Langkah Pembuatan
  1. Buat pola kabin kapal di atas kertas atau langsung saja digambar di kalengnya, tapi kalengnya dilurusin terlebih dahulu.
  2. Buat pola ruang bakar alias ketel.
  3. Potong kalengnya sesuai pola yang sudah dibuat
  4. Buat pipa saluran buang
  5. Rangkai pola yang telah dibuat tadi dengan memanfaatkan solder dan timahnya sampai jadi bentuk perahu.  
  6. Dicat jika perlu biar lebih keren.
Penjelasan
Kapal othok-othok menggunakan sarana penggerak uap air yang keluar dari dalam ketel mini yang sudah diinstal di dalam kapal. Temperatur  air yang ada di lingkungan kapal lebih rendah daripada yang ada di dalam ruang ketel mini, maka air dari dalam ketel yang sudah jadi uap karena dipanaskan mendesak ingin keluar dari ruang ketel, lalu menimbulkan gaya aksi ke air, dan reaksinya air akan mendorong si kapal othok-othok berjalan.

Kamis, 06 Februari 2014

Pada percobaan yang menarik kali ini, kita akan membuat kapal upa sederhana. Prinsip kerja kapal uap yaitu konversi energi dari uap menjadi gerak. Dan kapal ini dapat kita buat dengan barang-barang bekas yang ada di sekitar kita seperti yang telah dicontohkan oleh Kukuh Craft ini.

Alat dan Bahan
  1. Gabus
  2. Kaleng minuman
  3. Lilin
  4. Kawat tembaga
  5. Triplek
  6. Baskom
  7. Air
  8. Cutter
  9. Gergaji
  10. Tang
  11. Korek api
  12. Double tip
Langkah Pembuatan
  1. Potong gabus dengan cutter dengan ukuran 25x10 cm dan 36x20 cm.
  2. Buang isi soda minuman, caranya melobangi bagian atas dengan paku ukuran sedang.
  3. Potong kawat dengan panjang 35 cm sebanyak dua buah untuk penyangga kaleng, lilitkan dengan tang di ujung kepala kaleng dan kaki kaleng.
  4. Potong lilin sama panjang sekitar 4 cm sebanyak 4 buah.
  5. Potong triplek 20x5 cm membentuk runcing di satu sisi.
  6. Tempelkan triplek dengan doubel-tip di gabus berukuran 25x10 cm.
  7. Isi kaleng dengan air.
  8. Tempel gabus kecil ke gabus yang besar.
  9. Taruh lilin berjejer di bawah kaleng Nyalakan lilin dengan korek.
  10. Taruh rakitan gabus dan kaleng di atas baskom berisi air dan tunggu percobaan menguap, lalu percobaan akan bergerak.

Penjelasan
Dari hasil uji coba tersebut ternyata berhasil. Air dalam kaleng mendidih dan mengeluarkan uap yang kuat karena ada energi panas dari lilin yang membuat rakitan mirip kapal tersebut jalan. Ini membuktikan adanya konversi dari energi panas ke energi uap

Rabu, 05 Februari 2014

Tornado biasanya berbahaya, merusak bahkan sering menimbulkan korban jiwa, tapi kali ini kita bisa membuat tornado sendiri dalam botol sahabat budakfisia, jadi bisa kita mainkan setiap saat. 

Alat dan Bahan
  1. Dua buah botol minuman ukuran 1,5 liter
  2. Gunting / Cutter
  3. Lakban
  4. Air
Langkah Pembuatan
  1. Isi salah satu botol dengan air sampai dua pertiga penuh.
  2. Susunlah dua buah botol menjadi seperti bentuk jam pasir.
  3. Agar air dapat mengalir, buatlah lubang di kedua tutup botol, dengan diameter sekitar setengah diameter tutup botol.
  4. Ikatkan / rekatkan kedua tutup botol dengan lakban.
  5. Balikkan botol, lalu putar-putar lah botol tersebut. Kemudian biarkan air mengalir ke bawah. Catat waktu yang diperlukan hingga air habis.
  6. Agar lebih menarik bisa ditambahkan pewarna dan glitter glue, agar seolah-olah terlihat seperti puing-puing yang runtuh,
Penjelasan
Gerakan berputar-putar tadi akan membentuk pusaran pada air layaknya tornado. Bentuk tornado ini memungkinkan air turun lebih cepat ke botol yang kosong yang ada di bawah, karena ada pemisahan antara kolom udara yang naik dari bawah ke atas dengan kolom air yang turun dari atas ke bawah.

