Selasa, 24 April 2018

Cara Mudah Screen Recording Atau Merekam Layar Di Android, Kini Sudah Banyak Sekali Aplikasi Yang Mungkin Saya Rekomendasikan Untuk Merekam Sebuah Layar HP Kamu Dengan Mudah, Tidak Seperti Iphone yang memiliki bawaan dari pabrik Walaupun Kini Android Belum Ada Fitur Bawaan Untuk Merekam Aktivitas Handphone Kita Sendiri, Namun Sekarang Android Mempunyai Banyak Fasilitas Keren Untuk Merekam Layar

Senin, 23 April 2018

Bagi orang tua yang baru atau akan memiliki anak, tentu perlu memikirkan panggilan apa yang akan diajarkan kepada anaknya kelak. Panggilan dari anak kepada orang tua pastinya sangat bermakna. Namun di Indonesia panggilan anak kepada orang tua tidaklah rumit dan mempunyai makna umum. Panggilan dari anaknya berarti beliau tersebut merupakan bapak atau ibu dari anak yang memanggil.

Contohnya: Bapak - Ibu, Ayah - Ibu, Ayah - Bunda, Papa - Mama, Papi - Mami, dll.

Karena di Indonesia mayoritas muslim dan Bahasa Arab sangat populer, maka tidak jarang panggilan anak kepada orang tua dibiasakan menggunakan Bahasa Arab seperti Abi - Ummi. Namun banyak penggunaannya digeneralisir menjadi umum seperti layaknya Ayah - Ibu, padahal sejatinya panggilan tersebut adalah bahasa orang yang artinya akan berbeda jika tidak dilandasi ilmu. Berikut sy berupaya memberikan keterangan sekilas tentang perbedaan panggilan anak kepada orang tua dalam Bahasa Arab.

Abu اب
Untuk menunjukkan penghormatan kepada seseorang ayah yang baru memiliki anak pertama/panggilan bapaknya atau bapak dari seorang anak. Misalnya Rasulullah mempunyai anak bernama Al-Qasim, jadi bapaknya Al-Qasim disebut Abul Qasim

Ummu ام
Untuk menunjukkan penghormatan kepada seseorang ibu yang baru memiliki anak pertama/panggilan ibunya atau ibu dari seorang anak. Misalnya ibu mempunyai anak bernama Aisyah, jadi jika dipanggil Ummu Aisyah artinya ibunya Aisyah.

Abi ابي
Untuk menunjukkan penghormatan dari anak kepada bapaknya, abi artinya bapakku.

Ummi امي
Untuk menunjukkan penghormatan dari anak kepada ibunya, ummi artinya ibuku.

Buya بوي
Untuk menunjukkan panggilan sayang dari anak kepada bapaknya atau karena nilai keutamaan (keilmuan) yg melekat pada seseorang. Buya artinya juga bapak.

Muya موي
Untuk menunjukkan panggilan sayang dari anak kepada ibunya atau karena nilai keutamaan (keilmuan) yg melekat pada seseorang. Muya artinya juga ibu.

Abati ابت
Untuk menunjukkan panggilan hormat sekaligus sayang dari anak kepada bapaknya.  Abati artinya juga bapak.

Amati امت
Untuk menunjukkan panggilan hormat sekaligus sayang dari anak kepada ibunya.  Amati artinya juga ibu.

Katerangan di atas diambil dari kajian ustad Adi Hidayat, Lc, MA. Jazahullahu khairaa.
Reff : http://niasyahara.blogspot.co.id/2017/11/perbedaan-panggilan-abu-abi-buya-dan.html

Minggu, 22 April 2018

Mengatasi Permasalahan Tautan tidak diizinkan Di Akun Instagram. Mengatasi instagram yang Tidak bisa like follow unfollow orang,upload foto maupun berkomentar. Halo sobat blogger kali ini admin akan menjelaskan sedikit mengenai pesan yang muncul pada akun instagram.

Mungkin beberapa dari teman teman pernah mengalami hal ini dan termasuk saya sendiri juga pernah mengalami ini. Rasa bingung muncul

Jumat, 20 April 2018

Bandwagon (di baca bandwegen) atau Bandwagon Effect adalah sebutan untuk mendeskripsikan orang yang ikut ikutan trend ntah apa pun alasannya (biasanya biar di up to date atau bilang kekinian)
Elitis adalah sebutan untuk mendeskripsikan orang yang merasa seleranya tinggi karena menyukai hal sesuatu yang high class, entah penilannya sendiri atau orang lain (*mending di akuin sama orang lain)
Edgy adalah sebutan yang ditujukan pada orang yang ingin terlihat populer/keren secara instan dengan menulis status ataupun statement yang terlihat "wow" dengan metode pemaksaan cocoklogi.

