Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juni 2018

Muzammil Hasballah adalah Mahasiswa Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2011. Muzammil membaca Al Quran dengan suara merdu dan fasih sehingga dipercayamenjadi imam Masjid Al Lathif Bandung dan Masjid Salman ITB. Lulus dari jurusan arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2015, Muzammil kini sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta.

Biografi
Muzammil Hasballah dilahirkan di Sigli pada 21 September 1993 di Desa Paya Tijue, Kemukiman Gampong Lhang, Kecamatan Pidie. Dia bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan Drs H Hasballah Usman (alm) dan Dra Hj Hasnidar Sulaiman. Ayahnya terakhir kali menjabat Kepala SMA di Pidie. Sedangkan ibundanya guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang kini juga sudah pensiun.
Hasnidar, sang ibu menerapkan kedisiplinan sejak dini, untuk semua anak-anaknya. Kalau ada PR matematika, dia kerjakan dengan ayahnya. Kalau PR lain soal agama dia kerjakan dengan sang Ibu yang guru di MAN.
Berkat kedisiplinan dan kerjakeras itulah, Muzammil tidakhanya berhasil meraih sarjana arsitektur dari kampus terkemuka di Tanah Air, melainkan juga berhasil memikat banyak pihak untuk mendengarkan suara merdunya dalam melantunkan ayat suci Alquran
Muzammil memiliki dua saudara. Paling tua kakaknya, Anna Sofya yang lahir 17 Oktober 1987 dan kini bekerja. Sedangkan abangnya Muhammad Hanif kini sedang menempuh program master di Cina.
Sejak kecil Muzammil sangat disiplin dengan waktu. Muzammil sangat pengertian dan disiplin dalam menjaga waktu apalagi hari mengajinya. Di usia 4 tahun Muzammil sudah belajar mengaji. Saat masih Taman Kanak-kanak (TK) dia sudah selesai/tamat membaca iqra. Sehingga saat masuk MIN Tijue, Muzammil sudah mampu membaca Alquran.
Sejak kecil Muzammil tampilapa adanya. Seperti halnya anak lain di usianya, dia juga senang bermain di sawah seperti mencari capung di sawah yang kemudian dibawanya pulang.
Setelah tamat MIN, Muzammil meneruskan pendidikan ke SMP YPPU Sigli dan kemudian masuk SMA 10 Fajar Harapan di Banda Aceh. Sejak MIN, SMP, dan SMA Muzammil selalu menjadi juara satu dan mendapat juara umum.
Bahkan pernah suatu hari saat Muzammil masih di MIN, seorang ustaz memberitahukan kebada ibunya bahwa Muzammil sangat pintar mengaji dan suaranya merdu. Sehingga Muzammil kemudian belajar mengaji di Madrasah Ulumul Quran (MUQ) di Tijue.

Siang harinya dia bersekolah di SMP YPPU Sigli, sedangkan malamnya mengaji di MUQ. Begitu terusmenerus hingga akhirnya dia tidak pernah lepas dari kegiatan menghafal Alquran.

Prestasi mulanya diraih waktu masih kelas V MIN ikut MTQ yang waktu itu cuma meraih juara harapan. Lalu ia beberapa kali ikut lomba tahfiz tidak diingat lagi. Ada di antaranya juara II tahfiz 10 juz tahun 2008.
Menjadi Imam di Masjid Salman
Asal mulanya Muzammil menjadi imam di Masjid Salman, Kompleks Institut Teknologi Bandung (ITB). Waktu itu ia masih kuliah semester satu.
Selanjutnya, setelah pertamakali menjadi imam di masjid kampus, ia pun terus dikenal sampai masjid tempat tinggalnya juga membubuhi nama Muzammil sebagai salah satu imam shalat tarawih. Aktifitasb nya menjadi imam masjid membuatnya Muzammil tidak bisa pulang kampung lebih awal saat Ramadhan, karena sudah ada jadwal menjadi imam.

Selain pintar mengaji, Muzammil Hasballah aktif di media sosial. Follower Instagramnya kini mencapai 2 juta sementara ia sering mengupload video di channel Ammar TV di youtube
Muzammil Hasballah sudah mulai mengunggah video dirinya menjadi imam salat sejak 2012. Namun, baru pada awal 2016 lalu, video unggahannya menggemparkan jagat maya.
Karena memiliki suara yang merdu, ia mendapat banyak pujian dari netizen bahkan dari Imam Besar Masjidil Haram Syekh Adel Al kabani.Suara Muzzamil melantunkan ayat suci Quran saat memimpin solat berjamaahlah yang menuai puji pujian
ni yang pernah bikin aku bercucuran airmata waktu shalat subuh berjamaah di masjid Salman berapa waktulalu," tutur akun Ernydar Irfan.
"Kalo mau dengerin suaranyalangsung silahkan datang ajak ke mesjid al Lathief di jalan supratman Bandung sekalianikuti kajiannya, setiap hari senin, rabu, sabtu dari pukul 18.00 sampe 21.00," tambah akun Junaedi Ramdan.
Pernikahan
Muzammil Hasballah menikah dengan wanita bercadar bernama Sonia Ristanti. Pernikahan digelar selepas salat Subuh, tepatnya pukul 05.00 WIB, di Masjid Agung Al Ma’mur, Banda Aceh, Jumat (7/7/2017). Pernikahan ini berlangsung sangat meriah. Muzammil mengundang seluruh masyarakat Banda Aceh untuk menjadi saksi pernikahannya.

