Tampilkan postingan dengan label Antena dan Signal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Antena dan Signal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 April 2010

cara menampilkan layar android ke tv
MHL singkatan dari Mobile High-definition Link, dan ini merupakan gagasan dari kelompok perusahaan-perusahaan termasuk Nokia, Samsung, Silicon Image, Sony dan Toshiba - yang menginginkan sebuah teknologi baru yang dapat menghubungkan ponsel pintar, tablet, dan perangkat lain ke HDTV.

Dengan teknologi MHL, kita bisa mengirim tampilan layar di hp  atau tablet (seperti game, foto, video, sosial media, dialog chatting dll) ke layar yang lebih besar yaitu TV. Semua itu hanya dibantu dengan menggunakan sebuah kabel MHL yang di mana pada satu ujung kabel tersebut merupakan konektor micro USB agar bisa dicolok ke hp/tablet, sedangkan ujung lainnya adalah konektor HDMI yang digunakan untuk menghubungi ke televisi.

Selain menampilkan gambar dari layar smartphone ke TV, kabel ini juga melakukan charging pada hp anda di waktu yang bersamaan, dan juga memungkinkan kita untuk mengontrol fitur hp melalui TV remote control. Saat ini, produk yang mendukung teknologi MHL antara lain smartphone, tablet, projector, digital TV, blu-ray player, audio/video (AV) receiver, monitor, TV aksesoris, adaptor, aksesoris automotive, kabel, dsb.


Port MHL memiliki bentuk yang sama seperti port HDMI, tapi bukan HDMI. HDMI adalah High-Definition Multimedia Interface, standar konektor yang dimiliki sebagian besar TV baru yang memungkinkan tersalurnya uncompressed high-definition video dan multi-channel audio melalui sebuah kabel. MHL juga mendukung hal tersebut pada kualitas video dan audio input yang sama, dan menggunakan ujung fisik konektor yang sama tetapi dengan teknologi yang berbeda karena menggunakan 5 pin untuk mentransmit video dan audio dari suatu perangkat ke TV dan secara bersamaan mengirim balik listrik untuk ngecharge perangkat tersebut.

kabel mhl, usb dan hdmi

Standar MHL atau HDMI terbaru juga mencakup Consumer Electronics Control (CEC), yang memungkinkan kita untuk menggunakan remote control TV untuk mengoperasikan perangkat apa saja yang terpasang teknologi ini. Dengan HDMI, ini hanya berlaku jika perangkat dan TV keduanya merupakan merek yang sama. Tapi dengan MHL, anda seharusnya sudah bisa memakai remote TV untuk mengontrol berbagai perangkat yang mendukung MHL walaupun dengan merek yang berbeda.

Salah satu kegunaan yang paling umum dari kabel MHL ini adalah menonton video yang dimainkan oleh smartphone di layar TV. Selain itu banyak juga yang menggunakannya untuk bermain game, seperti menggabungkan dengan game controller nirkabel dan menyaksikan permainan tanpa lag pada tampilan layar yang lebih besar. Anda juga dapat menggunakannya untuk melihat foto-foto atau bahkan menghubungkan smartphone Anda dengan bluetooth keyboard dan mouse dan mengubah ponsel Anda menjadi seperti komputer desktop.

cara nonton youtube di tv

Walaupun MHL sekarang sudah kompatibel dengan sebagian besar hp android dan tablet, kadang MHL masih belum bisa digunakan pada perangkat tertentu seperti iPhone, iPads, Window Phone atau tablet. Jika anda tidak yakin apakah handphone anda mendukung MHL, anda bisa mengunjungi halaman ini dan lihat apakah merek hp anda tercatat disana, jika tidak ada maka smartphone anda belum mendukung teknologi ini.

Teknologi MHL berkembang terus setiap tahun. Versi 1 dan 2 mendukung 1080p uncompressed HD video dan 8 channel audio. Update terbaru untuk MHL 3.0 keluar pada bulan Agustus, dengan membawa sekelompok fitur baru, diantaranya, mendukung 4K video, ditingkatkannya 7.1 surround sound dengan Dolby TrueHD dan DTS-HD Master Audio, dan juga bisa digunakan untuk menampilkan layar pada beberapa TV secara bersamaan.