Selasa, 04 Februari 2014

Bagaimana kita bisa mengambil koin dari sebuah piring penuh air tanpa meluapkan air tersebut atau tanpa jari menjadi basah? Yuk, sahabat budakfiska kita lakukan eksperimen sederhana.

Alat dan Bahan
  1. Piring
  2. Air
  3. Gelas
  4. Koin
  5. Selembar kertas
  6. Korek api
Langkah Percobaan
  1. Tuangkan air ke piring dan masukkan koin di dalamnya.
  2. Masukkan kertas yang telah diremas ke dalam gelas, kemudian bakarlah dan letakkan gelas tersebut secara terbalik di piring. Apa yang terjadi? Air akan naik ke dalam gelas dan meninggalkan koin dalam piring kering.
Penjelasan
Jika kertas terbakar, karbon dan oksigen di udara bergabung membentuk karbondioksida. Tekanan gas dalam gelas akan jatuh, terus mengembang selama tahap pembakaran dan menyusut selama tahap pendinginan. Tekanan yang berkurang membuat air naik ke dalam gelas.

Senin, 06 Januari 2014

Pada percobaan kali ini, kita akan membuat sebuah gelembung besar dari dry ice dan air sabun. Sangat menarik apalagi jika gelembung tersebut bertambah besar dan semakin besar dan akhirnya meletus. Tidak usah lama-lama, yuk kita lakukan percobaannya.

Alat dan Bahan
  1. Air
  2. Sebuah mangkuk (kecil atau besar terserah kamu)
  3. Kain
  4. Sabun cuci piring
  5. Dry ice, hati-hati dalam memegang dry ice ini, gunakan sarung tangan dan jangan dihirup uapnya.

Langkah Pembuatan
  1. Letakkan dry ice dalam mangkuk kemudian tambahkan air hingga mulai beruap.
  2. Rendam kain dalam campuran air dan sabun.
  3. Kemudian bentuk lapisan gelembung menggunakan kain sehingga menutupi mangkuk.
  4. Lihat bagaimana hasilnya.

Penjelasan 

Dry ice atau es kering adalah karbon dioksida (CO2) dalam bentuk padat. Pada suhu di atas -56,4� C, es kering berubah langsung dari bentuk solid menjadi gas, tanpa pernah menjadi cairan. Proses ini disebut sublimasi. Ketika es kering dimasukkan ke dalam air mempercepat proses sublimasi, menciptakan awan kabut yang mengisi gelembung es kering. Es kering kadang-kadang digunakan sebagai bagian dari produksi teater dan pertunjukan untuk menciptakan efek berkabut padat. Selain itu, juga digunakan untuk mengawetkan makanan, membekukan sampel laboratorium dan bahkan untuk membuat es krim.

Minggu, 05 Januari 2014


Roket kantung teh atau nama kerennya tea bag rocket, ialah salah satu dari eksperimen roket yang menarik dan layak untuk dicoba. Jika sahabat sudah tahu alat dan bahan serta langkah pembuatannya, berikut ini adalah video pembuatan roket kantung teh agar sahabat dapat memahami bagaimana pembuatannya secara jelas. Selamat menyimak.



Sabtu, 04 Januari 2014

Sahabat penasaran kan mengapa disini saya sebut roket kantung teh? Karena bahan yang digunakannya memang cukup kantung teh. Pembuatan roket ini sangat sederhana, dan roket dapat meluncur sekitar 5-10 meter ke atas. Yuk langsung kita coba.

Alat dan Bahan
  1. Kantung teh
  2. Gunting
  3. Korek api
  4. Piring yang tidak mudah terbakar sebagai alas.

