Selasa, 29 Mei 2018



Sifat Hakikat Negara Menurut Prof. Miriam Budiardjo ~ Negara merupakan organisasi yang didalamnya harus ada rakyat, wilayah yang permanen, dan pemerintah yang berdaulat (baik ke dalam atau ke luar). Sifat hakikat negara berkaitan erat dengan dasar-dasar terbentuknya negara, norma dasar (fundamental norm) yang menjadi tujuannya, falsafah hidup yang ingin diwujudkannya, dan juga dengan perjalanan

Senin, 28 Mei 2018



Pembagian Wujud Kebudayaan Menurut Julian Hoxley, Kroeber, dan Koentjaraningrat ~ Menurut Koentjaraningrat, Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik disi manusia dengan belajar. Sedangkan Selo Soemardjan berpendapat hampir sama yaitu Kebudayaan adalah hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari defenisi

Selasa, 08 Mei 2018

Pada kesempatan kali ini saya akan menulis tentang ucapan terima kasih dan jawabannya. Atau lebih tepatnya, kosakata bahasa Arab tentang ucapan terima kasih, disertai tulisan latinnya supaya memudahkan dibaca dan dipelajari.

Berterima kasih ( شَكَرَ - يَشْكُرُ ) / syakara - yasykuru
Terima kasih ( شُكْرًا ) / syukran / syukron
Terima kasih banyak ( شُكْرًا كَثِيْرًا ) / syukran katsiiran
Terima kasih yang sebesar-besarnya ( شُكْرًا جَزِيْلًا ) / syukran jaziilan
Sama-sama / terima kasih kembali ( عَفْوًا ) / 'afwan
Tarima kasih untukmu (laki-laki) ( شُكْرًا لَكَ ) / syukran laka
Terima kasih untukmu (perempuan) ( شُكْرًا لكِ ) / syukran laki
Terima kasih atas doamu (lk) ( شُكْرًا عَلَى دُعَائِكَ ) / syukran 'alaa du'aa-ika
Terima kasih atas doamu (pr) ( شُكْرًا عَلَى دُعَائِكِ ) / syukran 'ala du'aa-iki
Terima kasih atas doanya ( lk ) ( شُكْرًا عَلَى دُعَائِهِ ) / syukran 'alaa du'aa-ihi
Terima kasih atas doanya (pr) ( شُكْرًا عَلَى دُعَائِهَا ) / syukran 'alaa du'aa-ihi
Terima kasih sayang (lk) ( شُكْرًا يَا حَبِيْبِي ) / syukran yaa habiibii
Terima kasih sayang (pr) ( شُكْرًا يَا حَبِيْبَتِي ) / syukran yaa habiibatii
Yang banyak bersyukur/berterima kasih ( شَكُوْرٌ ) / syakuur
Aku berterima kasih atas pelayanan yang kamu berikan
( أَشْكُرُكَ عَلَى مَا قَدَّمْتَ لِي مِنْ خِدْمَةٍ )
Dia berterima kasih atas kebaikannya
( شَكَرَهُ عَلَى مَعْرُوْفِهِ )
Terima kasih atas perhatian kalian ( شُكْرًا عَلَى اهْتِمَامِكُمْ ) / syukran 'alaa ihtimaamikum.
Berikut ini ada beberapa potongan ayat Al-Quran yang menyebutkan kata-kata 'syukur':
Pertama, potongan ayat dari surat Ibrahim ayat 7:
( لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ )
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku akan menambah (nikmat) kepadamu."
Kedua, potongan ayat dari surat Luqman ayat 12:
( وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ )
"Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri."
Ketiga, potongan ayat dari surat Saba' ayat 13:
( وَقَلِيْلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ )
"Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur."

Kata-kata di atas dan contoh-contohnya adalah cara mengungkapkan syukur dan terima kasih dalam bahasa Arab jika dilihat dari sisi linguistiknya saja. Pada dasarnya balasan kebaikan adalah kebaikan yang semisal, sebagaimana dikatakan dalam kaidah Arab:
( الجَزَاءُ مِنْ جِنْسِ العَمَلِ )
"Balasan itu sesuai dengan amal".