Minggu, 22 Januari 2017

Cheng Ho merupakan seorang kasim muslim kepercayaan Yongie dari Tiongkok dan menjadi kaisar ketiga dari Dinasti Ming. Cheng Ho memiliki nama asli Ma He atau dikenal dengan nama lain Ma Sanbao yang berasal dari Yunnan. Ketika pasukan dinasti Ming menaklukkan Yunnan, Cheng Ho ditangkap kemudian dijadikan orang kasim. Cheng Ho merupakan seorang yang bersuku Hui, suku yang memiliki ciri fisik mirip dengan suku Han namun dengan agama yang berbeda yaitu Islam.

Dalam Ming Shi (sejarah Dinasti Ming) tidak banyak menyebutkan sejarah Cheng Ho. Yang disebutkan hanya Cheng Ho berasal dari Yunnan, dikenal dengan kasim (abdi) San Bao. Nama itu dalam dialek Fujian bisa diucapkan San Po, Sam Poo atau Sam Po. Sumber lain menyebutkan, Ma He (nama kecil Cheng Ho) yang lahir tahun Hong Wu ke - 4 (1371 M) merupakan anak ke - 2 pasangan Ma Hazhi dan Wen.

Ketika Ma He berumur 12 tahun, provinsi Yunnan yang dikuasai dinasti Yuan direbut oleh dinasti Ming. Para pemuda di Yunnan dikebiri dan dibawa ke Nanjing untuk dijadikan kasim istana. Cheng Ho juga diikutkan sebagai tawanan dan djadikan abdi Raja Zhu Di istana Beiping (sekarang Beijing).

Di depan Zhu Di, kasim San Bao berhasil memukau dengan memperlihatkan kehebatan dan keberaniannya seperti memimpin anak buahnya dalam serangan militer melawan Kaisar Zhu Yunwen (Dinasti Ming). Abdi yang berwajah lebar dan tinggi besar nampak gagah melibas lawan - lawannya. Akhirnya Zhu Di berhasil merebut tahta kaisar.

Ketika kaisar Zhu Di menginginkan merebut kembali kejayaan Tiongkok yang jatuh akibat Dinasti Mongol (1368), Cheng Ho menawarkan diri untuk mengadakan muhibah (perjalanan) ke penjuru negeri. Kaisar sempat kaget mendengar penawaran yang tergolong nekad tersebut namun mengiyakan.


Ekspedisi Pelayaran Cheng Ho
Armada Tiongkok berangkat dibawah komando Cheng Ho pada tahun 1405 M. Sebelum berangkat, pasukan Cheng Ho sholat terlebih dahulu di masjid tua di kota Quanzhou (provinsi Fujian). Pada pelayaran pertama, pasukan Cheng Ho mampu berlayar sampai ke Asia Tenggara (Semenanjung Malaya, Sumatera dan Jawa). Pada tahun 1407 - 1409 berangkatlah ekspedisi ke dua. Pada tahun 1409 - 1411 kembali melaksanakan ekspedisi ke tiga hingga mencapai India dan Srilanka. Pada ekspedisi ke empat pada tahun 1413 - 1415 ekspedisi Cheng Ho mencapai Aden, Teluk Persia dan Mogadishu (Afrika Utara). Jalur ini kembali di ulang pada ekspedisi ke lima (1417 - 1519) dan ke enam (1421 - 1422). Sedangkan pada ekspedisi terakhir berhasil mencapapi Laut Merah pada tahun 1431 - 1433.

Cheng Ho berlayar hingga ke Malaka pada abad ke - 15. Pada saat itu, seorang putri Tiongkok bernama Hang Li Po (Hang Liu) dikirim untuk menikahi raja Malaka, Sultan Mansur Shah. Pada tahun 1424, kaisar Yongle wafat dan digantikan oleh Kaisar Hongxi yang berkuasa dari 1424 - 1425. Ia memutuskan untuk mengurangi kaum kasim di lingkungan kerajaan. Berikutnya, Cheng Ho melakukan ekspedisi lagi pada masa pemerintahan Kaisar Xuande (1426 - 1435).

Kapal yang digunakan Cheng Ho bernama "kapal pusaka" yang merupakan kapal terbesar pada abad ke - 15. Dengan panjang 44,4 zhang atau 138 meter dan lebar 18 zhang atau 56 meter, kapal ini berukuran lima kali lebih besar daripada kapal Columbus. Menurut seorang sejarawan bernama JV Mills, kapal yang digunakan Cheng Ho mampu menampung berat hingga 2500 ton.
Komparasi kapal Cheng Ho dan kapal Columbus
Model kapal Cheng Ho kemudian menginspirasi petualang kapal Spanyol dan Portugis hingga pelayaran modern masa kini. Desain kapal Cheng Ho sangat kokoh, tahan badai dan dilengkapi teknologi penunjang seperti kompas magnetik. Rute pelayaran Cheng Ho yaitu di Asia dan Afrika meliputi :
  • Vietnam
  • Taiwan
  • Malaka
  • Sumatera
  • Jawa
  • Srilangka
  • India bagian Selatan
  • Persia
  • Teluk Persia
  • Arab
  • Laut Merah ke utara hingga Mesir
  • Afrika ke selatan hingga Selat Mozambik
Peta Pelayaran Cheng Ho

Karena Cheng Ho beragama Islam, para awak kapal mengetahui bahwa Cheng Ho sangat ingin berhaji ke Mekkah seperti yang dilakukan kakek dan ayahnya, namun para arkeolog dan para ahli sejarah belum mempunyai bukti kuat mengenai hal ini. Armada kapal Cheng Ho berjumlah 27.000 anak buah kapal dan 307 armada kapal laut. Kapal - kapal tersebut berukuran besar dan kecil, dari kapal bertiang tiga meter hingga bertiang sembilan buah. Kapal yang terbesar berukuran panjang 120 meter dan lebar 50 meter. Rangka kapal terbuat dari bambu Tiongkok. Selama berlayar mereka membawa perbekalan yang beraneka raga seperti sapi, ayam dan kambing untuk disembelih. Selain itu mereka juga membawa banyak bambu Tiongkok sebagai cadangan dan juga sutera untuk dijual.