Langkah Pembuatan
  1. Lakukan ekseprimen ini jauh dari tirai atau apa pun yang mudah terbakar.
  2. Potong bagian atas kantung teh.
    Keluarkan daun teh dari kantungnya, simpan di piring biar tidak berantakan. 
  3. Bukalah kantong teh sehingga membentuk silinder.
  4. Bakar bagian atas kantung dengan korek, kemudian lihat hasilnya. Setelah terbakar, kantung teh akan terbang ke atas.

Penjelasan
Udara panas naik! Kamu menciptakan arus konveksi udara bergerak ke dalam ke arah kantong teh terbakar dan naik sebagai kolom udara panas. Roket hanya bisa naik setelah kantong teh menjadi lebih ringan (asap memiliki massa juga). Siapapun yang telah melihat balon udara panas cukup menyadari prinsip dasar ini. Bagi yang kurang paham, bisa melihat video pembuatan roket kantung teh disini.
 

Jumat, 03 Januari 2014

Bagi sahabat yang ingin membuat eksperimen roket sederhana, mungkin dapat mencoba membuat roket korek api mini berikut. Selain alat dan bahannya mudah didapat, cara pembuatannya pun sangat sederhana sekali, tapi tidak kalah asyik dengan roket air maupun roket cuka.

Alat dan Bahan
  1. Korek api batangan
  2. Alumunium foil (biasanya suka ada di dalam bungkus rokok)

Langkah Pembuatan
  1. Pisahkan alumunium foil dari bungkus rokok.
  2. Ambil dua batang korek api kemudian posisikan pentul korek lurus saling berhadapan.
  3. Lapisi korek api tersebut dengan alumunium foil kemudian digulung, bagian alumunium foil yang berwarna (perak/emas) diluar, kemudian rekatkan ujung-unjungnya. Pada bagian ini sangat menentukan roket bisa meluncur dengan lancar atau tidak, jadi lakukan dengan rapi dan teliti ya.
  4. Tancapkan roket korek api di tanah atau dijepit oleh batu bata.
  5. Bakar bagian tengah alumunium foil, kemudia lihat hasilnya si roket akan terbang tinggi menuju angkasa.

Penjelasan
Korek api yang di tengah it bila di bakar akan ikut terbakar ketika kita membakar alumunium foilnya. Hal itu akan menghasilkan gas panas yg mengalir dengan tekanan tinggi ke bagian belakang seperti roket asli. 

Kamis, 02 Januari 2014

Dengan sedikit perubahan, roket cuka dapat dimodifikasi menjadi ranjau cuka. Kreatif banget kakak-kakak kita penulis di 102 FM ITB ini ya. Caranya, masukkan cuka dengan konsentrasi agak tinggi dalam air setengah botol dan soda kue 2-3 sendok makan. Pasang sekrup gantungan pada sisi gabus yang masuk ke dalam botol, atau apapun untuk menahan gumpalan tisu pada gabus sehingga tidak jatuh ke cairan. Pasang gabus. Taruh botol dalam posisi tegak sehingga gumpalan tisu menggantung pada gabus, siap bereaksi jika ada yang membalik botolnya. Untuk mengundang perhatian korban, pasang tulisan seperti ini.


Untuk alat dan bahan, sahabat dapat lihat di percobaan fisika asyik: roket cuka disini. Selamat mencoba.

Rabu, 01 Januari 2014

Dengan peralatan sederhana, roket cuka ini dapat terbang setinggi 20 meter. Bagi sahabat yang ingin membuat sebuah roket berbahan dasar sangat sederhana mungkin dapat mencoba roket cuka ini. Walaupun tidak sebagus roket air, namun patut dicoba karena asyik dan menyenangkan. Yuk langsung saja kita buat.
 
