Tampilkan postingan dengan label Bangunan Bersejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bangunan Bersejarah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juli 2016

Terletak di Jalan Ahmad Yani No. 6, Museum Vredeburg ini menjadi salah satu destinasi wisata di Yogyakarta yang sayang untuk dilewatkan. Benteng ini berdekatan dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat serta Jalan Malioboro. Bangunan ini merupakan peninggalan Belanda dalam upaya melindungi rumah Residen Belanda dan pemukiman orang - orang Belanda dari serangan meriam Keraton Yogyakarta. Sebelum berdiri Benteng Vredeburg, tepat di tempat ini pada tahun 1761 adalah sebuah parit perlindungan bagi tentara Belanda yang lebih dikenal dengan nama Rusten Burg.

Pada tahun 1760, Sri Sultan Hamengkubuwono I membangun Benteng Vredeburg atas permintaan Belanda. Pembangunan Benteng ini dengan maksud menjaga kedamaian antar kedua belah pihak. Namun sebenarnya benteng ini dibangun untuk pertahanan Belanda apabila sewaktu - waktu terjadi serangan karena jarak Keraton Yogyakarta dan Benteng Vredeburg adalah selemparan meriam dan mempermudah Belanda dalam memantau apapun yang dilakukan orang - orang keraton. Pada awal pembangunannya, Benteng Vredeburg memiliki arsitektur sederhana, benteng ini memiliki bentuk bujur sangkar dengan bastion di setiap sudut. Nama bastion - bastion tersebut adalah Jyawisesa (barat laut), Jayapurusa (timur laut), Jayaprakosaningprang (barat daya), dan Jayaprayitna (tenggara).

Frans Haak pada tahun 1765 mengubah arsitektur dan bentuk benteng dengan meniru bentuk benteng yang ada di Eropa. Diantaranya dengan membuat parit di dalam benteng yang mengelilingi benteng serta memperlebar tembok yang memungkinkan prajurit bisa berjaga diatas dan menembak dari tempat itu serta adanya menara pengawas di setiap sudut dari tembok tersebut. Sampai saat ini masih bisa disaksikan benteng tersebut .

Dahulu benteng ini digunakan sebagai tempat penahanan untuk para pemimpin - pemimpin di daerah Yogyakarta yang membangkang terhadap pemerintahan Belanda dan selanjutnya diasingkan ke luar Jawa. Tempat ini juga dijadikan tempat perancangan strategi oleh Danurejo IV untuk penangkapan Pangeran Diponegoro, putra tertua dari Sultan Hamengkubuwono III yang melawan Belanda.

Pada tahun 1769 sampai 1787, Gubenur Belanda yang memerintah yaitu W.H Ossenberg memberi usulan untuk membuat permanen Benteng Vredeburg dengan alasan demi menjamin keamanan. Setelah selesai penyempurnaan tersebut benteng tersebut diberi nama  Rustenburg atau benteng peristirahatan. Lamanya penyempurnaan ini dikarenakan adanya kesibukan dari Sultan HB I pada tahun 1775 serta adanya perpecahan Kerajaan Mataram menjadi dua yaitu Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarta.

Benteng ini pernah mengalami kerusakan ketika terjadi gempa pada tahun 1867. Kemudian diadakan perbaikan dan benteng Rustenburg kemudian diubah dengan nama Vredeburg atau yang berarti benteng perdamaian. Pengambilan nama Vredeburg merujuk pada kondisi antara Belanda dan Kraton yang tidak pernah akur. Meriam ini digunakan lagi pada masa revolusi yaitu pada Desember 1948 ketika ibu kota RI di pindahkan ke Yogyakarta. Pada saat itu banyak diantara para TNI menyamar menjadi abdi dalem kraton untuk melindungi kraton. Stretegi ini sangat tepat karena Ratu Wlhelmina di Belanda sudah memberi mandat pada Belanda untuk tidak mengusik keluarga kraton.

Denah Benteng Vredeburg

Peta Benteng Vredeburg

Video Benteng Vredeburg

Rabu, 22 Juni 2016

Tembok terpanjang di dunia, Tembok Cina memiliki panjang sekitar 6.350 kilometer membentang dari bagian barat ke bagian timur. Bangunan ini berbentuk memanjang bagaikan naga yang menghadang serangan para musuh yang berusaha menyerang daratan Cina. Ikon Cina ini membentang dari Shanhaigun di sebelah timur, melewati perbatasan Cina dan Manchuria hingga Lop Nur di sebelah tenggara daerah otonomi Xinjiang Uygur. Pembangunan tembok ini menghabiskan waktu yang sangat lama, lintas generasi serta mengorbankan nyawa yang tidak sedikit.

Fungsi bangunan ini yaitu melindungi daratan Cina dari serangan musuh. Kaisar Qin Shihuang menjadi pelopor yang mengawali pembangunan dinding pertahanan ini. Pada awalnya hanya sepanjang 2.414 km dan kemudian pada Dinasti Ming arsitekturnya disempurnakan dan jadilah seperti yang kita lihat sekarang. Qin Shihuang Ti memiliki peran besar di Cina pada masanya. Qin Shihuang Ti atau yang lebih dikenal dengan Shi Huang Ti berjasa menyatukan daratan Cina pada 221 M dan memiliki jasa memperkenalkan mata uang, menyederhanakan aksara Cina dan memajukan pendidikan meskipun di sisi lain ia adalah pemimpin bertangan besi.

