Tampilkan postingan dengan label CentOS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CentOS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Oktober 2013

Menonton film mungkin menjadi salah satu favorit banyak orang. Apalagi sekarang semakin marak situs penyedia download film di dalam negeri. Namun sering kali kita kesulitan memahami alur cerita film karena tidak adanya subtitle alias terjemahan. Kadang kala kita juga menemukan subtitle yang tidak sinkron dengan pembicaraan aktor/aktris film tersebut.

Nah di Linux sebenarnya ada aplikasi yang dapat kita gunakan untuk mengunduh file subtitlesuatu film secara otomatis. Pengertian otomatis dalam hal ini adalah kita tidak perlu mencari sendiri file yang akan diunduh. Aplikasi ini akan mencari subtitle paling cocok menggunakan metode hash. Hebatnya lagi kita dapat memilih beberapa bahasa sesuai dengan kebutuhan. Aplikasi yang saya maksud itu bernama SubDownloader.

Di Ubuntu, kita dapat memasang aplikasi ini dari terminal dengan mengetik perintah:
sudo apt-get install subdownloader
Jika tidak terlalu mahir menggunakan konsole/terminal, kita juga dapat memasangnya melalui Synaptic atau Ubuntu Software Center yang berbasis GUI.

Selanjutnya kita dapat menjalankan SubDownloader dari menu Applications -> Video -> Subdownloader. Saat pertama kali dijalankan, aplikasi ini tampak seperti pada gambar di bawah.


Pencarian subtitle suatu film dapat kita lakukan dengan memilih direktori di mana film tersebut disimpan dari folder tree yang terdapat di panel kiri. Kita juga dapat menggunakan tombol Select Videos atau Select directories yang letaknya di atas folder tree.



Setelah menentukan file film, SubDownloader akan mencari subtitle yang cocok di server. Tampak pada gambar berikut ini ada tiga bahasa yang tersedia untuk film yang kita pilih di atas.


Pilihlah salah satu atau beberapa subtitle yang hendak kita unduh, kemudiaan klik tombol Download di pojok kanan bawah.

Sekarang kita dapat memutar film tersebut menggunakan video player seperti VLC lengkap dengan subtitle yang cocok.

Rabu, 01 Mei 2013

Teamviewer merupakan salah satu aplikasi yang banyak digunakan untuk urusan remote-meremote. Aplikasi ini memang cukup powerful, kita dapat mengakses desktop dalam jaringan LAN maupun WAN tanpa perlu setting yang ribet. Kita juga dapat merekam sesi yang sedang berjalan menjadi sebuah video untuk membuat dokumentasi atau tutorial. Teamviewer juga memungkinkan beberapa user mengakses suatu desktop secara bersamaan. Selain itu, aplikasi ini juga gratis selama digunakan untuk keperluan personal.

Baca selengkapnya �

Sabtu, 20 April 2013

Walaupun sama-sama distro GNU/Linux, ada sedikit perbedaan konfigurasi jaringan di CentOS dengan Ubuntu. Perbedaan ini terutama terletak pada letak dan isi berkas yang menyimpan konfigurasi. Di tutorial sebelumnya, saya sudah menjelaskan Konfigurasi Jaringan Di Ubuntu Server 12.04. Distro turunan Debian pada umumnya menggunakan berkas /etc/network/interfaces untuk pengaturan jaringan tiap-tiap ethernet. Artikel Tutorial Ngoprek kali ini akan mengupas cara pemberian alamat IP pada distro CentOS yang dipasang di atas Promox sebagai virtual machine berbasis OpenVZ.

Baca selengkapnya �

Jumat, 19 April 2013

Hendak melakukan transfer file dari atau ke server? Ada banyak pilihan protokol transfer data yang tersedia untuk digunakan. Mulai dari FTP, WebDAV HTTP, Samba, NFS, dll. Namun terkadang kita tidak mau disibukkan dengan urusan instalasi dan konfigurasi layanan-layanan ini. Kita hanya punya layanan SSH di server. Biasanya kita hanya menggunakannya untuk melakukan pekerjaan secara remote. Tunggu dulu, kalau ada SSH di server berarti kita tidak butuh protokol lain kalau hanya sekedar transfer file. Memangnya bisa? Bisa dong, Tutorial Ngoprek akan beri tahu caranya.

Baca selengkapnya �

Rabu, 17 April 2013

Seiring dengan semakin matangnya sistem operasi GNU/Linux, perusahaan-perusahan berskala enterprise semakin banyak yang mengadopsinya di sisi infrastruktur. Bahkan perusahaan sekelas Google, Facebook, Yahoo, Amazon, Twitter, dan Wikipedia sekalipun sudah mengadopsi GNU/Linux sebagai sistem operasi utama di data center-nya. Sifat GNU/Linux yang bebas dioprek menjadi salah satu alasan meningkatnya penggunaan sistem operasi ini. Selain itu banyak juga distro yang khusus dirancang untuk kalangan enterprise tersedia secara gratis. Berikut ini adalah 5 distro server free terbaik untuk enterprise.

Baca selengkapnya �