Alat dan Bahan
  1. Botol plastik 600 ml, bisa lebih atau kurang
  2. Cuka makan atau cuka 95% dari toko kimia
  3. Soda kue. Bukan baking powder, tapi baking soda. Ini berarti NaHCO3 (natrium bikarbonat)
  4. Sumbat yang dapat menutup mulut botol dengan kuat, misalnya gabus atau tutup rol film
  5. Tisu
  6. Banyak air untuk membilas tumpahan cuka
 
Langkah Pembuatan
  1. Untuk membuat roket cuka, pertama-tama diasumsikan botolnya bervolume 600 ml dan cukanya 95%. Ambil 50 ml cuka, encerkan sampai 200 ml, masukkan dalam botol. Ambil soda kue satu sendok makan, bungkus tisu satu atau dua lapis. Yang penting bisa dipegang dan air tetap bisa merembes. Pegang botol miring 70 derajat dari tegak, masukkan gumpalan tisu bersoda kue, lalu langsung tutup dengan sumbat. Kocok botol lalu langsung taruh dengan mulutnya di bawah. (Asumsi: botolnya bisa ditaruh dengan stabil pada posisi ini)
  2. Jika bahannya cukup, seharusnya timbul gelembung gas pada tahap ini. Jika menggunakan cuka makan, tentunya gunakan lebih banyak dan jangan diencerkan. Selanjutnya tinggal menunggu tekanan gas di dalamnya cukup besar sehingga sumbat tidak kuat menahan, dan roketnya meluncur. Kalau sudah 1 menit dan tidak terjadi apa-apa, coba dikocok lagi. Biasanya roketnya akan meluncur di tangan.

Apa yang terjadi?
Reaksi: soda kue + asam cuka ? asam karbonat + garam natrium asetat
Asam karbonat (H2CO3) tidak bisa ada dalam konsentrasi besar, karena ada reaksi kesetimbangan
 
Reaksi: Asam karbonat ? karbon dioksida + air
Jadi, timbul gas karbon dioksida. Jumlahnya bisa dihitung. Tekanannya juga. Ini mengingatkan akan apa yang terjadi jika tablet effervescent dilarutkan dalam air. Reaksi yang terjadi mirip. Sebenarnya, cuka dan soda kue bisa diganti dengan beberapa tablet seperti ini. Asal jumlah dan uangnya cukup, gas yang dihasilkan juga cukup untuk melontarkan roket.

Untuk percobaan lebih lanjut, volume air, jumlah cuka dan soda kue dapat diubah-ubah. Cuka bisa diganti asam lain seperti HCl atau asam sulfat, tentunya dengan jumlah yang tepat, tapi soda kue tidak bisa diganti dengan soda lain.

Selasa, 31 Desember 2013

Video pembuatan sistem penjepit pada peluncur


Video pembuatan roket


Video uji coba di lapangan


Bagi sahabat yang ingin mencobanya semoga berhasil ya, untuk melihat cara pembuatannya secara tertulis dapat dilihat disini.

Senin, 30 Desember 2013

Cara membuat roket air ini dikembangkan oleh beberapa teman kita (referensi) dan telah diuji coba. Bagi sahabat yang tertarik dapat mencobanya di rumah.

Alat dan Bahan
  1. Pipa paralon ukuran 1/2?(biasanya untuk instalasi pipa air di rumah)
  2. Selang ukuran paling kecil (selang untuk bensin)
  3. Sambungan pipa persiapkan yg bentuknya T dan juga L seperti pada gambar
  4. Botol air mineral yang besar maupun yang kecil
  5. Lem, gunting, isolasi bolak balik, kardus bekas, lakban hitam
  6. Pemberat (bisa menggunakan batu, kelereng, atau pun mur baut)

Langkah Pembuatan
1. Pasang pipa-pipa tersebut sampai membentuk seperti yang ada didalam gambar.

 
Untuk menyambung pipa-pipa jangan lupa gunakan lem pipa agar lebih kuat disetiap sambungan baik itu sambungan yang berbentuk T dan juga yang berbentuk L,  lalu bor bagian tengah sambungan pipa yang berbentuk T untuk dimasukan selang kedalam pipa, dan ingat masukan selang sampai ke ujung atas pipa dan ingat ukuran lubang bor diusahakan pas dengan ukuran selang, kemudian agar udara yang dipompa tidak bocor kedalam pipa berilah isolasi pada ujung pipa yang dimasuki oleh selang tetapi harus diingat selang agak keluar sedikit dari pipa.

