Tampilkan postingan dengan label Audio Amplifier. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Audio Amplifier. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 September 2014

loudness control





     P1 10K Linear Potentiometer (Dual-gang/stereo)
    R1,R6,R8 100K 1/4W Resistor
    R2 27K 1/4W Resistor
    R3,R5 1K 1/4W Resistor
    R4 1M 1/4W Resistor
    R7 20K 1/2W Trimmer Cermet
    C1 100nF 63V Kapasitor
    C2 47nF 63V Kapasitor
    C3 470nF 63V Kapasitor
    C4 15nF 63V Kapasitor
    C5,C9 1�F 63V Kapasitors
    C6,C8 47�F 63V Kapasitors
    C7 100pF 63V Kapacitor
    IC1 TL072 Dual BIFET Op-Amp
    SW1 DPDT Switch (4 pole)



source: circuit-finder

Senin, 10 Juni 2013



Rangkaian mixer diatas memiliki 3 input mikrofon dan 3 input line. Input mikrofon cocok untuk mikrofon dinamis dengan impedansi rendah 200-1000 ohm. Sama halnya dengan semua mixer, sedikit loss selalu akan ada, oleh karena itu penguat penjumlahan (summing amplifier) terakhir memiliki gain 2 hingga 6 dB untuk mengatasi hal tersebut. Level line input harus sekitar 200 mV RMS. Deskripsi pin untuk LM741, LF351, TL071 dan NE5534 ditunjukkan di bawah ini.



Input mic diperkuat sekitar 100 kali atau 40dB, penguatan total dari mixer termasuk penguat penjumlahan adalah 46dB. Input mikrofon dirancang untuk mikrofon dengan output sekitar 2mV RMS pada 1 meter. Mikrofon dinamik paling memenuhi standar ini.

Pemilihan op-amp tidak terlalu kritikal dalam rangkaian ini, Penguat bipolar, FET atau MOS dapat digunakan, seperti IC 741, LF351, TL061, TL071, CA3140 dan lain sebagainya. Catu daya yang dibutuhkan adalah jenis dual power supply +/- 9V, bisa juga menggunakan dua buah baterai 9 volt seperti yang ditunjukkan pada gambar rangkaian di atas.

Jumat, 31 Mei 2013


Sebuah kontrol frekuensi Bass dan Treble yang akan ditambahkan ke 3-5W Class A Audio Amplifier diperlukan oleh beberapa penggemar audio. Oleh karena itu, rangkaian ini dirancang dengan mengingat kesederhanaan dari rangkaian penguat yang harus dihubungkan dan dilakukan dengan komponen yang sesedikit mungkin.

Q1 adalah satu-satunya komponen aktif membentuk satu tahap penguat transistor langsung dengan jaringan tone kontrol pada jalur umpan balik ac. Mengambil umpan balik dari beban split Q1 kita memperoleh gain ac dari sekitar 3: ini bisa berguna untuk mengatasi tegangan sumber audio output yang rendah.

Technical data:

Sensitivitas input:
    160mV RMS for 0.5V RMS output
Impedansi input @ 1KHz:
    Volume control knob to 12 o'clock = 40K
    Volume control knob to 2 o'clock = 19K
Tegangan output maksimum:
    4.5V RMS into 10K load
Frequency response:
    flat from 15Hz to 23KHz
Total harmonic distortion @ 1V RMS output:
    1KHz = 0.008% 10KHz = 0.01%
Total harmonic distortion @ 4V RMS output:
    1KHz = 0.06% 10KHz = 0.05%
Bass control frequency range referred to 1KHz:
    +11.6dB/-8db @ 100Hz
Treble control frequency range referred to 1KHz:
    +7.7dB/-7.3dB @ 10KHz
 