Pada saat ekspedisi, Cheng Ho membawa kembali ke Tiongkok berupa penghargaan dan utusan dari 30 kerajaan termasuk Raja Alagonakkara dari Sri Lanka yang datang ke Tiongkok untuk meminta maaf kepada kaisar Tiongkok. Selama ekspedisi, Cheng Ho membawa banyak barang berharga seperti kulit dan getah pohon kemenyan, batu permata (ruby, emerald dan lain - lain), bahkan orang Afrika, India dan orang arab sebagai bukti perjalanan. Selain itu Cheng Ho juga membawa binatang seperti jerapah sebagai hadiah dari raja Afrika, namun sayang jerapah tersebut mati ketika dalam perjalanan.

Majalah life menempatkan Cheng Ho sebagai orang nomer 14 orang terpenting dalam milenium terakhir. Perjalanan Cheng Ho menghasilkan peta navigasi yang mampu megubah peta navigasi dunia sebelum abad ke 15.

Cheng Ho merupakan penjelajah ulung dengan armada kapal terbanyak sepanjang sejarah dunia dan juga memiliki kapal kayu terbesar dan terbanyak sepanjang masa. Cheng Ho dikenal dengan sifatnya yang arif dan bijaksana. Ia mampu memimpin ribuan anak kapal dan membendung hasrat menjajah ke negara - negara yang pernah ia lewati.

Saat di India, anak buah Cheng Ho membawa seni beladiri lokal benama Kallary Payatt yang kemudian dikembangkan di Tiongkok menjadi seni beladiri Kungfu. Sebagai seorang Hui (etnis Cina yang identik dengan Muslim), Cheng Ho memeluk agama Islam sejak lahir. Kakeknya dan ayahnya seorang haji. Pada bulan ramadhan tepatnya 7 Desember 1411, Cheng Ho menyempatkan diri untuk kembali ke kampung halamannya di Kunyang untuk berziarah ke makam ayahnya. Ketika sampai di kampung halamannya pada bulan ramadhan, Cheng Ho berpuasa di kampungnya yang senantiasa semarak. Ia tenggelam dalam kegiatan keagamaan hingga Idul Fitri tiba.

Setiap kali Cheng Ho berlayar, banyak awak kapalnya yang beragama Islam yang ikut serta dalam pelayaran. Sebelum berlayar, Cheng Ho selalu menyempatkan untuk sholat berjamaah terlebih dahulu. Beberapa tokoh Muslim yang pernah ikut dalam pelayaran Cheng Ho diantaranya Ma Huan, Guo Chongli, Fei Xin, Hassan, Sha'ban dan Pu Heri. Beberapa sejarawan meyakini bahwa petualangan sejati Cheng Ho sudah menunaikan ibadah haji. Memang belum ada catatan atau bukti akan hal tersebut, tapi diyakini ia melakukannya pada ekspedisi terakhir yaitu pada tahun 1431 - 1433 ketika rombongannya singgah di Jeddah.

Selama hidupnya Cheng Ho memang sering mengutarakan bahwa ia menginginkan untuk pergi haji seperti apa yang dilakukan kakek dan ayahnya. Obesesi ini bahkan terbawa hingga akhir ajalnya. Hingga ia mengutus Ma Huan untuk pergi ke Mekah dan melukiskan Ka'bah untuknya. Cheng Ho meninggal di Calicut, India pada tahun 1433 dalam perjalanan terakhirnya.

Cheng Ho dan Indonesia
Cheng Ho singgah di Indonesia selama tujuh kali. Ketika ia mengunjungi Samudera Pasai, ia memberi lonceng raksasa bernama "Cakra Donya" kepada sultan Aceh yang kini disimpan di museum Banda Aceh. Pada tahun 1415, armada Cheng Ho singgah di Muara Jati (Cirebon) dan menghadiahi beberapa cindera mata khas Tiongkok kepada sultan Cirebon. Salah satu peninggalannya yaitu sebuah piring yang bertuliskan ayat kursi yang masih tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Saat ia melalui Laut Jawa, pernah seorang dari armada yang sangat berpengaruh di ekspedisinya bernama Wang Jinghong sakit keras. Wang akhirnya diturunkan di pantai Simongan, Semarang dan kemudian menetap disana. Salah satu buktinya yaitu adanya Klenteng Sam Poo Kong yang berdiri serta patung yang disebut - sebut bernama Mbah Ledakar Juragan Dampo Awang Sam Poo Kong. Cheng Ho juga sempat berkunjung ke Majapahit pada masa pemerintahan Wikramawardhana.
Baca Juga : Klenteng Sam Poo Kong

Senin, 16 Januari 2017


Soekarno merupakan sosok dibalik berdirinya negara Indonesia. Ia dikagumi banyak orang, dikenal sebagai bapak proklamator bersama Mohammad Hatta dan dikenal sebagai orator ulung pada masanya. Soekarno juga merupakan pencetus Pancasila. Ia disegani oleh para pemimpin bangsa. Soekarno lahir pada tanggal 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur dengan nama asli Koeno Sosrodiharjo, karena beliau sering sakit kemudian namanya diganti dengan nama Soekarno.