2. Siapkan sistem peluncur


Lihat pada gambar itu hanya terdiri dari 8 buah kabel teast (kabel teast itu merupakan penjepit yang jika sudah dimasukan tidak dapat dibuka lagi biasanya untuk di selebor sepeda) lalu kabel teast digabungkan menjadi satu dan diberi lakban hitam, nah kabel teast ini lah nanti yang digunakan untuk menjepit mulut botol seperti pada gambar.
Kemudian pipa digelembungkan dengan menggunakan api tapi hati-hati jangan sampai rusak, sehingga pipa akan menggelembung dan berfungsi sebagai penahan botol air mineral nanti, sehingga ketika dipompakan udara tidak akan keluar dari dalam botol.


Setelah itu gabungkan kabel teast tadi dengan pipa yang sudah digelembungkan seperti pada gambar ini.


3. Membuat roket
Siapkan botol dan bentuk sesuai dengan gambar berikut beri sayap dan juga kepala yang lancip berbentuk kerucut dan jangan lupa diberi pemberat di dalamnya.


Setelah selesai semua siapkan pompa sepeda dan seember air lalu kita siap untuk luncurkan ingat pada proses peluncuran jumlah banyak sedikitnya air mempengaruhi ketinggian roket oleh karena itu cobalah sendiri berkali-kali nanti juga kamu akan menemukan takaran yang pas.

Untuk lebih lengkapnya, sahabat dapat melihat video pembuatannya disini.
 

Selasa, 09 April 2013

Percobaan beikut ini bisa kamu lakukan dari barang bekas dan barang kepunyaan ibu kamu, tapi minta izin dulu kalau mau pinjam ya. Eksperimen berikut akan menjelaskan tentang konsep dari Hukum Bernoulli tentang fluida dinamis. Yuk kita langsung buat saja.

Alat dan Bahan
  1. Balon
  2. Bola pingpong atau bola ringan lainnya
  3. Hair dryer
Langkah Pembuatan
  1. Hidupkan pengering rambut kamu dan arahkan ke atas. Jadi udara bertiup ke langit-langit.
  2. Letakkan bola pingpong ke dalam aliran udara.
  3. Usahakan dengan hati-hati bola ping-pong harus tinggal dalam aliran udar dan melayang di atasnya.
  4. Kamu bahkan dapat memiringkan pengering rambut sedikit denga menjaga keseimbangan aliran udara.
  5. Kamu kadang-kadang bisa tambahkan dua bahkan tiga bola atau balon ke aliran udara pada saat yang sama.

Senin, 08 April 2013

Pada eksperimen berikut kita akan membuat merica menghindari jari kita. Bagaimana dan mengapa itu bisa terjadi. Yuk lakukan eksperimen sederhana berikut.
Alat dan Bahan
  1. Merica (atau partikel kecil yang akan mengapung di atas air)
  2. Air
  3. Mangkuk
  4. Sabun Cuci
Langkah Pembuatan
  1. Dapatkan mangkuk dan mengisinya setengah jalan atau lebih dengan air.
  2. Kocok merica di atasnya sampai lada meliputi sebagian dari permukaan air.
  3. Sekarang mengambil jari Anda dan menaruh beberapa sabun cuci piring di atasnya.
  4. Celupkan jari Anda ke dalam air dan menonton tersebarnya lada ke sisi mangkuk!
  5. Anda akan perlu untuk mangkuk kosong untuk melakukannya lagi.
Penjelasan Konsep
Konsep yang mendalangi ini adalah tegangan permukaan. Air memiliki lapisan sangat tipis di atasnya (itu adalah kualitas molekul air di permukaan, tetapi memiliki sifat serupa dalam beberapa hal). Sabun cuci piring menghancurkan lapisan tersebut dan pecah. Ketika sabun tersebut pecah akan membawa merica dengannya juga.

Minggu, 07 April 2013

Percobaan fisika berikut ini dapat kamu buat dari barang bekas. Eksperimen kali ini akan melemparkan gabus keluar dari botol kaca dan membuatnya terbang hingga 20-30 meter layaknya sebuah roket yag sedang meluncur ke luar angkasa. Lebih baik melakukan percobaan ini di luar ruangan. Hati-hati ketika kamu melakukan percobaan ini karena berbahaya, jangan mengarahkan botol kepada temanmu atau dirimu sendiri.