Namun menurut seorang juru bicara untuk Konsorsium MHL, MHL tidak akan berubah menjadi wireless, salah satu alasannya adalah bahwa tidak ada teknology wireless yang bisa mengirim semua fitur MHL dalam satu koneksi. Selain itu, kecepatan dan bandwidth pada wireless sangat terbatas sehingga bisa menimbulkan masalah seputar kualitas penayangan. Tak hanya itu, koneksi wireless juga belum bisa charge smartphone anda dan pastinya tidak ada yang mau hp kita tiba-tiba mati karena kehabisan baterai sewaktu proses perfoma.

Minggu, 07 Februari 2010

Ada kalanya kalau anda akan membutuhkan koneksi internet melalui dial up yang sekarang ini telah jarang digunakan oleh para pengguna internet. Alasannya pun bisa banyak, seperti jaringan bandwith besar yang sedang anda gunakan lagi down atau bermasalah, atau juga anda lagi berada pada daerah daerah yang tidak tersedia koneksi internet broad band sedangkan anda perlu mengecek email penting atau ada keperluan penting lainnya dalam dunia maya ini maka anda pun kemungkinan besar akan menggunakan alternatif lain, yaitu dial-up.

Berikut cara konfigurasi koneksi internet menggunakan dial up (line telepon) dan ISP yang kita gunakan adalah telkom:
  • Sambungkan kabel telepon (RJ-11) ke laptop anda.
  • Anda navigasi ke Control Panel, lalu klik �Network and Sharing Center�. Tutorial ini menggunakan Vista, jika anda menggunakan Operating System lain langkahnya hampir sama, hanya tampilan menunya saja yang agak lain.
  • Setelah itu, klik �Set up a connection or network� pada kolom bagian kiri layar.
  • Setelah itu klik �Set up a dial up connection�.
  • Masukkan Dial-up phone number, user name dan password setelah itu klik Connect. Masukkan 0809 8 9999 pada kolom �Dial-up phone number�, User namenya bisa diisi dengan telkomnet@instan dan passwordnya bisa diisi dengan telkom. Ini adalah cara akses menggunakan TelkomNet Instan.

  • dial up menggunakan telkomnet@instan
  • Suara nada sambung (dial tone) akan terdengar dan koneksinyapun sedang diproses.

  • akses internet melalui dial-up
  • Berikut screenshot gambar yang menunjukkan bahwa anda berhasil masuk koneksi internet dengan dial-up
berhasil set up koneksi internet dengan dial up
Konfigurasi settingan yang baru saja anda buat dan beri nama untuk koneksi telkomnet dial-up pun akan otomatis muncul di Network Connection untuk mempermudah anda mengaksesnya, anda juga bisa membuat short-cut pada settingan tersebut.

Tarif menggunakan Telkomnet Instan ini berkisar rp 165,-/menit (sudah termasuk pulsa telepon + internet) dan kecepatan maksimum yang diberikan adalah 56 kbps (kilo byte per second). Jika dibandingkan dengan ADSL tentu saja jauh, dengan menggunakan dial-up beberapa halaman web akan load begitu lamban terutama jika halaman tersebut terdapat banyak gambar-gambar anime dan sejenisnya, namun anda bisa setting pada browser anda untuk tidak menampilkan gambar tersebut untuk mempercepat loading.

Untuk mencari tau apakah jaringan telepon yang anda miliki bisa akses internet anda bisa mencobanya dengan mengangkat telepon tersebut dan dial 0809 8 9999, apabila setelah beberapa saat terdengar suara bunyi modem (bunyi seperti fax) maka artinya bisa.

Sabtu, 05 Desember 2009

Ip camera adalah camera yang menggunakan internet protokol atau Web untuk mengirimkan data image dan control signal. Data yang dikirimkan berupa format digital melalui koneksi Ethernet. Beberapa IP camera sering ditemukan saling terkoneksi ke digital video recorder (DVR) atau nework video recorder (NVR). Keberadaan IP camera ini sering digunakan untuk video security atau untuk pengawasan demi keamanan. Jika alat ini dihubungkan dengan jaringan komputer, maka video ini bisa dilihat dan dikendalikan dari tempat mana saja anda berada di seluruh dunia.
IP camera ini cuman membutuhkan akses dari Web browser. Tiap unit IP camera dalam jaringan mempunyai alamat unik networknya dan fungsinya masing masing sebagai video server. Ada berbagai protokol berdasarkan jenis kamera, termasuk HTTP dan TCP / IP. IP camera juga disebut dengan IP network camera. Alat ini bisa di install secara individu atau dalam group dan kualitas gambarnya lebih bagus dari analog.