Soekarno memiliki darah Bali dan Jawa. Ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai yang merupakan bangsawan di Bali. Sedangkan ayahnya adalah seorang guru bernama Raden Soekemi Sosrodiharjo berasal dari Jawa. Keduanya bertemu ketika ayahanda Soekarno mengajar di Bali. Diketahui Soekarno memiliki saudara kandung yaitu kakak perempuan bernama Sukarmini.

Masa Muda Soekarno
Masa kecil Soekarno terpisah dengan orang tuanya yang berada di Blitar, Soekarno dibesarkan berama dengan kakeknya yang bernama Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur. Soekarno sekolah di Tulung Agung hingga selesai kemudian pindah bersama orang tuanya ke Mojokerto.

Di Mojokerto, Soekarno kembali bersekolah di Eerste Inlandse School yang merupakan tempat kerja baru ayahnya sebagai seorang guru. Pada tahun 1911, Soekarno muda dipindahkan ke ELS (Europeesche Lagere School) yaitu setingkat sekolah dasar yang dipersiapkan sebelum masuk di HBS (Hogere Burger School) di Surabaya. Setelah menamatkan pendidikan di HBS, Soekarno kemudian tinggal di rumah Hadi Oemar Said Tjokroaminoto atau dikenal H.O.S Cokroaminoto yang merupakan teman dari ayah Soekarno.

Murid - Murid H.O.S Cokroaminoto
H.O.S Cokroaminoto merupakan pendiri Sarekat Islam (SI). Dari sinilah kemudian Soekarno mengenal para petinggi Sarekat Islam seperti Haji Agus Salim dan Abdul Muis. Soekarno juga berteman dengan Muso, Alimin dan Semaun yang pada perkembangannya memilih pada haluan kiri dan juga Kartosuwiryo yang kelak mendirikan Darul Islam dan melakukan pemberontakan DI/TII melawan Soekarno.

Mereka semua tinggal di rumah H.O.S Cokroaminoto untuk menimba ilmu dan belajar berorganisasi melalui partai Sarekat Islam (SI). Jiwa nasionalisme dan kepemimpinan murid - murid H.O.S Cokroaminoto ditempa disini. Soekarno sempat ikut organisasi pemuda tahun 1918 yang bernama Tri Koro Darmo yang selanjutnya berubah nama menjadi Jong Java. Soekarno menjadi penulis aktif di koran harian Oetoesan Hindia yang dipimpin oleh Cokroaminoto.

Dari Cokroaminoto, Soekarno belajar berpolitik dan berpidato yang dilakukannya menggunakan cermin yang ada di kamarnya. Ia juga dikenal sebagai murid yang cerdas di sekolahnya yaitu Hoogere Burger School (HBS). Soekarno lulus dari HBS tahun 1921 dan pindah ke Bandung. Ia tinggal di rumah Haji Sanusi, disinilah ia kemudian mengenal Douwes Dekker, Tjiptomangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara (Tiga Serangkai).

Di Bandung, Soekarno bersekolah di Technische Hoogeschool (THS) jurusan teknik sipil. Kelak THS berubah menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada tahun yang sama yaitu tahun 1921, Soekarno menikahi Siti Oetari yang merupakan anak sulung dari H.O.S Cokroaminoto. Soekarno sempat berhenti kuliah selama 2 bulan masuk di THS, namun di tahun berikutnya ia mendaftar lagi dan memulai kuliah hingga akhirnya lulus pada tanggal 25 Mei 1926 dengan gelar Ir (insinyur).

Setelah lulus dari THS, Soekarno kemudian mendirikan Biro Insinyur pada tahun 1926 bersama Ir. Anwari sebagai seorang pembuat desain dan perancang bangunan. Soekarno juga bekerjasama dengan Ir. Rooseno dalam merancang dan membangun rumah. Selama berada di Bandung, Soekarno mendirikan Algemeene Studie Club (ASC) yang pada kelanjutannya bertransformasi menjadi Partai Nasional pada tanggal 4 Juli 1927. Dari sinilah Soekarno mengamalkan pandangan Marhaenisme. PNI didirikan dengan tujuan agar bangsa Indonesia bisa terbebas dari penjajahan Belanda dan merdeka.

Kriminalisasi Soekarno oleh Pemerintah Kolonial
Usaha - usaha Soekarno dalam pergerakan nasional terendus oleh pemerintah Belanda. Ia kemudian ditangkap di Yogyakarta dan dipenjara di penjara Banceuy, Bandung. Pada tahun 1930, ia dipindahkan ke penjara Suka Miskin. Semasa di penjara, segala kebutuhannya dipenuhi oleh istrinya Inggit Ganarsih yang dinikahinya pada tahun 1923. Sebelumnya Soekarno telah menceraikan Siti Oetari secara baik - baik di Bandung.

Inggit yang dibantu kakaknya Sukarmini sering membawakan makanan ke penjara Suka Miskin. Mengetahui hal tersebut Belanda kemudian memperketat pengawasan kepada Soekarno. Menurut beberapa buku yang membahas tentang biografi Soekarno, beliau dikenal sebagai orang yang mampu mendorong tahanan lain untuk berfikir Indonesia merdeka sehingga pemerintah Belanda menganggapnya cukup berbahaya.

Beliau diisolasi bersama tahanan elit, agar Soekarno tidak mendapatkan informasi lain dari luar penjara dan mempengaruhi para tahanan lain. Tahanan elit merupakan tempat bagi orang - orang kriminal yang sebagian besar berkewarganegaraan Belanda dengan kasus korupsi, penggelapan, penyelewengan, dan pemberontakan. Ini merupakan taktik Belanda dengan tujuan apa yang ia bicarakan dengan tahanan lain tidak sesuai dengan pola mereka.

