Apa itu Robotic Process Automation (RPA) ?

Apa itu RPA?

Robotic Process Automation (RPA) adalah sebuah bentuk teknologi otomatisasi proses bisnis yang bekerja mengotomasikan interaksi dengan desktop GUI pengguna akhir.Robotic Process Automation (RPA) merupakan sebuah software robot. Software robot yang digunakan untuk melakukan task komputer yang terstruktur, rutin, berulang dan akan menjadi lebih optimal pemanfaatannya jika dilakukan dalam volume yang besar. RPA adalah sebuah teknologi baru yang potensinya masih belum direalisasi secara seutuhnya. Dengan robot atau dikenal juga dengan istilah bot, akan meniru aktivitas manusia di dalam komputer dan mengerjakannya seperti apa yang dilakukan oleh manusia dengan waktu yang jauh lebih cepat dan akurasi 100%. Robotj uga dapat bekerja 24 jam sehari dan 7 hari dalam satu minggu tanpa lelah dan berkurang kemampuannya. Robot tersebut memungkinkan anda untuk mereplikasi agaimana orang melakukan tugas yang berulang dalam suatu aplikasi (misalkan: memasukkan data, melakukan tugas yang berhubungan dengan transaksi).

Namun RPA bukan ada untuk menggantikan peran manusia di dalam industri atau perusahaan, tetapi RPA bertujuan untuk meningkatkan outcome dari karyawan, sehingga robot akan menjadi asisten yang efektif dan powerfull. B. Perbedaan RPA dengan Otomasi Tradisional. RPA terkadang disebut juga dengan robotic digital workplace. Bagi sebagian orang yang belum memahami perbedaan RPA dengan tradisional otomasi terkadang hal ini membuat kebingungan dan salah memahami apa yang dimaksud dengan proses otomasi yang dimaksudkan oleh RPA tersebut.

Otomasi tradisional adalah memerlukan integrasi aplikasi

pada tingkat basis data atau infrastruktur dan hal tersebut

dapat memakan waktu berbulan-bulan untuk diimplementasikan. Sedangkan RPA adalah bentuk otomatisasi lainnya, dan memiliki beberapa fitur yang membedakan seperti sebagai berikut:

1. RPA bersifat non-intrusif (tidak mengganggu). RPA tetap berada di front end sistem dan tidak mengganggu back end sistem.

2. RPA bersifat agnostic atau bekerja lintas tipe aplikasi.

3. RPA mampu mengambil tindakan dengan cepat karena kemampuannya untuk meniru peran manusia.

4. RPA memiliki sifat yang scalable, sehingga mudahu untuk menangani penambahan beban kerja yang dibutuhkan serta mudah di integrasikan.

5. RPA dikembangkan untuk mempermudah bagi orang-orang non-teknis untuk menggunakan. Didesain tanpa kode programming sehingga mudah untuk dipelajari. Mungkin yang paling penting dari semuanya, RPA sangat cepat diimplementasikan, dibandingkan dengan otomatisasi tradisional, yang dapat memakan waktu beberapa bulan. Juga, tidak seperti otomatisasi tradisional, RPA tidak memerlukan integrasi aplikasi, karena RPA menggunakan Users Interface (UI) GUI untuk melakukan tugasnya di berbagai sistem. RPA adalah solusi perbaikan cepat jika dibandingkan dengan otomatisasi tradisional, RPA dapat diimplementasikan dalam hitungan minggu, sementara otomasi tradisional membutuhkan waktu berbulan-bulan. Kadang-kadang RPA dapat digunakan dalam jangka pendek, sampai proyek otomatisasi tradisional dapat direncanakan dan diimplementasikan. Dan terkadang, RPA adalah solusi terbaik untuk integrasi yang membutuhkan akses ke beberapa aplikasi. RPA juga sangat berguna ketika mengotomatisasi aplikasi legacy yang tidak menyediakan API mereka sendiri.

Salah satu fitur yang membedakan RPA adalah kemampuannya untuk menghubungkan sistem yang tidak dapat dengan mudah diotomatisasi melalui pendekatan otomasi tradisional. Dengan RPA tidak diperlukan High Level Integration.

Namun apakah otomasi tradisional akan hilang?

Jawabannya tentulah tidak, karena otomasi tradisional berbasis API tetap diperlukan. Kemampuan otomatisasi tradisional untuk memindahkan sejumlah besar data, dengan cepat, antar sistem tetap tak tertandingi. RPA hanya bekerja pada bagian Users Interface (UI) pengguna.

Posting Komentar

0 Komentar