Alat dan Bahan
  1. Botol kaca
  2. Cork (gabus)
  3. Baking soda
  4. Cuka
  5. Kertas Tisu
Langkah Pembuatan
  1. Masukkan sekitar dua sentimeter cuka ke dalam botol.
  2. Masukkan gumpalan kertas tisu sejauh ke dalam leher botol yang kamu bisa.
  3. Pastikan gumapalan ini tidak terlalu ketat. Perlu menempel ke dalam botol tapi tidak terlalu ketat.
  4. Tuangkan baking soda ke dalam leher botol.
  5. Sekarang pasang gabus ke dalam botol cukup erat.
  6. Sekarang tekan botol dengan keras pada lantai atau meja untuk memaksa gumpalan kertas dan baking soda masuk ke dalam botol.
  7. Berikan botol sedikit gerakan dengan menggoyangnya beberapa saat.
  8. Letakkan dan usahakan kamu menjauh, kemudian lihat reaksinya
  9. Jika tidak meledak dalam waktu 30 detik sampai 1 menit. Berikan lagi sedikit gerakan pada botol.

Sabtu, 02 Maret 2013

Sahabat fisika pastinya ada beberapa yang di rumahnya memasang bel rumah kan? Nah pada postingan kali ini, admin akan menjelaskan cara membuat bel listrik sederhana.

Alat dan Bahan
  1. Gunting
  2. Obeng
  3. Selotip khusus kabel
  4. Kabel sepanjang 2 m
  5. Lampu 5 watt warna-warni
  6. Rumahan Lampu 1 buah
  7. Saklar 1 buah
  8. Kepala ujung kabel untuk menyambungkan ke stop kontak 1 buah
  9. Bel listrik 1 buah
  10. Lampu 5 watt 
  11. Rumahan Lampu 
  12. Saklar 
  13. Kepala Ujung Kabel 
  14. Bel Listrik
Langkah Pembuatan
  1. Potong kabel sepanjang 10 cm sebanyak 2 potong, sehingga sisa kabel 2 m tersebut menjadi 180 cm
  2. Ambil salah satu potongan kabel sepanjang 10 cm tersebut, lalu sambungkan dengan kabel bel listrik sesuai warna
  3. Sambungkan kembali ujung kabel yang belum terpasang ke rumahan lampu
  4. Ambil kabel sepanjang 10 cm yang kedua, lalu menggabungkan menjadi 2 pasang di dalam rumahan lampu, sesuai warna
  5. Tahap kelima inilah yang cukup rumit, pertama sambungkan ujung kabel yang tersambung dengan rumahan lampu, lalu diparalelkan dengan sisa kabel sepanjang 180 cm tadi dengan saklar, seperti pada gambar  di bawah ini
  6. Sambungkan ujung kabel terakhir dengan kepala ujung kabel.
  7. Bel siap digunakan.

Jumat, 01 Maret 2013

Pada percobaan kali ini, budakfisika akan menjelaskan cara membuat roket air. Untuk membuatnya diperlukan alat dan bahan yang sederhana saja. Langsung saja kita buat yuk.

Alat dan Bahan
  1. 2 buah botol bekas air mineral, lebih baik lagi yang bekas soda karena lebih kuat
  2. Pipa paralon 1/2 inch, panjangnya kira-kira 1 meter
  3. Pipa paralon 1 inch, kira-kira 10 cm
  4. Lembaran polycarbonate (dipakai untuk atap kanopi) atau bisa pula styrofoam dan kardus bekas, tetapi cepat rusak.
  5. 10-11 cable ties (pengikat kabel) ukuran besar
  6. Pentil (air intake) sepeda motor
  7. Potongan karet ban dalam
  8. Penutup pipa paralon (dop; yang tanpa ulir) ukuran 1/2 inch
  9. Kertas koran, lakban bening, lakban hitam tebal, double tape
  10. Gunting, cutter, penggaris, lem paralon, serta lem super
Langkah Pembuatan Roket
  1. Ambil satu botol plastik. potong bagian bawahnya. lalu masukkan koran bekas dan padatkan di ujung botol. Agar gulungan kertas tidak berpindah, bisa direkatkan dengan selotip. Ambil botol plastik lainnya dan satukan dengan botol lainnya. Perkuat dengan lakban bening.
  2. Ambil lembaran polycarbonate. buat pola/model sirip, lalu gunting. bisa 3 atau 4 lembar untuk satu roket. Kemudian, dengan doubletape rekatkan potongan polycarbonate tadi di bagian bawah roket (bagian botol yang tidak ada gulungan korannya). Perkuat dengan lakban bening.
  3. Posisi siripnya harus seimbang di sekeliling roket. Bila menggunakan 4 sirip, letaknya saling berhadapan.
  4. Buka tutup botol bagian bawah roket, lubangi dengan cutter (hinga muat untuk memasukkan paralon 1/2 inch). Kemudian ambil potongan karet ban dalam, potong berbentuk lingkaran. hingga menjadi karet penyekat tutup botol. Tutup kembali botol dengan penutup berpenyekat tadi. dan pembuatan roket selesai.