Selama berbulan - bulan komunikasi dengan teman - temannya terputus, namun bukan berarti ia tidak bisa mendapatkan informasi dair luar. Soekarno memiliki inisiatif menggunakan telur sebagai media informasi dengan istrinya. Inggit akan memberikan telur asin ketika ada musibah dari teman - temannya. Itupun Soekarno hanya bisa menduga - duga. Pengawasan dari pihak penjara sangat ketat bahkan hanya untuk sekedar bicara saja Inggit tidak diperbolehkan dan barang bawaan diperiksa secara teliti.

Soekarno kemudian mengembangkan cara berkomunikasi dengan telur tersebut sebagai media informasi yaitu dengan menusukkan jarum. Jika satu tusukan ke telur maka berarti ada kabar baik, jika ada dua tusukan berarti ada seorang teman dari Soekarno yang tertangkap, namun jika terdapat tiga tusukan di telur itu artinya banyak dari para aktivis yang ditangkap.

Selama berada di penjara, orang tuanya tidak sekalipun menjenguk Soekarno. Alasannya, orang tuanya tidak sanggup melihat anaknya dalam kondisi kurus dan hitam selama dipenjara. Untuk menenangkan hati orang tuanya, ia beralasan badannya kurus dan hitam karena teriknya sinar matahari. Ia beralasan didalam penjara ruangannya sangat gelap, lembap dan dingin

Soekarno dan Pembelaan "Indonesia Menggugat"
Setelah delapan bulan tepatnya pada 18 Desember 1930, kasus Soekarno disidangkan di peradilan Landraad, Bandung. Soekarno membuat judul pembelaan Indonesia Menggugat yang terkenal. Dalam pembelaannya, Soekarno mengungkapkan bahawa Belanda merupakan bangsa serakah yang menindas dan merampas kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Dari pembelaan Soekarno ini membuat Belanda sangat marah dan membubarkan PNI pada tanggal 20 Desember 1930. Soekarno bebas dari penjara pada bulan Desember 1931 dan bergabung dengan Partindo pada tahun 1932. Soekarno kemudian didaulat menjadi pemimpin Partindo, namun ia kembali ditangkap oleh Belanda dan diasingkan ke Flores.

Perkenalan Soekarno dan Fatmawati di Bengkulu
Pada tahun 1938, Soekarno dibuang ke Bengkulu, disinilah awal Soekarno berkenalan dengan Hatta yang  kemudian berjuang bersama dalam memerdekakakn Indonesia. Di Bengkulu, Soekarno juga berkenalan dengan Fatmawati yang kelak menjadi istri sekaligus ibu negara pertama Republik Indoneisa. Fatmawati adalah putri dari Hasan Din yang mengajak Soekarno untuk mengajar di Sekolah Muhammadiyah Bengkulu.

Pada tahun 1942, Belanda akhirnya terusir dari Indonesia dan digantikan Jepang sebagai negara penjajah. Soekarno sempat akan dipindahkan ke Australia namun digagalkan pihak Jepang. Soekarno bebas dan kemudian pindah ke Jakarta. Keberadaan Soekarno dimanfaatkan oleh pihak Jepang untuk menarik simpati masyarakat Indonesia untuk membantu pemerintah Jepang dengan pamornya.

Soekarno dan Hambatan - Hambatan menuju Kemerdekaan
Dengan iming - iming mau memerdekakan bangsa Indonesia, Jepang membujuk para penduduk Indonesia untuk secara suka rela mau membantu Jepang dalam perang Asia Timur Raya melawan sekutu. Banyak diantara penduduk Indonesia kemudian bergabung ke organisasi kemiliteran Jepang. Bahkan untuk meyakinkan masyarakat Indonesia, Jepang menunjuk Soekarno sebagai ketua Persiapan Kemerdekaan Bangsa Indonesia yaitu BPUPKI dan PPKI. Soekarno sempat terbang ke Jepang menemui Kaisar Hirohito guna membahas kemerdekaan Indonesia.

Soekarno terus mengusahakan dengan melalui pendekatan kepada Jepang agar secepatnya Indonesia diberikan kemerdekaan. Segala persiapan kemerdekaan dari rancangan dasar negara dan persiapan - persiapan lain dirancang di dalam organisasi BPUPKI dan PPKI.

Sebelum mengumandangkan proklamasi pada 17 Agustus 1945, Soekarno bersama Muhammad Hatta dan pemimpin lain terbang ke Dalat, Vietnam untuk menemui kekaisaran Jepang di Asia Tenggara yaitu Marsekal Terauchi. Menjelang proklamasi kemerdekaan RI, terjadi perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda mengenai pelaksanaan kemerdekaan RI.

Peristiwa Rengasdengklok
Golongan muda dan golongan tua memiliki perbedaan pandangan mengenai kemerdekaan RI. Golongan tua menghendaki persiapan yang lebih matang sedangkan golongan muda menghendaki kemerdekaan secepatnya. Hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadi penculikan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Pada tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta dibawa secara paksa ke Rengasdengklok dengan tujuan memaksa keduanya untuk segera memproklamasikan kemerdekaan RI dan menjauhkan dari pengaruh Jepang. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Peristiwa Rengasdengklok.

Mengetahui peristiwa tersebut, Ahmad Soebardjo kemudian menjemput Soekarno dan Hatta di Rengasdengklok. Setibanya di Jakarta, Soekarno, Hatta dan pemimpin lain menemui Laksamada di rumahnya Jl. Imam Bonjol. Laksamana Maeda yang merupakan orang Jepang yang akan menjamin keselamatan Soekarno dan yang lain dalam merumuskan teks proklamasi. Sokarno, Hatta dan Ahmad Soebardjo kemudian merumuskan teks proklamasi kemerdekaan yang kemudian diketik ulang oleh Sayuti Melik.