Kamis, 19 April 2018

Sarkasme adalah salah satu jenis majas. Tujuan dari sarkasme dimaksudkan untuk menyindir, atau menyinggung seseorang atau sesuatu. Sarkasme dapat berupa penghinaan yang mengekspresikan rasa kesal dan marah dengan menggunakan kata-kata kasar. Majas ini dapat melukai perasaan seseorang. Dalam Bahasa Indonesia, arti sarkasme berbeda dari kepercayaan banyak orang bahwa sarkasme berarti penyindiran yang menggunakan kata yang terbalik dari maksudnya, seperti ironi.
  • Biasanya sarkasme digunakan dalam konteks humor.


Contoh
Putih benar wajahmu, sampai bisa disendoki bedaknya.
Jadi koruptor banyak hartanya, kasian hidupnya lebih banyak di penjara.

Source : https://id.wikipedia.org/wiki/Sarkasme

Selasa, 17 April 2018


Cara Membuat Kotak Iklan Pop Up Melayang Di Blogger, Seperti Contoh Membuat Kotak Jendela Iklan Selamat Datang Di Blog Merupakan Hal Untuk Menarik Pegunjung Blog Dengan Menarik Hati Mereka Untuk Mengunjungi Blog Kita Dengan Ucapan Selamat Datang Atau Sejenisnya, Bisa Berupa Foto, Vidio, Atau Apapun Bisa Anda Kreasikan menurut kreativitas anda masing masing. Sebelumnya Kotak Iklan Pop Up Melayang

Minggu, 15 April 2018

Sabtu, 07 April 2018

Rabu, 04 April 2018

Ketika mendengar kata “Filsafat”, apa yang ada dibenak kebanyakan orang adalah terlihat sosok tua bangka yang hidupnya berantakan lantaran si tua bangka itu terlalu banyak merenungkan hal-hal yang tidak perlu direnungkan. Kita akan dihantui oleh rasa mengerikan dan wasting time ketika “mempelajari” filsafat. Bahkan ada pelarangan untuk mempelajari filsafat karena bisa menjadi gila jika otak tidak kuat.

Dan untuk apa kita mengambil resiko yang menakutkan ini kalau sekedar mempelajari sesuatu yang abstrak, yang jauh pada kehidupan sehari-hari. Untuk para robot-robot organik, filsafat tidaklah penting.. mending kerja, cari uang, biar kaya, hidup enak. Ya, itu prinsip robot organik. Padahal sebenarnya, setiap filsafat justru membawa kita kedalam kehidupan penuh makna dan setiap waktu perenungan adalah waktu yang penuh manfaat. Karena hal-hal yang dipertanyakan dalam filsafat adalah hal yang radix dan comprehensive yaitu mendasar dan menyeluruh mengenai hal ihwal permasalahan manusia baik semasa hidup maupun life after life.

Ketika beberapa pertanyaan diajukan, seperti “Bagaimana dunia tercipta?”, “Apakah makna dari terciptanya dunia?”, “Adakah kehidupan setelah kematian?”, “Siapakah aku?”, kita sudah mengajukan pertanyaan-pertanyaa­n filosofis dan inilah langkah pertama sekaligus merupakan
cara yang terbaik dalam mendekati filsafat.

Filsafat lahir dari rasa keingintahuan manusia. Dan apakah bisa rasa ini dihilangkan atau dieliminate begitu saja? Jika kita membunuh rasa keingintahuan, maka kita akan merasa puas dan keenakan dengan hidup yang penuh misteri, terjebak dalam zona nyaman. Kita akan menganggap biasa saja ketika dunia yang indah ini beraksi, kita akan menganggap hidup ini sebagai hal yang biasa saja dan tidak lagi merasa heran jika muncul hal-hal baru di jagad raya ini. Karena kita sudah punya jawaban yang menurut kita sudah menjawab, ya, biasanya kita akan menjawab "Tuhan". Pada kenyataannya, "Tuhan" hanyalah kata lain atau kalimat metaforis dari "tidak tau", atau ketidaktauan.

Tidak hanya itu saja. Ketika rasa keingintahuan seseorang dibunuh, itu sama halnya juga membunuh kekreatifitasan diri. Matinya kreatifitas diri akan membat seseorang nampak monoton seperti robot yang diprogram untuk hanya hidup menjalankan rutinitas harian. Seperti kutipan milik Mas Jerinx (personil band SID) ini, "Lahir, sekolah, bekerja, berkeluarga lalu mati" - pilihlah ritme hidup yang aman, maka niscaya dunia tak akan pernah membaik."