Catatan:
  • Rentang frekuensi kontrol trebbe dapat ditingkatkan menjadi 8,7 dB/-9.9dB dengan menaikkan nilai C3 sampai 2n2. 
  • C1 dan P1 adalah komponen dengan label yang sama sudah ada dalam 3 - 5W Class A Audio Amplifier.
  • C7 adalah kapasitor yang sudah ada berlabel C2 dalam 3 - 5W Class A Audio Amplifier. Harap dicatat bahwa polaritas harus dibalik. 
  • Rangkaian ini didukung oleh saluran yang sama pasokan 24V dari 3 - 5W Class A Audio Amplifier.
Behaves like a one-valve operated amplifier
Simple circuitry - No cross-over distortion



Parts:
P1_____________47K  Log. Potentiometer (Dual-gang for stereo)

R1____________100K  1/4W Resistor
R2_____________12K  1/4W Resistor (See Notes)
R3_____________47K  1/4W Resistor
R4______________8K2 1/4W Resistor
R5______________1K5 1/4W Resistor (Optional, see Notes)
R6______________2K7 1/4W Resistor
R7,R9_________100R  1/4W Resistors
R8____________560R  1/2W Resistor (See Notes)
R10_____________1R  1/2W Resistor

C1,C2__________10�F  63V Electrolytic Capacitors
C3_____________47�F  25V Electrolytic Capacitor
C4____________100�F  35V Electrolytic Capacitor
C5____________150nF  63V Polyester Capacitor (Optional, see Notes)
C6,C7_________220�F  25V Electrolytic Capacitors
C8___________1000�F  25V Electrolytic Capacitor

Q1___________BC560C  45V 100mA Low noise High gain PNP Transistor
Q2,Q3________BD439   60V 4A NPN Transistors

SPKR___________One or more speakers wired in series or in parallel
                                    Total resulting impedance: 8 Ohm
                                    Minimum power handling: 5W

Comments:
In the old valve days, most commercial audio amplifiers suited for compact integrated mono or stereo record players used a one-valve amplifier topology. The circuit was usually implemented by means of a multiple type valve, e.g. a triode pentode ECL86.
Common features for those amplifiers were: Class A operation, output power in the 3 - 5W range, input sensitivity of about 600mV for full output power, THD of about 3% @ 3W and 1KHz.
Best types showed THD figures of 1.8% @ 3W and 0.8% @ 2W.
This solid-state push-pull single-ended Class A circuit is capable of providing a sound comparable to those valve amplifiers, delivering more output power (6.9W measured across a 8 Ohm loudspeaker cabinet load), less THD, higher input sensitivity and better linearity.
Voltage and current required for this circuit are 24V and 700mA respectively, compared to 250V HT rail and 1A @ 6.3V filament heating for valve-operated amplifiers.
The only penalty for the transistor operated circuit is the necessity of using a rather large heatsink for Q2 and Q3 (compared to the maximum power delivered).
In any case, the amount of heat generated by this circuit can be comparable to that of a one-valve amplifier.
An optional bass-boost facility can be added, by means of R5 and C5.

This circuit was built and compared with a one-valve box gramophone circuit of the late 1950s by Aren van Waarde, a Dutch biochemist working in the field of medical imaging (PET) with a strong interest in audio and valve amplifiers.
A thorough description of both circuits and the results of subjective test comparisons made by this distinguished Author appeared on AudioXpress magazine: February, March and April 2005 issues.

Technical data: 
(measured on 8 Ohm resistive load unless otherwise specified)

Sensitivity:    
    230mV input for 1.5W output
    380mV input for 3.5W output
    560mV input for 5.6W output

Sensitivity with bass-boost: 
    400mV input for 1.5W output
    630mV input for 3.5W output
    850mV input for 5.6W output

Sensitivity with 8 Ohm nominal, loudspeaker cabinet load:    
    210mV input for 1.5W output
    325mV input for 3.5W output
    477mV input for 6.9W output

Frequency response:    
    100Hz to 20KHz 0dB; -3dB @ 40Hz

Frequency response with bass-boost:    
    +5dB @ 100Hz; +3.9dB @ 200Hz; +2.5dB @ 400Hz; -1dB @ 10KHz and 20KHz