Proklamasi Kemerdekaan dan Wanita yang Disukai Soekarno
Proklamasi kemerdekaan RI dilakukan pada 17 Agustus 1945 yang dibacakan oleh Soekarno. Hari ini menandakan bahwa Indonesia adalah negara yang merdeka dari penjajahan. Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta kemudian didaulat sebagai presiden  dan wakil presiden.



Diluar sosoknya yang kharismatik dengan segala kelebihan yang dimiliknya, Soekarno sebagai seorang yang dikagumi juga memiliki kelemahan yaitu terhadap wanita. Ia terhitung telah menikah selama sembilan kali. Kharismanya yang luar biasa mampu memikat para wanita yang disukainya.

Fatmawati pernah bertanya kepada Soekarno mengenai wanita yang berpenampilan seksi, namun Soekarno menjawab ia lebih menyukai wanita yang sederhana dan sopan karena kecantikan seorang wanita akan terihat dari kesederhanaan dan keaslian tersebut. Percaya atau tidak, artis Marylin Monroe juga sempat terpikat dengan kharisma Soekarno.

Indonesia pada Pemerintahan Soekarno
Indonesia sebagai negara baru kerap kali diterpa berbagai permasalahan. Belanda masih merongrong kemerdekaan RI dan tidak mau mengakui kedaulatan RI sebagai negara yang merdeka. Permasalahan pertama Indonesia adalah dari Belanda yang melakukan Agresi Militer dan kembali menjajah Indonesia. Kemudian pemberontakan PKI pimpinan Muso (kawan lama Soekarno ketika menimba ilmu di H.O.S Cokroaminoto) dan Amir Syarifudin, Pemberontakan Permesta, Pemberontakan Maluku, Pemberontakan APRA oleh Westerling, dan Pemberontakan DI/TII oleh Kartosuwiryo yang juga merupakan teman lawa Soekarno.

Meskipun begitu, Indonesia sebagai negara yang masih muda mendapat nama baik di dunia Internasional. Banyak presiden negara lain seperti Fidel Castro dari Jepang dan John F. Kennedy presiden Amerika menaruh hormat kepada Soekarno.

Indonesia dikenal sebagai pelopor negara Non Blok yaitu negara - negara yang tidak memihak pihak manapun dalam perang ideologi yang terjadi pada saat itu. Soekarno pernah berhubungan erat dengan Rusia yang ditandai dengan transaksi senjata besar - besaran untuk melawan Belanda ketika pebebasan Irian Barat. Selain itu, Soekarno juga membentuk poros Jakarta - Beijing - Moskow yang membuat konfrontasi blok barat semakin memanas. Indonesia semakin lama semakin berhaluan kiri dengan dicetuskannya NASAKOM (Nasionalis, Agama dan Komunisme) oleh Soekarno.

Indonesia sempat berganti sistem pemerintahan dari parlementer menjadi presidensil dari tahun 1945 hingga 1960an. Terjadi pergolakan politik yang sangat hebat pada periode 1960an. PKI sebagai organisasi politik yang dikenal berhaluan kiri melancarkan pemberontakan pada tanggal 30 September 1965 yang kemudian dikenal dengan peristiwa G30S/PKI. Peristiwa inilah yang kemudian melengserkan Soekarno dari tampuk kepemimpinan.

Lengsernya Soekarno sebagai presiden ditandai dengan adanya Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) pada tahun 1966 yang kemudian menjadi kontroversi. Supersemar diberikan kepada Soeharto dengan isi agar Soeharto mengendalikan keamanan dan ketertiban negara yang sedang kacau dan juga berisi mandat pemindahan kekuasaan Soekarno ke Soeharto yang kelak menjadikan Soeharto sebagai presiden baru di Indonesia.

Akhir Jabatan Soekarno sebagai Presiden
Setelah jabatan Soekarno sebagai presiden berakhir, Soeharto kemudian diangkat menjadi presiden baru. Soekarno menghabiskan waktunya di Istana Bogor. Soekarno yang menua kemudian mulai sakit - sakitan hingga meninggal pada tanggal 21 Juni 1970 di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Jenazah Soekarno dibawa ke Wisma Yaso dan selanjutnya dipindahkan ke Blitar untuk dikebumikan dekat dengan ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai. Atas jasa - jasanya, Soekarno kemudian diberikan gelar "Pahlawan Proklamasi'.

Isu Kematian Soekarno
Ada banyak pendapat mengenai kematian Soekarno. Banyak yang menyakini bahwa Soekarno meninggal tidak wajar atau bisa dikatakan meninggal secara perlahan. Soekarno diawasi secara ketat oleh Soeharto. Bahkan dokter dan obat - obatan yang akan digunakan Soekarno harus melewati izin dari Soeharto. Soekarno ditahan di Wisma Yaso, dikurung didalam sel yang sangat sempit bahkan bisa diibaratkan selnya hanya seluas rentangan tangan. Soekarno yang dikenal sangat gemar membaca dan berinteraksi dengan dunia luar seakan dijauhkan dengan hal - hal yang disukainya. Secara perlahan kesehatan Soekarno menurun dan menderita lahir dan batin. Keluarganya pun dibatasi untuk sekedar bertemu. Seorang presiden yang dulu memperjuangkan Indonesia harus ditahan dan merasakan jeruji besi tanpa tahu sebabnya.