Sebelum IP camera, kebanyakan video security dilakukan pada CCTV (Closed Circuit Television). Sistim ini menggunakan camera analog, video cassette recorders (VCR) dan kabel coaxial.
Ketika CCD (charged �coupled device) sensors masuk, teknologi itu memungkinkan kita untuk mengirim gambar dalam format digital. Hal ini terjadi dengan mengubah cahaya dari gambar ke elektron. Walaupun hal ini membawa industri security analog ke dalam masa generasi digital, gambar yang dikirimkan tetap saja melalui kabel analog ke VCR.
Kemudian saat digital video recorder (DVR) diperkenalkan, alat ini dapat langsung dihubungkan ke camera analog, hal ini bukan saja membuat proses penyimpanan, pencarian dan pengambilan gambar video lebih cepat, tetapi juga menciptakan efisiensi lain.
Ketika personal komputer dihubungkan ke modem dan jaringan diperkenalkan, era baru mulai dalam industri keamanan dan pengawasan.

Tipe IP camera yang paling banyak ditemukan antara lain: fixed dome, fixed body and PTZ camera. Kamera Fixed dome dilapisi dengan penutup yang berbentuk kubah, tipe kamera ini sangat sulit untuk ditebak arah mana yang sedang di monitor. Fixed body adalah tipe kamera yang biasanya ditutup dengan penutup yang berbentuk kotak panjang dan arah yang sedang dimonitor bisa dilihat dengan jelas. Pan, Tilt dan Zoom (PTZ) kamera biasanya digunakan untuk pemantauan langsung, kamera ini bisa bergerak keatas dan kebawah, kekiri dan kekanan bahkan bisa zoom (memperbesar atau mendekati) objek yang sedang dipantau.
Kabel Koaksial
Kabel Koaksial
Coaxial atau kabel coax adalah kabel yang paling umum digunakan untuk transmisi sinyal video. Dalam kabel koaksial terdapat tembaga padat di pusatnya yang berfungsi sebagai konduktor. Konduktor ini dibungkus oleh lapisan insulator, kemudian oleh foil dan lapisan �metal shielded� sebagai konduktor luar dan akhirnya dibungkus lagi dengan lapisan paling luar yaitu PVC jaket.

Semua sebutan umum "RG" (contoh: RG-6, RG-11, RG-59 dll) berlaku untuk berbagai jenis kabel koaksial. Beberapa orang mungkin berpikir nama "coaxial" atau "coax" berarti "kabel dengan F-koneksi" atau "kabel antena" tapi nama itu bisa memberi klasifikasi yang jauh lebih luas. Kabel koaksial adalah semua kabel yang terdapat dua konduktor di dalamnya dan ini bisa mencakup semua jenis kabel video yang umum seperti S-video dll. RG adalah singkatan dari "Radio Guide".

Berbagai macam kabel koaksial dan perbedaannya
Sebutan �RG� Yang paling umum saat ini adalah RG-59, RG-58, RG-11, RG-8 dan RG-6.

RG-8 dan RG-58 adalah coaxes ohm 50, digunakan dalam transmisi radio atau dalam jaringan komputer, RG-58 kabelnya agak lebih kecil dan RG-8 kabelnya lebih besar. Sebagai kabel 50 ohm, kedua jenis ini tidak cocok untuk karya video.