Mengapa filsafat sedemikian rupa masih dijunjung meski faedahnya tidak seberapa nampak? Karena sesungguhnya itulah Filsafat sebenarnya, “Keheranan, ketakjuban, keingintahuan”.

Berfilosofis adalah ingin tahu tentang kehidupan, tentang yang benar dan yang salah, tentang kebebasan, kebenaran, keindahan, ruang dan waktu, dan ribuan hal yang lainnya. Berfilosofis adalah mengeksplorasi kehidupan, yang maksudnya adalah memecah ketidakbebasan dengan mempertanyakan banyak hal. Mempertanyakan pertanyaan yang membingungkan atau bahkan menyakitkan sekalipun.

Filsafat laksana mitos. Seperti, once upon a time lives a tree, named Philosophy. Maksudnya adalah filsafat berasal dari pola
pikir mitologis. Mitos adalah sebuah cerita mengenai dewa-dewa untuk menjelaskan mengapa kehidupan berjalan seperti adanya, dewa-dewa tempat mengadukan segala macam pertanyaan-pertanyaa­n manusia yang dijawab oleh berbagai agama dan secara turun temurun jawaban ini diterapkan. Inilah mitos. Dan filsafat terlibat didalamnya.

Simply, tujuan filsuf dengan filsafatnya adalah untuk menemukan bukti-bukti alamiah dan bukannya berbau supernatural dalam berbagai macam proses alam. Kerja para filsuf ini tidaklah sendirian, karena mitos kemudian dipertanyakan bahkan cenderung diabaikan oleh para peminat sains. Karena akhirnya dijawab kalau awan-awan yang bermuatan positif dan negatif itulah yang menghasilkan gemuruh gelegar dan kilatan cahaya atau yang biasa disebut dengan petir, bukannya Tuhan yang sedang berburu setan.

Karena ulah mitos inilah maka para filsuf mulai giat untuk lebih memahami apa yang terjadi di sekitar mereka tanpa harus kembali pada mitos-mitos kuno itu. Mereka ingin memahami proses sesungguhnya dengan menelaah alam itu sendiri. Keinginan ini membuat filsuf mengambil langkah menuju penalaran ilmiah, yang dinamakan sains.

Sains inilah pedang yang menebas segala mitos yang beredar di masyarakat. Termasuk menebas kisah Tuhan berburu setan. Akan tetapi beda sekali antara filsuf dengan ilmuwan. Meski keduanya berada pada lingkup sains, akan tetapi filsuf bersikap lebih lunak terhadap mitos. Filsuf mempertanyakan kebenaran mitos (dalam arti masih membuka kemungkinan untuk mencari kebenaran didalamnya), sedangkan ilmuwan benar-benar menolak mitos dan mengatai mitos sebagai cerita bohong.

Dilihat dari kisah “munculnya” filsafat saja sudah sebegitu menarik. Jadi tidaklah mungkin kalau penerapan filsafat dalam kehidupan sehari-hari akan membuat kehidupan menjadi susah dan menakutkan. Bahkan, dipercaya bahwa erat kaitannya antara filsafat dengan kebermaknaan hidup.

Tentu sebuah kebijaksanaan tersendiri untuk memahami apa arti kehidupan. Apakah arti kematian?, mengapa kita hidup disaat kita tidak meminta untuk hidup dan mengapa kita mati disaat kita tidak menginginkan mati?

Fokus boleh hadir dan dirajut, tapi biarkan dulu semuanya keluar dengan jujur. Dan membiarkan diri kita menari-nari diatas pertanyaan-pertanyaa­n seputar Manusia, Tuhan dan Alam Semesta. Kita akan bertanya banyak hal, menjawab sedikit hal dan kemudian memunculkan banyak pertanyaan. Semuanya takkan pernah berhenti dan terus berputar, berotasi-evolusi. Percayalah! Misalkan menulis, menulis itu selalu to be continued. Meski diakhir tulisan tertera kata THE END / TAMAT atau berbagai macam simbol seperti *** atau ### atau * === *, dsb. tetap saja apa yang kita tulis itu to be continued.

Refferensi Artikel: https://www.facebook.com/groups/Ensiklopediabebas2/permalink/177703289587691/

Senin, 02 April 2018

Kenali sifat dan jenis kulit anda. Pengenalan ini penting untuk memudahkan pemilihan kosmetika yang tepat. Secara umum kulit wajah dapat digolongkan kedalam 5 jenis dengan ciri-cirinya yang spesifik. Termasuk jenis mana kulit Anda bagaimana cara perawatannya?

Kulit normal

Kulit normal nampak halus dengan pori-pori yang wajar tidak terlalu berminyak juga tidak terlalu kering. Kadang-kadang pada