Ketika dalam kondisi sakit, resep - resep yang diberikan oleh dr. Mahar Mardjono diatur oleh Soeharto.Banyak yang mengatakan bahwa penguasa pada saat itu memang membiarkan Soekarno sakit dan secara perlahan mempercepat kematiannya. Alat - alat dari Cina yang akan digunakan Soekarno pun ditolak dan diganti dengan alat - alat lama pada zaman KNIL. Bahkan, putri Soekarno,Rachmawati Soekarnoputri pun menuturkan untuk sekedar menebus obat sakit gigipun harus seizin Soeharto. Hingga pada akhirnya Soekarno meninggal dan dikebumikan. Indonesia kehilangan bapak bangsa.

Minggu, 30 Oktober 2016


A. Biografi Herman Williem Daendels 

Daendels dengan nama lengkap Herman Willem Daendels lahir di Hattem, Gelderland, Belanda pada 21 Oktober 1762. Daendels meninggal di Elmina, Belanda pada 2 Mei 1818 di umur 55 tahun. Daendels merupakan seorang politikus Belanda sekaligus pernah menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia - Belanda yang ke 36. Daendels memerintah Hindia Belanda pada periode 1808 - 1811 ketika Belanda di kuasai Perancis.

Pada tahun 1780 dan 1787, Daendels ikut melakukan pemberontakan di Belanda dan kemudian melarikan diri ke Perancis. Di Perancis Daendels menyaksikan perubahan Revolusi Peracis serta menggabungkan diri pada pasukan Republik Batavia. Daendels mencapai level Jenderal dan pada tahun 1795 ia diangkat sebagai Letnan Jenderal. Ia tergabung dalam kaum unitaris dan menjabat sebagai kepala kaum unitaris Belanda, maka dari itu ia secara langsung ikut serta dalam penyusunan Undang - Undang Dasar Belanda yang pertama. Bahkan Daendels juga mengintervensi militer Belanda selama dua kali. Namun ketika terjadi invasi oleh Inggris dan Rusia di Noord-Holland, Daendels sebagai letnan jenderal dianggap kurang tanggap dan diserang oleh berbagai pihak dan pada akhirnya ia mengundurkan diri dari militer Belanda pada 1800 dan pindah ke Heerde, Gelderland.



B. Masa Pemerintahan Daendels di Indonesia

Daendels diangkat sebagai Gubernur Jenderal di Indonesia pada periode 1809 hingga 1811. Pengangkatan tersebut dilakukan oleh Louis Napoleon yang merupakan saudara dari Napoleon Bonaparte dan merupakan raja Belanda pada saat itu. Tugas utama dari Daendels adalah mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris. Dalam usaha mempertahankan pulau Jawa, Daendels menerapkan pembangunan jalan dari Anyer sampai ke Panarukan. Jalan ini dikenal sebagai Grote Post-Weg (jalan raya pos) atau yang lebih dikenal dengan jalan pantura. Daendels dikenal dengan pemerintahannya yang diktator dengan tangan besi. Dari cerita berbagai sumber, pembangunan Grote Post Weg menembus Gunung Pulosari, Jiput, Menes, Pandeglang, Lebak, hingga ke Jasinya (Bogor). Pembangunan jalan ini menghabiskan waktu hanya satu tahun yaitu dari tahun 1809 hingga 1810 dengan tujuam mempermudah tibanya surat - surat dari Anyer menuju Panarukan.

Pada awal pembangunan rute Banten tahap awal, pribumi masih mau membantu pembangunan proyek tersebut secara paksa. Namun, setelah adanya kendala - kendala seperti penyakit malaria serta banyaknya pribumi yang tewas dalam proyek tersebut, maka sebagian dari pribumi tersebut berhenti dalam pembangunan tersebut. Dalam pembangunan jalan Batavia - Banten menewaskan sekitar 15.000 orang dengan jasad - jasad yang tidak dikubur secara layak. Namun Daendels tetap bersikeras untuk merampungkan proyek pembangunan pantura tersebut. Bahkan sesekali Daendels juga memerintahkan prajuritnya untuk menembaki siapa saja yang membangkang terhadap perintahnya. Sebenarnya banyak yang menentang kebijakan tangan besi Daendels di dalam internal Belanda sendiri, namun mereka yang menentang tidak bisa berbuat apa - apa. Daendels mengancam akan memecat serta mengembalikan mereka ke Eropa. Pejabat - pejabat tersebut diantaranya Peter Engelhard Minister dari Yogyakarta, F. Waterloo Prefect dari Cirebon serta F. Rothenbuhler Gubernur Ujung Timur Jawa.




Dalam tulisan mereka, banyak hal yang membahas tentang keburukan Daendels, diantaranya banyaknya korban jiwa akibat kerja rodi dalam pembangunan jalan raya tersebut. Keresahan para pejabat Belanda akhirnya sampai di telinga Louis Napoleon, atas pertimbangannya dan petinggi Belanda, Daendels dicopot dari jabatannya pada 1811 dan digantikan Jenderal Jansens sedangkan Daendels dibawa kembali ke Eropa. Di Eropa, Daendels bertugas di tentara Perancis dan juga mengikuti perang melawan Rusia. Setelah Perancis dikalahkan di Waterloo dan Belanda memerdekakan diri, Daendels menawarkan diri kepada Raja Willem I namun raja Belanda tidak terlalu suka dengan mantan patriot dan tokoh revolusioner ini. Pada 1815 Daendels ditawari menjadi Gubernur Jenderal di Ghana dan meninggal pada 8 Mei 1818 akibat penyakit malaria.