RG-59, RG-11 dan RG-6 adalah semua jenis kabel 75 ohm, dengan RG-11 sebagai kabel yang terbesar, RG-6 ditengah-tengah dan RG-59 sebagai kabel yang terkecil. RG-6 adalah kabel yang paling sering didistribusikan dan yang paling banyak digunakan. Karena kabel RG-6 digunakan untuk menghubungkan TV set ke CATV (cable television) signal distributor, maka kabel ini juga sering dinamakan sebagai kabel rumah. RG-6 adalah penerus kabel RG-59. RG-59 dan RG-6 keduanya sangat umum dalam penggunaan a/v di rumah, ini dikarenakan ukuran mereka yang kompatibel dengan berbagai konektor. Keduanya tersedia dalam berbagai jenis, dengan lapisan shield, dielektrik, jaket, dan bahan pusat konduktor yang berbeda. Kabel koaksial yang digunakan untuk aplikasi video sebagian besar memiliki nominal impedansi 75 ohm.

Jenis Kabel Koksial dan Kegunaannya
Jenis Kabel Koksial dan Kegunaannya


Kabel dari Plastik tahan lama?
Orang banyak yg berpikir kabel yang terbuat dari plastik akan bertahan selamanya, tetapi itu tidak benar. Kabel yang dipasang di luar ruangan akan dihantam terus-terusan dengan infra merah (panas), radiasi ultra violet, air, dingin dan angin (menyebabkan abrasi). Semua itu digabung dapat membuat kabel plastik menjadi rapuh dan patah. Dan ketika itu terjadi, cairan kimia atau minyak dapat masuk ke dalam dan menimbulkan korosi pada metal shield di kabel tersebut, cairan tersebut juga dapat masuk dan mengalir di dalamnya dan menghancurkan apa pun yang terhubung pada kabel ini. Namun, anda bisa membantu membuatnya untuk bertahan lebih lama dengan mengikat atau menjepit kabel untuk mencegah gerakan (tapi pastikan agar kabelnya tidak robek atau bengkok oleh jepitannya itu sendiri), anda juga bisa mencatnya dengan cat tahan air (waterproof). Jauhkan dari panas dan benda tajam. Hindari menempatkannya di daerah yang becek atau berair.

Komponen Termahal
Komponen bagian dari kabel koaksial
Komponen bagian dari kabel koaksial
Komponen yang paling mahal di kabel koaksial adalah tembaganya. Sebagian kabel ada yang lebih mahal dikarenakan kabel tersebut mengandung lebih banyak tembaga dan kabel yang memiliki lebih sedikit tembaganya akan lebih murah. Ini dikarenakan dalam beberapa tahun terakhir, harga tembaga meningkat secara dramatis dan akan terus meningkat. Kabel yang mengandung sedikit tembaga memiliki resistan yang tinggi dan tentunya akan meningkatnya juga kehilangan signal. Kabel koaksial yang terbuat dari tembaga-tembaga akan bertahan lebih lama dibandingkan dengan yang terbuat dari tembaga-aluminium. Untuk performa yang bagus, anda bisa membeli kabel yang memiliki solid copper konduktor.

Panjangnya Kabel
Kualitas sinyal kabel TV akan menurun jika kabel diperpanjang. Panjang kabel juga berperan sangat penting, kabel dengan kualitas terbaik bisa kehilangan banyak sinyal jika anda tidak mengaturnya dengan benar. Cobalah untuk membuat kabel sependek mungkin dan jangan menyisakan gulungan pada kabel.
Jika ada sebagian chanel yang bermasalah dan sebagian tidak, banyak orang yg banyak berpendapat kalau kesalahannya bukan terdapat pada kabel karena kalau kesalahannya ada pada kabel maka semua chanelnya akan kena, sebenarnya mereka salah. Kabel Coaxial membawa sinyal frekuensi yg sangat tinggi. Oleh karena itu kesalahan sederhana saja seperti lekukan kecil atau bengkok dapat mempengaruhi frekuensi tertentu tanpa mempengaruhi chanel yg lain.
Antena Yagi
Antena Yagi, PF 5000
Antena Yagi atau antena Yagi-Uda RF digunakan secara luas dan merupakan salah satu antena desain paling sukses atau banyak digunakan untuk aplikasi RF direktif. Antena Yagi-Uda adalah nama lengkapnya, pada umumnya dikenal dengan sebutanYagi atau antena Yagi. RF singkatan dari frekuensi radio. Antena ini diciptakan oleh dua penemu asal Jepang Yagi dan Uda (muridnya). Antena ada banyak macamnya dan tiap jenis antena masing-masing diciptakan sesuai untuk tujuan yang berbeda dan masing-masing berfungsi terbaik pada frekuensi tertentu.