Total harmonic distortion @ 1KHz:    
     0.3% @ 0.5W; 0.45% @ 1W; 1% @ 5.6W

Unconditionally stable on capacitive loads

Notes:
  • If necessary, R2 can be adjusted to obtain 13V across C8 positive lead and negative ground. 
  • Total current drawing of the circuit, best measured by inserting the probes of an Avo-meter across the positive output of the power supply and the positive rail input of the amplifier, must be 700mA. Adjust R8 to obtain this value if necessary. 
  • Q2 and Q3 must be mounted on a finned heatsink of 120x50x25mm. minimum dimensions. 
  • Add R5 and C5 if the bass-boost facility is required.
Source: redcircuits

Selasa, 09 April 2013

Sesuai dengan judulnya, amplifier ini cukup simpel dirangkai dan dapat diaktifkan hanya menggunakan baterai 6 - 12 volt. Komponen utama dari rangkaian ini adalah IC penguat LM386.
Skematik:



Daftar Komponen:
 

Senin, 08 April 2013

Bila Anda ingin memperkuat sinyal suara dari segala sumber sebelum ke rangkaian penguat, biasa menggunakan Pre Amplifier atau Pre-Amp. Kita dapat menggunakan rangkaian yang menarik ini karena hanya menggunakan satu buah transistor (nomor atau seri pengalihan transistor dapat menggunakan C1815 atau C945 atau C828, dll.) Rangkaian ini mudah dirangkai dan kualitasnya juga cukup bagus.
Pre Amplifier ini cocok dipakai sebagai penguat awal dari CD player yang kemudian outputnya kita koneksikan ke power amplifier. Semoga bermanfaat...

Minggu, 24 Maret 2013


Rangkaian audio amplifier ini menggunakan IC TDA2005, merupakan audio amplifier kelas B yang cocok diaplikasikan untuk audio mobil dengan output speaker 20 watt 4 ohm. Rangkaian ini membutuhkan tegangan catu sebesar 18 VDC dan harus menggunakan peredam panas untuk melindungi IC.


Daftar komponen: 

Sabtu, 16 Maret 2013

Rangkaian Amplifier Subwoofer OCL merupakan amplifier yang didesain khusus untuk menguatkan sinyal audio dengan nada rendah saja. Rangkaian Amplifier Subwoofer OCL ini merupakan rangkaian speaker aktif subwoofer yang dibangun menggunakan transistor dengan jenis power amplifier yang digunakan OCL (Output Capasitor Less). Rangkaian Amplifier Subwoofer OCL merupakan rangkaian amplifier subwoofer ukuran kecil yang dapat digunakan untuk subwoofer di ruangan ataupu subwoofer didalam mobil.



Untuk membuat Rangkaian Amplifier Subwoofer OCL dapat dilihat gambar rangkaian dan komponen seperti ditunjukan pada gambar rangkaian diatas. Power amplifier subwoofer pada rangkaian diatas menggunakan rangkaian power amplifier OCl dengan penguat depan berupa penguat operasional IC TL074. Rangkaian Amplifier Subwoofer OCL terdiri dari 3 bagian utama yaitu:

Filter Aktif Subwoofer Rangkaian filter aktif subwoofer ini berfungsi untuk memilih frekuensi sinyal audio nada rendah saja yang akan dilewatkan ke bagian power amplifier. Rangkaian filter aktif sub-woofer ini dibangun menggunakan 3 unit penguat operasional IC tipe TL074. Pada bagian filter sub-woofer ini dilengkapi dengan volume yang berfungsi untuk mengatur level sinyal audio yang dikuatkan oleh power amplifier. Power Amplifier Sub-woofer Rangkaian power amplifier sub-woofer ini dibagnun menggunakan rangkaian transistor sebagai powernya. Transistor power amplifier OCL tersebut dikonfigurasikan sebagai penguat push-pull. Transistor power rangkain pada gambar diatas harus dilengkapi dengan pendingin (heatsink) untuk membuat panas yang dihasilkan.

Power Supply Power Amplifier Sub-Woofer Bagian power supply ini berfungsi untuk memberikan sumber tegangan DC pada semua bagian power amplifier subwoofer.