Rabu, 20 Juli 2016

Biografi Sayuti Melik 
Sayuti Melik dilahirkan di Kadisono, Rejodani, Sleman Yogyakarta pada 25 November 1908. Beliau meninggal di Jakarta 2 Maret 1989. Sayuti Melik adalah putra dari Abdul Muin atau Partoprawito dan Sumilah. Pendidikan Sayuti Melik diawali dari Sekolah Ongko Loro setingkat SD di desa Srowulan sampai kelas IV kemudian melanjutkan sampai mendapat ijazah di Yogyakarta. Selanjutnya beliau melanjutkan pendidikannya pada tahun 1920 sampai 1924 di Solo dengan mengambl pendidikan sekolah guru. Di sekolah ini Sayuti Melik belajar tentang nasionalisme dari gurunya yang berasal dari Belanda, H.A. Zurink. Dari sinilah beliau yang masih belasan tahun sudah tertarik dengan majalah Islam Bergerak dari K.H. Misbach di Kauman, Solo, ulama yang berhaluan kiri. Dari majalah ini ia memahami bahwa Marxisme sebagai ideologi perjuangan melawan penjajah. Dari K.H Misbach inilah ia belajar Marxisme. Kemudian ia berkenalan dengan Bung Karno pada 1926 di Bandung.

Pada tahun - tahun berikutnya Sayuti Melik lebih banyak melanjutkan hidupnya di penjara. Pada tahun 1926 beliau ditangkap belanda dengan tuduhan bahwa Sayuti Melik membantu PKI dan kemudian diasingkan ke Boven Digul (1927 - 1933). Selanjutnya pada 1936 ia ditangkap oleh Inggris dan dipenjara di Singapura selama satu tahun. Stelah mendapat pengusiran dari wilayah Inggris Sayuti Melik kemudian ditangkap lagi oleh Belanda dan dibawa ke Jakarta dan dimasukkan sel di Gang Tengah pada 1937 sampai 1938. Di tahun berikutnya ia dimasukkan ke penjara pada tahun 1939-1941 di Sukamiskin Bandung dan terlibat "Pers Delict". Pada masa pemerintahan Jepang yaitu 1942 ia kembali dipenjara lagi karena dianggap ikut menyebarkan pamflet PKI, akhirnya dipenjara lagi dan dibebaskan menjelang Proklamasi kemerdekaan. Sayuti Melik menjadi salah satu anggota PPKI dan menghandiri perumusan naskah Proklamasi.  Teks Proklamasi hasil tulisan tangan Bung Karno diketik ulang oleh Sayuti Melik dengan beberapa perubahan - perubahan kata.

Pasca kemerdekaan Sayuti Melik aktif di organisasi sebagai anggota KNIP. Pada 1946 Sauti Melik kembali dipenjara oleh pemerintah RI karena dianggap memiliki hubungan dengan organisasi Persatuan Perjuangan dan dianggap terlibat dalam peristiwa 3 Juli 1946 namun ketika di pengadilan ia tidak terbukti bersalah. Ketika terjadi Agresi Militer Belanda II ia juga kembali ditangkap oleh Belanda dan dipenjara di Ambarawa dan dibebaskan setelah selesai KMB. Pada 1950 Sayuti Melik diangkat menjadi anggota MPRS dan DPR-GR sebagai wakil dari angkatan 45 dan menjadi Wakil Cendekiawan. Selanjutnya pada 1961 ia mendapat Bintang Maha Putera Tingkat V. Syuti Melik menulis sebuah artikel tentang "Belajar Memahami Soekarnoisme" yang isinya yaitu mempelajari perbedaan pandangan Soekarno tentang Marhaenisme dan Marxisme Leninisme PKI. Sayuti Melik melihat bahwa PKI ingin membonceng kharisma Soekarno dengan memadu padankan paham Marhaenisme dan Marxisme. Akhirnya pada 1965 ia ditangkap dan diperiksa oleh Kejaksaan Agung.

Pada pemerintahan Soeharto, beliau diangkat sebagai anggota MPR dan DPR (1971-1977), sebagai Wakil dari Golkar. Sayuti Melik meninggal pada 2 maret 1989 karena penyakitnya dan kemudian dikebumikan di Kalibata.

Sabtu, 18 Februari 2012

Mr. Kasman Singodimedjo (lahir di Poerworedjo, Jawa Tengah, 25 Februari 1904, meninggal di Jakarta, 25 Oktober 1982 pada umur 78 tahun) adalah Jaksa Agung Indonesia periode 1945 sampai 1946 menggantikan Mr Gatot yang mengundurkan diri dalam kabinet RI pertama. . Selain itu ia juga adalah Ketua KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) yang menjadi cikal bakal dari DPR. Di zaman Jepang Pak Kasman adalah salah satu Daidancho (pimpinan batalyon) Tentara Pembela Tanah Air atau PETA. Markas Batalyonnya terletak Harmoni disebelah Bank Tabungan Pos yang sering disebut Batalyon Jaga Monyet. Selama hidupnya aktif dalam idiologi Islam misalnya Masjumi dan Parmusi. Anehnya saat muda adalah anggota kepanduan Surja Wirawan yaitu organisasi pemuda dibawah Parindra.

Jumat, 20 Januari 2012

biografi imam syafi'i.
mungkin judul ini kurang cocok,karna saya sendiri kurang begitu banyak faham tentang imam syafi'i.
untuk mengambil keterangan yang detle dari kitab saya sendiri tidak punya,akhirnya saya tulis menurut pengetahuan saya dari guru guru saya,itupun saya kerepotan untuk menyusun kalimatnya.
saya memcoba mencari di internet keterangan yang shahih juga lengkap tentang imam syafi'i namun hasilnya masih nihil,apabila anda ingin mendownload ebook
tentang imam syafi'i saya ada linknya

untuk download ebooknya,klik disini
ebook yang lain,klik disini
untuk download kitab tajwid,klik disini