Antena Yagi digunakan untuk menerima atau mengirim sinyal radio. Antena ini dolo banyak digunakan pada Perang Dunia ke 2 karena antena ini amat mudah dibuat dan tidak terlalu ribet. Antena Yagi adalah antena direktional, artinya dia hanya dapat mengambil atau menerima sinyal pada satu arah (yaitu depan), oleh karena itu antena ini berbeda dengan antena dipole standar yang dapat mengambil sinyal sama baiknya dalam setiap arah. Antena dipole adalah antena paling sederhana, dia hanya menggunakan satu elemen tunggal. Antena Yagi biasanya memiliki Gain sekitar 3 � 20 dBd.

Bagian-bagian dari Yagi dan cara kerjanya:
Setiap antena Yagi terdiri dari dipole, reflektor dan director. Bagian utama antena yang memegang tiap elemen antena Yagi disebut dengan crossbar atau boom. Anda perlu mengarahkan crossbar atau boom antena menuju ke arah datangnya sinyal untuk menerima sinyal secara maksimal. Jika anda tidak tau dimana letak transmitter atau datangnya sinyal, anda bisa melihat antena2 televisi di atas sekelompok rumah dan perhatikan kemana antena tersebut mengarah, biasanya mereka akan mengarah ke arah yang sama. Itu akan memberitahu anda arah di mana pemancar televisi berada.

Bagian dari Antena Yagi
Bagian dari Antena Yagi

Bagian dipole biasanya terhubung langsung ke kabel koaksial karena dia merupakan bagian yang bertugas untuk menerima energi frekuensi radio. Bagian lainnya terdiri dari beberapa elemen reflektor dan minimal satu director. Dibelakang dipole terdapat reflektor yang biasanya 5% lebih panjang dari dipole. Reflektor berfungsi untuk memantulkan sinyal yang terlewat dari bagian-bagian elemen tengah kembali ke mereka. Bagian director biasanya 5% lebih pendek daripada dipole dan mereka berfungsi untuk mengarahkan sinyal ke arah yg ditujukan.

Seperti yang mereka ketahui bahwa penambahan direktor pada antena akan meningkatkan directivity antena, meningkatkan Gain dan mengurangi beamwidth. Namun penambahan reflektor tidak ada pengaruhnya. Makin banyak dipole yang dimiliki antena pada plane yang sama maka makin banyak sinyal band yang akan diterima pada waktu yang sama. Ketika anda mengarahkan antena tersebut ke arah datangnya signal, elemen-elemen yang kecil akan menarik sinyalnya ke elemen bagian tengah, dan elemen yang lebih panjang (reflektor) akan memantulkan sinyal yang lolos kembali ke elemen tengah.

Jenis antena ini sengaja dibuat untuk fokus pada satu arah, ke depan. Gelombang arah lain dibatalkan. Pada kenyataannya, Yagi adalah antena yang paling umum digunakan dalam aplikasi yang beroperasi di atas 10 MHz.
Antenna televisi biasanya memiliki sepasang batang batang metal yang terbuat dari alumunium. Kualitas sebuah antena TV tergantung pada seberapa bagusnya metal itu di anodize. Ketika metal tersebut oxidasi dan berkarat maka kemampuan menerima signalpun akan hilang. Antena outdoor atau yang dipasang pada luar rumah lebih dapat berkarat dibandingkan dengan antena yang dipasang di dalam rumah (indoor) walaupun antena outdoor lebih bagus dalam menerima signal. Faktor utama yang menentukan seberapa bagusnya sebuah antena dalam menerima signal yaitu jarak dan arah antara antena itu dengan pemancar stasiun televisi (transmitter), dan juga kekuatan pemancar stasiun tersebut. Antena indoor biasanya kecil dan di design untuk diletakkan diatas TV atau dekat TV. Antena indoor dapat dipengaruhi oleh gangguan- gangguan antara lain dinding isolasi, bahan atap, pipa air, kabel listrik dan bahkan orang-orang yang bergerak di sekitar ruangan. Alat- alat rumah tangga juga dapat menyumbang gangguan tersebut seperti komputer, radio, lampu neon, dan telepon cordless.

