Selasa, 05 Januari 2021

OBJEKTIF LATIHAN

evaluasi, penilaian dan kawalan potensi bahaya dalam menyimpan, mengangkut dan menggunakan bahan kimia berbahaya. Amalan kerja yang selamat dalam menangani bahan kimia berbahaya, akibat kemalangan dalam industri kimia dan usaha mengatasinya.

Fungsi Sertifikasi Ahli Muda K3 Kimia :

Menerapkan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (K3LL)

Menerapkan statistik pengambilan contoh

Menerapkan sistem mutu dan regulasi pengambilan contoh

Mengambil Contoh BBM, BBN dan Pelumas

Memindahkan dan menyimpan Contoh BBM, BBN dan Pelumas

Fungsi Sertifikasi Operator Pengambilan Contoh Limbah :

Menerapkan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (K3LL)

Menerapkan statistik pengambilan contoh

Menerapkan sistem mutu dan regulasi pengambilan contoh

Mengambil Contoh Limbah

Memindahkan dan menyimpan Contoh Limbah

Fungsi Operator Pengambilan Contoh Air :

Menerapkan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (K3LL)

Menerapkan statistik pengambilan contoh

Menerapkan sistem mutu dan regulasi pengambilan contoh

 Mengambil Contoh Air

 Memindahkan dan menyimpan Contoh Air

Fungsi Sertifikasi Operator Pengujian Petrokimia :

 Mengambil contoh (sampling)

 Melaksanakan aplikasi LK3 di Laboratorium

 Melaksanakan kegiatan pengawasan mutu hasil uji

 Menyiapkan peralatan uji petrokimia

 Melakukan kalibrasi dan atau standardisasi peralatan uji petrokimia

 Melakukan pengujian contoh petrokimia (hasil sampling)

 Melakukan perawatan peralatan uji petrokimia

Fungsi Sertifikasi Analis Kimia :

 Menggunakan Peralatan K3 Sesuai Prosedur

 Membersihkan Tumpahan Bahan Kimia

 Melaksanakan pekerjaan di laboratorium Berdasarkan Keselamatan dan 

Kesehatan Kerja (K3)

 Menyimpan Bahan Kimia dengan Aman

 Membuang Limbah Pereaksi Mengikuti Prosedur

 Membuat Larutan Pereaksi Mengikuti Prosedur

 Melaksanakan Analisis Jenis (Konvensional) Mengikuti Prosedur

 Melaksanakan Analisis Volumetri Konvensional Mengikuti Prosedur

 Melaksanakan Analisis Gravimetri Konvensional Mengikuti Prosedur

 Melaksanakan Analisis Instrumental Sederhana Mengikuti Prosedur

 Melaksanakan analisis fisik penunjang analisis kimia mengikuti prosedur

 Menggunakan perangkat lunak laboratorium analitik

 Mendokumentasikan Kegiatan Pengendalian Mutu Analisis

 Menyusun Dokumentasi Laboratorium Analisis Kimia

 Membuat Label Pereaksi

 Memastikan Kualitas Air Suling dan pereaksi

 Mengkalibrasi Timbangan/Neraca Analitik

 Membuat Larutan Standar Mengikuti Prosedur

Minggu, 03 Januari 2021

Manfaat RPA bagi perusahaan.

RPA bekerja paling baik dengan tugas reguler berbasis aturan dan membutuhkan input manual. Pendekatan RPA adalah untuk merampingkan proses internal.

Menurut Prof Leslie Willcocks, Professor of Technology Work and Globalization and governor of the Information Systems and Innovation Group at the London School of Economics, dari hasil penelitiannya yang disajikan di laporan penelitian McKinsey, disampaikan bahwa Return of Investment (ROI) implementasi RPA di perusahaan bervariasi

berkisar antara 30% sampai dengan 200% pada tahun pertamanya.

Namun Prof Leslie Willcocks menyampaikan bahwa adalah salah untuk berpikir bahwa mengimplementasi RPA ditujukan untuk mencapai manfaat jangka pendek. Ada beberapa manfaat atau keuntungan yang akan didapatkan perusahaan setelah mengimplementasikan RPA yaitu:

1. Reduce Cost: dengan mengotomasi tugas-tugas rutin karyawan, RPA akan mencapai penghematan biaya operasional mencapai 30% diatas output produktivitas yang dihasilkan karyawan. Software robot harganya juga lebih murah dibandingkan karyawan yang bekerja full time. 2. Better customer experiences: dengan mengimplementasikan RPA akan memberikan manfaat nyata bagi sumber daya perusahaan untuk tetap fokus pada kepuasan pelanggan.

3. Lower operational risk: RPA akan membantu perusahaan untuk menurunkan resiko human error yang terjadi karena kurangnya pengetahuan dalam mengoperasikan sistem.

4. Improved internal processes: RPA akan membantu perusahaan untuk meningkatkan proses pelaporan menjadi lebih cepat, onboarding employee lebih cepat dan kegiatan internal lainnya. Dengan meningkatkan kemampuan robot melalui Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML) maka perusahaan akan dipaksa untuk mendefinisikan prosedur tata kelolanya dengan jelas.