Namun, jika seseorang tidak mampu membalas kebaikan seseorang dengan yang semisal, maka Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- mengajarkan kepada umatnya bagaimana seharusnya seseorang berterima kasih kepada orang lain atas kebaikan yang ia terima dengan sabdanya:
( مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوْفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ : جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ )
“Barangsiapa diberikan kebaikan oleh orang lain, lalu ia mengatakan kepada pelakunya: ‘jazaakallahu khairan’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), sungguh ia telah benar-benar meninggikan pujian.” (HR. Tirmidzi)

Kata “jazaakallahu khairan” jika dilihat dari kacamata ilmu Nahwu, pada dasarnya hanya ditujukan kepada kata ganti (dhamir) tunggal untuk “kamu (laki-laki).

Lalu apa yang harus diucapkan jika yang diajak berbicara adalah kamu (perempuan) tunggal, atau kamu berdua (lk atau pr), atau kalian (lk atau pr), atau dia (lk/pr), atau mereka berdua (lk/pr), dan atau mereka jamak/plural (lk/pr)?

Simak contoh-contoh berikut:
Kamu (lk) ( جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا ) / jazaakallahu khairan.
Kamu (pr) ( جَزَاكِ اللهُ خَيْرًا ) / jazaakillahu khairan.
Kamu berdua (lk/pr sama) ( جَزَاكُمَا اللهُ خَيْرًا ) / jazaakumallahu khairan.
Kalian (lk) ( جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا ) / jazaakumullahu khairan.
Kalian (pr) ( جَزَاكُنَّ اللهُ خَيْرًا ) / jazaakunnallahu khairan.
Dia (lk) ( جَزَاهُ اللهُ خَيْرًا ) / jazaahullahu khairan.
Dia (pr) ( جَزَاهَا اللهُ خَيْرًا ) / jazaahallahu khairan.
Mereka berdua (lk atau pr sama) ( جَزَاهُمَا اللهُ خَيْرًا ) / jazaahumallahu khairan.
Mereka (lk) ( جَزَاهُمُ اللهُ خَيْرًا ) / jazaahumullahu khairan.
Mereka (pr) ( جَزَاهُنَّ اللهُ خَيْرًا ) / jazaahunnallahu khairan.
Bagaimana cara menjawab jika ada seseorang yang mengucapkan kalimat di atas kepada Anda?

Ada dua pilihan jawaban, pertama adalah dengan mengucapkan kata "aamiin, wa iyyaak" (aamin, dan kamu juga), atau mengulangi doa tersebut tanpa tambahan atau ditambahi huruf waw ( وَ ) menjadi "wa jazaaka/killah khairan". Namun, yang lebih utama dan itu merupakan sunnah adalah yang kedua. Wallahu ta'ala a'lam..
***
Di bawah ini ada beberapa kata-kata bijak yang diwarisi orang-orang Arab dari pendahulu mereka:
( شُكْرٌ وَإِنْ قَلَّ ، ثَمَنُ لِكُلِّ نَوَالٍ وَإِنْ جَلَّ )
syukrun wa in qalla, tsamanun likulli nawaalin wa in jalla

"Syukur walaupun ia sedikit, cukup sebagai balasan dari sebuah pemberian walaupun ia banyak/besar."
( لَا تَثِقْ بِشُكْرِ مَنْ تُعْطِيْهِ حَتَّى تَمْنَعَهُ )
La tatsiq bisyukri man tu’thiihi hatta tamna’ahu

"Jangan kau mudah percaya dengan terima kasihnya orang yang kau beri, sampai (kau mengujinya) dengan tidak memberinya."
***
Demikian bahasa Arab ucapan terima kasih dan jawabannya, serta beberapa materi tambahan yang memiliki kaitan dengannya, seperti contoh penggunaan dalam kalimat, ayat-ayat yang berisi kata-kata ‘syukur’, dan kata-kata mutiara tentang syukur. Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat.

Kamis, 03 Mei 2018

Kalem : Nyantai, tenang