Kemampuan sebuah antenna untuk menangkap signal dan mengirimnya ke tuner disebut dengan �Gain� (diukur dengan dB atau decibel). Semakin besar dB pada antena, semakin bagus juga �gain�nya. Ada istilah lainnya mengenai antena yaitu front-to-back-ratio, artinya berapa bagus sebuah antena dapat menerima signal yang datang dari arah antena itu menghadap dibandingkan yang datang dari arah yang berlawanan. Sebenarnya spesifikasi ini jarang ditulis atau ditampilkan pada kotak-kotak antena sewaktu anda membelinya atau dalam instruksi kertasnya, tapi jika ada anda hanya perlu tau makin besar angkanya semakin bagus.

Perbedaan antara VHF dan UHF.
Stasiun televisi ada yang beroperasi pada band VHF (Very High Frekuensi) dan ada juga yang dengan band UHF (Ultra High Frekuensi). VHF dan UHF adalah sebuah bandwidth yang digunakan untuk memancarkan signal radio dan TV untuk para operator yang menerimanya.

VHF : 30 MHz � 300 MHz, saluran 2 sampai 13 pada TV
UHF : 300 MHz � 3 GHz, saluran 14 keatas pada TV

Megahertz artinya "sejuta cycles per detik," jadi "300 megahertz" artinya pemancar stasiun radio tersebut berosilasi pada frekuensi 300,000,000 cycles per detik.
Kilohertz artinya "ribuan cycles per detik".
VHF dan UHF pada radio spectrum
Frekuensi band umum lainnya:
� AM radio : 535 kilohertz � 1.7 MHz
� Short wave radio : band dari 5.9 MHz � 26.1 MHz
� Citizens band (CB) radio : 26.96 MHz � 27.41 MHz
� Stasiun Televisi : 54 � 88 MHz untuk saluran 2 sampai 6
� FM radio : 88 MHz � 108 MHz
� Stasiun Televisi : 174 � 220 MHz untuk saluran 7 sampai 13

TV AntenaAda ratusan contoh lainnya, seperti:
� Pembuka pintu garasi, sistim alarm, dsb. - sekitar 40 MHz
� Telepon cordless standar: 40 � 50 MHz
� Pemantau monitor bayi: 49 MHz
� Radio pengontrol pesawat: sekitar 72 MHz, berbeda dengan...
� Radio pengontrol mobil: sekitar 75 MHz
� Kalung pelacak hewan liar: 215 � 220 MHz
� MIR space station: 145 MHz & 437 MHz
� Telepon selular: 824 � 849 MHz
� New 900-MHz cordless phones: Obviously around 900 MHz!
� Radar pengontrol trafik udara: 960 � 1,215 MHz
� Global Positioning System (GPS): 1,227 & 1,575 MHz
� Deep space radio communications: 2290 MHz � 2300 MHz

Daftar frekuensi penyiaran di Indonesia sendiri sebagai berikut:
Trans TV: 29 UHF - 535,25 MHz
TPI: 37 UHF - 599,25 MHz
TVRI: 39 UHF - 615,25 MHz
Indosiar: 41 UHF - 631,25 MHz
SCTV: 45 UHF - 663,25 MHz
RCTI: 47 UHF - 647,25 MHz
ANTV: 48 UHF - 679,25 MHz
TV7: 49 UHF - 695,25 MHz
Lativi/TV ONE: 53 UHF - 727,25 MHz
Metro TV: 57 UHF - 759,25 MHz

Antena ada yang dibuat untuk VHF, UHF dan kombinasi unik keduanya. Kebanyakan antena dual band VHF/UHF sebenarnya adalah dua antena berbeda yang digabung dalam satu paket. Sekarang kebanyakan stasiun TV dgital menyiarkan band dalam frekuensi UHF. Perbedaan antena UHF dan VHF pada dasarnya terletak pada ukuran size nya. Frekuensi UHF jauh lebih tinggi dari VHF, jadi antena yang digunakan lebih kecil. Perbedaan transmisi VHF dan UHF hanya pada area �band� frekuensi mereka berasal. Banyak orang mengira kalau UHF adalah teknologi baru yang lebih baik, anggapan ini salah. Teknologi dan prinsip yang digunakan pada sistim operasinya sama. Selama masih sedikit pengguna sistim wireless UHF maka salah satu keuntungan menggunakan operasi UHF ini adalah sedikit kemungkinan mengalami gangguan sehingga membuat siaran UHF lebih tajam dan jelas. Dalam sisi lain, kelebihan menggunakan sistim VHF adalah transmisi tersebut lebih murah dan mereka masih dapat bekerja walaupun antena dan pemancar/ transmitter nya tidak saling berhadapan.