5. Productivity: dibandingkan dengan manusia robot dapat menyelesaikan pekerjaannya 5x lebih cepat dibandingkan manusia. Robot bekerja 24/7, tidak ada cuti, sakit ataupun tidak dapat masuk karena berbagai alasan.

6. RPA tidak menggantikan sistem IT legacy yang berjalan saat ini, namun dengan RPA akan meningkatkan sistem IT yang ada.

Apa itu RPA?

Robotic Process Automation (RPA) adalah sebuah bentuk teknologi otomatisasi proses bisnis yang bekerja mengotomasikan interaksi dengan desktop GUI pengguna akhir.Robotic Process Automation (RPA) merupakan sebuah software robot. Software robot yang digunakan untuk melakukan task komputer yang terstruktur, rutin, berulang dan akan menjadi lebih optimal pemanfaatannya jika dilakukan dalam volume yang besar. RPA adalah sebuah teknologi baru yang potensinya masih belum direalisasi secara seutuhnya. Dengan robot atau dikenal juga dengan istilah bot, akan meniru aktivitas manusia di dalam komputer dan mengerjakannya seperti apa yang dilakukan oleh manusia dengan waktu yang jauh lebih cepat dan akurasi 100%. Robotj uga dapat bekerja 24 jam sehari dan 7 hari dalam satu minggu tanpa lelah dan berkurang kemampuannya. Robot tersebut memungkinkan anda untuk mereplikasi agaimana orang melakukan tugas yang berulang dalam suatu aplikasi (misalkan: memasukkan data, melakukan tugas yang berhubungan dengan transaksi).

Namun RPA bukan ada untuk menggantikan peran manusia di dalam industri atau perusahaan, tetapi RPA bertujuan untuk meningkatkan outcome dari karyawan, sehingga robot akan menjadi asisten yang efektif dan powerfull. B. Perbedaan RPA dengan Otomasi Tradisional. RPA terkadang disebut juga dengan robotic digital workplace. Bagi sebagian orang yang belum memahami perbedaan RPA dengan tradisional otomasi terkadang hal ini membuat kebingungan dan salah memahami apa yang dimaksud dengan proses otomasi yang dimaksudkan oleh RPA tersebut.

Otomasi tradisional adalah memerlukan integrasi aplikasi

pada tingkat basis data atau infrastruktur dan hal tersebut

dapat memakan waktu berbulan-bulan untuk diimplementasikan. Sedangkan RPA adalah bentuk otomatisasi lainnya, dan memiliki beberapa fitur yang membedakan seperti sebagai berikut:

1. RPA bersifat non-intrusif (tidak mengganggu). RPA tetap berada di front end sistem dan tidak mengganggu back end sistem.

2. RPA bersifat agnostic atau bekerja lintas tipe aplikasi.

3. RPA mampu mengambil tindakan dengan cepat karena kemampuannya untuk meniru peran manusia.

4. RPA memiliki sifat yang scalable, sehingga mudahu untuk menangani penambahan beban kerja yang dibutuhkan serta mudah di integrasikan.

5. RPA dikembangkan untuk mempermudah bagi orang-orang non-teknis untuk menggunakan. Didesain tanpa kode programming sehingga mudah untuk dipelajari. Mungkin yang paling penting dari semuanya, RPA sangat cepat diimplementasikan, dibandingkan dengan otomatisasi tradisional, yang dapat memakan waktu beberapa bulan. Juga, tidak seperti otomatisasi tradisional, RPA tidak memerlukan integrasi aplikasi, karena RPA menggunakan Users Interface (UI) GUI untuk melakukan tugasnya di berbagai sistem. RPA adalah solusi perbaikan cepat jika dibandingkan dengan otomatisasi tradisional, RPA dapat diimplementasikan dalam hitungan minggu, sementara otomasi tradisional membutuhkan waktu berbulan-bulan. Kadang-kadang RPA dapat digunakan dalam jangka pendek, sampai proyek otomatisasi tradisional dapat direncanakan dan diimplementasikan. Dan terkadang, RPA adalah solusi terbaik untuk integrasi yang membutuhkan akses ke beberapa aplikasi. RPA juga sangat berguna ketika mengotomatisasi aplikasi legacy yang tidak menyediakan API mereka sendiri.

Salah satu fitur yang membedakan RPA adalah kemampuannya untuk menghubungkan sistem yang tidak dapat dengan mudah diotomatisasi melalui pendekatan otomasi tradisional. Dengan RPA tidak diperlukan High Level Integration.

Namun apakah otomasi tradisional akan hilang?

Jawabannya tentulah tidak, karena otomasi tradisional berbasis API tetap diperlukan. Kemampuan otomatisasi tradisional untuk memindahkan sejumlah besar data, dengan cepat, antar sistem tetap tak tertandingi. RPA hanya bekerja pada bagian Users Interface (UI) pengguna.