    Langkah Pembuatan Peluncur
    1. Masukkan paralon 1/2 inch sampai mencapai setengah botol plastik bagian bawah. Tandai dengan lakban hitam.
    2. Susun 10 � 11 cable ties di atas meja. ratakan dengan penggaris. Setelah rapi, rekatkan lakban agar susunannya tidak berubah.
    3. Lilitkan susunan cable ties di sekeliling paralon 1/2 inch yang telah diberi tanda lakban hitam. perhatikan posisinya agar �kepala� cable ties mencengkram mulut botol. Rekatkan susunan ties pada paralon dengan lakban dan diperkuat dengan mengikatnya dengan cable ties yang lain.
    4. Masukkan potongan paralon 1 inch hingga memperkuat/mengikat cengkraman susunan cable ties pada mulut botol. Fungsi paralon besar ini adalah sebagai kunci pengaman. 
    5. Ambil dop penutup paralon, lubangi dan pasang pentil diatasnya. kemudian rekatkan dengan lem yang kuat.
    6. Pasang dan lem dop penutup pada ujung pipa paralon 1/2 inch yang lain. hingga peluncur dan roket siap digunakan.

    Cara Pemakaian
    1. Buka pipa peluncur, dan masukkan air sampai kira-kira 1/4 bagian botol. masukkan kembali pipa peluncur dan arahkan roket ke atas sampai cable ties benar-benar mencengkram mulut botol. pasang kunci pengamannya.
    2. Bila air merembes keluar, maka seal tidak berfungsi dengan baik. ganti kembali seal karet.
    3. Pompa udara kedalam botol melalui pentil di bagian bawah peluncur. jangan terlalu tinggi tekanannya (awas botol pecah).
    4. Bila sudah mencukupi tarik kunci pengaman ke bawah. dan roket pun meluncur.

    Sabtu, 16 Februari 2013

    Mungkin kamu pernah melihat pada suatu film ada adegan dimana terdapat bola api yang berterbangan. Atau kamu pernah melihat ada satu kesenian budaya di Indonesia, dimana ada sekumpulan orang-orang yang bermain sepak bola tapi bola yang digunakan terbakar oleh api (sebenarnya itu bukan bola. Melainkan batok kelapa). Nah, disini kita akan coba membuat salah satunya. Yuk langsung saja kita ke TKP

    Alat dan Bahan
    1. Sebongkah gula batu berukuran sedang
    2. Abu yang berasal dari pembakaran kertas
    3. Korek api
    4. Lilin
    5. Wadah dari tutup kaleng atau sejenisnyaTang untuk menjepit gula batu atau sejenisnya
    Langkah Pembuatan
    1. Jepitlah gula batu dengan menggunakan tang. 
    2. Lalu bakarlah pada lilin yang sudah kamu nyalakan. Perhatikanlah apa gula batu tersebut terbakar?  
    3. Sekarang, cobalah lumuri gula batu tersebut dengan abu kertas. Kemudian bakarlah pada lilin yang menyala. Apakah gula batu tersebut terbakar?
    Penjelasan Konsep
    Pada saat kamu membakar langsung gula batu tersebut, kamu dapati gula batu tersebut tidak akan terbakar. Mungkin hanya kamu lihat ada bekas hitam gosong. Tapi ketika kamu lumuri dengan abu kertas, kemudian kamu bakar, kamu akan dapati gula batunya dapat terbakar lho! Ini karena abu kertas yang menempel pada gula batu bersifat sebagai katalisator dalam proses pembakaran gula batu. Sehingga gula batu kini telah menjadi �gula api�.  Ingat, gunakan tang ketika membakar gula batunya 