Downlead adalah istilah yang umum digunakan untuk jalur lead-in yang menghubungkan antena ke TV. Hanya kabel coaxial yang disebut dengan �coax� yang semestinya digunakan untuk downlead. Kabel coaxial yang berkualitas bagus adalah yang 100% dilapisi dengan alumunium foil dan kabel alumunium braiding untuk menolak gangguan.
Ketika menghubungkan kabel coaxial, hubungkan kabel konduktor pusat ke antena dan pastikan pelapis shielding braid-nya juga terpasang pada saddle clamp dan jangan terlalu keras menguncinya. Sambungan koaksial dan plug semestinya disolder dan diikat dengan sekrup penyambung.

Diplexer adalah sebuah alat yang menggabungkan signal dari antena VHF dan UHF ke satu kabel output yang terhubung ke TV set anda. Alat tersebut bisa dipasang dekat TV atau dekat antena. Diplexer diperlukan hanya kalau TV set anda cuman ada satu socket input untuk kabel UHF dan VHF.

FM rejection filters atau kadang disebut juga dengan FM trap, memungkinkan receiver untuk menolak atau menyaring suara signal FM dengan tujuan menghindarkan interferensi pada signal TV.

Untuk meningkatkan kemampuan antena dalam menangkap signal diperlukan electronic amplification. Amplifier yang diinstall pada antena outdoor disebut dengan preamp atau preamplifier (Booster). Preamplifier biasanya terdapat 2 komponen, yang pertama adalah amplifier yang sesungguhnya yang dipasang pada tiang antena sekitar satu foot (30cm) dibawah antena boom dan terhubung ke antena melalui ukuran pendek kabel koaksial. Komponen lainnya adalah power supply yang dipasang di dalam rumah dan tugasnya untuk menyediakan power ke amplifier melalui kabel coaxial. Splitter jangan diletakkan antara power supply dan preamp, jika splitter dipasang disana maka akan memblokir voltase yang menuju ke preamp dan akan menghentikan hampir semua signal yang menuju ke TV. Para pakar merekomendasikan hanya memasang booster kalau benar- benar diperlukan, karena alat itu juga memperbesar suara selain signal dan alat itu bisa �overdriven� kalau terkena signal yang kuat dan hanya akan memperburuk penyiaran. Jika antena dibagi hanya untuk 2 � 4 penyaluran, preamplifier tidak diperlukan tapi kalau lebih dari itu, seperti menggunakan tiga TV, dua VCR dan FM radio pada antena yang sama maka menggunakan preamp adalah ide yang bagus. Ada bermacam-macam jenis preamplifier, sebagian untuk UHF dan sebagian untuk VHF ataupun keduanya pada takaran jumlah gain yang bersekitaran antara 6 � 30 dB. Antena UHF yang bagus pada umumnya dapat memberikan 8 � 10 dB gain.

Urutan Stasiun televisi Indonesia berdasarkan kehadirannya :

01. TVRI - VHF - Nasional - 1962
02. RCTI - UHF - Nasional - 1989
03. TPI - UHF - Nasional - 1991
04. SCTV - UHF - Nasional - 1991
05. ANTV - UHF - Nasional - 1993
06. Indosiar - UHF - Nasional - 1994
07. Metro TV - UHF - Nasional - 2000
08. Trans TV - UHF - Nasional - 2001
09. TRANS7 - UHF - Nasional - 2001
10. Global TV - UHF - Nasional - 2001
11. Lativi - UHF - Nasional - 2001
12. O' Channel - UHF - Lokal - 2005
13. Jak Tv - UHF - Lokal - 2005
14. Space Toon - UHF - Lokal - 2006
15. ElShinta TV - UHF - Lokal - 2006