Pembangunan Tembok Cina memakan banyak korban. Pekerja pembangunan tembok ini dipekerjakan secara paksa. 300 ribu orang dikerahkan untuk membangun selama 10 tahun dan puluhan ribu orang meninggal karena kelaparan, penyakit bahkan serangan musuh ketika sedang membangun tembok ini. Bahkan tembok Cina ini memiliki julukan "Pemakaman Terpanjang di Dunia". Selain panjangnya yang diperkirakan sepanjang 10.000 Li menurut rakyat Cina namun juga lamanya pengerjaannnya yang diawali dari tahun 656 SM oleh negara Chu hingga zaman Dinasti Ming pada 2.700 tahun kemudian.

Minggu, 19 Juni 2016

Awal sejarah Pasar Johar diawali pada 1860, persimpangan johar dahulu adalah sebuah alun - alun Semarang sedangkan sisi sebelah barat terdapat penjara. Awalnya Pasar Johar hanyalah tempat berjualan kecil untuk memenuhi kebutuhan orang - orang yang sedang membesuk tahanan dan menunggu jam besuk di bawah pohon sekitar Johar. Ada pendapat bahwa Pasar Johar adalah kawasan yang kumuh oleh tenda pedagang kemudian Sunan Pandanaran memerintahkan untuk menanami pohon Johar sebagai tempat berteduh.

Komoditas yang dijualsaat itu adalah hasil bumi seperti buah, jagung, ketela hingga pisang. Keberadaan pasar dibiarkan tanpa adanya penertiban dan bahkan pemerintahan kota menarik retribusi bagi pedagang di Johar. Hingga pada akhirnya pada 1931 pemerintah kota membangun Pasar Johar untuk menyatukan dikawasan tersebut yaitu Pasar Pedamaran, Johar, Beteng, Jurnatan serta Pekojan.
Baca Juga : Sejarah Sam Poo Kong
Keberadaan Johar yang strategis membuat pemerintah memperluas pasar tersnbut dan merobohkan bangunan penjara serta menebangi pohon - pohon johar. Pada 1933 pemerintah kota meminta seorang arsitek Belanda untuk membuat struktur bangunan dengan meminta konsep bangunan seperti di pasar Jatingaleh. Namun dengan pertimbangan kondisi iklim serta perilaku masyarakat Semarang, arsitekturpun diubah menyesuaikan hal tersebut dan terciptalah bangunan Pasar Johar yang luar biasa.

Kelebihan bangunan Pasar Johar adalah memungkinkan sirkulasi udara sehingga memungkinkan udara untuk berganti dan mengurangi hawa panas di dalam Pasar Johar. Pada 1955, Pasar Johar dianggap pasar terbesar di Asia Tenggara dengan arsitektur dan manajemen yang baik. Dalam perkembangannya, pedagang Pasar Johar tidak hanya terbatas dari orang Semarang namun juga orang luar Semarang.
Sam Poo Kong merupakan salah satu bangunan bersejarah di Semarang. Bangunan sejarah lain di Semarang yaitu Kota Lama, Gereja Blenduk, Lawang Sewu, dan lain - lain. Bangunan ini disebut bersejarah karena konon di tempat ini lah Laksamana Cheng Ho mendarat pertama kali di daerah Semarang. Klenteng ini juga disebut sebagai Gedung Batu karena terdapat sebuah gua batu besar yang terletak di sebuah bukit berkomposisikan batu terletak di daerah Simongan.

Warna merah yang mendominasi klenteng ini serta lampion - lampion juga menghiasi bangunan Sam Poo Kong menjadikan bangunan Sam Poo Kong seakan membawa wisatawan berpindah ke daratan China. Sekarang tempat ini digunakan untuk tempat pemujaan, serta persembahyangan padahal dahulu Cheng Ho dikenal sebagai seorang muslim. Cheng Ho dianggap seorang dewa oleh mereka yang menyembahnya. Oleh orang - orang Kong Hu Cu atau Tau menganggap bahwa Cheng Ho yang sudah meninggal dapat memberi pertolongan kepada mereka.

Menurut sejarahnya Cheng Ho mendarat di Semarang di tempat yang sekarang berdiri Sam Poo Kong sekitar tahun 1400-an. Pada tahun 1700-an, Sam Poo Kong pernah tertimbun longsor, namun penduduk membangunnya kembali. Kini di dalam ruangan goa terdapat patung Cheng Ho berlapis emas yang di puja dan digunakan untuk bersembahyang.

Di tempat tersebut pula terdapat klenteng Thao Tee Kong yang digunakan untuk pemujaan dewa bumi. Selain itu terdapat jangkar Cheng ho yang juga digunakan sebagai tempat pemujaan juru mudi kapal Cheng Ho. Ada juga tempat pemujaan Kyai Cundrik Bumi sebagai tempat penyimpanan persenjataan serta Kyai dan Nyai Tumpeng sebagai tempat yang mewakili penyimpanan bahan makanan.
Baca Juga : Sejarah Pasar Johar
Layaknya tempat persembahyangan, hanya orang - orang tertentu yang diperbolehkan memasuki tempat persembahyangan. Setahun sekali tepatnya pada tanggal 18 agustus di Sam Poo Kong dirayakan perayaan kedatangan Cheng ho dengan melakukan arak - arakan, bazaar serta festival barongsai. Selain itu diperingati pula Hari Imlek dan Kelahiran Cheng ho. Wisatawan di Sam Poo Kong ini bukan hanya wisatawan lokal, namun juga wisatawan mancanegara terutama Cina, bahkan Amerika, Brazil, Rusia dan  negara lain.