    Kamis, 14 Februari 2013

    Apakah kamu pernah melihat pada beberapa bangunan ada rantai yang menggantung dari atap hingga ke permukaan tanah? Mungkin kamu bertanya-tanya apa maksud rantai tersebut dipasang. Nah, kamu harus mencoba ini untuk tahu apa guna rantai tersebut.

    Alat dan Bahan
    1. Sehelai benang dengan panjang sekitar 50 cm
    2. Teko berisi air
    Langkah Pembuatan
    1. Ikatkanlah ujung benang pada gagang teko. 
    2. Kemudian posisikan benang tersebut hingga menempel pada mulut teko. Akan lebih baik jika benang diposisikan cukup tegang. 
    3. Secara perlahan, tuanglah air dari mulut teko yang dilewati benang. Apa yang terjadi pada air yang kamu tuang?
    Penjelasan Konsep
    Air tersebut akan mengalir melewati benang hingga turun kebawah. Usahakan kamu menggunakan wadah besar agar tumpahan airnya tidak membasahi ruangan. Nah, rantai yang digunakan pada beberapa gedung gunanya adalah untuk mengalirkan air hujan dari atap hingga ke permukaan tanah. Jadi air akan mengalir melewati rantai dan tidak tumpah kemana-mana.  Hal ini bisa terjadi karena gaya ikat molekul air sangat kuat. Sehingga antar molekulnya bisa saling berikatan dan juga berikatan dengan rantai / benang. Jadi, air tidak tumpah kemana-mana dan mengalir dengan mudah pada rantai / benang tersebut.

    Apakah teman-teman pernah mendengar mengenai korslet? Biasanya jika ingin mencabut stop kontak, seringkali ada peringatan tangan tidak boleh basah. Apa benar air dapat menghantarkan listrik? Yuk kita lakukan eksperimen fisika asyik ini

    Alat dan Bahan
    1. Lampu kecil dengan soketnya
    2. Dua kabel berukuran 30 cm
    3. Baterai 9 volt
    4. Kancing baterai
    5. Air murni
    6. Garam secukupnya
    7. Gelas
    Langkah Pembuatan
    1. Pasang dua kabel pada masing-masing ujung kabel kancing baterai yang telah terpasang pada kutub baterai. 
    2. Sambungkan ujung kabel yang satu pada soket yang telah dipasangi lampu. Biarkan ujung kabel baterai dan ujung kabel lampu lainnya tidak terpasang. 
    3. Tuangkan air murni kedalam gelas. Kali ini, masukkan kedua ujung kabel yang tidak terpasang ke dalam air tersebut. Tapi jangan sampai kedua ujung kabelnya saling bersentuhan. Apa yang terjadi, apakah lampunya menyala?
    4. Sekarang, coba masukkan garam kedalam gelas berisi air tadi dan aduk hingga larut. Lalu masukkan kedua ujung kabel kedalamnya. Apakah lampunya sekarang menyala?
    Penjelasan Konsep
    Ternyata, gelas yang berisi air murni tidak bisa menyalakan lampu! Hal ini disebabkan karena ternyata air murni tidak dapat menghantarkan listrik. Ketika kita menambahkan garam, terjadi yang namanya pemecahan molekul garam menjadi ion na (+) dan ion cl (-). Ion inilah yang berperan dalam menghantarkan listrik. Larutan garam seperti ini dinamakan larutan elektrolit. Ingat! Air murni hanya bisa didapatkan pada air minum dalam kemasan atau toko kimia (biasanya dinamakan aquades). Sedangkan pada air keran, sering terdapat butiran garam dalam air keran tersebut. Jadi jangan bermain-main dengan benda elektronik dengan tangan basah. Meski tangan kamu basah dengan air murni, ternyata tangan kita menghasilkan garam juga melalui keringat